Kupas Teknologi Fondasi BYD, dari 8-in-1 Powertrain sampai CTB

Kupas Teknologi Fondasi BYD, dari 8-in-1 Powertrain sampai CTB

6 jam lalu

Dari platform EV khusus hingga CTB yang menyatukan baterai ke bodi, BYD Sealion 7 Extended hadir dengan teknologi EV modern.

Swipe untuk menutup

Kupas Teknologi Fondasi BYD, dari 8-in-1 Powertrain sampai CTB

01/04/2026, 20:18 WIB
Kupas Teknologi Fondasi BYD, dari 8-in-1 Powertrain sampai CTB

KOMPAS.com – Teknologi mobil listrik (EV) yang terus berkembang membuat tren di segmen pasar ini juga terus bergeser.

Pada awal tren EV, pembahasan sering berhenti pada motor, akselerasi, atau fitur layar. Namun, beberapa tahun terakhir, fondasi kendaraan, seperti platform khusus EV, integrasi komponen kelistrikan, dan penempatan baterai, kerap menjadi penentu karakter mobil.

BYD Sealion 7 yang diluncurkan BYD Indonesia di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, menjadi contoh menarik pergeseran tren tersebut.

Melalui salah satu produk unggulannya tersebut, BYD menempatkan e-Platform 3.0, Blade Battery, serta Cell-to-Body (CTB) sebagai teknologi kunci yang ikut membentuk efisiensi, stabilitas, hingga aspek keselamatan berkendara.

Platform khusus EV sebagai fondasi

Pada mobil konvensional (internal combustion engine/ICE), platform kendaraan bisa dipakai lintas mesin dan konfigurasi. Sementara pada EV, baterai menjadi komponen terbesar sehingga desain platform berpengaruh besar terhadap distribusi massa, ruang kabin, dan struktur bodi.

BYD Sealion 7 dibangun dengan teknologi e-Platform 3.0 yang dirancang untuk generasi berikutnya mobil listrik pintar. Platform ini memiliki empat keunggulan utama, yaitu kecerdasan, efisiensi, keamanan, dan estetika.

Dikutip dari laman byd.com, platform itu mengintegrasikan dan menstandardisasi komponen inti, membangun struktur bodi baru, arsitektur digital dan elektrik, serta pembaruan sistem operasi kendaraan BYD OS sekaligus.

Di sisi lain, BYD juga menggambarkan e-Platform 3.0 sebagai arsitektur yang menggabungkan sistem penting, termasuk Blade Battery, 8-in-1 electric drive, dan heat pump. Tujuannya, untuk menaikkan efisiensi dan manajemen energi, serta mendukung fitur konektivitas dan pembaruan sistem.

Integrasi 8-in-1 untuk efisiensi sistem

Pada EV, tenaga motor merupakan aspek utama yang memberikan gambaran dari performa mobil, tetapi efisiensi energi ditentukan oleh seberapa rapi jalur konversi dan distribusi daya.

Salah satu pendekatan yang kini banyak dipakai pabrikan adalah menggabungkan sejumlah komponen agar sistem lebih ringkas dan kehilangan energi dapat ditekan.

Pada Sealion 7, BYD juga mengusung pendekatan tersebut melalui 8-in-1 electric powertrain. Konsep ini mengintegrasikan delapan komponen dalam satu unit yang lebih ringkas dan efisien.

Delapan komponen tersebut adalah Vehicle Control Unit (VCU), Battery Management System (BMS), Motor Control Unit (MCU), power distribution unit (PDU), kontroler DC-DC, onboard charger (OBC), motor penggerak, dan reducer.

Diberitakan Kompas.com, Rabu (18/2/2026), integrasi delapan komponen itu bertujuan meningkatkan efisiensi energi sekaligus memberikan fleksibilitas desain ruang kabin.

Dikutip dari laman byd.com, Sabtu (24/2/2024), BYD mengklaim integrasi mendalam pada 8-in-1 powertrain mampu memberikan efisiensi sistem sebesar 89 persen. Efisiensi ini mencakup fungsi mengemudi dan pengereman, dengan pengendali domain powertrain canggih untuk respons cepat serta pemanfaatan penuh motor listrik.

Blade Battery LFP untuk stabilitas termal

Selain membekali Sealion 7 dengan platform khusus dan integrasi powertrain, BYD juga memberi perhatian khusus terhadap baterai kendaraan.

Seperti diketahui, pada EV, isu baterai sering menjadi perhatian utama. Bukan hanya terkait kapasitas, melainkan juga terkait keamanan dan stabilitas termal.

Maka dari itu, BYD Sealion 7 hadir dengan teknologi Blade Battery yang menggunakan lapisan kimia lithium iron phosphate (LFP). Teknologi baterai ini diklaim memiliki stabilitas termal lebih baik jika dibandingkan beberapa jenis baterai lain.

BYD mengatakan, Blade Battery tidak mengeluarkan asap atau api pada uji penetrasi paku dengan suhu permukaan berada di rentang 30–60 derajat Celsius.

Baterai tersebut juga lulus uji ekstrem lain, seperti diremukkan, ditekuk, dan dipanaskan, tanpa memicu kebakaran atau ledakan.

Selain itu, Blade Battery BYD juga diklaim memiliki daya tahan jangka panjang dan kepadatan energi tinggi dengan kemampuan pengisian daya efisien.

CTB: baterai bukan sekadar “paket” di bawah lantai

BYD menjelaskan, pemasangan baterai pada kendaraan dilakukan menggunakan teknologi Cell-to-Body (CTB), yakni Blade Battery diintegrasikan langsung ke struktur bodi kendaraan. Dengan pendekatan ini, penutup atas pack baterai juga berperan sebagai lantai kabin sehingga baterai tidak lagi diposisikan sebagai “paket” terpisah di bawah lantai.

Penggunaan CTB tersebut membuat pemanfaatan ruang baterai lebih optimal sehingga kapasitas baterai bisa lebih besar.

Dari sisi struktur, arsitektur CTB menggunakan panel aluminium berstruktur “honeycomb-like” berkekuatan tinggi. BYD mengeklaim, penggunaan baterai sebagai komponen struktural membantu meningkatkan kekakuan torsional yang pada praktiknya berkaitan dengan bodi yang lebih rigid dan rasa berkendara yang lebih stabil.

Misalnya, stabilitas saat kecepatan tinggi dan respons kemudi yang terasa lebih presisi saat bermanuver.

Struktur yang lebih rigid juga sering dibahas dalam konteks keselamatan pasif. Pasalnya, ketika bodi lebih kaku dan komponen besar, seperti baterai terintegrasi, struktur kendaraan diharapkan mampu bekerja lebih “utuh” saat menerima beban benturan.

BYD sendiri menempatkan CTB sebagai bagian dari pendekatan keselamatan pada Sealion 7 karena baterai telah terintegrasi langsung ke struktur bodi.

Perkembangan EV tidak lagi semata soal akselerasi instan atau layar besar di kabin. Platform khusus, integrasi sistem kelistrikan, dan teknologi baterai kini menjadi fondasi yang menentukan efisiensi dan aspek keselamatan kendaraan sekaligus.

Pendekatan itu terlihat pada BYD Sealion 7 lewat e-Platform 3.0, integrasi 8-in-1 powertrain, serta Blade Battery dan CTB yang membuat baterai terintegrasi ke struktur bodi.

Dengan begitu, karakter EV modern dibangun bukan hanya dari performa, melainkan juga dari arsitektur dan struktur yang bekerja sebagai satu kesatuan.

Brandzview Lainnya

Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

10 jam lalu

Jasa joki antrean hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu secara langsung.

Swipe untuk menutup

Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

01/04/2026, 16:37 WIB
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Penulis: Hafizh Wahyu Darmawan
|
Editor: Larissa Huda

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ritme kehidupan kota yang semakin cepat, waktu menjadi sumber daya berharga yang menentukan produktivitas seseorang.

Keterbatasan waktu inilah yang mendorong munculnya berbagai layanan praktis, termasuk jasa joki antre, yang kini mulai banyak dimanfaatkan masyarakat.

Pemanfaatan waktu yang kurang optimal dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan aktivitas lain yang lebih produktif atau bernilai. Sementara itu, kebutuhan untuk mengakses layanan publik, fasilitas kesehatan, hingga tren kuliner populer tetap tidak bisa dihindari.

Dari kondisi tersebut, jasa joki antrean hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu secara langsung.

Layanan ini sekaligus mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat modern yang semakin mengandalkan kemudahan berbasis digital.

Berawal dari keresahan terhadap antrean panjang

Salah satu platform yang hadir menjawab kebutuhan tersebut adalah Antriin.id, aplikasi yang mempertemukan pengguna dengan mitra yang bersedia menggantikan antrean secara fisik.

Kehadiran layanan ini menunjukkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang sederhana, namun berdampak besar terhadap efisiensi waktu dan kenyamanan.

Pendiri Antriin.id, Elan Setiawan, mengungkapkan ide pembuatan aplikasi ini berangkat dari pengalaman pribadi sekaligus pengamatan terhadap lingkungan sekitar.

Ia melihat bahwa antrean panjang bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga telah lebih dulu direspons melalui layanan serupa di negara lain.

Menurut dia, antrean panjang di berbagai tempat seperti rumah sakit atau tempat makan viral menjadi persoalan umum yang kerap menyita waktu.

"Seseorang itu bisa memakan waktu 2 jam atau 3 jam misalkan di rumah sakit, atau di makanan viral," kata Elan saat berbincang dengan Kompas.com di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).

Berangkat dari kondisi tersebut, ia mencoba membangun solusi berbasis aplikasi yang menghubungkan kebutuhan pengguna dengan peluang penghasilan bagi mitra.

"Jadi, makanya dari situ coba buat aplikasi yang menyatukan mitra-mitra antrean yang memang ingin mendapatkan uang tambahan, misalkan uang tambahan di waktu luang dia dengan customer yang tidak banyak waktu untuk dihabiskan di sebuah antrean," ujar dia.

Dikembangkan secara mandiri

Antriin.id mulai diperkenalkan ke publik pada Agustus 2025. Sejak awal, pengembangannya dilakukan secara mandiri oleh Elan yang memiliki latar belakang sebagai programmer.

Ia memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk dukungan kecerdasan buatan, untuk mempercepat pengembangan fitur.

"Jadi mungkin yang bukan programmer pun, yang bukan developer pun kalau misalkan memiliki ide suatu aplikasi atau apa misalkan itu juga mungkin untuk di era AI ini kemungkinan semua bisa membuat aplikasinya masing-masing sih," katanya.

Elan menuturkan, pada tahap awal peluncuran, fokus utama Antriin.id bukan langsung pada pengguna layanan, melainkan mencari mitra yang bersedia menjalankan jasa joki antre.

"Sebenarnya di awal-awal itu kami fokus ke mitra jadi kami mencari mitra-mitra yang bersedia untuk menjadi mitra Antriin.id di sekitar Jabodetabek itu," kata dia.

Namun, dalam waktu singkat, ratusan orang telah mendaftar sebagai mitra maupun pengguna.

"Jadi sekitar 200 atau 300 yang mendaftarkan diri sebagai mitra dan sekitar 500-600 itu mendaftar ke Antriin itu mungkin customer," katanya.

Seiring waktu, kebutuhan terhadap layanan ini semakin terlihat di lapangan, sehingga pengembangan fitur pun dilakukan lebih serius.

"Setelah soft launching itu jadi lebih diseriusin tadinya itu kayak nyebar jala aja ternyata di lapangan kebutuhan ini tuh ada makanya baru dibuat fiturnya, fitur-fitur radius, fitur-fitur notifikasi banyak yang baru," ujar dia.

Caregiver dan antrean fisik

Dalam pengembangannya, Antriin.id menyediakan dua jenis layanan utama, yakni antrean fisik dan pendampingan atau caregiver.

"Antriin fisik itu lebih fleksibel, bisa ke makanan, ke rumah sakit, ke tempat viral, misalkan ke penukaran tiket, konser tuh yang lumayan banyak makan waktu juga," kata dia.

Sementara itu, layanan caregiver difokuskan untuk kebutuhan di rumah sakit.

"Kalau yang caregiver ini lebih ke rumah sakit nih khusus, mitra akan mendampingi dan menemani dari pendaftaran hingga penebusan obat sampai waktu yang ditentukan atau sudah selesai pemeriksaan," ujarnya.

Sebagai layanan berbasis aplikasi, Antriin.id dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengakses jasa joki antre secara praktis.

Seluruh proses dilakukan secara digital, mulai dari pendaftaran hingga pencarian mitra yang akan menggantikan antrean di lokasi.

Pengguna cukup menentukan kebutuhan seperti lokasi, waktu, serta jenis antrean. Sistem kemudian akan menghubungkan permintaan tersebut dengan mitra terdekat.

Elan menjelaskan, pengguna hanya perlu mengisi detail antrean dan durasi waktu, kemudian sistem akan mencarikan mitra setelah pembayaran dikonfirmasi.

"Misalkan untuk satu orang atas nama A setelah itu deskripsikan di lantai berapa, waktunya, terus tentukan mulai dari jam berapa sampai jam berapa misalkan dari jam 06.00 WIB sampai jam 08.00 WIB baru klik permintaan setelah itu nanti upload bukti pembayaran," tuturnya.

Dari sisi tarif, layanan ini menggunakan sistem berbasis durasi waktu yang memberikan fleksibilitas bagi pengguna.

"Khusus untuk rumah sakit atau klinik itu kita sekitar Rp 30.000 per jam di luar itu baru Rp 40.000 per jam kalau yang umum tapi untuk pengguna baru itu pasti dapat potongan 50 persen sih jadi di jam pertama untuk pengguna baru pasti Rp 15.000 atau Rp 20.000," katanya.

Sementara itu, pembagian komisi antara mitra dan platform juga telah ditetapkan.

"Komisi untuk mitra ini kita dibagi 80 persen sama 20 persen jadi 80 persen nya untuk mitra, 20 persen nya itu untuk sistem Antriin," kata dia.

Tantangan operasional dan edukasi pasar

Dalam operasionalnya, tantangan tidak hanya datang dari sisi teknis, tetapi juga dari pemahaman masyarakat terhadap konsep jasa joki antre.

Salah satu kendala utama adalah persepsi yang menyamakan jasa antre dengan praktik percaloan, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ia menegaskan, mitra hanya menggantikan kehadiran fisik dalam antrean, bukan menjamin hasil tertentu.

"Tugas kami bukan harus dapat dan enggak, tahu bagaimana caranya harus lebih cepat atau bagaimana, itu yang agak mungkin nanti berjalanannya waktu mungkin customer akan paham sendiri tentang prosedur-prosedur yang harusnya dipahamin sama customer," ujarnya.

Pengembangan Antriin.id masih terus dilakukan, baik dari sisi fitur maupun cakupan wilayah. Sejumlah fitur baru, seperti perpanjangan waktu antrean dan mekanisme kompensasi, tengah dipertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan juga menjadi fokus pengembangan ke depan.

"Untuk fitur lebih besarnya lagi mungkin AI, tambahkan kecerdasan predictable buat antrian, jadi dengan data-data yang udah ada mungkin di internet, jadi terlihat tuh rata-rata antrian disini tuh berapa lama, supaya nanti customer itu saat menentukan antriannya itu tepat," ujar dia.

Praktis tapi tetap situasional

Bagi sebagian pengguna, jasa joki antre menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan waktu. Hal ini dirasakan Linda (25), yang menggunakan jasa antre untuk membeli produk viral di kawasan Blok M.

“Alasan utamanya karena malas antre aja sih, karena kalau dilihat antreannya kan panjang banget ya tapi penasaran jadi ya mau enggak mau cari cara biar tetap bisa dapet tanpa harus antre," kata Linda saat ditemui di kawasan Blok M, Selasa.

Meski membantu, ia menilai layanan ini tidak selalu digunakan.

“Untuk ke depan sih mungkin enggak sering ya, lebih ke situasional saja. Kalau memang lagi pengen sesuatu tapi antreannya gila, baru kepikiran pakai lagi. Tapi kalau masih wajar, saya lebih pilih antre sendiri," kata dia.

Tidak semua masyarakat langsung memahami konsep jasa antre. Alfin (20), misalnya, awalnya hanya mengetahui secara sekilas, namun kemudian melihat layanan ini sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Menurut saya sih menarik ya, karena sebelumnya enggak kepikiran kalau antre bisa dijadikan jasa. Tapi kalau dipikir-pikir, di Jakarta kan orang sibuk, jadi mungkin memang ada kebutuhan ke arah situ," ujar dia.

Meski belum pernah menggunakan, Alfin menilai jasa joki antre berada di antara kebutuhan praktis dan potensi perubahan gaya hidup.

“Mungkin bisa ya, apalagi kalau makin banyak yang pakai. Bisa jadi orang jadi terbiasa enggak antre sendiri. Tapi di sisi lain, mungkin juga cuma dipakai di kondisi tertentu saja," ujar dia.

“Kalau saya lihat sih lebih ke kebutuhan dulu ya. Tapi memang ada juga kemungkinan ke arah gaya hidup instan, tergantung orang yang pakainya," lanjutnya.

Jasa antre, cermin masalah pelayanan dan budaya

Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, Rakhmat Hidayat, menilai kemunculan jasa joki antre tidak lepas dari persoalan sistem pelayanan publik.

Menurut dia, antrean panjang mencerminkan sistem birokrasi dan manajemen pelayanan yang belum optimal.

"Nah itu yang kemudian membuat jasa antrein ini muncul menurut saya, karena sistem birokrasi, sistem pelayanan, atau manajemen pelayanan publiknya itu buruk yang membuat kita antreannya lama, bertele-tele, panjang, berjam-jam, enggak simple," kata Rakhmat kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, keberadaan jasa joki antre dinilai dapat memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam mengantre. Ia melihat adanya kecenderungan untuk menghindari antre secara langsung.

“Karena akhirnya di kita itu, budaya antri itu sesuatu yang memang belum mendarah daging ya Orang akhirnya sekarang dengan jasa itu berani bayar, daripada dia nunggu berjam-jam," kata dia.

Menurutnya, jasa joki antre bukan sekadar inovasi, tetapi juga mencerminkan persoalan sosial. Ia menilai, ada problem akut dalam budaya masyarakat yang tidak  mau antre.

"Tapi di sisi yang lain, kemalasan budaya antri itu juga didukung oleh infrastruktur yang buruk, oleh sistem manajemen birokrasi yang buruk sebenarnya gitu ya," lanjut dia.

Meski memiliki sisi positif sebagai solusi praktis, jasa antre juga menyimpan potensi dampak sosial yang perlu diperhatikan.

Rakhmat menilai layanan ini kemungkinan besar akan terus berkembang, terutama di kalangan masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu.

"Tapi kelas bawah mungkin akan berpikir 2-3 kali, mereka akan lebih menunggu daripada mereka harus bayar, karena masalah ekonomi. Jasa antri ini solusi bagi mereka yang perlu instan," katanya.

Terpopuler Lainnya

Menyerang untuk Mengganti Rezim

Menyerang untuk Mengganti Rezim

20 jam lalu

Trump maupun Netanyahu harus mendandani diri seolah sebagai pahlawan bagi bangsa mereka. Dan inilah yang disebut berdansa di atas mayat orang.

Swipe untuk menutup

Menyerang untuk Mengganti Rezim

01/04/2026, 06:20 WIB
Menyerang untuk Mengganti Rezim
Penulis: Hamid Awaludin
|
Editor: Sandro Gatra

KINI, perang antara Iran melawan Israel -Amerika Serikat (AS), telah memasuki minggu keempat. Durasi waktu ini sudah jelas menunjukkan bahwa Israel dan AS melakukan kalkulasi fatal terhadap Iran.

Kedua negara tersebut meremehkan kemampuan perlawanan negeri para ayatollah tersebut. Mereka meyakini bahwa Iran bisa disapu dalam waktu sekejap karena pengalaman pada Juni 2025, dalam perang 12 hari, perlawanan Iran biasa-biasa saja.

Ada dua penampakan utama yang memojokkan AS dalam perang Iran ini. Pertama, AS sudah tidak dipatuhi lagi oleh sekutu-sekutunya di Eropa.

Presiden AS, Donald Trump meminta negara-negara sekutu untuk membantunya di Selat Hormuz. Negara-negara tersebut: Inggris, Perancis, Norwegia, Swedia, Jerman hingga Spanyol, menolak permintaan Trump.

Trump menganggap bahwa para sekutunya itu akan membantu dengan motif global responsibility (tanggungjawab global). Presiden Trump mengolok sekutu-sekutunya itu dengan kata "pengecut."

Tentu ada yang bertanya, mengapa AS meminta negara-negara tersebut ikut membantu?

Dengan melibatkan negara-negara sekutu, Trump menganggap bahwa mereka adalah cerminan organisasi NATO, yang membuat posisi AS kian kuat melawan Iran.

Selain perhitungan politik, AS membutuhkan mereka untuk meringankan beban biaya perang, karena faktanya memang, kondisi ekonomi AS sekarang, sangat tidak baik-baik saja.

Pembangkangan negara-negara tersebut sebenarnya diawali oleh keinginan Trump mencaplok Greenland, hanya beberapa hari setelah AS menggempur Venezuela dan menculik presiden negara tersebut, Nicolas Maduro.

Kedua, sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah, tempat pangkalan-pangkalan militer AS, digempur oleh Iran. Negara-negara tersebut sangat kecewa ke AS karena tidak melindungi mereka.

Kerumitan ini dilengkapai oleh kondisi domestik AS yang menantang kebijakan perang Trump, termasuk Kongres AS.

Untuk memulihkan reputasi kedigdayaannya serta mengambil hati dunia atau bangsa-bangsa lain, Trump mengancam Iran agar segera membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Trump berasumsi bahwa ancamannya itu akan menjadikan dirinya pahlawan karena berhasil membuka selat tersebut sehingga lalu lintas logistik minyak ke pelbagai belahan dunia bisa lancar kembali.

Apa yang terjadi bila Iran tidak mengindahkan intimidasi Trump, dan besar kemungkinan Iran tidak termakan oleh gertakan? Trump untuk kesekian kalinya, kehilangan reputasi.

Motif Penyerangan

Baik Israel maupun AS melakukan serangan habis-habisan ke Iran sejak 28 Februari lalu, motifnya tunggal, mengganti rezim dan sistem pemerintahan Iran, dari sistem teokrasi ke sistem barat.

Ilusi besar untuk melakukan itu dalam waktu dekat, apalagi hanya dengan kekutan teknologi senjata.

Khusus AS, negara ini sebaiknya belajar banyak dari sejarah, bagaimana ia kalah dalam perang Korea, Vietnam, dan Taliban.

AS tak mampu menaklukkan Korea, Vietnam dan Taliban hanya dengan senjata. Mereka melawan AS dengan satu kekuatan yang sangat solid, yakni rasa nasionalisme.

Iran sekarang berada dalam puncak rasa nasionalisme untuk melawan Israel dan AS. Rasa nasionalisme mengandung unsur harga diri (pride), martabat (dignity) dan keyakinan.

Khusus soal keyakinan ini, bangsa Iran sekarang tidak gentar menghadapi kedua negara yang menyerangnya itu. Mereka diserang pada bulan Ramadhan, di saat menjalankan ibadah puasa.

Karena itu, mereka melawan dengan keyakinan masuk surga. Ini yang luput dari kalkulasi AS dan Israel.

Motif tunggal itulah yang menyebabkan AS dan Israel membunuh mendiang Ayatollah Ali Khameini, pemimpin spritual Iran karena dianggap lambang supremasi sistem politik dan pemerintahan teokratis Iran.

Kini, kedua negara tersebut memburu pengganti Ali Khameini, yakni putranya sendiri, Mojtaba Khameini. Ia dipersepsikan sebagai penerus sikap dan paradigma ayahnya, antibarat.

Lantas, mengapa Israel dan AS membunuh sejumlah orang, termasuk para jenderal Iran? Jawabannya sangat sederhana, mereka dianggap pendukung dan mesin pembela rezim teokrasi.

Masalahnya, lembaga garda Islam Iran, adalah lembaga yang paling efektif membela sistem teokrasi dan ayatollah. Maka, orang-orang seperti itu Ali Larijani (Kepala Keamanan), Abdolrahim Mousavi (Panglima Angkatan Bersenjata), Aziz Nasirzadeh (Menteri Pertahanan), Gholamrezo Soeleiman, Mohammed Pakpour (Kepala Garda Revolusi Iran), dan sebagainya menjadi target.

Yang menarik dari semua ini, sebagaimana yang saya dengarkan dari sumber sangat layak dipercaya, ialah, sejumlah negara teluk memberi restu ke AS menyerang Iran. Lalu, kita pun bertanya, mengapa negara-negara tersebut berbuat seperti itu?

Apakah garis agama (Islam) tidak menjadi pertimbangan mereka untuk, setidaknya, tidak memberi persetujuan penyerangan ke Iran?

Jawabannya tidak pelik. Negara-negara tersebut adalah negara berbentuk kerajaan. Mereka juga khawatir bila AS suatu saat ke depan, atas nama demokrasi dan hak asasi manusia, mengganggu rezim dan sistem pemerintahan mereka yang bersifat monarkhi absolut menjadi sistem barat. Makanya, lebih baik mereka berkolaborasi daripada berseberangan dengan AS.

Kecerdikan Iran

Ada dua kecerdikan (kejeniusan) Iran selama perang berlangsung. Pertama, ia bisa menguras amunisi perang Israel dengan cara menyerang memakai senjata roket, misile dan drone murahan, lalu Israel menangkis dengan senjata-senjata mahal.

Setelah menguras energi dan jumlah senjata penangkis Israel, barulah Iran menyerangnya dengan senjata dahsyat dengan presisi tinggi.

Dalam konteks senjata ini, Iran memiliki jumlah senjata yang jauh lebih banyak daripada Israel.

Tambahan lagi, senjata-senjata Iran tersebut diproduksi dengan harga yang jauh lebih murah daripada senjata-senjata yang dipakai israel.

Akibat dari ini semua, Israel memang sangat keteter menghadapi Iran. Bisa jadi, tanpa bantuan AS, Israel bakal tamat.

Kedua, Iran memainkan kartu Selat Hormuz. Iran tahu betul bahwa 20-30 persen, setara dengan 20 juta atau 21 juta barel minyak tiap hari, diangkut melalui selat ini yang lebarnya hanya sekita 3,6 km. Angka ini bisa dikonversi menjadi seperlima konsumsi minyak global.

Di sektor gas, sekitar 20 persen produksi gas dunia melewati selat tersebut. Dengan ini semua, Iran memainkan peran vitalnya yang dapat mengguncang ekonomi dunia. Dan inilah kartu truf yang bisa melumpuhkan hegemoni AS, khususnya.

Sebenarnya, baik Israel maupun AS, dengan kalkulasi rasional, sudah tidak ingin melanjutkan perang. Kondisi ekonomi mereka tak mampu lagi mendukung mesin perang dan membiayai personel mereka.

Namun, baik Presiden Trump maupun Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, memiliki persoalan hukum di negeri mereka masing-masing.

Mereka harus mendandani diri seolah sebagai pahlawan bagi bangsa mereka. Dan inilah yang disebut berdansa di atas mayat orang.

Internasional Lainnya

Viral Kabar Blackout Global 2 April akibat Perang AS-Iran, PLN: Listrik RI Aman

Viral Kabar Blackout Global 2 April akibat Perang AS-Iran, PLN: Listrik RI Aman

5 jam lalu

Viral di medsis klaim blackout global pada 2 April 2026 akibat konflik AS-Iran, namun PLN memastikan pasokan listrik di Indonesia akan aman.

Swipe untuk menutup

Viral Kabar Blackout Global 2 April akibat Perang AS-Iran, PLN: Listrik RI Aman

01/04/2026, 21:00 WIB
Viral Kabar Blackout Global 2 April akibat Perang AS-Iran, PLN: Listrik RI Aman

KOMPAS.com - Linimasa media sosial X ramai membahas isu pemadaman listrik global yang disebut akan terjadi pada Kamis (2/4/2026).

Informasi tersebut salah satunya diunggah oleh akun X @Dam***** pada Senin (30/3/2026). Dalam unggahan itu disebutkan bahwa pemadaman listrik dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang tak kunjung mereda.

Konflik tersebut diklaim berdampak pada penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Akibatnya, distribusi bahan bakar terganggu dan pembangkit listrik kesulitan memperoleh sumber energi untuk beroperasi.

Pemadaman listrik akan terjadi di seluruh dunia pada 2 April 2026. Blackout global ini merupakan konsekuensi langsung dari kekurangan bahan bakar yang parah akibat blokade Selat Hormuz,” tulis unggahan tersebut.

Unggahan itu juga menyebut bahwa gangguan rantai pasokan energi menyebabkan pembangkit listrik berhenti, sistem transportasi lumpuh, dan kota-kota diliputi kegelapan. Narasi tersebut diperkuat dengan ilustrasi Bumi gelap bertuliskan “Blackout All Over the World, April 2, 2026”.

Lantas, bagaimana dengan pasokan listrik di Indonesia? Apakah listrik di Tanah Air juga akan padam pada Kamis, 2 April 2026?

PLN: Tidak terjadi di Indonesia

Menanggapi kabar tersebut, Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menegaskan informasi pemadaman listrik global, termasuk di Indonesia, tidak benar.

“Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait adanya pemadaman listrik tanggal 2 April 2026, kami menyampaikan bahwa hal itu tidak terjadi di kita,” ujarnya saat dimintai informasi Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Dampak penutupan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Sebagai respons, Iran memblokade jalur tersebut sehingga menghambat distribusi energi global.

Meski Iran mulai memberikan izin terbatas bagi beberapa negara untuk melintas, gangguan rantai pasokan diperkirakan masih akan berlangsung.

Direktur Senior Komunikasi Korporat perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd, Nils Haupt, menyatakan bahwa dampak logistik tetap berlanjut meski konflik mereda.

“Ketika perang secara resmi berakhir, bukan berarti dampaknya selesai. Justru saat itu pekerjaan logistik yang sebenarnya dimulai,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Sejumlah negara mulai merasakan dampak dari kondisi ini, mulai dari lonjakan harga minyak, terganggunya pasokan BBM, hingga pemadaman listrik.

Di Kuba, misalnya, terjadi pemadaman listrik nasional yang dikaitkan dengan krisis energi dan embargo AS. Menurut laporan Forbes, kondisi ini juga dipengaruhi oleh lemahnya pengelolaan sistem energi dalam jangka panjang.

Sementara itu, Iran juga mengalami gangguan listrik akibat serangan yang merusak infrastruktur energi. Pemadaman dilaporkan terjadi di wilayah Karaj, sebelah barat Teheran.

Wakil Menteri Energi Iran, Mostafa Rajabi Mashhadi, menyebut beberapa gardu transmisi terdampak. Namun, ia memastikan listrik di Teheran dan Karaj diperkirakan segera pulih.

Saat ini, upaya pemulihan terus dilakukan oleh otoritas setempat, sebagaimana dilaporkan media pemerintah IRIB News.

Viral Lainnya

7 Rekomendasi Kuliner Viral di Cihapit Bandung yang Sayang Dilewatkan

7 Rekomendasi Kuliner Viral di Cihapit Bandung yang Sayang Dilewatkan

9 jam lalu

Intip 7 rekomendasi kuliner viral di Cihapit yang wajib dicoba! Dari Bakmie Tjo Kin yang kenyal hingga Surabi Cihapit yang legendaris.

Swipe untuk menutup

7 Rekomendasi Kuliner Viral di Cihapit Bandung yang Sayang Dilewatkan

01/04/2026, 16:46 WIB
7 Rekomendasi Kuliner Viral di Cihapit Bandung yang Sayang Dilewatkan

KOMPAS.COM - Bandung memang nggak pernah kehabisan amunisi kalau bicara soal urusan perut. Dari sekian banyak titik kumpul makanan enak di Kota Kembang, kawasan Cihapit belakangan ini mendadak jadi primadona yang viral di media sosial. 

Area yang dulunya dikenal sebagai kawasan pasar tradisional yang tenang, kini bertransformasi menjadi hidden gem kuliner yang memadukan nuansa nostalgia dengan sentuhan kekinian.

Bagi kamu yang berencana liburan singkat atau sekadar culinary hunting di Bandung, kawasan Cihapit wajib masuk daftar kunjungan. 

Biar nggak bingung mau jajan apa, yuk simak 7 rekomendasi kuliner viral di Cihapit Bandung yang dijamin bikin lidah bergoyang!

1. Surabi Cihapit yang Legendaris

Belum ke Cihapit kalau belum mencicipi Surabi Cihapit. Kedai ini sudah ada sejak tahun 90-an dan tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern. 

Selain rasa original dengan kuah kinca, varian rasa oncom menjadi yang paling dicari karena rasa gurih pedasnya yang autentik. 

Teksturnya yang empuk dan aromanya yang khas karena dimasak menggunakan tungku tanah liat adalah kunci kelezatannya.

2. Nasi Telur Sumber Rezeki

Salah satu kuliner yang tidak boleh terlewatkan adalah terdapat Nasi Telur Sumber Rezeki, sebuah kedai makan yang selalu ramai dikunjungi oleh generasi muda. 

Kedai ini menjadi salah satu pelopor bagi kalangan muda dalam menyajikan makanan unik kekinian di area pasar.

Nasi Telur Sumber Rezeki menawarkan berbagai pilihan nasi telur dengan tiga jenis kuah yang berbeda, seperti kuah opor, kuah kari, dan kuah rendang. 

Kamu juga dapat memilih tingkat kepedasan sesuai selera mereka. Meskipun sederhana, rasa lezat dari nasi telur ini membuat orang selalu ingin menambah lagi.

3. Bakmie Tjo Kin

Bagi pecinta mie, Bakmie Tjo Kin adalah destinasi wajib. Kedai ini dikenal dengan jenis mie karet yang punya kekenyalan pas. 

Pilihan bumbunya ada dua, yaitu bumbu asin dan manis. Yang membuat viral adalah topping ayamnya yang melimpah dan chili oil-nya yang menendang. Jangan lupa pesan bakso gorengnya sebagai pendamping biar makin sempurna!

4. Seroja Bake

Seroja Bake membuktikan bahwa pastry kelas atas bisa hadir di kawasan pasar. Mereka sangat terkenal karena menggunakan bahan-bahan lokal Indonesia dalam setiap kreasinya. 

Menu andalan yang sering lewat di fyp adalah Tart Singkong dan berbagai jenis roti dengan campuran buah tropis. Rasanya unik, tampilannya cantik, dan yang pasti rasanya nggak terlalu manis.

5. Ayam Goreng SPG

Kalau kamu mencari makan siang yang mengenyangkan dengan harga bersahabat, Ayam Goreng SPG adalah jawabannya. 

Ayam goreng ini viral karena serundengnya yang melimpah dan sambal hijaunya yang sangat khas. Meskipun antreannya sering mengular, kecepatan pelayanannya jempolan. Cocok banget buat kamu yang ingin makan enak tanpa bikin kantong bolong.

6. Rama Ramen

Rama Ramen menawarkan konsep kedai ramen yang kecil dan hangat. Di sini, ramen disajikan dengan kuah kaldu yang kental dan gurih (rich broth).

Karena kapasitas tempat duduknya terbatas, makan di sini terasa lebih personal. Menu paitan mereka sering kali habis lebih cepat, jadi pastikan kamu datang lebih awal ya!

7. Kue Balok Cihapit

Sebagai penutup perjalanan kuliner kamu, Kue Balok Cihapit adalah pilihan yang tepat. Kue balok di sini dimasak dengan cara tradisional menggunakan arang di atas dan di bawah loyang.

Hasilnya? Bagian luar yang sedikit garing namun bagian dalamnya sangat lembut dan lumer. Varian cokelatnya menjadi favorit wisatawan karena rasa cokelatnya yang pekat dan tidak pelit.

Kawasan Cihapit adalah bukti bahwa kuliner Bandung terus berkembang tanpa melupakan akarnya. 

Perpaduan antara makanan legendaris dan inovasi baru menjadikan kawasan ini destinasi wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Bandung. Dari tujuh rekomendasi di atas, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk segera dicoba?

Viral Lainnya

Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya

Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya

1 hari lalu

Donald Trump kritik Perancis yang dinilai tidak mengizinkan pesawat menuju Israel—yang membawa perlengkapan militer—melintasi wilayah udaranya.

Swipe untuk menutup

Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya

01/04/2026, 00:00 WIB
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perancis yang dianggap tidak membantu dalam perang melawan Iran.

Ia menuding Perancis tidak mengizinkan pesawat menuju Israel—yang membawa perlengkapan militer—melintasi wilayah udaranya.

Melalui unggahan di Truth Social pada Selasa (31/3/2026), ia menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

“Negara Perancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang membawa perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Perancis,” tulis Trump, dikutip dari The Hill.

Ia juga menambahkan, “Perancis SANGAT TIDAK MEMBANTU terkait ‘Penjagal Iran,’ yang telah berhasil dieliminasi!”

Trump bahkan memperingatkan bahwa sikap tersebut akan diingat oleh Washington.

“Amerika Serikat akan mengingatnya!!!” tulisnya.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, penolakan tersebut terjadi pada akhir pekan lalu dan menjadi pertama kalinya Perancis menolak akses wilayah udara sejak dimulainya Perang Iran.

Sekutu AS lain menolak bantu

Penolakan terhadap permintaan militer AS tidak hanya datang dari Perancis. Italia dilaporkan tidak mengizinkan pesawat perang AS mendarat di pangkalan di Sisilia.

Sementara itu, Spanyol menutup wilayah udaranya untuk pesawat militer AS yang terkait operasi di Iran.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menegaskan sikap negaranya sejak awal konflik.

“Hal ini telah dijelaskan kepada militer Amerika dan pasukannya sejak awal. Oleh karena itu, pangkalan tidak diizinkan, dan tentu saja penggunaan wilayah udara Spanyol juga tidak diizinkan untuk tindakan apa pun terkait perang di Iran,” ujarnya kepada wartawan.

Trump juga menyindir sekutu lainnya, termasuk Inggris. Ia menyinggung negara-negara yang terdampak krisis energi akibat situasi di Selat Hormuz namun tidak terlibat dalam operasi militer.

“Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, yang menolak terlibat dalam ‘pemenggalan’ Iran, saya punya saran: pertama, beli dari AS, kami punya banyak, dan kedua, bangun sedikit keberanian yang tertunda, pergi ke selat itu, dan ambil sendiri,” kata Trump.

Ia menambahkan dengan nada keras, “Kalian harus mulai belajar berjuang untuk diri sendiri, Amerika Serikat tidak akan lagi ada untuk membantu kalian, seperti kalian yang tidak ada untuk kami.”

Respons Perancis

Pemerintah Perancis merespons kritik Trump dengan menyatakan keterkejutan atas pernyataan tersebut.

Kantor Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa posisi Perancis tidak pernah berubah sejak awal konflik Iran.

“Kami terkejut dengan unggahan ini. Perancis tidak mengubah posisinya sejak hari pertama (konflik) dan kami menegaskan kembali keputusan ini,” demikian pernyataan kantor Macron.

Militer Perancis sebelumnya, pada 5 Maret, telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer oleh pesawat AS jika terlibat dalam serangan terhadap Iran.

Namun, Perancis masih membuka kemungkinan izin sementara jika penerbangan tersebut bertujuan mendukung pertahanan sekutu di kawasan.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui