7 Fakta BYD Lindas Ojol di Blok M, Korban Luka Serius hingga Keluarga Tolak Damai

7 Fakta BYD Lindas Ojol di Blok M, Korban Luka Serius hingga Keluarga Tolak Damai

3 jam lalu

Kecelakaan BYD di Blok M membuat ojol Hasan Syukur dirawat di ICU. Simak kronologi, kondisi korban, hingga sikap keluarga terhadap pelaku.

Swipe untuk menutup

7 Fakta BYD Lindas Ojol di Blok M, Korban Luka Serius hingga Keluarga Tolak Damai

25/10/2026, 15:30 WIB
7 Fakta BYD Lindas Ojol di Blok M, Korban Luka Serius hingga Keluarga Tolak Damai

KOMPAS.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD, empat mobil, dan sepeda motor terjadi di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026) sore.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan Syukur (56) mengalami luka serius setelah terlindas mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S (46).

Hasan menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026) sore dan dirawat di ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sementara itu, pengemudi BYD telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.

7 fakta kecelakaan mobil BYD lindas ojol di Jakarta Selatan

Dilansir dari sejumlah sumber, berikut tujuh fakta kecelakaan mobil BYD yang melindas pengemudi ojol di Blok M.

1. Kecelakaan bermula saat BYD menabrak Honda Brio

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil BYD menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya.

Mobil BYD tersebut kemudian oleng ke kiri dan menabrak kendaraan Honda Beat yang dikendarai Hasan.

"Karena kurang hati hati dan konsentrasi, menabrak kendaraan Brio yang melaju searah di depanya, kemudian oleng ke kiri menabrak kendaraan Honda Beat," jelas Kharisma, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan rekaman kamera dasbor (dashcam) yang beredar di media sosial, Hasan sempat menoleh ke belakang ketika sepeda motornya tersenggol. Ia kemudian terjatuh ke aspal dan terlindas mobil tersebut.

Mobil BYD itu selanjutnya menabrak mobil lain yang berhenti di sisi kiri jalan, naik ke trotoar, dan menabrak dua mobil yang terparkir.

2. Saksi menyebut pengemudi sempat membanting setir

Ato (28), warga yang bekerja di dekat lokasi kejadian, mengatakan, mobil BYD tersebut sempat menyenggol mobil lain sebelum menabrak sepeda motor Hasan.

Menurut Ato, pengemudi BYD kemudian membanting setir ke kiri. Ketika kembali menginjak pedal gas, mobil justru menabrak sepeda motor yang dikendarai Hasan.

"Nabrak mobil putih kan tuh. Pertama awal nabraknya dari sini. Terus dia nabrak ojol di depan," kata Ato, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2026).

Mobil tersebut terus melaju hingga naik ke trotoar di depan Hotel Amaris.

Satpam Hotel Amaris, Frangky, juga mengaku mendengar suara tabrakan sebelum mobil BYD mencapai lokasi tempat Hasan terlindas.

"Jadi ada crash juga sebelum nyampe sini tuh masih Panglima Polim juga. Dia kabur ke arah sini," kata Frangky.

Menurut Frangky, dua mobil milik tamu hotel mengalami lecet akibat ditabrak BYD tersebut.

3. Pengemudi BYD sempat diamuk massa

Setelah kecelakaan, warga dan sejumlah pengemudi ojol mengerumuni mobil BYD tersebut. Mereka mendesak S keluar dari kendaraan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ato mengatakan, pengemudi BYD sempat dipukuli warga setelah keluar dari mobil.

"Udah enggak bisa ngomong lagi dia, orang dipukulin gitu," ujar Ato.

Frangky bersama petugas keamanan dari hotel di sekitar lokasi kemudian berupaya mengamankan S sebelum menyerahkannya kepada polisi.

"Saya kan koordinasi sama sekuriti sebelah ya. Tolong diamanin dulu. Kasihan juga ya, takutnya dipukulin juga kan. Nah sebelum diamanin ke pos sebelah, keburu polisi datang," tutur Frangky.

S kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

4. Korban mengalami patah tulang dan dirawat di ICU

Sementara itu, Hasan dilaporkan mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut. Selain patah tulang pada kaki kiri, ia mengalami keretakan tulang di sejumlah bagian tubuh.

Istri Hasan, Rohayah (53), mengatakan, suaminya menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026) sore. Setelah operasi, Hasan dirawat di ruang ICU RS Fatmawati dengan bantuan alat pernapasan dan selang makanan.

"Napas lewat selang dari mulut, dan makanan lewat selang dari hidung kata dokter. Ya jadi kebalik gitu," tutur Rohayah, dilansir dari Kompas.com, Sabtu.

Rohayah juga menjelaskan kondisi luka yang dialami suaminya akibat benturan saat kecelakaan.

"Area pundak sampai perut, termasuk punggung ada keretakan, terus kaki yang kiri patah tulang. Gimana ya... ngebayangin ngeliatnya kayak apa, enggak tega saya," kata Rohayah.

Hingga Sabtu malam, Hasan masih belum sadarkan diri. Keluarga menyerahkan penanganan medisnya kepada tim dokter.

5. Hasan merupakan tulang punggung keluarga

Hasan diketahui telah bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta sejak 2019. Ia berasal dari Kampung Ciakar, Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

Anak Hasan, Ewis Hildayani (27) mengatakan, ayahnya merupakan sosok pekerja keras yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk kedua cucunya.

"Bapak tulang punggung keluarga, sayang sama cucunya, sering ngasih jajan cucunya. Saya dibeliin motor buat nganter anak ke sekolah," ujar Ewis, dilansir dari Kompas.com, Minggu (25/10/2026).

Menurut Ewis, Hasan biasa berangkat bekerja pada pagi hari dan baru selesai sekitar tengah malam.

Meski sudah berkeliling Jakarta mencari penumpang, penghasilan ayahnya belakangan tidak menentu.

"Kalau berangkat pagi sampai jam 12 malam, itu juga kadang dapatnya Rp 200.000 kadang kurang walau sudah keliling Jakarta," ujar Ewis.

Hasan juga berusaha menjaga kedekatan dengan keluarga meski bekerja jauh dari rumah. Ia kerap menanyakan kabar anak dan cucunya serta melakukan panggilan video ketika memiliki waktu luang.

Setelah kecelakaan, Ewis mengaku belum bisa menjenguk ayahnya secara langsung karena terkendala biaya dan harus mengurus anaknya yang masih bersekolah.

"Mau ke Jakarta bingung, engga ada biaya, ditambah anak juga masih sekolah," tandas dia.

6. Keluarga korban menolak berdamai

Ewis menegaskan bahwa keluarganya tidak membuka peluang perdamaian dengan pengemudi BYD yang melindas ayahnya.

Ewis meminta pengemudi tersebut bertanggung jawab atas kecelakaan yang menyebabkan Hasan mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi dan perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

"Harus tanggung jawab, harus sehat lagi, harus dihukum supirnya, enggak ada kata damai, harus dipenjara," kata Ewis.

Di tengah kondisi ayahnya yang masih menjalani perawatan, Ewis berharap proses hukum terhadap pengemudi BYD tetap berjalan.

7. Pengemudi BYD negatif narkoba dan alkohol

Lebih lanjut, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto mengatakan, pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) telah menjalani tes urine dan pemeriksaan alkohol setelah kecelakaan.

Hasil kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa S negatif narkoba dan alkohol.

"Itu (pengemudi) udah diperiksa (tes urine), negatif. Sama alkohol udah juga, negatif semua," kata Mujiyanto, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2026).

(Sumber: Kompas.com/Hanifah Salsabila, Rasyid Ridho, Thalita Dewanty | Editor: David Oliver Purba, Andi Muttya Keteng Pangerang, Ihsanuddin)

Terpopuler Lainnya

Selamat Usai Jatuh dari Lantai 35, Influencer China Bagikan Kisahnya

Selamat Usai Jatuh dari Lantai 35, Influencer China Bagikan Kisahnya

4 jam lalu

Kecelakaan ini mengakibatkan patah tulang di berbagai bagian tubuh, pendarahan intrakranial, serta cedera tulang belakang leher dan organ dalam.

Swipe untuk menutup

Selamat Usai Jatuh dari Lantai 35, Influencer China Bagikan Kisahnya

25/10/2026, 13:58 WIB
Selamat Usai Jatuh dari Lantai 35, Influencer China Bagikan Kisahnya

HUNAN, KOMPAS.com - Seorang influencer asal Provinsi Hunan, China tengah, yang menggunakan akun @wananan, membagikan kisah pemulihannya setelah selamat dari kecelakaan jatuh dari lantai 35.

Perempuan berusia 27 tahun itu kembali aktif di media sosial pada 12 Oktober 2026 setelah hampir 17 bulan hiatus.

Dalam unggahan pertamanya, ia menyebut dirinya terlahir kembali melalui kesulitan dan mengungkapkan kondisinya yang hampir pulih sepenuhnya.

Kisahnya menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Video terbarunya memperoleh lebih dari 1,7 juta tanda suka (likes) dan 100.000 komentar, sedangkan jumlah pengikutnya meningkat menjadi 250.000 orang.

Sebelum kecelakaan, @wananan memiliki sekitar 100.000 pengikut berkat penampilan dan suara merdunya ketika membawakan lagu-lagu cover.

Menjalani operasi 14 jam dan perawatan intensif

@wananan terjatuh secara tidak sengaja pada Juni 2025. Berdasarkan kronologi yang dimuat VN Express pada Sabtu (17/10/2026), kecelakaan tersebut terjadi di apartemen Provinsi Hunan sekitar pukul 05.00.

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (22/10/2026), tubuhnya sempat membentur pohon dan semak-semak yang meredam benturan sehingga mencegah dampak fatal.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Xiangya Ketiga di Central South University.

Kecelakaan itu mengakibatkan patah tulang di berbagai bagian tubuh, pendarahan intrakranial, serta cedera tulang belakang leher dan organ dalam. Kaki kanan bagian bawahnya juga harus diamputasi.

Tim medis berhasil menyelamatkan nyawanya melalui operasi darurat selama 14 jam. Setelah itu, ia menjalani perawatan intensif di ICU selama 50 hari.

Dokter yang menanganinya, Xing Wei, mengatakan bahwa hasil pengobatan @wananan jauh melampaui ekspektasi.

"Selain amputasi pada kaki bagian bawah, fungsi organ tubuh lainnya telah pulih dengan baik," ujar Xing.

@wananan juga merasa beruntung karena wajah dan tangannya tidak mengalami cedera serius.

Kini, ia menjalani latihan rehabilitasi setiap hari dan berencana segera menggunakan kaki palsu atau prostetik.

Pengalaman pahit mengubah pandangan hidup

Saat mengenang proses pemulihannya, @wananan mengaku harus menahan rasa sakit luar biasa di seluruh bagian tubuh.

Meski demikian, pengalaman pahit itu memberinya sudut pandang baru dalam menjalani hidup.

“Penderitaan bukan untuk menghancurkan saya, melainkan untuk menempa saya. Hidup bukan tentang kemewahan, melainkan tentang keberanian guna menghadapi kepingan-kepingan yang hancur dan menyusunnya kembali,” ungkapnya.

Ia mengajak para pengikutnya untuk lebih berfokus pada hal-hal yang diperoleh daripada yang telah hilang.

“Apa yang sudah hilang tidak akan hilang untuk kali kedua,” ucapnya.

@wananan juga tetap optimistis ketika membicarakan masa depannya.

“Saya masih bisa berjalan menuju tempat-tempat yang ingin saya tuju, dan jika tidak bisa berjalan, saya tinggal memesan taksi,” tutur @wananan.

Menurut dia, hidupnya kini bukan hanya miliknya sendiri, melainkan juga milik banyak orang yang telah membantu. Ia pun bertekad menjalani hidup dengan indah sebagai bentuk terima kasih kepada mereka.

Dukungan dari warganet dan rumah sakit

Kembalinya @wananan ke media sosial menarik perhatian luas. Unggahannya dibanjiri dukungan dari warganet hingga pihak medis.

“Sungguh keajaiban dia bisa selamat setelah jatuh dari lantai 35,” ujar seorang warganet.

“Anda sangat beruntung. Semoga Anda senantiasa damai dan bahagia di masa depan,” tulis komentar lainnya.

Akun resmi rumah sakit tempat @wananan dirawat turut menyampaikan dorongan semangat. Pihak rumah sakit mengungkapkan sukacita atas “kelahiran kembali” dirinya dan berterima kasih karena ia telah berbagi kekuatan hidup.

Internasional Lainnya

Kemenkes Bantah Informasi Menteri Budi Gunadi Sesak Napas karena Karhutla

Kemenkes Bantah Informasi Menteri Budi Gunadi Sesak Napas karena Karhutla

18 jam lalu

Kemenkes menepis kebenaran foto dan narasi yang menunjukkan Menkes Budi menggunakan tabung oksigen karena Budi sesak napas.

Swipe untuk menutup

Kemenkes Bantah Informasi Menteri Budi Gunadi Sesak Napas karena Karhutla

25/10/2026, 00:00 WIB
Kemenkes Bantah Informasi Menteri Budi Gunadi Sesak Napas karena Karhutla
Penulis: Danu Damarjati
|
Editor: Danu Damarjati

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menyatakan foto dan narasi yang beredar menunjukkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Saidkin menggunakan tabung oksigen karena sesak napas oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah informasi yang tidak benar.

"Menkes sama sekali tidak merasa sesak napas pada saat itu, dan terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dilansir ANTARA, Minggu (25/10/2026).

Foto itu berasal dari momen Menkes Budi yang mengenakan tabung oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026).

Di momen itu, Budi mengenakan tabung oksigen karena sedang memberikan edukasi tentang fasilitas penanganan dampak asap, bukan karena Budi sedang sesak napas.

Aji mengatakan, Menkes pada saat itu hanya ingin memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas rumah oksigen dan memastikan layanan oksigen bisa diberikan ke masyarakat.

"Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung promosi keberadaan Rumah Oksigen milik MDMC dan Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap bisa memanfaatkannya," kata Aji.

Masyarakat diimbau tak terprovokasi

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memelintir fakta.

"Mari fokus pada upaya bersama melindungi kesehatan warga terdampak karhutla dan memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan," katanya.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui