Enchanting Valley, Jawaban Taman Safari untuk Nature Escape Premium Tak Jauh dari Jakarta

Enchanting Valley, Jawaban Taman Safari untuk Nature Escape Premium Tak Jauh dari Jakarta

7 jam lalu

Kepenatan rutinitas ibu kota yang serba cepat sering kali menuntut masyarakat urban untuk sejenak menarik napas.

Swipe untuk menutup

Enchanting Valley, Jawaban Taman Safari untuk Nature Escape Premium Tak Jauh dari Jakarta

10/10/2026, 21:38 WIB
Enchanting Valley, Jawaban Taman Safari untuk Nature Escape Premium Tak Jauh dari Jakarta

KOMPAS.com — Kepenatan rutinitas ibu kota yang serba cepat sering kali menuntut masyarakat urban untuk sejenak menarik napas.

Tanpa perlu menempuh perjalanan jauh atau merencanakan liburan rumit, kini hadir destinasi rekreasi hijau atau nature escape yang menyegarkan, yaitu Enchanting Valley.

Enchanting Valley hadir sebagai premium outdoor playpark yang menggabungkan pengalaman bermain dengan suasana alam dalam satu destinasi.

Head of Media Community and Activation Taman Safari Indonesia, Finky Santika mengatakan, kehadiran Enchanting Valley berawal dari semangat bahwa menikmati alam tidak harus dengan melakukan perjalanan jauh atau aktivitas yang kompleks.

“Yang penting adalah bagaimana sebuah destinasi bisa memberikan ruang bagi orang untuk bermain, berkumpul, dan menikmati waktunya dengan lebih bermakna,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/10/2026).

Area outdoor dan lingkungan hijau menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan, sekaligus memberikan alternatif bagi keluarga dan pengunjung yang ingin sejenak keluar dari suasana perkotaan.

Bukan hanya bermain, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas dan pilihan kuliner yang tersedia.

Dengan begitu, satu kunjungan dapat diisi dengan berbagai pengalaman, mulai dari aktivitas outdoor, bersantai, hingga menikmati waktu makan bersama.

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Better Value yang dihadirkan oleh Enchanting Valley.

Pengunjung tidak hanya datang untuk satu aktivitas, tetapi juga dapat menghabiskan lebih banyak waktu di satu destinasi.

Enchanting Valley merupakan salah satu bagian dari Taman Safari Indonesia yang selama ini dikenal melalui pengembangan destinasi wisata yang menggabungkan rekreasi dengan pengalaman berbasis alam dan satwa.

Dengan berbagai destinasi yang dimiliki, Taman Safari Indonesia terus menghadirkan pilihan pengalaman bagi masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

Melalui Enchanting Valley, pengalaman tersebut hadir dalam format premium outdoor playpark yang lebih menekankan pada aktivitas bermain, berkumpul, menikmati alam, dan kuliner.

Sebuah pilihan sederhana untuk mengambil jeda dari rutinitas dan menjadikan satu hari terasa lebih berarti atau a day well spent.

Brandzview Lainnya

Emil Audero Dapat Penghormatan Rayo Vallecano Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero Dapat Penghormatan Rayo Vallecano Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

8 jam lalu

Emil Audero mendapatkan guard of honor dalam laga Rayo Vallecano vs Athletic Club.

Swipe untuk menutup

Emil Audero Dapat Penghormatan Rayo Vallecano Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

10/10/2026, 20:45 WIB
Emil Audero Dapat Penghormatan Rayo Vallecano Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

KOMPAS.com - Rayo Vallecano membuat perayaan khusus untuk menyambut keberhasilan Emil Audero juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Rayo Vallecano sedianya melakukan pertandingan pekan kedelapan Liga Spanyol melawan Athletic Bilbao pada hari Sabtu (10/10/2026) di Stadion Campo de Futbol de Vallecas, Madrid.

Namun, menurut perkembangan terbaru yang dilansir dari laman resmi Rayo Vallecano, pertandingan melawan Athletic Bilbao ditunda.

Emil Audero Dapat Penghormatan Rayo Vallecano

Kabar yang berembus menyebut laga Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao harus ditunda karena ada aksi protes terkoordinasi dari fan yang menerbangkan pesawat kertas. Protes itu ditujukan kepada Presiden Rayo, Martin Presa. 

Dalam laga ini, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi kembali dimainkan sebagai kiper utama oleh pelatih Rayo Vallecano, yaitu Benat San Jose.

Menariknya, sebelum laga, Rayo sempat memberikan ucapan selamat pada kiper kelahiran Mataram ini atas keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

"Penghormatan untuk Emil Audero, juara FIFA ASEAN Cup bersama Indonesia," kicau akun X Rayo Vallecano.

Emil Jadi Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero merupakan salah satu kunci keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026.

Penyelamatannya atas penalti pemain Thailand, Nattapong Sayriya membawa Timnas Indonesia berhasil menang dengan skor 4-2, setelah sebelumnya bermain imbang di waktu normal.

Selepas membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil pun sempat memberikan komentar dan menyebut bahwa ada pasang surut yang dirasakan.

Sebab, sebelum meraih gelar ini, Timnas Indonesia terakhir kali meraih gelar di level senior kala berhasil mendapat emas SEA Games 1991.

“Kami hanya perlu menikmatinya. Kami layak mendapatkannya. Tim ini menunjukkan karakter kuat. Hal terpenting adalah, jangan menyerah,” tutur Emil Audero.

“Roller coaster. Pasang dan surut. Gol terakhir Thailand bisa membunuh siapa saja, tapi bukan kami. Kami memutuskan untuk tak menyerah, kami terus percaya sampai akhir,” kata Audero mengomentari soal jalannya final FIFA ASEAN Cup 2026," imbuhnya.

Rayo Vallecano pun juga sempat memberikan ucapan selamat, tak lama selepas Emil berhasil mengangkat trofi bersama Timnas Indonesia.

"Selamat, Emil Audero, juara Piala ASEAN FIFA dengan Indonesia, melawan Thailand, dalam penalti!" tulis Rayo Vallecano.

"Dia membuat penyelamatan penting yang memastikan titel juara. Selamat, Emil!" sambung mereka.

Terpopuler Lainnya

AS Langsung Sanksi ICC Usai Eks Hakim Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

AS Langsung Sanksi ICC Usai Eks Hakim Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

21 jam lalu

Sanksi AS berupa larangan transaksi dengan ICC, yang dijatuhkan beberapa jam setelah mantan hakim mahkamah itu, Navi Pillay, menang Nobel Perdamaian.

Swipe untuk menutup

AS Langsung Sanksi ICC Usai Eks Hakim Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

10/10/2026, 07:32 WIB
AS Langsung Sanksi ICC Usai Eks Hakim Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/10/2026) menjatuhkan sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC), beberapa jam setelah mantan hakim Navanethem "Navi" Pillay memenangi penghargaan Nobel Perdamaian.

Langkah ini menjadi eskalasi lanjutan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap mahkamah yang bermarkas di Den Haag, Belanda, tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan, Washington akan melarang transaksi dengan ICC yang disebutnya "pengadilan nakal".

Menurut Rubio, kebijakan tersebut diperlukan untuk melindungi personel keamanan dan pejabat terpilih, dari penuntutan oleh mahkamah yang tidak pernah diikuti oleh Amerika Serikat.

"Presiden Trump tidak akan pernah membiarkan Mahkamah Pidana Internasional menuntut warga Amerika," ujar Rubio, dikutip dari AFP.

Ia menambahkan, sanksi Washington akan memutus sumber daya mahkamah dan melumpuhkan kemampuannya untuk beroperasi.

Pernyataan keras itu disampaikan tanpa menyinggung pengumuman Komite Nobel Norwegia pada hari yang sama.

Diketahui, komite mengumumkan Nobel Perdamaian jatuh kepada Navi Pillay, ahli hukum berusia 85 tahun asal Afrika Selatan.

Pillay merupakan mantan pemimpin pengadilan genosida Rwanda yang pernah bertugas di ICC, serta sempat mengepalai komisi PBB yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.

Di sisi lain, ICC dengan tegas menolak sanksi AS tersebut dan menganggapnya serangan terhadap hukum internasional.

ICC memperingatkan bahwa sejarah yang akan menilai momen ini.

Ultimatum AS

Rubio mengungkapkan, selama lebih dari setahun AS menjabarkan iktikad baik yang diharapkan dari mahkamah tersebut, sekaligus menunda penetapan sanksi dengan harapan ICC atau negara-negara anggotanya mau mengubah sikap.

Namun, ia menilai tidak ada langkah berarti yang diambil untuk menanggapi kekhawatiran "Negeri Paman Sam".

Sang menlu lantas mengeluarkan ultimatum tajam kepada sekutu-sekutu AS yang menjadi anggota mahkamah tersebut dan bergantung pada personel militer Amerika untuk pertahanan, agar segera menertibkan ICC.

Ia memperingatkan, jika hal itu tidak dilakukan, Washington akan terus berupaya membubarkan ICC perlahan-lahan.

"Entah ICC menghentikan ancamannya, atau kami yang akan mengakhiri ICC," tegas Rubio.

Konflik antara AS dan ICC ini bukan barang baru. Sebelumnya, pemerintahan Trump sudah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat ICC secara individu, termasuk jaksa penuntut dan beberapa hakim.

Sanksi tersebut berkaitan dengan penyelidikan mahkamah terhadap Amerika dan Israel, dua negara yang juga bukan anggota ICC.

Tekanan tersebut semakin menguat ketika bulan lalu Trump menyerukan seluruh negara anggota ICC keluar dari badan tersebut, seraya mengecamnya sebagai lembaga yang tidak terkendali dan institusi nakal.

Internasional Lainnya

Viral Pengendara Motor di Solo Mengaku Dicegat 3 Pria Diduga Matel, Polisi Cari Terduga Pelaku

Viral Pengendara Motor di Solo Mengaku Dicegat 3 Pria Diduga Matel, Polisi Cari Terduga Pelaku

2 hari lalu

Seorang warganet di Solo melaporkan dugaan pencegatan dan intimidasi oleh tiga pria "matel" yang mencoba merampas motornya.

Swipe untuk menutup

Viral Pengendara Motor di Solo Mengaku Dicegat 3 Pria Diduga Matel, Polisi Cari Terduga Pelaku

09/10/2026, 15:09 WIB
Viral Pengendara Motor di Solo Mengaku Dicegat 3 Pria Diduga Matel, Polisi Cari Terduga Pelaku

SOLO, KOMPAS.com - Curhatan seorang warganet dengan akun Threads @x****** viral di media sosial. Pemilik akun mengaku dicegat tiga orang pria yang diduga matel atau mata elang saat tengah berkendara di salah satu jalan di Kota Solo.

Sebagai informasi, matel adalah pihak penagih utang lapangan atau debt collector (DC) yang dipekerjakan oleh perusahaan pembiayaan atau leasing.

Pemilik akun mengaku sepeda motor yang ia kendarai secara tiba-tiba diminta untuk diserahkan kepada tiga orang pria tersebut.

Ia mengaku diinterogasi dan mendapat intimidasi agar menyerahkan sepeda motornya.

“Baru banget kejadian pulang kerja naik motor selow tiba-tiba dipepet matel 3 orang di Jalan Sumpah Pemuda Solo Utara. Posisi motorku pelat belakang copot, ku simpan di jok motor, pelat depan bagian bawah nekuk-nekuk,” tulis akun tersebut pada Kamis (8/10/2026).

Pemilik akun meminta tiga pria tersebut menunjukkan bukti. Lalu ia disodori tangkapan layar dari aplikasi Sak Pole, layanan pajak online Provinsi Jawa Tengah oleh tiga pria yang diduga matel tersebut.

Kemudian, pemilik akun menolak menyerahkan sepeda motornya. Dalam unggahannya, ia menandai akun resmi Polresta Solo @polrestasurakarta.

“Dipepet diinterogasi mas-mas 3 orang jare kui dudu motorku (katanya itu bukan motorku) ditunjukin screenshot dari sakpole. N***** gwendeng polpolan (tidak waras)." 

"Tak tantang balik lah dasare seko opo ngendek jaluk motorku (dadarnya apa berhentiin minta motorku) Kene wae (ini aja) BPKB STNK lengkap." 

"Pantes wong-wong kae do nangis ngewel, intimidasinya jan ra mutu (pantas saja orang-orang pada ketakutan, intimidasinya tidak bermutu). CC @polrestasurakarta,” lanjutnya.

Unggahan tersebut mendapat komentar dari akun Polresta Solo.

“Baik kakak bisa di DM ke kita ya ciri-ciri pelakunya seperti apa,” tulis akun Polresta Solo, Kamis (8/10/2026).

Lalu, pemilik akun membalas komentar tersebut. Ia menjelaskan ciri-ciri tiga pria yang mengadang dan memintanya untuk menyerahkan sepeda motor.

“3 pelaku 1 pakai motor scoppy merah badan besar hitam yang 2 pakai NMX/PCX jaket hitam-hitam semua helm lengkap pakai masker tinggi besar pak. Gak sempet ngerekam udah ngewel duluan. Untung gak nangis di jalan,” tulisnya.

Kompas.com mencoba meminta konfirmasi mengenai kronologi kejadian dengan mengirimkan direct message (DM) ke pemilik akun. Namun hingga berita ini ditulis pada pukul 14.30 WIB, pihaknya belum memberikan respons.

Saat dikonfirmasi, Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani membenarkan adanya aduan seorang warganet tersebut di Threads.

Namun hingga kini warganet tersebut belum membuat laporan resmi ke Polresta Solo.

“Sampai sekarang belum ada (laporan resmi). Karena mungkin tidak ada yang dirugikan,” ujar Lingga saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2026).

Polisi belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.

“Kejadiannya ndak tahu kapan. Kalau dia uploadnya kemarin. (Kronologi) seperti yang diadukan di medsos Threads ya. Karena aduan via medsos,” ujarnya.

Meski belum ada laporan resmi yang masuk ke Polresta Solo, polisi akan menindaklanjuti aduan berdasar unggahan via medsos dengan mencari terduga pelaku.

“Namun laporan aduan via medsosnya kita monitor untuk kita pantau ke depannya. Ya tetap kita cari (terduga pelakunya). Kita tindaklanjuti. Sudah kita teruskan ke rekan-rekan Resmob," ungkap Lingga.

Polisi kini tengah mendalami aduan via media sosial tersebut.

“Nanti kita dalami,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat melapor jika bertemu dengan oknum yang diduga matel.

“Ya kita dari Polresta Surakarta mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan, jangan ragu apabila dalam posisi darurat menghubungi 110,” pungkasnya.

Viral Lainnya

Penjelasan Betrand Peto soal Video Pesta Viral, Akui Akun Diretas

Penjelasan Betrand Peto soal Video Pesta Viral, Akui Akun Diretas

2 hari lalu

Betrand Peto beri klarifikasi terkait video viral pesta & minum-minum. Data pribadi diretas, ia menduga video diedit dan tegaskan tak terkait kasusnya.

Swipe untuk menutup

Penjelasan Betrand Peto soal Video Pesta Viral, Akui Akun Diretas

09/10/2026, 12:54 WIB
Penjelasan Betrand Peto soal Video Pesta Viral, Akui Akun Diretas
Penulis: Revi C. Rantung
|
Editor: Dian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dan artis Betrand Peto menjelaskan mengenai video pesta dan minum-minum yang baru-baru ini viral di media sosial.

Diketahui, video tersebut mencuat di tengah kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang dilaporkan perempuan berinisial ANW (26).

Remaja yang akrab disapa Onyo itu mengaku bahwa data pribadinya telah diretas orang tak bertanggung jawab.

“Ya, itu ada, memang benar ada yang membobol email aku,” kata Betrand Peto usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026) malam.

Betrand menduga video lawas tersebut telah diedit-edit sehingga memunculkan narasi yang liar terhadapnya.

Betrand menegaskan, video itu tak ada sangkut pautnya dengan masalah yang kini ia hadapi.

“Gini, mungkin yang bisa kujelasin adalah itu tuh bukan di mana posisinya tuh lagi ada yang seperti yang ada di video gitu. Mungkin itu terlalu diedit-edit jadi digabungin jadi satu saja,” ungkap Betrand.

Betrand pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam video tersebut.

“Jadi itu kumpul-kumpul sama teman-temanku yang ada di daerah timur, gitu. Jadi kita main bola untuk kumpulan anak-anak timur. Jadi yang diambil itu foto-foto itu doang,” tutur Betrand.

“Maksudnya biar kasih lihat panjangnya itu kita tuh makan papeda di sana gitu,” tambah Betrand.

Betrand tak menyangka bahwa momen-momen itu beredar luas di jagat maya.

Padahal, ia tak pernah membagikannya di media sosial.

“Jadi aku bisa bilang kenapa itu dibobol, karena itu enggak pernah kuposting ke mana-mana untuk simpan buat pribadiku saja. Share ke grup juga atau ke teman-teman juga aku enggak ada nge-share itu,” kata Betrand lagi.

Viral Lainnya

Soroti Kasus Jubir PN Pati Disiram Botok, KY Imbau Publik Jaga Kehormatan Hakim

Soroti Kasus Jubir PN Pati Disiram Botok, KY Imbau Publik Jaga Kehormatan Hakim

1 hari lalu

KY mengecam insiden penyiraman juru bicara PN Pati oleh Koordinator AMPB. KY berkomitmen melindungi hakim dan mengajak publik jaga martabat peradilan.

Swipe untuk menutup

Soroti Kasus Jubir PN Pati Disiram Botok, KY Imbau Publik Jaga Kehormatan Hakim

10/10/2026, 00:00 WIB
Soroti Kasus Jubir PN Pati Disiram Botok, KY Imbau Publik Jaga Kehormatan Hakim

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Yudisial (KY) menyoroti penyiraman air terhadap juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Pati, yang dilakukan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, pada Jumat (7/10/2026).

Anggota KY Anita Kadir mengajak masyarakat untuk menjaga kehormatan hakim.

Dia mengatakan, dugaan perbuatan merendahkan kehormatan hakim dan pengadilan (PMKH) ini tergolong tindakan tidak pantas yang dilakukan di pengadilan (misbehaving in court), yang juga telah menyerang integritas dan imparsialitas pengadilan (scandalising the court).

"KY mengajak publik turut berkontribusi dalam mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka dengan menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim," kata Anita, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Anita mengatakan, KY berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada hakim melalui pelaksanaan tugas advokasi hakim menyusul kericuhan yang terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Pati.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya KY untuk memastikan hakim dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara aman, independen, serta bebas dari tekanan maupun intimidasi yang berpotensi mengganggu proses peradilan,” ujar dia.

Anita mengatakan, KY juga telah berkomunikasi dengan pihak PN Pati untuk berkoordinasi terkait adanya dugaan PMKH dan pengamanan terkait pengamanan perkara Nomor: 5/Pid.Pra/2026/PN.Pti mengingat persidangan masih berjalan hingga 16 Oktober mendatang.

Anita menegaskan, KY memandang insiden ini sebagai pengingat untuk terus mendorong komitmen yang kuat dalam memberikan perlindungan terhadap hakim.

"Oleh karena itu, KY mendorong penerapan efektif Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 5 dan 6 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Pengadilan dan Persidangan," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Audiensi di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jumat (9/10/2026), mendadak berubah panas.

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, terlibat ketegangan dengan Juru Bicara PN Pati, Retno Lastiani, setelah melontarkan tuduhan dugaan pemerasan dan suap yang nilainya disebut mencapai Rp 1 miliar.

Situasi semakin memanas ketika Botok menantang Retno melakukan sumpah pocong untuk membuktikan tuduhannya.

Ketegangan mencapai puncak saat Retno memilih meninggalkan ruang audiensi.

Botok kemudian menyiramkan air mineral kemasan gelas ke arah Retno yang berjalan keluar ruangan.

Insiden tersebut terjadi setelah sidang lanjutan praperadilan kasus dugaan pencurian mesin kapal dengan tersangka Utomo.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui