JETE Catatkan Rekor MURI untuk Gerai dan Layanan Purnajual Terbanyak

JETE Catatkan Rekor MURI untuk Gerai dan Layanan Purnajual Terbanyak

1 jam lalu

JETE meraih tiga rekor MURI, yaitu gerai terbanyak, layanan purnajual terbanyak, dan ajang lari dengan ragam kegiatan terbanyak.

Swipe untuk menutup

JETE Catatkan Rekor MURI untuk Gerai dan Layanan Purnajual Terbanyak

06/09/2026, 15:19 WIB
JETE Catatkan Rekor MURI untuk Gerai dan Layanan Purnajual Terbanyak

KOMPAS.com - Brand aksesori gadget dan wearable lokal JETE meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada awal September 2026.

Untuk kali pertama, brand tersebut mencatatkan tiga rekor sekaligus, yakni aksesori gawai dengan gerai terbanyak, layanan purnajual terbanyak, serta ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pihak MURI kepada JETE bersamaan dengan penyelenggaraan JETE RUN 2026 di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kalangan influenser, atlet, hingga awak media.

Gerai dan layanan purnajual terbanyak

Kehadiran gerai atau store bagi sebuah brand tidak sekadar menjadi tempat penjualan, tetapi juga sebagai wadah interaksi dan membangun kedekatan dengan konsumen.

Prinsip itulah yang diterapkan JETE, dengan jumlah gerai yang kini mencapai 159 unit di seluruh Indonesia.

Chief Executive Officer sekaligus Founder JETE Jhonny Thio Doran mengatakan bahwa setiap gerai mengadopsi konsep experience store sehingga konsumen bisa mencoba produk secara langsung sebelum membeli sekaligus mengetahui kualitasnya.

“Kami melihat keberadaan store bukan hanya sebagai tempat membeli produk. JETE ingin lebih dekat dengan konsumen di Indonesia, dari Aceh sampai Papua,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Bagi JETE, lanjut Jhonny, konsumen bisa mencoba produk dan berinteraksi dengan tim JETE mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan. Di 159 store juga tersedia layanan purnajual JETE, mulai dari servis hingga klaim garansi.

Berkat layanan tersebut, JETE tidak hanya mencatatkan diri sebagai brand aksesori gawai dengan gerai terbanyak, tetapi juga layanan purnajual terbanyak di Indonesia.

Sebaran gerai dan layanan yang prima bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk terbaik dari JETE.

Ajang lari dengan ragam kegiatan

Selain gerai dan layanan purnajual, MURI juga memberikan rekor kepada JETE untuk kategori ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak, yakni hingga 21 aktivitas dalam satu rangkaian acara.

Rekor tersebut tercatat dalam ajang JETE RUN Festival 2026, festival gaya hidup yang memadukan olahraga, wellness, kreativitas, kebersamaan, hingga interaksi antarkomunitas.

Selain lomba lari, peserta dan pengunjung dapat mengikuti berbagai sesi seperti pilates, poundfit, senam sehat, hingga zumba.

Ada pula kegiatan mengasah keahlian, seperti seni meracik matca, teknik dekorasi bunga, meracik parfum, merangkai aksesori custom, hingga lokakarya melukis.

Rangkaian acara lainnya adalah JETEFEST 2026 yang berlangsung di Oval Atrium Ciputra World Surabaya pada 3-6 September 2026

Festival tersebut menghadirkan pengalaman teknologi, lifestyle, komunitas, dan entertainment dalam satu acara.

Pengunjung dapat mencoba langsung produk terbaik JETE, mengikuti flash sale dan lelang produk, hingga menghadiri sejumlah talk show, seperti sesi pilates bersama Daniel Choi, kelas digital marketing, AI, dan content creator.

Sejumlah kompetisi dan hiburan turut mewarnai acara, mulai dari gaming, cosplay, coswalk, dance, fashion show, hingga sesi mewarnai untuk anak-anak. Pada malam hari, agenda diisi dengan noraebang party dan stand up fest.

Pada kesempatan tersebut, JETE juga merilis album bertajuk JETE Sound 2026 berisi 10 lagu, termasuk tiga single yang menjadi theme song JETE RUN 2026.

“Ini adalah gebrakan baru dari JETE. Kami merilis album berisi lagu-lagu penuh semangat yang bisa menemani teman-teman berolahraga. Lagu-lagu tersebut bisa didengarkan di layanan streaming musik Spotify,” ujar Jhonny.

Siap berikan yang terbaik untuk masyarakat

Pencapaian tiga rekor MURI itu semakin mengukuhkan posisi JETE sebagai salah satu brand yang dipercaya masyarakat, khususnya untuk aksesori gadget, komputer, dan wearable.

Penghargaan tersebut juga menjadi pijakan bagi JETE untuk terus berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi konsumen di Indonesia.

Jhonny mengatakan, pencapaian tiga rekor tersebut melebihi harapan dan ekspektasinya. Ia menilai bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja sama dengan berbagai pihak.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan memercayakan JETE sebagai pilihan dalam beraktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berolahraga, hingga menikmati hiburan di era digital,” ujar Jhonny.

Bagi JETE, lanjut Jhonny, pencapaian tersebut mustahil terwujud tanpa dukungan keluarga, tim, penggemar JETE, dan masyarakat luas.

Ia menambahkan, sertifikat rekor MURI tidak lantas membuat JETE berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan produk yang inovatif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Piagam MURI yang kami dapatkan memang menjadi pencapaian terbaik tahun ini. Namun, kami tidak ingin berada di atas angin dan melupakan kualitas,” ujarnya.

Jhonny mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi JETE untuk terus berinovasi di tengah perkembangan teknologi dan memberikan yang terbaik, terutama menjadikan JETE sebagai solusi kebutuhan produk aksesori gadget, smart home, dan wearable, serta mendukung gaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan olahraga.

Brandzview Lainnya

3 Kader Demokrat Gabung Nasdem, Alasannya Ideologi hingga Ingin Masuk DPR

3 Kader Demokrat Gabung Nasdem, Alasannya Ideologi hingga Ingin Masuk DPR

3 jam lalu

Tiga orang kader Partai Demokrat, Wawan Setiawan, Achdar Sudrajat, dan Toto Purwanto pindah partai dan bergabung ke Partai Nasdem, apa alasannya?

Swipe untuk menutup

3 Kader Demokrat Gabung Nasdem, Alasannya Ideologi hingga Ingin Masuk DPR

06/09/2026, 13:52 WIB
3 Kader Demokrat Gabung Nasdem, Alasannya Ideologi hingga Ingin Masuk DPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang mantan kader Partai Demokrat resmi bergabung dengan Partai Nasem, yakni eks Sekretaris DPD Demokrat Jawa Barat (Jabar) Wawan Setiawan, mantan anggota DPRD Jabar Fraksi Demokrat Achdar Sudrajat, dan mantan anggota DPRD Jabar Fraksi Demokrat Toto Purwanto.

"Hari ini Nasdem kedatangan tamu baru. Ada yang keluar, ada yang masuk. Nah, sekarang Nasdem hari ini ada yang masuk menjadi, bergabung menjadi anggota Partai Nasdem di Jawa Barat khususnya, ya. Mudah-mudahan beliau juga akan ikut berkontestasi di 2029," ujar Ketua DPW Nasdem Jabar M Rahmat di Akademi Bela Negara Nasdem, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Rahmat mengatakan, ketiga rorang itu pindah partai karena ada hal-hal yang belum terlaksana di Demokrat.

Ia juga menyebutkan, Nasdem akan menjadi partai politik terakhir bagi Wawan dan kawan-kawan.

"Nah, sekarang beliau semuanya bergabung di Partai Nasdem, akan mengikuti lagi kontestasi di 2029," ucap Rahmat.

Dalam kesempatan yang sama, Wawan Setiawan mengaku pindah ke Nasdem karena membaca peluang bahwa Nasdem akan naik kelas.

"Insya Allah kami diberikan gelanggang pertarungan oleh Partai Nasdem, insya Allah akan kami manfaatkan sebaik-baiknya sehingga kami bertiga ini menjadi anggota legislatif dari Partai Nasdem," kata Wawan.

"Dan ini kami nyatakan ini partai terakhir kami, karena usia kami juga menjelang 60-an. Kalau Pak Achdar sih sudah 60," ujar dia.

Kemudian, Achdar Sudrajat menceritakan bahwa dirinya sebenarnya sudah pernah pindah partai sebelumnya.

Pada masa lalu, Achdar pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi dari Golkar dan kini ingin jadi anggota DPR dari Nasdem.

"Kemudian juga 2 periode di Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat. Insya Allah melanjutkan periode terakhir saya DPR RI dari Partai Nasdem. Dan saya all out akan berjuang habis, dan saya akan menambah suara untuk Partai Nasdem," kata Achdar.

Sementara itu, Toto Purwanto mengaku sudah lama tergiur masuk Nasdem karena ideologi politik tanpa mahar.

"Akibat ideologi politik tanpa mahar yang diterapkan di Partai Nasdem. Dan itu tentunya bagi kami para politisi, bagi kami para mantan anggota DPRD Provinsi, saya, Pak Wawan 2 periode, Pak Achdar 2 periode, saya sendiri 3 periode, tentu dengan ideologi tanpa mahar itu akan membesarkan Partai Nasdem di tahun 2029," kata Toto.

Toto menyampaikan, kader partai bisa menjadi lebih tidak terbebani jika ada mahar politik.

Meski begitu, Toto tidak ingin secara terang-terangan menyampaikan apakah mereka dimintai mahar selama berada di Demokrat.

"Silakan diterjemahkan sendiri. Karena saya kader Partai Demokrat tahun 2024, perjalanan itu menyisakan sesuatu pertanyaan. Ternyata partai politik yang mengideologikan dengan ideologi tanpa mahar itu akan semakin membesar, membesar, dan membesar. Karena tidak terbebani, para politisinya tidak terbebani oleh mahar politik," ujar dia.

Terpopuler Lainnya

Waktu Iran Makin Menipis, Blokade AS Mulai Mencekik Ekonomi Teheran

Waktu Iran Makin Menipis, Blokade AS Mulai Mencekik Ekonomi Teheran

24 jam lalu

Blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) disebut berhasil menghentikan total pengiriman minyak Iran dari Teluk Persia sejak Juli 2026. 

Swipe untuk menutup

Waktu Iran Makin Menipis, Blokade AS Mulai Mencekik Ekonomi Teheran

05/09/2026, 17:00 WIB
Waktu Iran Makin Menipis, Blokade AS Mulai Mencekik Ekonomi Teheran

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) disebut berhasil menghentikan total pengiriman minyak Iran dari Teluk Persia sejak Juli 2026. 

Sementara, kendati menghadapi ancaman gempuran drone dan rudal Iran, Washington mampu memfasilitasi lalu lintas kapal tanker milik negara-negara Teluk untuk mengalirkan sebagian besar minyak mentah mereka, sehingga mencegah lonjakan harga minyak global melewati ambang batas kritis.

Analisis dari lembaga intelijen maritim mempertegas bahwa efektivitas blokade AS jauh lebih solid dibandingkan upaya penutupan rute pelayaran oleh pihak Iran. 

Namun, serangan blokade AS belum mampu mengubah kalkulasi politik Teheran maupun memicu pemberontakan domestik.

"Blokade Iran lebih mudah ditembus daripada blokade AS. Pihak Iran tidak mampu menutup semuanya," kata Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, bersama Vali Nasr, profesor studi Timur Tengah dari Universitas Johns Hopkins, dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (4/9/2026).

"Asumsi kedua belah pihak belum terwujud dan keduanya juga tidak memiliki jalan keluar," sambungnya. 

Pengaruh Teheran mulai berkurang

Data TankerTrackers.com mencatat, rata-rata 5 juta barrel minyak mentah per hari dari negara-negara Teluk non-Iran tetap berhasil keluar melalui Selat Hormuz, ditambah 2,5 juta barel melalui pelabuhan Teluk Oman seperti Fujairah. 

Angka ini merepresentasikan lebih dari 40 persen dari total volume aliran minyak regional sebelum perang pecah. 

Keberhasilan AS mengamankan rute ini, dipadu dengan kebijakan China yang memanfaatkan cadangan nasionalnya, menjaga harga minyak dunia berada di bawah kisaran 100 dollar AS per barrel.

Kendati demikian, ketegangan ini tetap melumpuhkan komoditas lain seperti gas alam cair (LNG) dan pupuk yang mencekik perekonomian Qatar, Kuwait, Irak, dan Bahrain. 

Bagi Teheran, titik kritis ketahanan ekonomi yang diperkirakan bertahan selama lima bulan tanpa ekspor minyak kini berada di ambang batas akhir, memunculkan tekanan internal yang masif bagi rezim.

"Salah satu pilihan bagi mereka adalah menyerah. Pilihan lainnya adalah meningkatkan eskalasi dengan cara yang jauh lebih besar, untuk mencoba berjuang keluar dari situasi sulit ini," jelas Nasr.

"Perhitungan mereka adalah bahwa bahkan jika mereka harus kembali ke meja perundingan, mereka akan membuat lebih sedikit konsesi jika memberikan tekanan militer yang lebih besar," tambahnya.

Faktor kalender politik AS

Perspektif Teheran turut dipengaruhi oleh kalender politik AS menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu pada November mendatang. 

Para pemimpin Iran menyadari ketidakpopuleran perang akibat lonjakan harga bahan bakar di AS, sehingga enggan memberikan kompromi diplomasi yang dapat menguntungkan posisi politik Trump.

Di dalam negeri Iran sendiri, terjadi ketegangan antara jajaran pimpinan sipil seperti Presiden Masoud Pezeshkian yang mendorong pembukaan kembali negosiasi akibat depresiasi mata uang rial dan kelangkaan bensin, dengan faksi militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Di bawah kendali tokoh-tokoh keras seperti Mohsen Rezaei dan Ahmad Vahidi, serta bayang-bayang Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, IRGC cenderung memanfaatkan kondisi kemunduran ekonomi untuk memperketat kontrol sosial dan mencegah mobilisasi protes masyarakat.

"Ekonomi Iran sedang melemah. Tetapi ekonomi yang melemah masih bisa menjadi bagian dari strategi yang disengaja oleh beberapa tokoh dalam kepemimpinan Iran untuk mempertahankan kekuasaan dalam konflik ini," tutur Esfandyar Batmanghelidj, Chief Executive Bourse & Bazaar Foundation.

"Mereka mempertahankan kapasitas represif yang luar biasa," tambahnya.

Internasional Lainnya

Kelakuan Pria Mengamuk Acungkan Celurit di Sudirman Jaksel, Bermula Kepergok Mau Mencuri

Kelakuan Pria Mengamuk Acungkan Celurit di Sudirman Jaksel, Bermula Kepergok Mau Mencuri

10 jam lalu

Aksi pria pengacung celurit di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta viral. Sempat dikira begal, ternyata ia adalah pencuri yang terpergok saat beraksi. Polisi kini mendalami kasusnya.

Swipe untuk menutup

Kelakuan Pria Mengamuk Acungkan Celurit di Sudirman Jaksel, Bermula Kepergok Mau Mencuri

06/09/2026, 06:25 WIB
Kelakuan Pria Mengamuk Acungkan Celurit di Sudirman Jaksel, Bermula Kepergok Mau Mencuri

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial SP mengamuk sambil mmengacungkan celurit ke arah warga di sekitar Gedung Sampoerna Strategic Square, Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026) malam, viral di media sosial.

Tindakan pria yang diketahui berinisial SP itu tersebar di media sosial saat tengah membawa celurit dan mengarahkannya ke warga sekitar.

Setelah ditindaklanjuti pihak kepolisian, SP disebut hendak melakukan pencurian sebelum akhirnya tepergok dan mengacungkan sajamnya.

Sempat Dikira Begal

Aksi SP yang mengamuk sambil mengacungkan celurit ke arah warga sempat dikira merupakan aksi begal.

Pasalnya, Jalil, seorang pedagang di sekitar lokasi mengatakan, SP mengamuk dan menantang sejumlah warga yang berada di lokasi.

“Sekitar jam 8 lebih, kurang tahu persisnya gimana, tiba-tiba datang aja ngamuk bawa celurit terus nantangin warga yang ramai berkerumunan,” ujar Jalil saat ditemui Kompas.com di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

SP juga disebut beberapa kali mengangkat dan mengacungkan celurit yang dibawanya.

“Celuritnya diangkat, diacung-acungin. Warga sih ngiranya begal,” kata Jalil.

Ternyata Pencuri yang Dipergok saat Beraksi

Setelah ditindaklanjuti, SP saat itu diduga hendak melakukan pencurian barang milik seorang warga.

Namun, aksinya berhasil dipergoki hingga akhirnya ia ditangkap di sekitar Gedung Sampoerna Strategic, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, kejadian itu berawal saat terdapat seorang warga berinisial HV tengah beristirahat di tepi jalan.

Ketika itu, HV terbangun saat merasakan seseorang sedang membuka tas ransel miliknya.

“Saat mengetahui ada seseorang yang diduga berusaha membuka tas tersebut, korban kemudian menegurnya,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/9/2026).

Seseorang yang berusaha membuka ransel HV tersebut adalah SP.

Tidak terima ditegur, SP kemudian mengeluarkan celurit dan mengarahkannya ke HV yang merupakan korban.

Namun, korban berhasil meminta pertolongan sehingga membuat warga dan sejumlah pengemudi ojek online di sekitar lokasi berdatangan.

SP akhirnya ditangkap oleh warga dan petugas keamanan sebelum akhirnya diserahkan ke aparat kepolisian.

Polisi Dalami Lebih Lanjut

Personel Subdit Gatur Ditlantas Polda Metro Jaya yang sedang bertugas di Pos Lalu Lintas depan Universitas Atma Jaya, Semanggi kemudian membawa SP beserta sebilah celurit yang dibawanya.

“Pria berinisial SP bersama korban dibawa ke piket Subdit Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut,” tutur Budi.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut dengan meminta keterangan korban, pelaku, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa itu.

Barang bukti berupa sebilah celurit juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Viral Lainnya

Bukan Puting Beliung, Penjelasan BMKG soal Angin Berputar di Tangerang: Dust Devil

Bukan Puting Beliung, Penjelasan BMKG soal Angin Berputar di Tangerang: Dust Devil

22 jam lalu

Warga Legok heboh dengan angin berputar pembawa debu yang viral di medsos. BMKG mengklarifikasi itu dust devil, fenomena lokal tak bahaya.

Swipe untuk menutup

Bukan Puting Beliung, Penjelasan BMKG soal Angin Berputar di Tangerang: Dust Devil

05/09/2026, 19:01 WIB
Bukan Puting Beliung, Penjelasan BMKG soal Angin Berputar di Tangerang: Dust Devil
Penulis: Acep Nazmudin
|
Editor: Eris Eka Jaya

TANGERANG, KOMPAS.com - Fenomena angin berputar yang membawa debu muncul di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Fenomena tersebut sempat direkam oleh warga dan menarik perhatian sejumlah pengendara yang melintas di lokasi.

Potongan video tersebut kemudian viral di media sosial dengan narasi muncul angin puting beliung di Tangerang.

Salah satu warga yang merekam fenomena angin tersebut adalah Calvin.

Dia mengatakan saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang melalui Jalan Baru BSD yang menghubungkan wilayah Legok dan Curug.

"Saya melihat ada angin puting beliung itu. Saya enggak lihat terbentuknya, dari yang saya lihat sampai benar-benar hilang sekitar tiga menitan," kata Calvin kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu.

Menurut Calvin, pusaran angin tersebut muncul di tanah lapang yang sedang diratakan untuk proyek pembangunan.

Dia menyebut angin tidak terlalu kencang.

Pusaran tersebut terlihat karena mengangkat debu dan tanah ringan yang berada di sekitar lokasi.

"Enggak begitu kencang anginnya, sepertinya hanya mengangkat debu-debu dan tanah yang ringan di sekitarnya," ujarnya.

Fenomena itu juga sempat membuat beberapa pengendara berhenti untuk mengabadikannya menggunakan kamera ponsel.

"Jarang-jarang lihat di BSD angin puting beliung," kata Calvin.

Penjelasan BMKG: Dust Devil

Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan fenomena tersebut secara meteorologis dapat berkaitan dengan pusaran angin lokal atau dust devil.

Fenomena itu terutama dapat terjadi ketika kondisi cuaca relatif cerah dan pemanasan permukaan cukup kuat.

"Dust devil terbentuk ketika permukaan tanah yang panas memanaskan udara di dekat permukaan. Udara panas tersebut menjadi lebih ringan dan bergerak naik dengan cepat," kata Hartanto saat dikonfirmasi.

Menurut dia, udara di sekitar kemudian mengalir masuk untuk menggantikan udara yang naik sehingga dapat membentuk pusaran.

Jika pusaran cukup kuat, debu atau material ringan di permukaan akan ikut terangkat sehingga bentuk pusaran terlihat jelas.

Hartanto menjelaskan, dust devil umumnya bersifat lokal dan berlangsung relatif singkat, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit.

Mekanismenya juga berbeda dengan puting beliung yang biasanya berkaitan dengan awan konvektif atau awan Cumulonimbus.

Hartanto juga mengatakan bahwa dust devil tidak berbahaya.

"Dust devil yang terjadi di wilayah Indonesia tidak membahayakan," kata dia.

Viral Lainnya

Bandara Soetta Masih Ditutup hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

Bandara Soetta Masih Ditutup hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

17 jam lalu

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Swipe untuk menutup

Bandara Soetta Masih Ditutup hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

06/09/2026, 00:00 WIB
Bandara Soetta Masih Ditutup hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia melalui Unit Pelayanan Informasi Aeronautika, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga waktu yang diperkirakan pukul 17.30 WIB.

Pembaruan tersebut tercantum dalam NOTAM A3348/26, yang sekaligus menggantikan NOTAM sebelumnya, yakni A3346/26.

Dalam dokumen tersebut, lokasi yang tercantum adalah WIII - JAKARTA / Soekarno-Hatta, dengan keterangan informasi "Aerodrome - Closed” atau bandar udara ditutup.

Adapun alasan penutupan dinyatakan secara langsung dalam teks NOTAM, yakni “AD CLSD DUE TO KRAKATAU VOLCANIC ASH”, yang berarti bandaraditutup karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan waktu yang tercantum dalam NOTAM, penutupan berlaku mulai 6 September 2026 pukul 06.23 UTC. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia bagian barat (WIB), waktu tersebut menjadi 13.23 WIB.

Sementara itu, waktu berakhirnya penutupan pada 6 September 2026 pukul 10.30 UTC (EST) atau sekitar 17.30 WIB.

AirNav Indonesia juga menyatakan, informasi dalam NOTAM bersifat dinamis. Untuk memastikan validitas informasi, pengguna diarahkan mengakses sistem informasi aeronautika AirNav Indonesia.

Bahaya abu vulkanik bagi penerbangan

Abu vulkanik menjadi salah satu bahaya serius bagi penerbangan karena partikelnya terdiri atas material batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang keras serta abrasif.

Menurut Lembaga Survei Geologi AS (USGS), abu vulkanik yang masuk ke atmosfer dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer dari sumber erupsi. Konsentrasi abu yang tinggi dapat mengurangi jarak pandang, merusak sistem kendali dan instrumen pesawat, hingga menyebabkan mesin jet kehilangan daya.

Risiko terbesar muncul ketika abu terhisap ke dalam mesin jet. USGS menjelaskan, material silikat dalam abu vulkanik memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan temperatur operasi mesin jet modern.

Partikel abu yang masuk ke mesin dapat meleleh dan kemudian menempel kembali pada bagian mesin yang lebih dingin. Kondisi tersebut dapat mengganggu kinerja mesin, memicu compressor stall, bahkan menyebabkan hilangnya daya dorong.

Lembaga Penerbangan Federal AS (FAA) juga menegaskan, menghindari pertemuan dengan awan abu vulkanik merupakan langkah utama dalam operasi penerbangan. Persoalannya, awan abu tidak selalu dapat terlihat, terutama pada malam hari atau kondisi instrumen, dan awan tersebut juga tidak terdeteksi oleh radar pesawat maupun radar pengatur lalu lintas udara seperti awan cuaca biasa.

Karena itu, informasi dari pengendali lalu lintas udara, laporan pilot, serta sistem pemantauan aktivitas vulkanik menjadi penting dalam menentukan rute penerbangan.

Bahaya juga dapat muncul ketika abu telah mengendap di bandara. FAA menyebut lapisan tipis abu kering di landasan dapat mengurangi efektivitas pengereman, sementara abu basah juga dapat menurunkan efektivitas pengereman.

Abu yang masih beterbangan di sekitar landasan juga berpotensi terhisap mesin saat pesawat melakukan lepas landas atau mendarat.

Karena itu, penanganan abu vulkanik dalam penerbangan tidak hanya menyangkut keputusan pilot atau maskapai, tetapi melibatkan sistem mitigasi yang terkoordinasi.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memiliki International Airways Volcano Watch (IAVW), yang melibatkan observatorium gunung api, Volcanic Ash Advisory Centres (VAAC), otoritas meteorologi, pusat pengendali lalu lintas udara, serta kantor NOTAM.

Sistem tersebut digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai erupsi dan pergerakan awan abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan.

ICAO juga menempatkan abu vulkanik sebagai bagian dari safety risk assessment dalam operasi penerbangan. Dalam dokumen Flight Safety and Volcanic Ash, ICAO menyebut abu yang mengendap di bandara, bahkan dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan bandara ditutup sampai abu tersebut dibersihkan.

Penutupan tersebut kemudian dapat menimbulkan dampak lanjutan terhadap sistem lalu lintas udara, termasuk pengalihan penerbangan dan perubahan arus lalu lintas.

Sementara itu, Asosiasi Transportas Udara Internasional (IATA) mencatat bahwa sifat abrasif abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan atau kegagalan mesin. Pertemuan pesawat dengan abu juga dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya daya dorong serta gangguan pada sistem elektrikal, pneumatik, dan hidraulik pesawat.

Dengan demikian, penutupan bandara akibat abu vulkanik merupakan bagian dari langkah mitigasi keselamatan penerbangan, bukan semata-mata gangguan operasional.

USGS menyatakan, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan transportasi dan ekonomi yang luas ketika bandara ditutup atau penerbangan harus dibatalkan maupun dialihkan untuk menghindari awan abu.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui