VinFast Kenalkan VF MPV 7 di IIMS Surabaya 2026, Harga Mulai Rp357 Juta

VinFast Kenalkan VF MPV 7 di IIMS Surabaya 2026, Harga Mulai Rp357 Juta

6 jam lalu

VF MPV 7 dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan mengusung desain modern, kabin lapang, dan pengalaman berkendara khas kendaraan listrik.

Swipe untuk menutup

VinFast Kenalkan VF MPV 7 di IIMS Surabaya 2026, Harga Mulai Rp357 Juta

12/06/2026, 20:45 WIB
VinFast Kenalkan VF MPV 7 di IIMS Surabaya 2026, Harga Mulai Rp357 Juta

KOMPAS.com – VinFast belum lama ini memperkenalkan seri multi-purpose vehicle (MPV) listrik terbaru, VF MPV 7, kepada publik dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi VinFast untuk memperluas kehadiran serta memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Menariknya, kendaraan tersebut diproduksi di pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat.

Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, mengatakan, “Kehadiran VF MPV 7 di IIMS Surabaya 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih hijau dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.”

Dengan kabin yang luas, teknologi modern, dan biaya operasional yang efisien, VF MPV 7 diharapkan dapat menjadi pilihan ideal bagi keluarga Indonesia dalam mendukung mobilitas sehari-hari.

Di ajang tersebut, VinFast juga mengumumkan harga on-the-road (OTR) VF MPV 7 di Surabaya, yakni mulai dari Rp 432 juta untuk versi dengan baterai dan mulai dari Rp 357 juta untuk versi berlangganan baterai.

Berbagai program pendukung turut ditawarkan bagi pelanggan VF MPV 7, termasuk fasilitas pengisian daya gratis di stasiun yang dioperasikan V-GREEN serta program pembiayaan fleksibel melalui kerja sama dengan sejumlah bank dan lembaga pembiayaan di Indonesia.

VF MPV 7 dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan mengusung desain modern, kabin lapang, dan pengalaman berkendara khas kendaraan listrik yang senyap dan nyaman.

Mobil tersebut memiliki dimensi 4.740 mm x 1.872 mm x 1.734 mm dengan wheelbase 2.840 mm. Kendaraan ini mampu mengakomodasi tujuh penumpang dengan nyaman.

Dari sisi performa, VF MPV 7 dibekali motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi puncak 280 Nm. Kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 60,2 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 450 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC.

Model tersebut juga dilengkapi berbagai teknologi pintar, seperti asisten virtual berbahasa Indonesia, aplikasi kendali kendaraan berbasis smartphone, serta beragam fitur keselamatan dan bantuan pengemudi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Ragam promo menarik

Selain VF MPV 7, lini kendaraan listrik VinFast lainnya yang saat ini dipasarkan di Indonesia, mulai dari VF 3, VF 6, VF 7, VF MPV 7, hingga Limo Green, unjuk gigi di IIMS Surabaya.

Dalam ajang tersebut, pengunjung dapat melakukan konsultasi terkait solusi mobilitas hijau, melakukan test drive kendaraan listrik terbaru, serta menikmati berbagai program promosi selama pameran berlangsung.

Ada pula penawaran early bird cash discount hingga Rp 46,2 juta bagi 2.000 pelanggan pertama untuk masing-masing model kendaraan. Promo ini merupakan bagian dari program insentif pelanggan yang sedang berjalan di Indonesia.

Untuk VF 3 CBU, potongan harga yang ditawarkan mencapai Rp 18,2 juta untuk pembelian dengan baterai dan Rp 15 juta untuk skema tanpa baterai. Sementara itu, pembelian VF 6 Eco mendapatkan diskon hingga Rp 40,2 juta dan VF 6 Plus hingga Rp 45,9 juta.

Pada model VF 7, diskon yang diberikan mencapai Rp 41,3 juta untuk VF 7 Eco dan Rp 51,4 juta untuk VF 7 Plus untuk pembelian dengan baterai.

Adapun Limo Green dan VF MPV 7 mendapatkan insentif masing-masing Rp 20 juta dan Rp 16 juta.

Selain itu, pelanggan yang melakukan pemesanan kendaraan selama IIMS Surabaya dan menyelesaikan proses serah terima kendaraan setelah pameran berakhir berkesempatan memperoleh voucer MAP atau Traveloka senilai hingga Rp 5 juta.

Nilai voucer yang diberikan bervariasi sesuai model kendaraan yang dibeli. Untuk VF 3, pelanggan dapat memperoleh voucer senilai Rp 3 juta.

Untuk setiap pembelian VF e34, VF 5, Limo Green, dan VF MPV 7, pelanggan berhak mendapatkan voucer Rp 4 juta. Adapun pelanggan yang membeli VF 6 dan VF 7 berkesempatan memperoleh voucer senilai Rp 5 juta.

Voucer tersebut tidak dapat diuangkan atau ditukarkan dalam bentuk uang tunai. Selain itu, deposit yang dilakukan selama pameran bersifat tidak dapat dibatalkan, dialihkan, ataupun dikembalikan.

Perkuat ekosistem kendaraan listrik nasional

Surabaya dan wilayah Jawa Timur menjadi salah satu pasar utama VinFast di Indonesia berkat jumlah populasi yang besar serta peningkatan kebutuhan terhadap transportasi ramah lingkungan.

Partisipasi VinFast dalam IIMS Surabaya 2026 merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat brand, meningkatkan penjualan, serta memperluas jaringan distribusi, layanan purnajual, dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam kurun lebih dari dua tahun beroperasi di Indonesia, VinFast telah membangun portofolio produk yang semakin beragam, memperluas jaringan dealer dan pusat layanan, serta menjalin kemitraan dengan pengembang infrastruktur pengisian daya global, V-GREEN.

Pada saat bersamaan, perusahaan secara konsisten mempercepat lokalisasi produksi melalui pabriknya di Subang.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang VinFast terhadap pasar Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar bagi pertumbuhan kendaraan listrik di masa depan.

Brandzview Lainnya

5 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini, dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG

5 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini, dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG

12 jam lalu

Mahasiswa UI dan sejumlah kampus lain menggelar aksi demonstrasi hari ini. Mereka membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada peme

Swipe untuk menutup

5 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini, dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG

12/06/2026, 14:54 WIB
5 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini, dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima tuntutan demo BEM UI hari ini menjadi isu utama yang dibawa mahasiswa dalam aksi unjuk rasa yang semula direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI) turut diikuti mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan lima tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi seluruh BEM fakultas di lingkungan UI.

"Jadi ada lima pokok tuntutan kami besok. Sudah dirangkum berdasarkan konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI," ujar Dimas, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dimas, aksi tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok tertentu.

"Tidak menutup atau memberikan batasan. Di samping itu kita tidak tergabung atau terafiliasi dengan massa mana pun," katanya.

5 Tuntutan Demo BEM UI

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
  5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Kelima tuntutan tersebut menjadi materi utama yang akan disampaikan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa.

Bus Mahasiswa Dicegat Saat Menuju Bundaran HI

Di tengah pelaksanaan aksi, sejumlah bus yang mengangkut massa mahasiswa dari kampus UI di Depok dilaporkan tidak dapat langsung menuju Bundaran HI sesuai rencana awal.

Pantauan Kompas.com dari salah satu rombongan bus menunjukkan mahasiswa berangkat dari kampus UI sekitar pukul 10.30 WIB.

Namun, saat rombongan tiba di kawasan Semanggi, bus tidak diarahkan menuju Bundaran HI. Rombongan justru dibelokkan ke arah Dukuh Atas sebelum bergerak menuju kawasan Gedung DPR RI.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan membenarkan adanya pengalihan rute tersebut.

Menurut dia, sebagian massa masih berada di sekitar Kantor TVRI sambil menunggu kelompok mahasiswa lain yang terpisah dalam perjalanan.

"Kita sedang diskusi bagaimana agar bisa ke Bundaran HI dan yang terpisah untuk gabung lagi konsolidasi," ujar Athof kepada Kompas.com.

Polisi Sebut Bundaran HI Bukan Lokasi untuk Demonstrasi

Polda Metro Jaya menjelaskan alasan pengalihan massa mahasiswa dari Bundaran HI.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kawasan Bundaran HI merupakan pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian sehingga tidak diperuntukkan sebagai lokasi penyampaian aspirasi.

"Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," ujar Budi di Gedung DPR RI, Jumat.

Menurut dia, Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya telah berkomunikasi dengan penyelenggara aksi untuk mengalihkan lokasi demonstrasi ke titik lain yang dinilai lebih memungkinkan.

"Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," kata Budi.

Terpopuler Lainnya

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal, 3,5 Tahun Dirawat di RS

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal, 3,5 Tahun Dirawat di RS

18 jam lalu

Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal pada usia 47 tahun. Selama 3,5 tahun dia berjuang melawan infeksi perut.

Swipe untuk menutup

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal, 3,5 Tahun Dirawat di RS

12/06/2026, 08:33 WIB
Putri Sulung Raja Thailand Meninggal, 3,5 Tahun Dirawat di RS

BANGKOK, KOMPAS.com - Putri sulung dari Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, yaitu Bajrakitiyabha Mahidol, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.

Putri Bha mengembuskan napas terakhir dalam usia 47 tahun, setelah 3,5 tahun berjuang melawan penyakitnya dengan dirawat di rumah sakit (RS).

Kabar duka ini disampaikan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6/2026).

Pihak istana menjelaskan bahwa Putri Bajrakitiyabha mengalami infeksi perut. Dia dilarikan ke RS secara mendadak pada Desember 2022.

"Kondisinya terus memburuk," tulis Biro Rumah Tangga Kerajaan, dikutip dari AFP. "(Dia) meninggal dunia dengan tenang."

Prosesi pemakaman

Jenazah sang putri rencananya akan disemayamkan di Istana Agung Bangkok.

Terkait prosesi pelepasan terakhir, istana memastikan bahwa pemakamannya akan diadakan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Putri Bha memang terus dipantau ketat. Pada Mei 2026, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengabarkan bahwa kesehatannya kian menurun.

Guna mendukung fungsi paru-paru dan ginjalnya, sang putri selama ini bergantung pada alat bantu medis serta konsumsi obat-obatan.

Sebagai informasi, Bajrakitiyabha merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali.

Di lingkungan internal, ia dikenal sangat dekat dengan sang ayah. Bahkan setahun sebelum sakit dan dilarikan ke RS, ia sempat diangkat ke posisi senior dalam komando pengawal ayahnya.

Hingga saat ini, Raja Vajiralongkorn yang telah menginjak usia 73 tahun dan memiliki tujuh anak dari empat pernikahan, belum mengumumkan sosok pewaris takhta pilihannya.

Kendati demikian, aturan suksesi kerajaan Thailand sejauh ini memang lebih mengutamakan garis keturunan laki-laki.

Pembela hak perempuan

Di luar peran seremonialnya yang sangat penting dalam hierarki teratas masyarakat Thailand, Putri Bajrakitiyabha dikenal memiliki rekam jejak akademis dan profesional cemerlang.

Ia merupakan jaksa dan diplomat terlatih yang menyelesaikan pendidikannya di tiga negara berbeda, yakni Inggris, Thailand, dan Amerika Serikat (AS).

Putri Bha juga meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Cornell, dan sempat mengemban tugas sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria.

Dalam kunjungan ke sekolah hukum di AS pada 2012, ia pernah merefleksikan latar belakang profesionalnya yang beragam di hadapan audiens kampus.

"Saya bertanya ke diri sendiri sekarang, sebenarnya saya ini apa? KaJsa? Pengacara kriminal? Diplomat? Jawabannya adalah semuanya sekaligus. Bisa saya katakan saya ini hibrida," celotehnya kala itu, seperti dikutip dari Cornell Chronicle.

Tak hanya itu, sang putri juga aktif memegang beberapa posisi penting di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sepak terjangnya banyak didedikasikan sebagai pembela hak-hak perempuan, termasuk memperjuangkan peningkatan fasilitas bagi narapidana wanita di dalam penjara.

Sebagai bagian dari institusi tertinggi di Thailand, segala informasi terkait keluarga kerajaan diatur oleh aturan sangat ketat.

Kerajaan Thailand dilindungi dari segala bentuk kritik oleh undang-undang lese-majeste, yang membawa ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun untuk setiap dakwaan.

Internasional Lainnya

Penumpang Melahirkan di Kapal Cepat Kendari-Raha, Ruang VIP Disulap Jadi Kamar Bersalin

Penumpang Melahirkan di Kapal Cepat Kendari-Raha, Ruang VIP Disulap Jadi Kamar Bersalin

5 jam lalu

Sebuah video viral menunjukkan seorang penumpang melahirkan di atas kapal cepat Kendari-Raha. Proses persalinan berlangsung di ruang VIP.

Swipe untuk menutup

Penumpang Melahirkan di Kapal Cepat Kendari-Raha, Ruang VIP Disulap Jadi Kamar Bersalin

12/06/2026, 21:31 WIB
Penumpang Melahirkan di Kapal Cepat Kendari-Raha, Ruang VIP Disulap Jadi Kamar Bersalin
Penulis: Intan Maharani
|
Editor: Intan Maharani

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang penumpang melahirkan di atas kapal cepat Express Cantika 07 saat pelayaran dari Kota Kendari menuju Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (11/6/2026) sore.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. 

Dalam rekaman yang viral, ruang VIP kapal tampak digunakan sebagai lokasi persalinan darurat hingga bayi berhasil dilahirkan dengan selamat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WITA saat kapal sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Nusantara Raha.

Berawal Saat Kapal Menuju Raha

Petugas Syahbandar Pelabuhan Nusantara Raha, Muhamad Ipong, membenarkan adanya peristiwa persalinan di atas kapal cepat tersebut.

"Kejadiannya kemarin, sekitar setengah empat (sekitar 16.30 WITA)," jelas Ipong, dikutip dari Tribun Sultra, Jumat (12/6/2026). 

Menurut dia, kapal Express Cantika 07 saat itu tengah melayani pelayaran dari Pelabuhan Kendari menuju Kota Raha, Kabupaten Muna.

"Sudah dekatmi dengan pelabuhan Raha," katanya.

Belum diketahui secara pasti kapan penumpang tersebut mulai mengalami kontraksi. 

Namun, kondisi darurat membuat proses persalinan harus dilakukan sebelum kapal tiba di pelabuhan tujuan.

Ruang VIP Dijadikan Kamar Bersalin Darurat

Dalam video yang beredar, bagian belakang ruang VIP kapal tampak ditutup menggunakan kain untuk memberikan privasi selama proses persalinan berlangsung.

Area tersebut kemudian difungsikan sementara sebagai ruang bersalin darurat.

Salah satu video memperlihatkan seorang wanita yang diduga tenaga kesehatan atau bidan sedang menggendong bayi yang baru dilahirkan.

Wanita tersebut terlihat masih mengenakan sarung tangan medis setelah membantu proses persalinan.

Sementara itu, bayi yang baru lahir tampak telah dibedong menggunakan kain berwarna putih dan merah.

Beberapa perempuan lainnya juga terlihat berada di lokasi untuk membantu serta mendampingi ibu dan bayi setelah persalinan selesai.

Bayi Lahir Sebelum Kapal Bersandar

Video lain yang beredar memperlihatkan suasana setelah persalinan berlangsung. Sejumlah perempuan, termasuk yang menggendong bayi, tampak berfoto bersama kru kapal.

Di belakang kursi ruang VIP juga masih terlihat kain yang digunakan sebagai penutup area persalinan.

Peristiwa tersebut menunjukkan proses persalinan berhasil dilakukan sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Raha.

Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas ibu maupun kondisi terkini ibu dan bayi setelah tiba di daratan.

Akan tetapi, berdasarkan video yang beredar, bayi telah lahir dalam kondisi hidup dan langsung mendapat penanganan dari orang-orang yang membantu proses persalinan di atas kapal tersebut.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Video Viral Ibu Melahirkan di Kapal Cepat Rute Kendari-Muna, Ruang VIP Berubah Jadi Kamar Bersalin.

Viral Lainnya

Benda Langit Viral di Yogyakarta Diduga Bukan Meteor, Astronom Jelaskan 3 Kemungkinan

Benda Langit Viral di Yogyakarta Diduga Bukan Meteor, Astronom Jelaskan 3 Kemungkinan

6 jam lalu

Astronom menjelaskan tiga kemungkinan di balik benda langit viral yang terlihat dari Yogyakarta hingga Madiun, termasuk stasiun antariksa Tiangong.

Swipe untuk menutup

Benda Langit Viral di Yogyakarta Diduga Bukan Meteor, Astronom Jelaskan 3 Kemungkinan

12/06/2026, 20:03 WIB
Benda Langit Viral di Yogyakarta Diduga Bukan Meteor, Astronom Jelaskan 3 Kemungkinan
Penulis: Intan Maharani
|
Editor: Intan Maharani

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rekaman benda langit yang diduga menyerupai meteor dan melintas di langit Yogyakarta pada Kamis (11/6/2026) malam menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Dalam video yang beredar, benda tersebut tampak bergerak sambil memancarkan cahaya berwarna oranye.

Sejumlah warga mengaku menyaksikan fenomena serupa tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di Magelang, Solo, hingga Madiun.

Menanggapi fenomena tersebut, astronom amatir Marufin Sudibyo membenarkan adanya laporan kemunculan kilatan cahaya di langit bagian barat Yogyakarta.

Namun, menurut dia, fenomena itu belum tentu merupakan meteor seperti yang banyak diduga warganet.

"Jika bisa dilihat dari kawasan sangat luas, maka fenomena tersebut terjadi di lapisan atmosfer atas atau malah di antariksa," jelas Marufin dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (12/6/2026).

Tiga Kemungkinan Penyebab Fenomena

Menurut Marufin, terdapat tiga kemungkinan yang dapat menjelaskan kemunculan benda langit tersebut.

Dua kemungkinan berasal dari fenomena yang terjadi di lapisan atmosfer atas, yakni reentry sampah antariksa dan meteor. Sementara satu kemungkinan lainnya berasal dari objek yang berada di antariksa, yakni benda langit buatan manusia yang sangat terang.

Menurut Marufin, terdapat tiga kemungkinan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Dua di antaranya berasal dari lapisan atmosfer atas, yakni reentry sampah antariksa dan meteor.

Sementara satu kemungkinan lainnya berasal dari antariksa, yaitu kemunculan benda langit buatan manusia yang sangat terang, seperti Stasiun Antariksa Internasional (ISS) maupun stasiun antariksa Tiangong.

Reentry Sampah Antariksa

Kemungkinan pertama adalah masuk kembali (reentry) sampah antariksa ke atmosfer Bumi.

Namun, berdasarkan basis data yang dipelajarinya, Marufin mengatakan tidak terdapat sampah antariksa berupa satelit maupun roket bekas yang berpotensi memasuki atmosfer di atas Pulau Jawa pada waktu tersebut.

Karena itu, kemungkinan ini dinilai relatif kecil.

Berdasarkan basis data sampah antariksa, Marufin juga menuturkan bahwa tidak ada sampah antariksa (satelit bekas atau roket bekas) yang berpotensi reentry di atas pulau Jawa pada saat itu.

Meteor atau Fireball

Kemungkinan berikutnya adalah meteor terang atau fireball.

Meski demikian, Marufin menyebut fenomena meteor terang umumnya bersifat acak sehingga sulit diverifikasi hanya dari laporan yang beredar.

"Untuk meteor, sulit divalidasi karena meteor yang terang (fireball) umumnya bersifat acak," ujarnya.

Stasiun Antariksa Tiangong

Kemungkinan lainnya adalah kemunculan stasiun antariksa Tiangong milik China yang sedang melintas di atas wilayah Indonesia.

Marufin mengatakan, berdasarkan basis data lintasan benda antariksa, Tiangong melintas di atas Yogyakarta mulai pukul 19.08 WIB selama sekitar tiga menit.

"Tiangong cukup terang (magnitudo -0,1 atau hampir seterang Jupiter). Berdasarkan lintasan Tiangong saat itu dan posisi ada di Magelang, Surakarta hingga Madiun, maka Tiangong dapat terlihat dari ketiga kota yang dimaksud," ungkapnya.

Menurut dia, lintasan tersebut membuat Tiangong berpotensi terlihat dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur bagian barat.

Astronom Lebih Condong ke Tiangong

Setelah membandingkan berbagai kemungkinan, Marufin mengaku lebih condong mengaitkan fenomena tersebut dengan kemunculan stasiun antariksa Tiangong.

Salah satu alasannya karena objek yang sama dilaporkan terlihat dari wilayah yang cukup luas, mulai dari Yogyakarta, Magelang, Solo, hingga Madiun.

Selain itu, tidak ditemukan data yang menunjukkan adanya sampah antariksa yang memasuki atmosfer di atas Pulau Jawa pada waktu tersebut.

"Jadi tanpa mengesampingkan kemungkinan meteor-terang (fireball). Maka saya lebih condong melihat ketampakan itu sebagai ketampakan stasiun antariksa Tiangong yg sedang lewat di atas pulau Jawa," ungkapnya.

Perbedaan Meteor dan Stasiun Antariksa

Marufin juga menjelaskan perbedaan antara meteor dan benda langit buatan manusia seperti stasiun antariksa.

Menurut dia, meteor bergerak jauh lebih cepat karena memiliki kecepatan minimal sekitar 12 kilometer per detik sehingga hanya terlihat dalam waktu singkat.

"Meteor bergerak lebih cepat karena kecepatan minimalnya 12 km/detik sehingga hanya nampak beberapa detik atau maksimal 5 detik," jelasnya.

Selain bergerak cepat, meteor umumnya memiliki bagian ujung yang lebih terang dan meninggalkan jejak menyerupai ekor.

"Ujungnya relatif terang serta ada jejak ekor. Tidak ada yg nampak sampe 20 detik kecuali mendatangkan bencana seperti peristiwa Chelyabinsk Russia pada 13 Februari 2013," jelasnya.

Karena itu, durasi kemunculan dan karakteristik cahaya dapat menjadi salah satu petunjuk untuk membedakan meteor dengan objek seperti stasiun antariksa yang melintas di langit.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Viral Rekaman Benda Langit Mirip Meteor Melintas di Langit Yogyakarta, Ini Tanggapan Astronom.

Viral Lainnya

Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan

Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan

1 hari lalu

Kehadiran pasukan TNI AD dalam unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jakpus, memicu pertanyaan massa aksi.

Swipe untuk menutup

Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan

12/06/2026, 00:00 WIB
Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran pasukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat memicu sejumlah pertanyaan.

Massa mengaku kaget saat mendapati ada banyak tentara yang ikut berjaga di titik aksi, Jumat (12/6/2026) sore.

Salah satu peserta aksi, Gifar (20), mengaku baru kali ini melihat adanya banyak personel TNI AD yang ikut berjaga.

"Selama ini saya ikut aksi, biasanya cuma polisi. Ini sampai di sini banyak banget, malah kayaknya banyakan tentara daripada polisinya, ngapain coba mereka?" kata Gifar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat.

Menurut Gifar kehadiran personel militer dalam aksi unjuk rasa merupakan kejanggalan yang patut dipertanyakan.

Pasalnya, menurut dia, tak ada regulasi yang menjelaskan bahwa tugas pokok TNI adalah menjaga demonstrasi masyarakat sipil.

"Kalau kita lihat bahkan dari RUU TNI sendiri setahu saya tidak ada tupoksi mereka itu jagain demo. Mereka itu fungsinya pertahanan, bukan keamanan," ucapnya.

"Kaget juga saya, biasanya kalaupun ada paling berapa sih, ini malah mereka yang dominan," sambung dia.

Senada, Dugi (21) massa aksi lainnya, khawatir keberadaan tentara di titik aksi adalah bentuk intimidasi kepada masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat.

"Saya melihatnya jadi seperti intimidasi. Kita mau ditakut-takutin bahwasannya hari ini tidak hanya polisi tetapi juga tentara turun langsung," ujar Dugi.

Dugi juga sempat beranggapan bahwa keberadaan TNI disebabkan pemilihan titik aksi yang berada di objek vital Jakarta, yaitu Bundaran HI.

Namun, ia tetap merasa tanggung jawab dan tugas pengamanan unjuk rasa adalah bagian dari pekerjaan polisi, bukan TNI AD.

"Saya tidak bilang bahwa polisi itu baik saat menjaga, karena bahkan kami tadi ditahan oleh polisi tidak boleh ke sini (Bundaran HI). Tapi adanya militer di sini juga menyalahi aturan dan tidak etis," kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa para pasukan militer Indonesia seharusnya befokus pada tugas-tugas pertahanan negara di tengah konflik global.

Menurutnya, banyak hal-hal penting lain yang bisa dilakukan oleh para tentara dibanding mengurusi demonstrasi masyarakat sipil.

"Banyak sekali hal yang seharusnya merrka lakukan, tapi malah jalanin food estate, mengelola MBG, dan sekarang mereka ikutan menekan kita saat menyanpaikan aspirasi," tuturnya.

Sementara itu, Dafi (20) juga mengkritisi tindakan aparat yang menghalang-halangi upaya massa aksi mencapai Bundaran HI.

"Kenapa pakai tentara segala? Memang kami mau ngapain? Kami bawa senjata juga enggak, malah mereka yang bersenjata," kata dia.

Pantauan Kompas.com di lokasi, para personel TNI AD itu membuat barisan di belakang barikade polisi sambil menghadap ke barisan massa aksi.

Massa aksi beberapa kali meneriakkan seruan protes kepada barisan tentara.

"Tentara kembali ke barak! Tentara jangan melawan sipil!" seru mereka.

Massa diadang aparat

Massa mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI, tertahan di sebelah selatan Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Pantauan Kompas.com, pukul 14.30 WIB, massa yang terdiri dari ratusan mahasiswa UI dari berbagai fakultas itu berjalan kaki dari arah selatan untuk menuju arah Utara.

Bus mahasiswa sempat diadang hingga mereka memutuskan berjalan kaki dari Semanggi menuju Bundaran HI.

Sampai ke kawasan Dukuh Atas, perjalanan massa berlangsung lancar.

Hanya saja, saat mendekati kawasan Menara BCA, pasukan polisi sudah memasang barisan rapat menutup jalan Jenderal Sudirman yang menuju arah utara.

Puluhan prajurit TNI juga ikut berbaris di belakang blokade prajurit polisi.

Akibatnya, massa mahasiswa BEM UI tak bisa meneruskan perjalanan ke Bundaran HI.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung hadir di depan barisan blokade polisi.

Kapolres pun sempat berdialog dengan Ketua BEM FISIP UI Rafael Arefa dan Ketua BEM FEB UI Jundi Al Muhandis.

Rafael dan Jundi beserta pengurus BEM UI lainnya mencoba meminta izin kepada Kapolres Reynold untuk melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI.

Namun, Kapolres menyatakan mahasiswa hanya bisa sampai titik demo saat ini, yakni sebelah selatan menara BCA Jalan Jenderal Sudirman.

"Bisa sampai di dekat sini saja. Dekat sini, sini saja," tutur Kapolres.

Setelah itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dengan sejumlah mahasiswa.

Hingga berita ini ditulis, massa mahasiswa masih tertahan di lokasi.

"Buka, buka, buka jalannya, buka jalannya," demikian teriak mahasiswa berorasi meminta barikade polisi dibuka.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui