Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengunjung Sidang, Roy Suryo Tertawa Lebar

Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengunjung Sidang, Roy Suryo Tertawa Lebar

12 jam lalu

Jokowi menunjukkan ijazahnya ke pengunjung sidang dan Roy Suryo saat menghadiri sidang sebagai saksi di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Swipe untuk menutup

Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengunjung Sidang, Roy Suryo Tertawa Lebar

05/11/2026, 11:11 WIB
Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengunjung Sidang, Roy Suryo Tertawa Lebar

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya ke pengunjung yang menghadiri sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Sebelum menunjukkan ijazahnya ke pengunjung sidang, Jokowi sempat meminta izin terlebih dahulu kepada majelis hakim.

"Kalau diperkenankan, saya mau menunjukkan kepada pengunjung juga, yang mulia," jelas Jokowi dalam sidang.

Namun, hakim sempat tidak mengizinkan Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada pengunjung sidang.

"Nanti bisa di kesempatan yang lain, mungkin setelah persidangan," ujar hakim.

Meski begitu, Jokowi tetap ingin menunjukkan ijazahnya ke pengunjung sidang meski hakim tidak mengizinkan.

"Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan ijazah S1 saya. Mohon, yang mulia," jelas Jokowi.

Setelah itu, Jokowi membalikkan badan dan langsung menunjukkan ijazahnya ke hadapan pengunjung sidang dan awak media.

Tak jauh dari Jokowi, tampak Roy Suryo yang juga melihat langsung ijazah tersebut. Roy pun tampak tertawa saat Jokowi menunjukkan ijazahnya.

Setelah itu, Jokowi menunjukkan ijazahnya ke hadapan majelis hakim, lalu kembali duduk di kursi persidangan.

Dakwaan Roy Suryo

Dalam perkara ini, Roy Suryo didakwa melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran terkait informasi elektronik menyangkut tudingan ijazah palsu Jokowi.

Jaksa juga mendakwa Roy melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, dan perusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik secara sengaja tanpa hak atau melawan hukum.

Atas perbuatannya, Jokowi disebut mengalami kerugian immateriil berupa tercemarnya nama baik secara personal.

Roy didakwa melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Terpopuler Lainnya

10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela AS 2026

10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela AS 2026

17 jam lalu

Sedikitnya 10 politikus Muslim berhasil memenangkan kursi dalam pemilihan sela AS yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Swipe untuk menutup

10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela AS 2026

05/11/2026, 06:20 WIB
10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela AS 2026

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sedikitnya 10 politikus Muslim berhasil memenangkan kursi dalam pemilihan selaAmerika Serikat (AS) yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Mereka terdiri dari tujuh politikus yang terpilih ke Kongres AS dan tiga lainnya ke senat negara bagian.

Kemenangan tersebut mencatatkan sejumlah sejarah baru dalam perpolitikan AS. Salah satunya adalah Abdul El-Sayed yang menjadi Muslim pertama terpilih sebagai anggota Senat AS.

Adapun 10 politikus Muslim yang menang dalam pemilu sela AS 2026, menurut laporan Anadolu dan The New Arab, adalah sebagai berikut.

1. Abdul El-Sayed

Abdul El-Sayed, politikus Partai Demokrat berusia 42 tahun, mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilihan di Michigan.

Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS.

El-Sayed merupakan seorang dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Dia memenangkan kursi yang ditinggalkan Senator Gary Peters setelah memutuskan pensiun.

Selama kampanye, El-Sayed mengkritik pengiriman senjata AS kepada Israel tanpa syarat dan menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida. Ia juga membawa isu layanan kesehatan dalam setiap kampanyenya.

2. Adam Hamawy

Adam Hamawy, politikus Partai Demokrat berusia 56 tahun, mengalahkan kandidat Partai Republik Gregg Mele dalam pemilihan di Distrik Kongres ke-12 New Jersey.

Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang mewakili New Jersey di Kongres AS.

Hamawy merupakan dokter bedah plastik, mantan dokter tempur Angkatan Darat AS, sekaligus veteran Perang Irak.

Pada 2024, dia menjadi sukarelawan di Rumah Sakit Eropa di Gaza dan merawat warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel, termasuk anak-anak.

Dalam kampanyenya, Hamawy mengusung sejumlah agenda, antara lain layanan kesehatan universal Medicare, penghapusan utang medis dan pendidikan, penghapusan badan imigrasi ICE, serta penghentian bantuan militer AS kepada Israel.

3. Darializa Avila Chevalier

Darializa Avila Chevalier dari Partai Demokrat berhasil memenangkan kursi DPR AS dari New York.

Perempuan berusia 33 tahun keturunan Dominika tersebut dilaporkan menjadi perempuan Muslim Latina pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Sebelum pemilihan umum, Chevalier berhasil mengalahkan petahana Adriano Espaillat dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni 2026.

Chevalier merupakan penyelidik hak-hak sipil, mahasiswa doktoral, dan mualaf. Dia meraih lebih dari 85 persen suara dalam pemilihan pendahuluan tersebut.

Kampanyenya berfokus pada pengorganisasian masyarakat dan advokasi hak-hak rakyat Palestina.

4. Rashida Tlaib

Rashida Tlaib kembali memenangkan kursi DPR AS dari Distrik Kongres ke-12 Michigan.

Politikus Partai Demokrat keturunan Palestina-Amerika tersebut berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik James Hooper.

Kemenangan ini menjadi masa jabatan kelima Tlaib di DPR AS. Dia merupakan satu-satunya anggota Kongres AS keturunan Palestina-Amerika.

Tlaib dikenal sebagai salah satu politikus yang memperjuangkan perlindungan warga sipil, penegakan aturan perdagangan senjata nasional dan internasional, serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

5. Ilhan Omar

Ilhan Omar dari Partai Demokrat kembali terpilih mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota.

Dia mengalahkan kandidat Partai Republik John Nagel dan kandidat independen DeVelle Jackson.

Kemenangan tersebut membuat Omar mempertahankan kursinya untuk masa jabatan kelima.

Perempuan keturunan Somalia-Amerika itu tiba di AS saat berusia 12 tahun. Ketika pertama kali menjabat pada 2019, Omar menjadi anggota parlemen federal pertama di AS keturunan Somalia.

Dia selama ini memperjuangkan bantuan kemanusiaan dan pengawasan terhadap pengiriman senjata AS, serta berulang kali mengkritik dukungan Washington kepada Israel.

6. Andre Carson

Andre Carson dari Partai Demokrat kembali memenangkan pemilihan di Distrik Kongres ke-7 Indiana yang berpusat di Indianapolis.

Dia mengalahkan kandidat Partai Republik Patrick McAuley dan kandidat Partai Libertarian James Sceniak.

Carson telah menjadi anggota DPR AS sejak 2008. Dia merupakan anggota parlemen Muslim dengan masa pengabdian terlama di DPR AS.

Dalam kiprahnya di Kongres, Carson menekankan pentingnya lembaga hukum internasional, kesetaraan martabat manusia, dan bantuan kemanusiaan.

7. Lateefah Simon

Lateefah Simon dari Partai Demokrat berhasil mempertahankan kursinya di DPR AS untuk mewakili Distrik Kongres ke-12 California.

Dia mengalahkan sesama politikus Partai Demokrat, Jamie Joyce.

Simon merupakan aktivis hak-hak sipil yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap pengiriman senjata ofensif AS.

8. Aber Kawas

Aber Kawas dilaporkan memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York dari Distrik ke-12.

Kawas merupakan aktivis keturunan Palestina-Amerika. Keluarganya terusir dari Palestina pada 1948 sebelum akhirnya menetap di AS.

Dalam kampanyenya, Kawas mengusung sejumlah isu, seperti keterjangkauan perumahan, layanan kesehatan, hak-hak imigran, serta penolakan terhadap pendanaan AS untuk perang Israel di Gaza.

9. Abbas Alawieh

Abbas Alawieh dari Partai Demokrat dilaporkan terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian Michigan dari Distrik ke-2.

Politikus keturunan Lebanon-Amerika tersebut mewakili wilayah yang mencakup Dearborn dan sejumlah komunitas di sekitarnya.

Alawieh dikenal sebagai salah satu pendiri gerakan Uncommitted yang muncul dalam pemilihan presiden AS 2024.

Gerakan tersebut menentang dukungan Presiden Joe Biden saat itu terhadap Israel.

10. Nabeela Syed

Nabeela Syed, politikus Muslim keturunan India-Amerika dari Partai Demokrat, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Darby Hills dalam pemilihan Senat Negara Bagian Illinois dari Distrik ke-26.

Syed sebelumnya merupakan anggota DPR Negara Bagian Illinois.

Kemenangannya sekaligus mengalihkan penguasaan kursi tersebut dari Partai Republik ke Partai Demokrat.

Internasional Lainnya

Reaksi Roy Suryo Saat Jokowi Pamerkan Ijazah di Sidang: Wong Palsu Kok Ditunjukkan

Reaksi Roy Suryo Saat Jokowi Pamerkan Ijazah di Sidang: Wong Palsu Kok Ditunjukkan

23 jam lalu

Terdakwa Roy Suryo menyebut ijazah yang ditunjukkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke pengunjung bukan asli atau palsu.

Swipe untuk menutup

Reaksi Roy Suryo Saat Jokowi Pamerkan Ijazah di Sidang: Wong Palsu Kok Ditunjukkan

05/11/2026, 00:00 WIB
Reaksi Roy Suryo Saat Jokowi Pamerkan Ijazah di Sidang: Wong Palsu Kok Ditunjukkan

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Roy Suryo menyebut ijazah yang ditunjukkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke pengunjung bukan asli atau palsu.

Hal itu disampaikan Roy Suryo yang berada di samping Jokowi usai menampilkan ijazah dalam persidangan di Pengadian Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

"Wong palsu kok ditunjukkan," ucap Roy Suryo.

Jokowi sebelumnya maju ke depan dengan membawa ijazah di hadapan Majelis Hakim, Jaksa, dan Roy Suryo.

Sebelum menunjukkan ijazahnya ke pengunjung sidang, Jokowi sempat meminta izin terlebih dahulu kepada majelis hakim.

"Kalau diperkenankan, saya mau menunjukkan kepada pengunjung juga, Yang Mulia. Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan ijazah S1 saya. Mohon, Yang Mulia," jelas Jokowi dalam sidang.

Hakim kemudian mengizinkan Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada pengunjung sidang.

Setelah itu, Jokowi membalikkan badan dan langsung menunjukkan ijazahnya ke hadapan pengunjung sidang dan awak media.

Tak jauh dari Jokowi, tampak Roy Suryo yang juga melihat langsung ijazah tersebut. Roy pun tampak tertawa saat Jokowi menunjukkan ijazahnya.

Dakwaan Roy Suryo

Dalam perkara ini, Roy Suryo didakwa melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran terkait informasi elektronik menyangkut tudingan ijazah palsu Jokowi.

Jaksa juga mendakwa Roy melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, dan perusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik secara sengaja tanpa hak atau melawan hukum.

Atas perbuatan itu, Jokowi disebut mengalami kerugian immateriil berupa tercemarnya nama baik secara personal.

Roy didakwa melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui