NEW DELHI, KOMPAS.com - Otoritas Pemerintah Negara Bagian Bihar, India merilis imbauan yang melarang warganya untuk membeli, menjual, atau mengonsumsi ikan asing yang bermunculan di aliran sungai setempat.
Fenomena munculnya spesies ikan berukuran tidak biasa ini terjadi setelah air banjir bandang akibat runtuhnya gletser di Nepal mengalir ke hilir melalui Sungai Trishuli, Gandak, dan Kosi.
Bencana ini turut membawa material reruntuhan, kontaminan limbah, hingga memicu kasus keracunan dan sakit pada sejumlah warga yang nekat memakan hasil tangkapan tersebut.
Departemen Peternakan, Perikanan, dan Sumber Daya Hewan Bihar menegaskan, bahaya utama bukan terletak pada spesies ikan, melainkan zat beracun, limbah, serta bangkai hewan yang diserap oleh ikan selama hanyut terbawa arus deras dari kolam dan waduk di Nepal.
"Tanpa identitas atau konfirmasi dari departemen terkait, jangan mengonsumsi ikan yang tidak dikenal atau aneh," bunyi imbauan itu, dikutip dari The Independent, Jumat (4/9/2026).
"Ikan-ikan ini berpindah dari habitat normalnya dan bersentuhan dengan limbah serta kontaminan di sepanjang jalan," sambungnya.
Temuan lele raksasa
Para nelayan di kawasan Champaran Barat, Champaran Timur, Gopalganj, Bagaha, hingga Saran melaporkan lonjakan hasil tangkapan ikan dengan bobot mencapai 27 hingga 45 kilogram, termasuk bentuk fisik tidak biasa yang menyerupai lumba-lumba.
Sebagian besar ikan asing tersebut dilaporkan langsung mati tidak lama setelah diangkat dari air.
Direktur Wildlife Trust of India, Sameer Kumar Sinha menjelaskan, sebagian besar spesies yang masuk ke Sungai Gandak kemungkinan merupakan Bagarius bagarius atau lele goonch (Gochita).
Ini merupakan spesies terancam punah dari sungai berarus deras Himalaya yang dapat membusuk dengan sangat cepat setelah mati.
"Beberapa jenis ikan aneh dan tidak biasa telah terlihat di arus deras sungai-sungai di Bihar setelah banjir bandang di Nepal," ujar Chhatu Sahani, seorang nelayan di dermaga Mangalpur, Gopalganj.
"Kami sangat jarang melihat ikan seperti ini dalam tangkapan normal kami. Kebanyakan dari mereka mati setelah ditangkap," tambahnya.
Ancaman kontaminasi air
Selain membawa ikan beracun, material banjir dari Nepal mengangkut endapan lumpur, potongan kayu, proyek pembangkit listrik yang hancur, hingga tabung gas dan limbah domestik.
Para ahli kesehatan memperingatkan, tercampurnya air banjir terkontaminasi dengan fasilitas air minum warg berpotensi memicu wabah penyakit penularan air seperti diare parah, kolera, tifus, serta hepatitis A dan E.
Situasi kesehatan di wilayah perbatasan Bihar kian mengkhawatirkan mengingat kadar arsenik dan zat besi di tanah setempat sebelumnya telah melebihi batas aman.
Di sisi lain, genangan air yang meluap diprediksi menjadi sarang pembiakan nyamuk pemicu demam berdarah dan malaria, serta mengancam ketahanan pangan akibat kerusakan luas pada lahan pertanian warga.