Test Ride OMO-X Smart, Ini 3 Fitur Canggih yang Wajib Dicoba

Test Ride OMO-X Smart, Ini 3 Fitur Canggih yang Wajib Dicoba

20 jam lalu

Berbagai fitur OMO-X Smart dirancang untuk menunjang pengalaman berkendara.

Swipe untuk menutup

Test Ride OMO-X Smart, Ini 3 Fitur Canggih yang Wajib Dicoba

12/09/2026, 14:21 WIB
Test Ride OMO-X Smart, Ini 3 Fitur Canggih yang Wajib Dicoba

KOMPAS.com – Lebih dari 20 dealer OMOWAY telah beroperasi di Indonesia. Tak heran, semakin banyak konsumen yang datang untuk menjajal pengalaman berkendara dengan motor listrik pintar OMO-X Smart.

Saat mengunjungi dealer, konsumen tidak hanya dapat merasakan handling yang presisi, tenaga yang responsif, serta kemampuan suspensi double wishbone dalam meredam guncangan, tetapi juga dapat mencoba sejumlah fitur pintar yang dirancang untuk menunjang pengalaman berkendara.

Dari beragam fitur yang dimiliki OMO X Smart, ada tiga fitur unggulan yang wajib dicoba saat melakukan test ride

Pertama, pengereman dan fitur keselamatan aktif. OMO-X Smart dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) dual-channel dan Traction Control System (TCS) sebagai fitur standar.

Di bagian depan, sistem pengereman menggunakan kaliper empat piston yang dipadukan dengan cakram berdiameter 260 milimeter. Sementara itu, bagian belakang menggunakan kaliper dua piston dengan kampas rem berbahan metalik.

Kombinasi tersebut dirancang untuk menghasilkan daya pengereman yang kuat serta menjaga stabilitas performa termal untuk mengurangi risiko brake fade saat pengereman berulang.

Kehadiran ABS dan TCS juga ditujukan untuk membantu pengendara menjaga kendali motor dalam berbagai kondisi berkendara.

Kedua, kokpit pintar 10,25 inci dan audio terintegrasi. Pengendara dapat merencanakan rute melalui ponsel, lalu menampilkannya pada layar motor.

Panel kontrol pada handlebar memungkinkan pengendara beralih antara tampilan peta secara keseluruhan dan panduan turn-by-turn tanpa perlu melepaskan tangan dari handlebar.

Sistem auto-zoom juga memperbesar tampilan ketika motor mendekati persimpangan.

Pengalaman tersebut dilengkapi sistem audio Bluetooth yang dikustomisasi dan disetel oleh PSG. Sistem ini digunakan untuk menghasilkan suara navigasi yang lebih jelas serta pengalaman audio yang lebih baik selama perjalanan.

Ketiga, smart unlock. OMO-X Smart juga menawarkan fitur smart unlock sehingga pengendara tidak perlu menggunakan kunci fisik untuk menyalakan motor. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui aplikasi atau menggunakan tombol starter pada handlebar.

Ke depan, pembaruan over-the-air (OTA) akan menghadirkan fitur keyless entry berbasis sensor jarak. Dengan fitur tersebut, pengguna cukup mendekati motor untuk langsung menggunakannya tanpa perlu mengeluarkan kunci.

Layanan purnajual memadai

Selain fitur pada kendaraan, dealer 3S OMOWAY juga dilengkapi tim teknisi. OMOWAY menyediakan layanan bantuan darurat selama 24 jam dengan radius hingga 25 kilometer dari area dealer serta kendaraan pengganti selama masa perbaikan yang membutuhkan waktu lama.

Konsumen bisa mendapatkan subsidi gabungan senilai Rp 7 juta untuk pemesanan unit baru seri Smart sebelum Rabu (30/9/2026).

Dengan potongan tersebut, harga on the road (OTR) menjadi Rp 39,9 juta dari harga normal Rp 46,9 juta.

Program itu juga mencakup jasa servis gratis selama tiga tahun, garansi baterai selama tujuh tahun, garansi motor listrik selama enam tahun, serta pembaruan sistem audio Bluetooth secara gratis.

Informasi lebih lanjut mengenai OMO-X Smart dan dealer OMOWAY dapat diperoleh melalui aplikasi OMOWAY atau situs resmi OMOWAY.

Brandzview Lainnya

Terungkap, Skema Massa Bayaran di Kerusuhan Pejompongan, Dibayar hingga Rp 70.000

Terungkap, Skema Massa Bayaran di Kerusuhan Pejompongan, Dibayar hingga Rp 70.000

3 jam lalu

Polisi mengungkap tiga klaster mobilisasi massa dalam kerusuhan Pejompongan. Massa diduga dijanjikan bayaran hingga Rp 70.000 per orang.

Swipe untuk menutup

Terungkap, Skema Massa Bayaran di Kerusuhan Pejompongan, Dibayar hingga Rp 70.000

13/09/2026, 07:09 WIB
Terungkap, Skema Massa Bayaran di Kerusuhan Pejompongan, Dibayar hingga Rp 70.000

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya mengungkap skema pendanaan dan jaringan mobilisasi massa bayaran di balik kerusuhan yang terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin memaparkan bahwa para perusuh di lapangan diduga sengaja dikerahkan dengan iming-iming bayaran.

Rata-rata massa yang dikerahkan dijanjikan uang senilai Rp 40.000 hingga Rp 70.000, tergantung peran dan koordinator lapangan masing-masing. Pembayaran tersebut disiapkan melalui sebuah badan hukum sebelum dibagikan kepada massa di lapangan.

“Dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan penyidik Ditres PPA dan TPPO Polda Metro Jaya, kami menemukan fakta hukum terkait dengan pihak-pihak yang melakukan pendanaan dan pergerakan massa,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

"Kemudian per orang diberikan pembiayaan atau salary atau upah sekian, tadi ada yang Rp 70.000 per orang, ada yang Rp 40.000 per orang, ada yang Rp 50.000 per orang," ujar Iman.

Dibagi Tiga Klaster

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi membagi mobilisasi massa menjadi tiga klaster dengan peran yang berbeda.

Pada klaster pertama, polisi mengungkap adanya seorang koordinator lapangan berinisial JT yang menjanjikan uang untuk menghadirkan sekitar 1.000 orang.

Dalam alur pendanaan ini, terlihat juga adanya dugaan sistem order dan pemotongan dana dari atas ke bawah, dari Rp 70.000 menjadi Rp 40.000.

"SO bertindak sebagai pendana yang mengorder 1.000 orang dan memberikan sejumlah uang kepada KHT alias HY. KHT alias HY kemudian turun tangan menjanjikan uang sebesar Rp 50.000 kepada sosok berinisial PKL," kata dia.

PKL kemudian disebut meneruskan pesanan dengan menjanjikan Rp 40.000 kepada koordinator lapangan (Korlap) berinisial JT.

Di tingkat paling bawah, JT bertugas membagikan uang sebesar Rp 40.000 kepada para tersangka kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.

"Nah kami juga sedang menelusuri ini selain badan hukum juga ada perorangan yang mengorder kepada layer-layer yang ada di bawahnya. Nah ini semacam skema. Jadi dari pengorder menyiapkan sekian puluh ribu, kemudian ke bawah turun lagi, ke bawah lagi turun menjadi sekian puluh ribu," urai Iman.

Klaster Kedua Diduga Melibatkan Mahasiswa

Sementara itu, klaster kedua diduga melibatkan korlap berinisial ER yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Menurut Iman, ER mendapat pesanan dari sebuah badan hukum dan diminta mendatangkan massa dengan iming-iming uang senilai Rp 70.000 per orang.

Namun, Iman menyebut pihaknya masih belum bisa mengungkapkan hasil penyidikan terkait badan hukum tersebut demi kepentingan penyidikan.

"Badan hukum apa atau siapa, kalau itu saya tidak sampaikan pada kesempatan ini karena ini masuk pada substansi penyelidikan. Pastinya domisilinya ya sekitar Jakarta, dia yang mendanai," ujar Iman.

Klaster Ketiga Diduga Eksploitasi Anak di Bawah Umur

Sementara itu, pada klaster ketiga, pendanaan mengalir dari sosok berinisial BG kepada NR, lalu diteruskan kepada FR.

"Korlap FR alias PD bertugas memobilisasi anak-anak di bawah umur yang kemudian berpotensi menjadi anak berhadapan dengan hukum ketika terlibat dalam kerusuhan," ujarnya.

Menurut Iman, Direktur Reserse PPA dan TPPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari menyebut para perekrut sengaja menargetkan anak-anak karena cenderung rentan secara psikologis sehingga mudah dipengaruhi.

"Mungkin bagi kita dengan nilai Rp 35.000, Rp 40.000, Rp 50.000 itu kecil, tapi ternyata itu sangat membuat anak-anak ini mudah sekali mengikuti kehendak daripada perekrut. Dan intinya anak-anak ini bukan dari nilai uangnya ya, di situlah ada satu hal yang dimaknai oleh anak-anak ini kebersamaan," tutur Rita.

Pada klaster ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka yang menjadi operator pengerahan massa anak.

Kini, polisi berjanji akan terus memburu aktor intelektual yang mendanai aksi kerusuhan di Pejompongan.

"Kami tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan terus melakukan penelusuran dan pendalaman supaya hal ini juga tidak terjadi berulang yang itu merugikan kita semua, merugikan masyarakat, mengganggu ketenteraman," tutup Iman.

Terpopuler Lainnya

Putri Norwegia Meninggal Setelah Hadiri Pemakaman Raja Harald V

Putri Norwegia Meninggal Setelah Hadiri Pemakaman Raja Harald V

18 jam lalu

Putri Astrid sempat tampil di depan umum untuk kali terakhir dalam prosesi pemakaman Raja Harald V pada Rabu (9/9/2026).

Swipe untuk menutup

Putri Norwegia Meninggal Setelah Hadiri Pemakaman Raja Harald V

12/09/2026, 16:04 WIB
Putri Norwegia Meninggal Setelah Hadiri Pemakaman Raja Harald V

OSLO, KOMPAS.com - Duka kembali menyelimuti Kerajaan Norwegia. Putri Astrid, kakak perempuan mendiang Raja Harald V, meninggal dunia pada usia 94 tahun pada Jumat (11/9/2026), hanya beberapa hari setelah menghadiri upacara pemakaman sang adik.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Putri Astrid sempat tampil di depan umum untuk kali terakhir dalam prosesi pemakaman Raja Harald V pada Rabu (9/9/2026).

Di dalam Katedral Oslo, ia menyampaikan salam perpisahan dan terima kasih atas segala hal yang telah mereka lalui bersama.

Raja baru Norwegia, Haakon VIII, langsung memberikan penghormatan mendalam atas kepergian bibinya tersebut.

"Sepanjang hidupnya yang panjang, Putri Astrid mewakili Keluarga Kerajaan dengan sikap yang hangat dan penuh rasa tanggung jawab," kata Raja Haakon VIII, dikutip dari The Independent.

Raja Haakon VIII juga mengumumkan bahwa bendera di istana akan dikibarkan setengah tiang untuk mengenang Putri Astrid.

Pemakaman khidmat Raja Harald V

Kepergian Putri Astrid terjadi di tengah masa berkabung nasional setelah Norwegia melepas kepergian Raja Harald V.

Penguasa yang meninggal pada 28 Agustus 2026 dalam usia 89 tahun itu merupakan penguasa tertua di Eropa yang telah bertakhta selama 35 tahun.

Prosesi pemakaman Raja Harald diwarnai dentuman penghormatan 21 meriam di ibu kota, saat peti jenazah yang diselimuti panji kerajaan berwarna merah diarak dari istana menuju Katedral Oslo.

Seluruh aktivitas di Norwegia sempat terhenti sejenak untuk mengheningkan cipta selama satu menit.

Warga memadati jalan-jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal bersahaja tersebut.

Putra Harald, Raja Haakon VIII, berjalan di belakang peti jenazah bersama anggota senior keluarga kerajaan lainnya. Sementara itu, istri Harald yakni Ratu Sonja dan istri Haakon, Ratu Mette-Marit, mengikuti di dalam mobil.

Prosesi khidmat tersebut dihadiri oleh pejabat Norwegia serta para tokoh penting dan penguasa dunia, seperti dari Swedia, Denmark, Spanyol, Belanda, Belgia, Luksemburg, Monako, dan Yordania.

Pewaris takhta Inggris Pangeran William, Putra Mahkota Jepang Akishino, serta pemimpin politik dari lebih dari 20 negara—termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky—juga hadir di Oslo.

Peran Kerajaan Norwegia

Keluarga kerajaan Norwegia memiliki riwayat sejarah panjang dan terikat kekerabatan erat dengan dinasti kerajaan Eropa lainnya.

Harald dan Haakon mempunyai hubungan kekerabatan dengan Raja Charles III dari Inggris maupun Raja Felipe VI dari Spanyol. Semuanya merupakan keturunan Ratu Victoria dari Inggris yang bertakhta pada 1837–1901.

Sistem monarki ini dipulihkan setelah Norwegia memperoleh kemerdekaannya dari Swedia pada 1905. Tiga perempat pemilih dalam pemungutan suara nasional menyetujui keberadaan sistem kerajaan.

Saat ini, peran Kerajaan Norwegia mayoritas bersifat simbolis karena kekuasaan pemerintahan berada di tangan pemerintah dan parlemen yang dipilih secara demokratis.

Kendati demikian, Kerajaan Norwegia tetap memegang peran penting dalam mempromosikan negara Skandinavia yang makmur tersebut di kancah internasional.

Internasional Lainnya

Viral Penumpang Tuding Sopir Transjakarta Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Kejadian Sebenarnya

Viral Penumpang Tuding Sopir Transjakarta Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Kejadian Sebenarnya

2 jam lalu

Video perdebatan penumpang dan pramudi Transjakarta viral setelah bus mengerem mendadak. Manajemen mengungkap hasil pemeriksaan CCTV.

Swipe untuk menutup

Viral Penumpang Tuding Sopir Transjakarta Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Kejadian Sebenarnya

13/09/2026, 08:19 WIB
Viral Penumpang Tuding Sopir Transjakarta Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Kejadian Sebenarnya

JAKARTA, KOMPAS.com - Video perdebatan antara penumpang dan pramudi Transjakarta di sekitar Halte Senen Toyota Rangga, Jakarta Pusat, viral di media sosial setelah terjadi pengereman mendadak pada Jumat (11/9/2026) malam.

Dalam video tersebut, penumpang memprotes cara pramudi mengemudikan bus yang dinilai ugal-ugalan. Pengereman mendadak disebut membuat sejumlah penumpang terdorong hingga tersungkur ke lantai bus.

Menanggapi video yang beredar, manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan.

"Menanggapi video yang beredar mengenai kejadian pengereman mendadak di dalam bus, saat berada di sekitar Halte Senen Toyota Rangga pada Jumat (11/9/2026) malam, Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan," kata Ayu saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (12/9/2026).

Namun, manajemen Transjakarta membantah tudingan bahwa pramudi mengemudikan armada secara ugal-ugalan.

Menurut Transjakarta, pengereman mendadak dilakukan sebagai tindakan refleks untuk menghindari kecelakaan.

Kronologi Insiden

Insiden tersebut bermula dari rekaman video yang memperlihatkan percekcokan antara penumpang dan pramudi bus rute Monas-Pulogadung.

Penumpang meluapkan kekesalannya karena menganggap pramudi berkendara secara ugal-ugalan.

Pengereman mendadak yang terjadi kemudian membuat sejumlah penumpang terdorong dan tersungkur ke lantai bus.

Dalam video tersebut, pramudi tampak emosional saat membantah tudingan bahwa dirinya berkendara secara ugal-ugalan.

Hasil Pemeriksaan CCTV: Ada Sepeda Motor Masuk Jalur Busway

Ayu mengatakan petugas Transjakarta di lapangan langsung memeriksa kondisi pelanggan setelah kejadian.

"Petugas kami di lapangan langsung melakukan pengecekan kondisi pelanggan. Seluruh pelanggan di dalam armada telah dipastikan aman dan tidak mengalami cedera," kata Ayu.

Menurut Ayu, pengereman mendadak dilakukan karena pramudi berupaya menghindari benturan keras dengan sepeda motor yang tiba-tiba memotong jalur busway.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan penumpang dan mencegah kecelakaan fatal.

Transjakarta kemudian mengevaluasi rekaman CCTV untuk mengetahui kronologi kejadian dan cara pramudi menjalankan armada.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Transjakarta memastikan pramudi telah mengoperasikan armada sesuai standar operasional yang berlaku.

Tim operasional di lapangan juga langsung mengecek kondisi seluruh penumpang setelah kejadian dan memastikan tidak ada korban yang mengalami cedera atau luka.

"Kami telah memeriksa rekaman CCTV dan memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai standar. Pramudi sigap melakukan pengereman yang tepat," kata Ayu.

Viral Lainnya

Sopir Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan hingga Penumpang Tersungkur, Manajemen Beri Klarifikasi

Sopir Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan hingga Penumpang Tersungkur, Manajemen Beri Klarifikasi

17 jam lalu

Manajemen Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi usai pengemudi Transjakarta mengerem mendadak di Senen, Jakarta Pusat.

Swipe untuk menutup

Sopir Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan hingga Penumpang Tersungkur, Manajemen Beri Klarifikasi

12/09/2026, 17:20 WIB
Sopir Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan hingga Penumpang Tersungkur, Manajemen Beri Klarifikasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar viral sebuah video perdebatan antara penumpang dan pramudi bus Transjakarta di sekitar Halte Senen Toyota Rangga, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/9/2026) malam.

Manajemen PT Transportasi Jakarta pun memberikan klarifikasi resmi menyusul kehebohan video tersebut di media sosial.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas keributan dari insiden tersebut.

"Menanggapi video yang beredar mengenai kejadian pengereman mendadak di dalam bus, saat berada di sekitar Halte Senen Toyota Rangga pada Jumat (11/9/2026) malam, Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan," kata Ayu saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (12/9/2026).

Namun, Ayu juga menepis adanya tudingan bahwa pramudinya mengemudi secara ugal-ugalan.

Ayu menegaskan bahwa pengereman mendadak pramudi di jalanan itu murni dipicu adanya sebuah motor yang memotong jalur.

Alhasil, pramudi tersebut pun harus melakukan pengereman demi keselamatan dan mencegah terjadinya tabrakan.

"Pengereman mendadak dilakukan pramudi sebagai tindakan refleks untuk menghindari benturan dengan pengendara roda dua yang memotong jalur secara tiba-tiba," paparnya.

Tim operasional di lokasi pun disebut langsung memeriksa para penumpang sesaat setelah kepanikan mereda.

Hasilnya, tidak ada penumpang yang mengalami luka dan seluruhnya dipastikan dalam kondisi aman.

"Petugas kami di lapangan langsung melakukan pengecekan kondisi pelanggan. Seluruh pelanggan di dalam armada telah dipastikan aman dan tidak mengalami cedera," lanjut Ayu.

Ayu menyebut pihaknya juga telah meninjau rekaman CCTV yang membuktikan bahwa pramudi itu tidak mengerem mendadak tanpa alasan.

"Kami telah memeriksa rekaman CCTV dan memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai standar. Pramudi sigap melakukan pengereman yang tepat," kata  Ayu.

"Transjakarta senantiasa berfokus pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam setiap layanan," lanjutnya.

Dalam video yang beredar, terlihat aksi adu mulut antara penumpang dan pramudi di rute Monas menuju Pulogadung.

Penumpang itu menuding pramudi Transjakarta berkendara secara ugal-ugalan dan mengerem mendadak hingga membuat para penumpang terjatuh ke lantai saat terdorong ke depan atau tersungkur.

Tampak pramudi tersebut juga emosi menanggapi dan membantah bahwa dirinya berkendara secara ugal-ugalan.

Viral Lainnya

Sepak Bola Bukan Perang, Mourinho!

Sepak Bola Bukan Perang, Mourinho!

10 jam lalu

Saat pertama kali tiba di Inggris, julukan “The Special One” sudah lengket padamu.

Swipe untuk menutup

Sepak Bola Bukan Perang, Mourinho!

13/09/2026, 00:00 WIB
Sepak Bola Bukan Perang, Mourinho!
Penulis: Moh Samsul Arifin
|
Editor: Ferril Dennys

SEPERTI nama yang kau sandang, prestasimu panjang.

Pernah juara Liga Portugal bersama FC Porto. Lalu juara Liga Premier Inggris bareng Chelsea (tiga trofi dalam dua periode), juara Serie A di Inter Milan, dan juara La Liga dengan Real Madrid.

Kau sudah mengoleksi dua trofi Liga Champions Eropa bersama Porto dan Inter Milan.

Belum lagi juara Liga Europa dan Liga Konferensi. Trofi di lemarimu lengkap. Mourinho adalah satu-satunya pelatih di Eropa yang telah menghimpun seluruh trofi kompetisi sepak bola di benua biru itu.

Namun, Jose Mario dos Santos Mourinho Felix, aku tak habis pikir mengapa kau masih butuh 1001 julukan untuk eksis. Suatu waktu di tahun yang telah lampau, kalimat berikut keluar dari mulutmu.

"Mungkin saya akan menjadi Godfather… Saya punya waktu lebih lama di sepak bola. Saya sudah menjuarai semua kompetisi di Inggris dan sepertinya saya satu-satunya yang pernah menjuarai Liga Champions, tapi itu bukan hal penting."

Saat pertama kali tiba di Inggris, julukan “The Special One” sudah lengket padamu. Belakangan, menurutmu, titel itu hanya bikinan media-media di Inggris.

Pada masa itu, kau memang datang dengan gemerlap: sukses menukangi FC Porto merajai liga domestik dan Liga Champions. 

Pada musim 2003/2004, kau yang datang dari “dunia antah berantah” membungkam Manchester United yang diarsiteki Alex Ferguson pada 16 besar. Di babak berikutnya, Lyon, Deportivo La Coruna dan AS Monaco dilibas. 

Monaco—kala itu punya ujung tombak Fernando Morientes—yang sukses menekuk Chelsea  di semifinal, tak berkutik di partai puncak.

Deco dkk menang telak 3-0 sehingga memberi satu lagi koleksi trofi Champions untuk FC Porto.

Putaran nasib lalu bikin kamu berlabuh di Stamford Bridge, London.

Kau menerima pinangan Roman Abramovich. Di periode pertama meracik John Terry dkk, kau langsung meraih trofi Liga Inggris.

Mesin gol Chelsea saat itu, tak lain salah satu “temuanmu", Didier Drogba. Pada musim berikutnya, 2005/2006, Chelsea sekali lagi jawara Liga Inggris.

Sempat menjadi juara Piala FA tahun 2007, kau lalu putus hubungan dengan juragan Chelsea, Abramovich. 

Aku tahu itu pahit sekali, Mourinho. Dari jarak yang sangat jauh dari kaki yang kau pijak, rasa pahit itu kurasakan pula.

Cara Abramovich menyudahi kontrak menjadi mata rantai dari apa yang kusebut sebagai “tragedi kapital” dalam sepak bola (Inggris).

Kau adalah orang kedua selepas Claudio Ranieri yang didepak tanpa ampun karena ngebetnya Abramovich akan trofi Liga Champions.

Lantas kursimu diberikan kepada Avram Grant. Seseorang yang nantinya sempat mengantar Chelsea ke final Liga Champions musim 2007-2008.

Namun, mimpi Grant tergelincir gara-gara insiden Terry terjatuh sebelum menembak bola dalam drama tos-tosan versus MU.

Pada periode pertama kau memimpin Chelsea, setidaknya dua kali kau membawa Chelsea ke babak semifinal Liga Champions. Satu pencapaian yang juga pernah digapai Ranieri dan Guus Hiddink (2009-2010)

Dan semua tahu, bukan pelatih dengan reputasi mentereng di daratan Eropa yang mewujudkan mimpi Abramovich untuk menyaksikan Chelsea menjadi jawara Eropa.

Tapi, Roberto Di Matteo—yang hanya seorang carateker karena pelatih utama, Andre Villas Boas dipecat.

Lagi-lagi lantaran Abramovich tak sabar dengan hasil racikan pelatih muda yang satu almamater denganmu itu.

Menyudahi kontrak di Chelsea, melemparmu ke Inter Milan. Di sana kau kembali punya prestasi mengilap.

Puncaknya menggenggam treble winners pada musim 2009-2010: Liga Italia, Piala Italia serta Liga Champions.

Amboilah pokoknya. Namamu semerbak. Cara kau menyudahi perlawanan Barcelona masih kuingat.

Mirip seseorang yang tuntas melampiaskan dendam. Hanya kalah 0-1 di Camp Nou, Inter maju ke final karena menang agregat 3-2. 

Selebrasi gayamu itu memang provokatif. Kiper Barca, Victor Valdes, harus nyamperin kamu yang terus mengacungkan jari telunjukmu ke atas.

Dengan gaya itu, kau seperti mau bilang, “Aku, Jose Mourinho, memang The Special One”. 

Nasib memang berpihak padamu. Di partai puncak, Inter Milan menyudahi perlawanan Bayern Muenchen dengan skor 2-0. 

Sejauh ini ada satu lagi koleksi trofi Liga Champions yang kau raih. Kamu menjadi satu di antara sedikit manajer/pelatih yang mengoleksi dua trofi supremasi sepak bola di Eropa dari dua klub berbeda.

Jawara Champions bersama Inter menjadi tiketmu ke Real Madrid, pada Juni 2010.

Ini tim kayak sejagat yang selalu punya duit segunung untuk menghimpun para pemain terbaik di jagat. Julukannya “Los Galácticos”. 

Real Madrid adalah klub paling superior di ajang Liga Champions (dulu Piala Champions).

Saat kau melatih Madrid tahun 2010 itu, El Real telah mengumpulkan sembilan trofi di tangan, hanya AC Milan yang dekat dengan rekor Madrid (tujuh kali jawara Champions). 

Di periode pertamamu, Madrid bermimpi menjemput trofi ke-10.

Namun, di tanganmu, kumpulan bintang itu tak sanggup memberi “La Décima” untuk klub ibu kota Spanyol itu.

Dalam tiga musim kau memimpin Madrid, tiga kali pula kau selalu kandas di semifinal. Masing-masing oleh Barcelona, Bayern Muenchen dan terakhir di tangan Borussia Dortmund.

Kau sempat meraup trofi La Liga plus Piala Raja Spanyol. Tapi, itu tentu tak pernah cukup untuk mengantarmu menjadi pelatih Madrid sukses.

Sebaliknya, kariermu di Spanyol dikenang dengan nada minor. Salah satu gelandang Barcelona, Andrés Iniesta, pernah berujar begini.

''Anda hanya perlu melihat faktanya,'' kata Iniesta kepada El Pais sekian tahun silam.

''Ya, dia telah merusak sepak bola Spanyol. Dia secara umum membuatnya menjadi lebih buruk ketimbang menjadi lebih baik.''

Simak fakta ini. Apa yang masuk akal dari tindakanmu yang menyolok mata Tito Vilanova, saat Barcelona bentrok dengan Madrid di Camp Nou di leg kedua Piala Super Spanyol, 17 Agustus 2011?

Belakangan kau menyesali insiden itu. Kau ingin dimaklumi.

"Saya seharusnya tidak melakukan hal itu (mencolok mata). Meski demikian, ada cerita di balik semua itu sehingga saya kehilangan kontrol. Itu kesalahan masa lalu saya,” kepada pers setahun kemudian.

Sesal Kemudian Tak Berguna

Noda itu tak bisa dihilangkan dari sepotong kariermu yang kebetulan gemerlap oleh trofi itu. 

Dengan latar seperti itu, kau kembali ke Spanyol. Menukangi Real Madrid musim 2026/2027.

Ini palagan berbeda bagimu, Mou. Jauh berlipat-lipat daripada sekadar Liga Turki dan Liga Portugal. 

Toh kebesaranmu membawa Madrid meminangmu. Si Putih tetap bertaburan bintang, termasuk Kylian Mbappé yang pergi ke Madrid untuk menjemput trofi Liga Champions, tapi sejauh ini masih membentur tembok.

Mou, ada begitu banyak hal yang bersatu dalam diri: antusiasme, hasrat, ambisi, totalitas, visi, dan pragmatisme.

Seluruh hal yang membentuk dan mengantar dirimu ke puncak piramida kesuksesan di industri sepak bola.

Kalau dirangkum, Mou adalah seorang yang urakan, oportunis, dan pragmatis.

Satu lagi rasanya perlu ditambahkan: arogansi dan keangkuhan.

Dengan gayamu itu, pers memang mendapat amunisi untuk headline mereka. Tapi, selebihnya, gayamu itu bikin sepak bola seperti “perang”.

Sebelum laga dalam bentuk perang urat saraf, saat laga ketika kau mendesak timmu menang dengan cara manis atau pragmatis, atau setelah laga ketika kau mengomentari keputusan wasit atau VAR.

Kukira sepak bola bukan sejenis perang. Ia hanya permainan antara dua tim yang punya rasa hormat satu sama lain.

Menurutku, kau sangat congkak dengan menyebut diri sebagai “Godfather”. Biarlah orang lain yang mencatat di mana sebaiknya namamu diletakkan dalam sejarah sepak bola.

Belum lima laga musim 2026/2027, Real Madrid telah dihantam Real Betis dengan skor 0-1.

Kau pun, seperti selama ini, mengomentari keputusan wasit dan VAR.

Dalam strategi komunikasimu, itu mungkin cuma bumbu. Tapi, bisa bikin gerah klub lain. 

Dan Presiden Barcelona Joan Laporta masuk 'perangkapmu'.

Dia mengirim pesan berikut. "Apa yang dilakukan pihak lain, pada prinsipnya, selama mereka tidak melampaui batas rasa hormat dan keharmonisan institusional, bukan masalah"

"Biarkan mereka melakukan apa yang mereka anggap tepat," tambah Laporta (Goal.com,10/9/2026).

Barcelona sebaiknya tidak perlu terpancing. Rival Madrid itu sebaiknya fokus pada sepak bola jika ingin menggenggam trofi ketiga La Liga secara beruntun serta merampas trofi Liga Champions 2026/2027.

Seteru Mou di Barca saat ini adalah Hansi Flick. Seorang Jerman yang tenang, punya portofolio Liga Champions bareng Bayern Munchen dan sudah menghimpun dua trofi La Liga dalam dua musim terakhir.

Flick berbeda dengan Pep Guardiola, lawan Mou di periode pertama menakhodai Madrid.

Mou juga harus meladeni Diego Simeone yang membentuk Atlético Madrid jadi pengganggu rivalitas abadi El Real versus Barca.

Secara umum, pilar kekuatan Barca tak berubah banyak.

Namun, satu hal yang istimewa, sekumpulan pemain Barca sedang euforia karena kesuksesan di Piala Dunia 2026 bareng Spanyol.

Ditambah Rodrigo dari Manchester City, Anthony Gordon (Everton), dan Gabriel Jesus (Arsenal), rasanya Barca siap melanjutkan dominasi di Spanyol dan kembali jadi raja Eropa. 

Mourinho pun, menurut saya, lebih baik kembali ke sepak bola.

Dia patut mencari sebongkah nilai yang mengantarnya ke panggung Eropa, memberi Porto trofi Liga Champions 2003/2004. Waktu itu Mourinho mengejutkan Eropa, tapi tidak membuat sepak bola menjadi seperti "perang".

Tugas utama Mou adalah mematahkan dominasi Barca di kompetisi domestik.

Syukur-syukur menambah satu trofi Liga Champions untuk Madrid.

Sejauh ini, sudah 15 trofi Liga (dan Piala Champions)--dan belum ada yang mendekati rekor itu.

Tidak, AC Milan yang trengginas di masa trio Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard. Apalagi Barcelona yang baru meraup trofi Eropa mulai musim 1991/1992.

Jose Mourinho, kukira kau tak ingin dikenang hanya sebagai pelatih yang piawai memberi trofi untuk tim sepak bola yang pernah kau latih. Namun, juga sebagai seorang manusia yang bijaksana. 

Mungkin hal itu harapan yang setua Sokrates. Sekitar 16 tahun setelah periode pertamamu di Madrid, kau kembali ke Stadion Santiago Bernabéu.

Mungkin kau telah berubah, entah sedikit atau banyak. Namun, aku tidak yakin. Review atas film dokumenter-mu, "Mourinho", cenderung menegaskan kau tidak berubah.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui