Musim Gugur di Negara Empat Musim, Ini Cara Bikin Perjalanan Nyaman dengan BRI Kartu Kredit Infinite

Musim Gugur di Negara Empat Musim, Ini Cara Bikin Perjalanan Nyaman dengan BRI Kartu Kredit Infinite

4 menit lalu

Exclusive Privilege hingga 150.000 Blibli Tiket Points, khusus bagi Pemegang BRI Kartu Kredit Infinite.

Swipe untuk menutup

Musim Gugur di Negara Empat Musim, Ini Cara Bikin Perjalanan Nyaman dengan BRI Kartu Kredit Infinite

31/08/2026, 11:43 WIB
Musim Gugur di Negara Empat Musim, Ini Cara Bikin Perjalanan Nyaman dengan BRI Kartu Kredit Infinite

KOMPAS.com – Liburan musim gugur atau fall yang umumnya berlangsung pada September hingga November di belahan bumi utara menawarkan pengalaman yang berbeda jika dibandingkan perjalanan pada musim lainnya.

Suhu udara yang mulai sejuk, perubahan warna daun, suasana kota yang lebih tenang, juga berbagai aktivitas khas musim gugur, membuat perjalanan ke negara empat musim menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman baru.

Namun, perjalanan pada musim gugur tetap membutuhkan persiapan yang matang. Setiap detail perlu diperhatikan agar perjalanan tetap nyaman, mulai dari menentukan waktu keberangkatan, menyiapkan pakaian yang sesuai dengan perubahan suhu, hingga memesan tiket pesawat dan hotel.

Pilih waktu terbaik

Langkah pertama dalam menyiapkan liburan musim gugur adalah menentukan destinasi dan waktu keberangkatan.

Setiap negara memiliki karakter musim gugur berbeda sehingga waktu kunjungan dapat menentukan pengalaman yang akan didapatkan.

Wisatawan yang ingin menikmati pemandangan daun berubah warna, misalnya, perlu mempertimbangkan periode fall foliage di destinasi tujuan serta kondisi cuaca pada saat keberangkatan.

Sementara itu, bagi yang ingin menikmati suasana kota dengan udara lebih sejuk tanpa suhu terlalu rendah, periode awal atau pertengahan musim gugur dapat menjadi waktu yang tepat.

Menentukan waktu perjalanan sejak awal juga membantu wisatawan menyusun rencana dengan lebih leluasa, termasuk memilih penerbangan dan akomodasi yang sesuai kebutuhan.

Siapkan kebutuhan untuk cuaca sejuk

Persiapan berikutnya adalah memastikan kebutuhan selama berada di destinasi sudah terpenuhi. Pakaian yang sesuai dengan udara sejuk menjadi salah satu persiapan penting, terutama bagi wisatawan yang berasal dari negara beriklim tropis, seperti Indonesia.

Jaket atau coat ringan, pakaian berlapis, sepatu yang sesuai, serta sejumlah aksesori dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di destinasi.

Selain pakaian, wisatawan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan selama perjalanan, seperti produk perawatan kulit untuk menghadapi udara yang lebih dingin dan kering serta perlengkapan pribadi lain.

Persiapan yang matang membuat wisatawan tidak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mencari kebutuhan dasar setelah tiba di negara tujuan.

Pesan tiket pesawat dan hotel lebih awal

Setelah destinasi dan kebutuhan perjalanan ditentukan, tiket pesawat dan hotel menjadi bagian penting berikutnya.

Pemesanan lebih awal dapat memberikan keleluasaan dalam memilih jadwal penerbangan, lokasi hotel, serta tipe kamar yang sesuai dengan kebutuhan.

Bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau memiliki agenda perjalanan yang padat, lokasi hotel juga menjadi pertimbangan penting. Akomodasi yang berada dekat dengan pusat aktivitas atau akses transportasi dapat membantu perjalanan menjadi lebih praktis.

Selain mempertimbangkan harga, wisatawan juga dapat memperhatikan keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi. Dengan demikian, pengeluaran untuk tiket pesawat dan hotel tidak hanya dipandang sebagai biaya perjalanan, tetapi juga dapat memberikan manfaat tambahan.

Maksimalkan benefit saat booking perjalanan

Salah satu cara untuk mengoptimalkan transaksi perjalanan adalah memanfaatkan promo yang tersedia ketika melakukan pemesanan.

Pemegang BRI Kartu Kredit Infinite, misalnya, dapat memperoleh kesempatan mendapatkan cashback hingga 150.000 Blibli Tiket Points saat melakukan pembelian tiket pesawat atau pemesanan hotel melalui tiket.com.

Promo eksklusif tersebut berlaku hingga Rabu (30/9/2026) atau selama kuota promo masih tersedia.

Untuk mendapatkannya, pemegang BRI Kartu Kredit Infinite dapat menggunakan kode promo TIKETVISA saat melakukan pembayaran di tiket.com.

Untuk memperoleh cashback hingga 150.000 Blibli Tiket Points, ikuti langkah-langkah berikut.

  1. Login ke akun tiket.com melalui aplikasi atau web
  2. Pilih produk tiket pesawat atau hotel sesuai kebutuhan perjalanan
  3. Lakukan pemesanan sesuai kebutuhan
  4. Masukkan kode promo TIKETVISA pada halaman pembayaran
  5. Gunakan BRI Kartu Kredit Infinite sebagai metode pembayaran
  6. Nikmati cashback hingga 150.000 Blibli Tiket Points sesuai syarat dan ketentuan program.

Benefit tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang memang sudah memiliki rencana perjalanan.

Sebab, transaksi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan berpotensi memberikan manfaat yang dapat digunakan kembali dalam ekosistem Blibli Tiket.

Perjalanan yang lebih bernilai

Bagi nasabah premium dengan mobilitas tinggi, perjalanan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus kebutuhan, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan bersama keluarga.

Oleh karena itu, perencanaan perjalanan tidak berhenti pada pemilihan destinasi. Kenyamanan, kemudahan transaksi, serta manfaat tambahan dari setiap pengeluaran juga dapat menjadi pertimbangan.

BRI Kartu Kredit Infinite dirancang untuk memberikan berbagai keuntungan eksklusif bagi nasabah premium, termasuk akses terhadap promo di berbagai merchant pilihan.

Melalui kerja sama dengan tiket.com, pemegang kartu dapat memperoleh benefit tambahan ketika melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel untuk perjalanan.

Dengan perencanaan yang tepat, persiapan liburan musim gugur bukan hanya soal menentukan destinasi dan membawa pakaian yang sesuai.

Memilih cara memesan dan membayar kebutuhan perjalanan juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk membuat setiap perjalanan lebih nyaman sekaligus bernilai.

Jadi, sebelum berangkat menikmati winter getaway berikutnya, pastikan seluruh kebutuhan perjalanan telah dipersiapkan dan manfaat dari setiap transaksi telah dimaksimalkan dari BRI Kartu Kredit Infinite. Kunjungi laman bbri.id/tiketccvisa untuk informasi selengkapnya.

Brandzview Lainnya

Jokowi Mengaku Ngelus Dada Lihat Debat Jadi Caci Maki, Pertanyakan Adat Ketimuran dan Tata Krama

Jokowi Mengaku Ngelus Dada Lihat Debat Jadi Caci Maki, Pertanyakan Adat Ketimuran dan Tata Krama

3 jam lalu

Jokowi mengaku heran melihat debat berujung caci maki hingga mempertanyakan adat ketimuran, sopan santun, dan tata krama.

Swipe untuk menutup

Jokowi Mengaku Ngelus Dada Lihat Debat Jadi Caci Maki, Pertanyakan Adat Ketimuran dan Tata Krama

31/08/2026, 08:31 WIB
Jokowi Mengaku Ngelus Dada Lihat Debat Jadi Caci Maki, Pertanyakan Adat Ketimuran dan Tata Krama

KEBUMEN, KOMPAS.com – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran melihat debat yang justru berujung saling mencaci maki. 

Ia mengaku kerap mengelus dada melihat cara orang beradu pendapat di hadapan publik.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Maulidurrasul Muhammad SAW dan Haul ke-8 Almaghfurlahu K.H. Musyaffa' Ali di Ponpes Al Falah Sumberadi, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Jokowi menilai, saat ini masih ada orang yang belum pintar tetapi sudah merasa paling pintar.

Ia juga menyoroti debat di televisi yang menurutnya kerap berubah menjadi ajang saling menunjukkan kepandaian melalui cara berbicara.

“Sekarang ini yang belum pintar aja sudah rumongso (merasa) pintar, yang banyak pirsani (melihat) teng (di) TV-TV waktu debat itu wah kadose (seperti) pinter-pinteran ngendikan (berbicara) yo meskipun pinter gak usah diketok-ketokke (diperlihatkan)," kata Jokowi dilansir dari kanal YouTube PP.Al-falah Sumberadi, Sabtu.

Jokowi Pertanyakan Tata Krama Saat Berbicara

Jokowi menilai, orang yang memiliki kemampuan tidak perlu terus-menerus menunjukkan bahwa dirinya lebih pintar daripada orang lain.

Menurut dia, penampilan seseorang di hadapan jutaan penonton seharusnya menjadi kesempatan untuk memberikan contoh yang baik.

“Jadi mestinya kalau kita dilihat orang banyak itu menyampaikan hal yang baik supaya orang mengikuti kita menjadi baik. Debat kok caci maki kayak gitu," ungkapnya.

“Kadang-kadang saja ngelus dada. Adat ketimuran kita ada di mana sopan santun kita ada di mana? Tata krama kita ada di mana?" sambungnya.

Perbedaan Politik Hal Biasa

Menurut Jokowi, perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal biasa. Ada pihak yang mendukung dan ada pula yang menolak, begitu juga dengan orang yang menyukai atau tidak menyukai seseorang.

“Yang kedua yang namanya dalam dunia politik itu yang pro dan kontra itu biasa. Ada yang setuju, ada yang tidak. Ada yang senang, ada yang tidak senang," kata Jokowi.

Namun, ia menilai perbedaan sikap tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kesantunan dalam berbicara.

Jokowi juga mengaku menerima banyak fitnah, hinaan, dan cacian karena adanya pihak yang tidak menyukainya.

Meski menganggap perbedaan dalam politik sebagai sesuatu yang lumrah, Jokowi meminta masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk mengeluarkan perkataan buruk.

Ia kemudian menyampaikan pesan agar orang memilih perkataan baik ketika memiliki kesempatan untuk berbicara.

Yen iso ngendiko apik kenapa sing ngendiko sing elek? Nggih mboten nggih? (kalau bisa berbicara baik kenapa berbicara jelek. Iya bukan),” ucap Jokowi.

Jokowi Ingatkan Soal Kekuasaan

Selain membahas etika dalam bertutur kata, Jokowi menyampaikan sejumlah pesan yang menurutnya penting ketika seseorang memiliki kemampuan atau kekuasaan.

Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak digunakan untuk menjatuhkan orang lain.

Jokowi menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki kekuatan tidak semestinya menggunakan kelebihannya untuk menyakiti atau menjatuhkan pihak lain.

Menurut Jokowi, kekuasaan yang besar bukan alasan bagi seseorang untuk bertindak semaunya.

“Enggak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik," tandasnya.

Pesan itu juga ia tujukan kepada para pejabat di level daerah. Jokowi mencontohkan lurah yang tidak seharusnya menggunakan jabatannya untuk bersikap kasar kepada rakyat.

“Termasuk Bapak, Ibu semuanya juga jangan seperti itu. Mentang-mentang jadi lurah kemudian ke rakyatnya bakbuk bakbuk bakbuk. Sering ngendiko banter (berbicara keras), sering ngendiko (berbicara) kasar ke rakyat enggak boleh," tutur Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa seseorang tidak akan memegang kekuasaan selamanya.

Ia juga mengingatkan agar kemampuan tidak perlu dipamerkan secara berlebihan kepada orang lain.

Di tengah berbagai tantangan hidup, Jokowi mengajak masyarakat tidak menambah persoalan dengan hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Ngopo (kenapa) sih kita itu ngerti kita tuh banter (cepat) tapi ketok alon (terlihat pelan) kan yo ora opo-opo. Malah diketok-ketokke (diperlihatkan)," terang Jokowi.

Terpopuler Lainnya

Klaim Orang Melayu Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

Klaim Orang Melayu Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

14 jam lalu

Mantan profesor, Solehah Yaacob, dipecat setelah sejumlah klaimnya mengenai peradaban Melayu kuno menuai kritik dari sejarawan serta akademisi.

Swipe untuk menutup

Klaim Orang Melayu Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

30/08/2026, 22:03 WIB
Klaim Orang Melayu Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Seorang mantan profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM), Solehah Yaacob, dipecat setelah sejumlah klaimnya mengenai peradaban Melayu kuno menuai kritik dari sejarawan serta akademisi.

Salah satu pernyataannya yang paling kontroversial adalah klaim bahwa orang Melayu pada zaman dahulu dapat terbang dan mengajarkan teknik kung fu terbang kepada orang China.

IIUM kemudian menegaskan bahwa Solehah tidak lagi memiliki hubungan dengan universitas tersebut.

Dalam pernyataan pada Minggu (23/8/2026), Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi IIUM mengatakan bahwa Solehah telah diberhentikan dari layanan akademik pada 27 April. Universitas juga menegaskan bahwa perempuan tersebut tidak lagi berhak menggunakan gelar, jabatan, maupun afiliasi resmi dengan IIUM.

“Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengklaim hubungan apa pun dengan universitas,” kata IIUM dalam pernyataannya, seperti dikutip Soth China Morning Post.

Solehah, yang sebelumnya merupakan profesor bidang linguistik, menentang keputusan tersebut dan membawa kasus pemecatannya ke mahkamah di Malaysia. Ia juga menuding IIUM bertindak tidak profesional dalam proses pemberhentiannya.

Kepada media lokal Free Malaysia Today, Solehah mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia bahkan memberikan penghargaan Malaysia Research Assessment kepadanya sehari sebelum ia diberhentikan.

“Saya diberhentikan dalam waktu 24 jam dan tidak diperbolehkan mengajukan banding,” ujar Solehah, seperti dikutip Free Malaysia Today.

Menurutnya, IIUM sempat menawarkan pembayaran yang setara dengan gaji enam bulan, tetapi tawaran tersebut ditolaknya.

Kontroversi Solehah

Sejumlah pernyataan Solehah sempat menimbulkan kontroversi di media sosial.

Selain mengenai kemampuan terbang orang Melayu, ia pernah membuat klaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari para pelaut Melayu.

Pada awal Agustus, Solehah juga menyampaikan dugaan bahwa kekayaan bijih besi di Kedah mungkin berasal dari hujan meteor. Ia menyebut Gunung Jerai di Kedah sebagai salah satu lokasi yang menurutnya pernah dihantam meteor.

Klaim kontroversial lainnya berkaitan dengan Khadijah, istri Nabi Muhammad, yang menurut Solehah memiliki hubungan dengan dunia Melayu.

Ia juga pernah mengkritik masyarakat Melayu awal karena pengaruh Hindu-Buddha yang berkembang di wilayah tersebut.

Selain itu, sebuah artikel akademiknya pada 2018 mendapat sorotan setelah diketahui menggunakan tulisan satir dari media Amerika Serikat, The Onion, sebagai salah satu sumber.

Berbagai klaim tersebut mendapat kritik dari sejumlah sejarawan dan akademisi. Mereka menilai pernyataan Solehah tidak logis dan berpotensi merusak pemahaman masyarakat terhadap sejarah.

James Chin, akademisi bidang kajian Asia dari University of Tasmania, mengatakan bahwa Solehah juga mengembangkan aktivitas di luar lingkungan akademik dengan memimpin tur kapal pesiar berbayar yang didasarkan pada teori-teori sejarah yang ia kemukakan.

Acara tersebut merupakan pelayaran selama empat hari tiga malam dari Port Klang menuju Phuket yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November hingga 3 Desember.

Dalam pelayaran tersebut, Solehah dijadwalkan menyampaikan pidato berjudul “The Mystery of the Roman Ship Deception” atau “Misteri Tipu Daya Kapal Romawi” di atas kapal Adora Mediterranea. 

Chin mengatakan, pelayaran tersebut secara khusus dirancang untuk membawa peserta ke lokasi-lokasi yang menurut Solehah dapat mendukung teori penelitiannya.

Ia menambahkan, Solehah telah menyampaikan sejumlah klaim serupa selama beberapa tahun tanpa mendapat konsekuensi yang berarti. Namun, situasinya berubah setelah pernyataan-pernyataan tersebut menjadi sorotan di media sosial.

“Sungguh luar biasa bahwa IIUM mengambil tindakan sebagai respons terhadap reaksi keras di media sosial,” ujar Chin kepada This Week in Asia.

“Universitas bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan karena, untuk waktu yang lama, ada banyak hal tidak masuk akal yang terjadi di universitas-universitas Malaysia, dengan akademisi membicarakan banyak hal yang gila,” pungkasnya.

Internasional Lainnya

Aturan Pengambilan Barang Bukti Kecelakaan Polrestabes Surabaya Usai Viral Dugaan Pungli Rp 1 Juta

Aturan Pengambilan Barang Bukti Kecelakaan Polrestabes Surabaya Usai Viral Dugaan Pungli Rp 1 Juta

2 jam lalu

Kapolrestabes Surabaya menginstruksikan Kasi Propam Polrestabes Surabaya untuk memproses Aiptu S melalui mekanisme tindakan disiplin dan kode etik.

Swipe untuk menutup

Aturan Pengambilan Barang Bukti Kecelakaan Polrestabes Surabaya Usai Viral Dugaan Pungli Rp 1 Juta

31/08/2026, 09:50 WIB
Aturan Pengambilan Barang Bukti Kecelakaan Polrestabes Surabaya Usai Viral Dugaan Pungli Rp 1 Juta
Editor: Rachmawati

SURABAYA, KOMPAS.com – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengeluaran kendaraan barang bukti kecelakaan lalu lintas di Polrestabes Surabaya memasuki babak baru. Korban yang menjadi sasaran oknum penyidik akhirnya angkat bicara secara terbuka mengenai insiden tersebut.

Melalui akun Threads miliknya, @tasyamarcella96, korban bernama Kristiani menegaskan bahwa aksinya mengunggah bukti pungli di media sosial bukan demi mencari keuntungan pribadi. Warga asal Karangploso, Malang, yang kini berdomisili di Sidoarjo tersebut ingin mengedukasi masyarakat agar tidak memaklumi praktik pungli di lembaga pelayanan publik.

"Ambil barang bukti kecelakaan GRATIS. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar," tulis Kristiani dalam unggahannya pada Kamis (27/8/2026).

Dalam unggahan yang viral di Threads dan Instagram tersebut, Kristiani turut melampirkan foto surat pengeluaran barang bukti kendaraan bermotor serta bukti transfer uang sebesar Rp 1 juta kepada oknum polisi.

Oknum Penyidik Terungkap, Kapolrestabes Surabaya Minta Maaf

Menanggapi gejolak publik, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan bergerak cepat. Melalui akun Instagram pribadinya, @luthfie.daily, Jumat (28/8/2026), Luthfie mengunggah video klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat.

Dalam video tersebut terungkap bahwa oknum polisi yang diduga meminta uang kepada korban adalah Aiptu S, seorang penyidik Unit Gakkum Polrestabes Surabaya.

Luthfie, yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1997, memanggil langsung Aiptu S di hadapan jajaran personel Polrestabes Surabaya untuk memberikan teguran keras.

"Kita sudah berkomitmen untuk menjadi lebih baik, tapi ternyata masih ada yang mengecewakan," ujar Luthfie dengan nada kecewa.

Luthfie menekankan agar seluruh personel kepolisian tidak menambah beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah kecelakaan lalu lintas.

"Jangan sampai musibah itu datangnya dari orang yang bertugas memberikan pelayanan, melindungi, mengayomi, justru menjadi orang yang menambah berat beban hidupnya," tegas Perwira Menengah Polri tersebut.

Sanksi Demosi dan Janji Ganti Rugi 10 Kali Lipat

Atas pelanggaran tersebut, Kapolrestabes Surabaya menginstruksikan Kasi Propam Polrestabes Surabaya untuk segera memproses Aiptu S melalui mekanisme tindakan disiplin dan kode etik Polri.

Selain itu, Kabag Sumda Polrestabes Surabaya diperintahkan untuk segera mencopot dan memutasi Aiptu S dalam bentuk demosi. Luthfie menyayangkan lemahnya fungsi pengawasan internal di tingkat satuan kerja dan meminta Kasat Lantas Polrestabes Surabaya segera menemui korban.

"Sampaikan nanti dari saya, saya ganti 10 kali lipat! Itu komitmen saya," tegas Luthfie.

Melalui unggahan terbarunya, Kristiani mengonfirmasi telah mengambil kembali sepeda motornya di Polsek Dukuh Pakis dan memberikan keterangan resmi kepada Propam Polrestabes Surabaya. Ia juga telah bertemu langsung dengan Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Kristiani mengungkapkan bahwa Kapolrestabes Surabaya telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Meski sempat ditawari uang pengganti sebesar 10 kali lipat, Kristiani memilih menolaknya.

"Saya hanya meminta dikembalikan sejumlah uang yang saya keluarkan," tulis Kristiani.

Polrestabes Surabaya Tegaskan Pengambilan Barang Bukti Gratis

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menegaskan kembali bahwa pengeluaran dan pengambilan kendaraan barang bukti kecelakaan lalu lintas di lingkungan Polrestabes Surabaya sama sekali tidak dipungut biaya.

"Untuk pengambilan BB ranmor di Polrestabes Surabaya saya tekankan gratis dan tidak pungut biaya apapun sesuai arahan dari Bapak Kapolrestabes Surabaya," tegas Galih.

Secara regulasi, pengeluaran barang bukti didasarkan pada Pasal 19 Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Polri, sebagaimana telah diubah melalui Perkap Nomor 8 Tahun 2014.

Prosedur resmi pengeluaran barang bukti meliputi:

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat yang hendak mengambil kendaraan barang bukti kecelakaan untuk membawa dokumen bukti kepemilikan yang sah serta memastikan perkara hukumnya telah selesai.

Apabila menemukan indikasi pungli, masyarakat diimbau menyimpan bukti transfer, rekaman chat, atau identitas oknum petugas untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Usai Viral Pungli Pengeluaran Barang Bukti Bikin Kapolrestabes Surabaya Murka, Simak Aturannya

Viral Lainnya

Usai Viral Siswa Naik Rakit ke Sekolah, Titik Jembatan di Cililin KBB Mulai Dipatok

Usai Viral Siswa Naik Rakit ke Sekolah, Titik Jembatan di Cililin KBB Mulai Dipatok

21 jam lalu

Titik pembangunan jembatan di Cililin, Bandung Barat, mulai dipatok setelah viral 16 siswa menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah.

Swipe untuk menutup

Usai Viral Siswa Naik Rakit ke Sekolah, Titik Jembatan di Cililin KBB Mulai Dipatok

30/08/2026, 15:16 WIB
Usai Viral Siswa Naik Rakit ke Sekolah, Titik Jembatan di Cililin KBB Mulai Dipatok
Editor: Tri Indriawati

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Rencana pembangunan jembatan di Kampung Sadang, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mulai memasuki tahap survei lapangan.

Petugas telah memasang patok dan menentukan titik koordinat di lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan jembatan.

Perkembangan ini muncul setelah aktivitas sejumlah siswa SD Negeri Budiharja yang menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit untuk pergi ke sekolah viral di media sosial.

Ketua RT 5 RW 2 Kampung Sadang, Agus Sumpena, mengatakan titik jembatan berada tidak jauh dari lokasi sandaran rakit yang selama ini digunakan warga dan siswa.

"Iya kemarin sudah dipasang patok, patok buat jembatan teh titiknya di Saung (Pondok) tempat kemarin kita berteduh, tidak pas di titik rakit," kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

Menurut Agus, petugas datang pada Sabtu (29/8/2026) untuk melakukan survei sekaligus menentukan titik koordinat.

"Alhamdulillah, iya betul hari kemarin (Sabtu), ada petugas, tidak tahu suruhan dari Pak Gubernur atau siapa, kaya iya petugas dari Pak Gubernur, sudah dipatok, sudah pakai titik koordinat, untuk pembangunan jembatan, sudah disurvei," ujarnya.

Viral Siswa Naik Rakit

Rencana pembangunan jembatan menjadi perhatian setelah video siswa menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit beredar di media sosial.

Lokasi penyeberangan berada di ujung Kampung Sadang menuju Kampung Gombong.

Rakit tersebut digunakan untuk menyeberangi waduk dengan jarak sekitar 200 meter.

Aktivitas penyeberangan dengan rakit sebenarnya sudah dilakukan warga sejak tahun 1990-an.

Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, rakit dan perahu juga menjadi sarana transportasi bagi anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Budiharja.

Penggunaan rakit dianggap lebih praktis karena dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Dengan rakit atau perahu, perjalanan dari Kampung Sadang menuju sekolah hanya membutuhkan sekitar 3 sampai 5 menit.

Sementara jika menggunakan jalur darat, perjalanan dapat memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor atau sekitar 30 menit dengan berjalan kaki.

16 Siswa Masih Pakai Rakit

Kepala SD Negeri Budiharja, Taufik, mengatakan sebanyak 16 siswa masih mengandalkan rakit maupun perahu untuk berangkat dan pulang sekolah.

"Jumlah siswa ada sekitar 150-an, yang masih bertahan (menggunakan rakit dan perahu) ada 16 orang, Kelas 1 ada tiga orang, Kelas 2 ada empat orang, kelas 3 ada tiga orang, kelas 4 tidak ada, kelas 5 ada 3 orang, kelas 6 ada 3 orang," kata Taufik saat ditemui di SD Negeri Budiharja, Jumat (28/8/2026).

Menurut Taufik, alasan utama siswa memilih jalur air adalah jarak tempuh lewat darat yang lebih jauh.

Jarak dari Kampung Sadang menuju sekolah melalui jalur darat disebut sekitar 4 kilometer.

"Gara-garanya jauh dari Kampung Sadang (rumah siswa), sekitar 4 KM, 15 menit dewasa, kalau anak-anak 30 menit. Jadi untuk mempersingkat waktu ke sekeloah, nyampelah 5 menit (dengan rakit)," ungkapnya.

Meski lebih cepat, Taufik mengakui penyeberangan menggunakan rakit tetap memiliki risiko.

Kondisinya bisa menjadi lebih berbahaya ketika cuaca hujan.

"Ya memang ada risiko, tapi alhamdulilah sejauh ini aman. Orang tua juga suka ngantar, bahkan ikut naik rakit," tuturnya.

Rakit Tak Bertahan Lama

Agus mengatakan penggunaan rakit bambu bukan solusi jangka panjang.

Rakit yang digunakan warga harus diganti secara berkala karena bahan bambu mudah rusak setelah terendam dalam waktu lama.

"Sampai sekarang itu kalau tidak salah sudah 6 kali ganti rakit, karena tidak bertahan lama, dua tahun tiga tahun sudah rusak," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan warga sejak lama berharap pemerintah membangun jembatan permanen.

Selain meningkatkan keselamatan siswa, jembatan juga dinilai dapat membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga Harapkan Jembatan

Agus mengatakan aspirasi pembangunan jembatan sudah lama disampaikan warga Kampung Sadang.

Menurut dia, keberadaan jembatan akan memberikan manfaat tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga bagi warga yang pergi ke kebun, berdagang, maupun melakukan aktivitas sehari-hari.

"Harapan warga dari dulu ini kalau dibikin jembatan ini enaklah buat penyeberangan khususnya anak sekolah, apalagi sekarang generasinya paling banyak, lebih dari 40 KK dari 2 RT. Jadi warga itu bisa lebih dekat kebun bisa, sekolah, jualan," tandasnya.

Pemasangan patok dan penentuan titik koordinat menjadi perkembangan terbaru dari rencana pembangunan akses penghubung Kampung Sadang dan Kampung Gombong.

Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kapan pembangunan jembatan akan dimulai maupun spesifikasi konstruksi yang akan digunakan.

Warga kini berharap proses survei tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga anak-anak tidak lagi harus mengandalkan rakit untuk menyeberangi Waduk Saguling setiap hari.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Kabar Baik! Titik Jembatan Cililin KBB Mulai Dipatok usai Viral Siswa Naik Rakit ke Sekolah"

Viral Lainnya

Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes hingga Polda

Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes hingga Polda

12 jam lalu

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merombak sejumlah jabatan strategis di lingkungan Markas Besar hingga Polda.

Swipe untuk menutup

Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes hingga Polda

31/08/2026, 00:00 WIB
Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes hingga Polda

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merombak sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri dan kepolisian daerah (Polda).

Mutasi terbaru ini dituangkan dalam tiga Surat Telegram (ST) Kapolri, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026, sebagaimana disampaikan pihak Polri kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Dalam tiga ST Kapolri tersebut, terdapat 424 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri yang dipindahtugaskan.

Mutasi Asisten Kapolri

Berdasarkan ST/1877/VIII/KEP./2026, salah satu jabatan strategis yang mengalami pergantian adalah Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri.

Komjen Fadil Mohammad Fadil Imran yang sebelumnya menjabat Astamaops Kapolri mendapat tugas baru sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Jabatan tersebut kini diisi Irjen Roycke Harry Angie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara (Sulut).

Jabatan Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri juga berganti.

Posisi tersebut diisi Irjen Jawari yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Sementara itu, posisi Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri kini diisi Irjen Pol Nurworo Danang.

Mutasi para Kapolda

Perombakan juga terjadi di tingkat Polda.

Posisi Kapolda Sulut yang ditinggalkan Roycke Harry Angie kini ditempati Brigjen Pol Yudo Hermanto.

Sebelumnya, Yudo menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Brigjen Pol Hengki Haryadi juga mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Sebelumnya, Hengki menjabat Wakapolda Riau.

Posisi Wakapolda Riau selanjutnya diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Selain itu, Brigjen Pol Slamet Hariyadi ditunjuk sebagai Wakapolda Maluku Utara.

Di lingkungan Mabes Polri, jabatan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri kini diisi Irjen Pol Ruslan Effendi.

Sebelumnya, Ruslan menjabat Sahli Sospol Kapolri.

Perubahan jabatan juga terjadi di lingkungan Bareskrim Polri.

Salah satunya, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui