Koperasi Jadi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

Koperasi Jadi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

8 jam lalu

Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat ekonomi rakyat.

Swipe untuk menutup

Koperasi Jadi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

01/06/2026, 15:51 WIB
Koperasi Jadi Kekuatan Baru Transformasi Ekonomi Pancasila

KOMPAS.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan pegangan kokoh bangsa Indonesia dalam menyatukan keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, mewujudkan keadilan sosial, serta menjaga persatuan dan perdamaian nasional.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan transformasi besar dalam sistem ekonomi nasional.

Prabowo menekankan pentingnya membumikan Ekonomi Pancasila dan menghidupkan kembali peran koperasi sebagai salah satu pilar utama pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu jujur melihat realitas bahwa pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, para menteri Kabinet Merah Putih, serta Ketua DPD Sultan B Najamudin turut hadir.

Prabowo menegaskan bahwa cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 harus diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus menjalankan transformasi pembangunan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui koperasi dan ekonomi desa.

"Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan," tegas Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan koperasi dan ekonomi desa serta penerapan kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Menutup amanatnya, Prabowo mengingatkan kembali pesan Proklamator RI Soekarno agar bangsa Indonesia berani berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

Ia optimistis Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, disegani, dan mampu berkontribusi bagi perdamaian dunia apabila nilai-nilai Pancasila dijalankan secara konsisten, terutama dalam bidang ekonomi.

"Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat," ujar Prabowo.

Menanggapi arahan tersebut, Menkop Ferry Juliantono menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mewujudkan cita-cita Ekonomi Pancasila.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mengakselerasi penguatan sektor ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui optimalisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan mandat ideologis sekaligus operasional bagi kami. Kementerian Koperasi siap menerjemahkan arahan tersebut di lapangan," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, Kemenkop akan memperkuat fondasi ekonomi dari akar rumput melalui program KDKMP.

Program tersebut diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai benteng utama ketahanan ekonomi masyarakat.

Brandzview Lainnya

Putri Emil Dardak Raih Nilai 80 TKA Matematika, Jauh di Atas Rata-rata Nasional

Putri Emil Dardak Raih Nilai 80 TKA Matematika, Jauh di Atas Rata-rata Nasional

10 jam lalu

Putri sulung Wagub Jatim Emil Dardak, Lakeisha Ariestia Dardak, meraih nilai memuaskan untuk TKA Matematika jenjang SD, yakni nilai 80

Swipe untuk menutup

Putri Emil Dardak Raih Nilai 80 TKA Matematika, Jauh di Atas Rata-rata Nasional

01/06/2026, 14:17 WIB
Putri Emil Dardak Raih Nilai 80 TKA Matematika, Jauh di Atas Rata-rata Nasional
Penulis: Izzatun Najibah
|
Editor: Andi Hartik

SURABAYA, KOMPAS.com - Putri sulung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Lakeisha Ariestia Dardak meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SD yang cukup memuaskan, yakni 80.

Berdasarkan data rerata TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diungkap Selasa (26/5/2026), diketahui nilai mapel Bahasa Indonesia 60,14 untuk jenjang SD sederajat, dan 60,83 untuk jenjang SMP sederajat.

Sementara nilai Matematika tingkat SD sederajat sebesar 43,41 dan Matematika SMP sederajat nilai reratanya 40,35.

Dengan demikian, nilai TKA Matematika yang diperoleh oleh Lakeisha jauh di atas nilai rata-rata nasional.

Menanggapi hal itu, istri Emil Dardak, Arumi Bachsin menunjukkan ekspresi bangganya terhadap pencapaian Lakeisha.

“Karena papanya pintar banget ya. Tadinya saya pikir nilai 80 itu biasa saja. Tapi sebagai orangtua tentu kami bersyukur,” kata Arumi kepada Kompas.com di Surabaya, Senin (1/6/2026).

Arumi pun berharap agar putri sulungnya yang baru saja lulus dari tingkat SD Singapore National Academy tersebut dapat mempertahankan prestasi di bidang akademik.

“Mohon doanya saja supaya bisa bersekolah dengan baik, bertahan dan grafiknya terus meningkat sampai nanti SMP dan SMA,” ucap Arumi.

Baru lulus SD

Dalam postingan terbaru Arumi yang diunggah di sosial media Instagramnya pada Sabtu (30/5/2026), ia dan Emil nampak mendampingi wisuda kelulusan SD Lakeisha.

Arumi tampak mengenakan setelan kebaya modern warna ungu muda bersanding dengan Emil yang mengenakan kemeja batik. Sementara Lakeisha tampil menggunakan toga dengan rambut terurai manis.

“Kepada Lakeisha tercinta kami, selamat atas kelulusan sekolah dasarmu. Melihatmu tumbuh, belajar, dan bersinar adalah kebahagiaan terbesar kami. Kami sangat mencintaimu,” tulis Arumi.

Apresiasi Gubernur Jatim

Nilai TKA Matematika putri Emil Dardak mulanya diungkap oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan Kepala BKKBN di Gedung Grahadi Surabaya pada Jumat (29/5/2026) lalu. Khofifah menyampaikan bahwa hasil nilai TKA siswa SD-SMP sebesar 43 untuk Matematika.

“Pak Wagub tadi menyampaikan, jadi rupanya rata-rata menurut hasil TKA kemarin itu 43. Meskipun putri beliau 80. Kita bicara rata-rata nasional TKA untuk Matematika. Itu masih harus didorong,” kata Khofifah.

Terpopuler Lainnya

Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis

Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis

11 jam lalu

"Ada beberapa kegiatan distribusi di mana orang-orang mengantre sepanjang 2 hingga 3 mil (4 km) pada malam sebelum distribusi dimulai."

Swipe untuk menutup

Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis

01/06/2026, 13:15 WIB
Alarm Kelaparan di AS, Warga Rela Antre Semalaman demi Makan Gratis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jumlah orang yang kelaparan di Amerika Serikat (AS) kini lebih banyak daripada selama puncak pandemi Covid-19 enam tahun lalu.

Kesimpulan tersebut tertuang dalam hasil survei berkala yang dirilis oleh Bank Sentral AS regional New York (Federal Reserve Bank of New York) pada Rabu (27/5/2026). 

Data tersebut mendeteksi adanya lonjakan dramatis pada grafik tingkat kerawanan pangan nasional, jika disandingkan dengan situasi pada musim panas 2020.

Dalam metodologinya, New York Fed secara rutin menanyai responden mengenai tiga indikator utama, apakah mereka terpaksa melewatkan waktu makan karena tidak punya uang, bergantung pada dapur umum/sumbangan sosial, atau terpaksa mengajukan bantuan dana federal untuk membeli bahan makanan pokok. 

Jawaban dari survei per Februari 2026 tersebut mengonfirmasi bahwa kelaparan kini menjadi krisis yang meluas di AS.

Mengantre semalaman dalam mobil

Kondisi memprihatinkan ini diamini oleh Amy Breitmann yang mengelola Golden Harvest Food Bank di Augusta, Georgia. 

Ia menyaksikan sendiri bagaimana gelombang keluarga dan anak-anak yang membutuhkan uluran makanan gratis terus meningkat.

"Ada beberapa kegiatan distribusi ketika orang-orang mengantre sepanjang 2 hingga 3 mil (4 km) pada malam sebelum distribusi dimulai," kata Breitmann, dikutip dari NPR, Rabu. 

"Mereka tidur di dalam mobil mereka," sambungnya.

Survei Federal Reserve New York dari Februari menemukan, secara nasional 10 persen keluarga melewatkan makan karena kekurangan makanan, dan hampir 16 persen bergantung pada sumbangan makanan.

Di antara keluarga yang berpenghasilan kurang dari 50.000 dollar AS (sekitar Rp 890 juta) per tahun, tingkat kerawanan pangan sekitar dua kali lebih tinggi, dengan hampir 20 persen terpaksa melewatkan makan atau tidak makan sama sekali.

Negara-negara bagian lain juga menghadapi peningkatan kerawanan pangan.

Bank Makanan Komunitas Alabama Tengah, yang melayani 12 wilayah di negara bagian tersebut, akan pindah ke gedung yang lebih besar untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan.

"Ketika harga bensin sedikit lebih mahal atau harga makanan sedikit lebih mahal, atau mereka harus memperbaiki mobil atau membayar tagihan medis, itu mengurangi uang yang seharusnya mereka gunakan untuk membeli makanan," ujar Nicole Williams, CEO bank makanan tersebut.

"K-Shaped Economy"

Hasil tersebut menyoroti apa yang oleh para pengamat disebut sebagai "ekonomi berbentuk K," dengan kesenjangan yang semakin besar antara yang kaya dan yang miskin.

"Meskipun banyak rumah tangga dalam kondisi baik dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan telah berkembang dengan kecepatan yang solid, sebagian besar penduduk menghadapi tingkat ketidakamanan ekonomi dan tekanan keuangan yang tinggi," tulis para ekonom di New York Fed dalam unggahan blog.

"Sentimen konsumen secara keseluruhan telah turun ke tingkat yang rendah," tambah mereka.

Sebagai perbandingan, hanya 4 persen rumah tangga yang melaporkan melewatkan waktu makan pada 2020, termasuk kurang dari 7 persen keluarga yang berpenghasilan kurang dari 50.000 dollar AS per tahun.

Kerawanan pangan selama pandemi sebagian diimbangi oleh pembayaran bantuan pemerintah dan tunjangan pengangguran tambahan, tetapi hal itu telah lama berakhir. 

Dipicu inflasi

Harga pangan juga telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Survei terbaru dari Federal Reserve New York dilakukan sebelum perang AS dengan Iran, yang menyebabkan lonjakan harga bensin dan menambah tekanan ekonomi.

"Jika Anda menambahkan 100 dollar AS (Rp 1,78 juta) lagi ke anggaran bulanan Anda hanya untuk mengisi bensin mobil agar bisa bekerja atau mengantar anak-anak ke sekolah dan keperluan lain yang membutuhkan mobil, dari mana uang itu berasal?" tanya Breitmann. 

"Biasanya, mereka harus mengambilnya dari anggaran belanja bahan makanan," tambahnya.

Survei Federal Reserve New York juga menemukan peningkatan jumlah orang yang bergantung pada manfaat Program Bantuan Gizi Tambahan (SNAP) saat ini, meskipun persyaratan kelayakan untuk program tersebut telah diperketat. 

Hampir 18 persen keluarga yang disurvei tahun ini menerima manfaat SNAP, naik dari 10,6 persen pada 2020. 

Di antara keluarga berpenghasilan rendah, lebih dari 38 persen menerima manfaat SNAP, dibandingkan dengan sekitar 22 persen enam tahun lalu.

Adapun Departemen Pertanian yang mengawasi program bantuan pangan menghentikan penelitiannya sendiri tentang kerawanan pangan tahun lalu.

Mereka menilai, studi-studi tersebut tidak lebih dari sekadar menebar ketakutan.

Internasional Lainnya

6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat

6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat

1 jam lalu

Enam SPPG MBG di Lumajang ditutup sementara oleh BGN. Salah satunya pernah viral karena menu MBG untuk siswa diduga terdapat ulat.

Swipe untuk menutup

6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat

01/06/2026, 22:37 WIB
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Editor: Tri Indriawati

LUMAJANG, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Satu dari enam SPPG yang dihentikan sementara itu adalah SPPG Pasirian Madurejo milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah.

SPPG tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial setelah menu MBG yang disajikan kepada siswa SDN 02 Madurejo diduga terdapat ulat.

Kepala Satuan Pelaksana SPPG Lumajang Della Ayu Faradhika membenarkan bahwa SPPG Pasirian Madurejo termasuk dalam daftar dapur MBG yang disuspend.

"Iya benar, SPPG Lumajang Pasiran Madurejo salah satunya," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (1/6/2026).

SPPG sempat viral karena menu diduga berulat

Sebelumnya, SPPG Pasirian Madurejo menjadi sorotan setelah menu MBG yang disajikan kepada siswa SDN 02 Madurejo pada Kamis (7/5/2026) diduga terdapat ulat.

Saat itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati sempat memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Indah mengatakan, ulat ditemukan pada satu ompreng makanan ketika siswa makan di luar ruangan, tepatnya di bawah pohon.

"Iya itu terdapat dalam satu ompreng, kebetulan anaknya makan di luar di bawah pohon," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah saat diwawancarai di Pendapa Arya Wiraraja Lumajang, Sabtu (9/5/2026).

Indah kemudian meminta pihak sekolah memastikan siswa mengonsumsi MBG secara tertib dan di dalam kelas.

"Makanya saya minta pihak sekolah, kalau makan itu dalam kondisi bersama-sama, tertib, dan di dalam kelas. Jangan di luar, kemana-mana," ucapnya.

Hingga Senin, Indah belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait penutupan sementara enam SPPG di Lumajang, termasuk SPPG yang pernah viral karena menu MBG diduga berulat.

Enam SPPG dihentikan sementara

Selain SPPG Pasirian Madurejo, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG lain milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah di Kecamatan Padang dan Tempursari.

SPPG lain yang disuspend adalah milik Yayasan Berlian Berkah Jaya di Kecamatan Tempeh, SPPG Yayasan Arrohmah di Kecamatan Pasirian, dan SPPG Yayasan Sahabat Insan Quran di Kecamatan Sukodono.

Penghentian sementara tersebut membuat sejumlah dapur MBG di Lumajang harus berhenti beroperasi sampai memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Namun, belum ada penjelasan rinci dari BGN terkait setiap temuan pada masing-masing SPPG yang masuk daftar penghentian sementara.

Diduga terkait pengelolaan limbah

Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Lumajang Agus Triyono menduga penutupan sementara tersebut berkaitan dengan pengelolaan limbah.

"Dugaan saya kemungkinan karena pengelolaan limbah yang belum sesuai kemampuan," kata Agus Triyono.

Menurut Agus, sejumlah mitra pengelola SPPG kerap mengabaikan rekomendasi teknis dari beberapa instansi terkait.

Rekomendasi itu berasal dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lumajang.

Agus mengatakan, rekomendasi tersebut menjadi bagian dari persyaratan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

"Ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi dari Tim Dinkes, DLH, DPKP, terkait persyaratan SLHS," kata Agus.

Penghentian sementara enam SPPG itu menjadi sorotan karena berkaitan dengan layanan makan bergizi gratis bagi penerima manfaat di Lumajang.

Pemerintah daerah dan pengelola SPPG diharapkan memastikan standar higiene, sanitasi, dan pengelolaan limbah terpenuhi sebelum operasional dapur MBG kembali berjalan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "SPPG di Lumajang Ditutup Sementara BGN setelah sempat Viral di Menu MBG Diduga Ada Ulatnya".

Viral Lainnya

Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah

Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah

6 jam lalu

Anak dari WNI berusia 10 dan 13 tahun di Malaysia ini tiap hari bantu ibunya berjualan kue demi bertahan hidup, meski di hatinya masih ingin sekolah.

Swipe untuk menutup

Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah

01/06/2026, 18:00 WIB
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah

KAJANG, KOMPAS.com - Di usia 10 tahun, saat anak-anak seusianya masih duduk di bangku sekolah, Muhammad Faizal Nor Azman justru menghabiskan hari-harinya membantu ibunya berjualan kue di kawasan pusat komersial Bandar Seri Putra, Kajang, Malaysia.

Kisah bocah ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial "Negeri Jiran" dan memunculkan simpati luas karena ia masih sangat kecil namun tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Muhammad Faizal diketahui merupakan salah satu dari enam anak dari Derce Jush (37), Derce Jush (37), ibu tunggal asal Flores, Indonesia, yang menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan di Kajang. 

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, Derce harus berjuang seorang diri setelah suaminya, Nur Azman Baharudin, meninggal dunia sekitar setahun lalu.

Derce tidak hanya menghadapi kesulitan ekonomi, melainkan juga persoalan serius pada pendidikan dan administrasi anak-anaknya. Keenam anaknya, termasuk Faizal, tidak bersekolah.

Tidak bisa baca tulis

Saat ditemui Harian Metro Malaysia, Muhammad Faizal bersama kakaknya, Muhammad Hakim (13), bercerita mulai berjualan setiap hari sekitar pukul 09.00 pagi setelah sang ibu selesai menyiapkan kue.

“Biasanya keluar jam 9 pagi, pulang sekitar jam 11 siang. Kalau kue tidak habis, ibu akan menyedekahkannya ke surau,” kata Faizal, sebagaimana diberitakan Harian Metro pada Senin (1/6/2026).

Ia juga bercerita bahwa terkadang ada pelanggan yang baik hati mentraktir mereka makan di restoran sekitar.

“Kadang-kadang ada pelanggan yang belikan kami makan di restoran dekat sini,” ujarnya.

Untuk menjual kue, Faizal dan kakaknya biasanya berjalan kaki di sekitar kawasan tersebut. Sesekali, mereka juga menggunakan layanan transportasi daring yang dibantu oleh sang ibu.

Soal hasil jualan, Faizal mengaku tidak selalu sama setiap hari. Kadang habis terjual, kadang tidak.

Meski masih anak-anak, ia mengaku kadang merasa takut saat harus berjualan di luar rumah.

“Berani sikit saja,” katanya singkat.

Faizal juga mengakui bahwa ia belum pernah bersekolah, belum bisa membaca maupun menulis. Namun ketika ditanya apakah ia ingin sekolah, ia menjawab dengan tegas.

“Saya ingin sekolah,” ucapnya.

Saat ditanya cita-citanya, Faizal menjawab ingin menjadi polisi karena menurutnya pekerjaan itu terlihat hebat.

“Jadi polis sebab hebat,” katanya.

Viral Lainnya

BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi

BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi

24 jam lalu

Kepala BGN Dadan Hindayana menjajaki kemungkinan pemberian MBG di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi. Simak selengkapnya!

Swipe untuk menutup

BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi

01/06/2026, 00:00 WIB
BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi
Penulis: Pythag Kurniati
|
Editor: Danu Damarjati

JEDDAH, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjajaki kemungkinan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.

"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri)," kata dia saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam.

Dadan menyambangi Sekolah Indonesia Jeddah yang mendidik anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.

Awal mula ide

Dadan mengaku penjajakan ini bermula dari permintaan anak-anak di Sekolah Indonesia-Jeddah merasakan program MBG seperti di Indonesia. Menurut Dadan, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) mereka memiliki hak yang sama.

"Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia," ujar Dadan.

Dadan kemudian melakukan tinjauan ke Sekolah Indonesia Jeddah di Jeddah. Ada sekitar 1.080 anak-anak pekerja migran yang dididik di sekolah tersebut.

Selain sekolah tersebut, ada pula sekolah Indonesia di Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang.

"Dan meski tadi libur, mereka (anak-anak di Sekolah Indonesia Jeddah) antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya," imbuh dia.

Laporkan ke Prabowo

Hasil tinjauan awal tersebut akan dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto. Jika disetujui, maka sekolah di Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang merasakan program MBG.

"Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah Indonesia Jeddah," ujarnya.

Menurutnya, prosedur pembentukan program MBG di luar negeri tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Hanya saja diperlukan koordinasi antarinstansi dan kementerian, yakni Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG," katanya.

Jika terealisasi, menu MBG pun akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal. Menu dapat divariasikan antara makanan Arab Saudi dan masakan khas Indonesia.

"Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal," kata dia.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui