JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026).
Mereka datang dari berbagai wilayah untuk berburu pekerjaan dalam acara Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pantauan Kompas.com di lokasi sejak pagi, antrean pengunjung terlihat memanjang hingga ke koridor luar ruang pameran.
Mayoritas pencari kerja yang datang tampak berusia muda. Mereka mengenakan pakaian rapi, mulai dari kemeja hingga busana formal. Di tangan masing-masing, mereka menggenggam map cokelat berisi berkas lamaran.
Mereka harus bersabar mengantre sebelum bisa memasuki area booth perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
Di dalam area pameran, kondisi tak kalah padat. Para pencari kerja berkerumun di sejumlah booth perusahaan untuk menyerahkan berkas lamaran.
Ada pula pelamar yang terlihat berbincang langsung dengan tim rekrutmen untuk mencari informasi mengenai posisi yang tersedia.
Di tengah padatnya antrean tersebut, sejumlah pengunjung menyampaikan keluhan kepada Kompas.com terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Salah satu pelamar, Yuniarsih (29), mengaku sudah dua tahun menganggur setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja pada 2024.
Setiap hari, Yuniarsih mengirimkan setidaknya empat hingga lima lamaran kerja. Namun, panggilan kerja tak kunjung datang.
“Saya sudah dua tahun menganggur. Saya udah kirim tidak tahu berapa banyak lamaran sehari empat sampai lima saya kirim lamaran online,” kata Yuniarsih saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis.
Yuniarsih merasa pengalaman kerjanya seakan tak memiliki arti. Ia pun merasa semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Di tengah upayanya mencari kerja, Yuniarsih juga mempertanyakan realisasi janji 19 juta lapangan kerja yang selama ini digaungkan pemerintah. Menurut dia, janji tersebut belum dirasakan dampaknya oleh para pencari kerja seperti dirinya.
“Kemarin janji ada 19 juta lapangan kerja, tapi kenyataanya kita aja di sini ngantre cuma buat ngasih CV,” kata Yuniarsih.
Keluhan serupa disampaikan Derry (32), warga Jakarta Barat yang juga datang ke bursa kerja tersebut untuk mencari pekerjaan.
Ia mengaku telah mengirimkan puluhan lamaran kerja secara daring sejak bulan lalu. Namun, belum ada satu pun perusahaan yang memanggilnya untuk mengikuti proses rekrutmen.
“Sudah masuk puluhan lamaran online dari bulan lalu, tapi belum ada panggilan satu pun. Pas dapat info ada job fair di SMESCO ini saya datang dari pagi, eh ternyata antrenya sampai mengular begini,” kata Derry.
Menurut Derry, persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan terasa semakin berat, sementara peluang yang tersedia dinilainya semakin terbatas.
“Syaratnya makin ke sini makin berat, tapi lokernya makin sedikit. Katanya ada jutaan lapangan kerja baru, tapi nyatanya nyari satu lowongan setengah mati berjuangnya,” lanjut dia.
Hal serupa disampaikan Fajar (28). Ia menilai persaingan di dunia kerja semakin ketat, bahkan bagi mereka yang sudah menyandang gelar sarjana.
Menurut dia, banyak pencari kerja kini rela mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan kesempatan bekerja, tanpa terlalu mempersoalkan posisi yang ditawarkan.
“Iya, persaingannya makin tidak masuk akal. Lulusan sarjana saja banyak yang rela antre berjam-jam demi posisi apa saja yang penting kerja. Harusnya ada kepastian yang nyata, bukan cuma janji-janji angka,” tutur Fajar.
Ia menilai, kondisi di lapangan belum mencerminkan besarnya angka penciptaan lapangan kerja yang kerap disampaikan pemerintah.
“Kita sering dengar belasan juta lapangan kerja, tapi pas turun ke lapangan kondisinya begini, ribuan orang masih kelimpungan nyari kerja,” lanjut Fajar.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, bursa kerja tersebut menghadirkan 65 perusahaan yang menawarkan peluang kerja dalam negeri dan 10 perusahaan yang membuka kesempatan kerja di luar negeri.
Selain digelar secara langsung, Karir Jakarta & TKM Expo 2026 juga menyediakan layanan bursa kerja daring melalui platform Karir Jakarta di karir.jakarta.go.id.
Layanan daring tersebut dapat diakses masyarakat dan pencari kerja pada 8-29 Oktober 2026.
"Sebagai langkah konkret implementasi JAKARTA BEKERJA, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Karir Jakarta & TKM Expo 2026 yang menghadirkan 12.000 lapangan kerja," ujar Syaripudin, Selasa (20/10/2026) dikutip dari situs berita resmi Pemprov DKI Jakarta.
Syaripudin menjelaskan, Karir Jakarta & TKM Expo 2026 bertujuan memperluas akses informasi lowongan kerja dalam negeri dan luar negeri, sekaligus membantu pencari kerja meningkatkan kualifikasi dan kompetensi agar lebih siap bersaing di pasar tenaga kerja.
Kegiatan ini juga ditujukan untuk memotivasi tenaga kerja muda agar menjadi talenta yang aktif dan mandiri serta memudahkan perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi.