XL Raih 4 Penghargaan Ookla, Dinobatkan sebagai Jaringan Mobile Terbaik Indonesia Paruh Pertama 2026

XL Raih 4 Penghargaan Ookla, Dinobatkan sebagai Jaringan Mobile Terbaik Indonesia Paruh Pertama 2026

7 jam lalu

XL raih 4 penghargaan Ookla pada paruh pertama 2026. Pengakuan ini didasarkan pada jutaan pengujian pengguna melalui aplikasi Speedtest.

Swipe untuk menutup

XL Raih 4 Penghargaan Ookla, Dinobatkan sebagai Jaringan Mobile Terbaik Indonesia Paruh Pertama 2026

05/08/2026, 20:59 WIB
XL Raih 4 Penghargaan Ookla, Dinobatkan sebagai Jaringan Mobile Terbaik Indonesia Paruh Pertama 2026

KOMPAS.com – XL meraih empat penghargaan dalam Ookla Speedtest Awards paruh pertama 2026. Salah satunya adalah predikat Best Mobile Network in Indonesia 2026 yang perdana diraih oleh merek layanan milik PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk tersebut.

Selain predikat jaringan mobile terbaik, XL juga memperoleh penghargaan Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil pengukuran independen melalui jutaan pengujian pengguna aplikasi Speedtest di seluruh Indonesia.

Bagi XLSMART, pencapaian tersebut menjadi indikator atas investasi jaringan yang selama ini diarahkan untuk menghadirkan koneksi lebih cepat, stabil, dan konsisten bagi pelanggan.

Perusahaan juga menilai, pengakuan itu mencerminkan perubahan dalam persaingan industri telekomunikasi. Pasalnya, kualitas pengalaman pelanggan kini menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menilai performa jaringan.

Direktur dan Chief Commercial Officer XLSMART David Arcelus Oses mengatakan, penghargaan tersebut memperkuat pengakuan terhadap kualitas jaringan yang digunakan pelanggan XL sehari-hari.

“Predikat Best Mobile Network Indonesia merupakan validasi independen atas kualitas jaringan yang setiap hari dirasakan pelanggan XL,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, pencapaian itu tidak hanya berkaitan dengan penghargaan, tetapi juga kepercayaan pelanggan yang diperkuat oleh hasil pengukuran independen Ookla.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas cakupan jaringan, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan inovasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati pengalaman digital terbaik melalui XL Ultra 5G+,” lanjutnya.

Diukur melalui jutaan pengujian pengguna

Penghargaan Ookla memberikan gambaran mengenai pengalaman konektivitas yang dirasakan pelanggan dalam berbagai aktivitas digital.

Aktivitas tersebut mencakup bekerja, belajar, melakukan panggilan video, menonton tayangan beresolusi 4K, bermain gim dengan latensi rendah, hingga menggunakan layanan berbasis kecerdasan artifisial atau AI.

Chief Executive Officer (CEO) Ookla Stephen Bye mengatakan, Speedtest Awards merupakan bentuk pengakuan terhadap performa jaringan di industri telekomunikasi.

“Keberhasilan XL meraih Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia pada paruh pertama 2026 menunjukkan kepemimpinannya dalam kualitas jaringan dan menetapkan standar baru bagi industri,” kata Stephen.

Predikat Best Mobile Network menjadi kategori yang menilai performa jaringan secara menyeluruh. Penilaiannya mencakup kecepatan jaringan seluler, kualitas layanan 5G, pengalaman menonton video, serta konsistensi pengalaman pengguna.

Dalam metodologinya, kategori Fastest 5G ditentukan melalui parameter Speed Score. Komposisi penilaiannya terdiri atas 70 persen kecepatan unduh, 20 persen kecepatan unggah, dan 10 persen latensi pemuatan.

Sementara itu, penghargaan Best Mobile Network dan Best 5G Network dinilai menggunakan Speedtest Connectivity Score. Penilaiannya terdiri atas 50 persen skor kecepatan, 25 persen skor video, dan 25 persen pengalaman menjelajahi situs web.

Adapun kategori Best 5G Video Experience dinilai berdasarkan tiga komponen dengan bobot yang sama, yaitu waktu dimulainya video, pemutaran tanpa gangguan, dan kualitas resolusi Full HD.

Berdasarkan pengukuran pada paruh pertama 2026, XL memperoleh skor konektivitas 72,12 untuk kategori Best 5G Network.

Pada kategori Best Mobile Network, XL mencatatkan skor konektivitas 71,74. Sementara itu, skor Fastest 5G mencapai 51,29 dan skor Best 5G Video Experience tercatat 91,6.

Perluas jaringan XL Ultra 5G+

David mengatakan, pengakuan atas performa jaringan tersebut turut diterapkan melalui pengembangan layanan XL Ultra 5G+.

Layanan itu, lanjutnya, menawarkan kecepatan hingga 500 Mbps, latensi rendah, serta cakupan jaringan 5G yang terus diperluas. XL Ultra 5G+ juga dilengkapi teknologi Network Slicing dan fitur Auto 5G.

Selain konektivitas, pelanggan juga memperoleh sejumlah manfaat tambahan yang mencakup Double 5G Quota, layanan bebas roaming di sembilan negara, akses Google Gemini selama enam bulan, dan Entertainment Hub.

Berbagai layanan tersebut ditujukan bagi beragam kelompok pengguna, mulai dari profesional, pelaku usaha, kreator konten, pemain gim, hingga keluarga.

Saat ini, jaringan XL Ultra 5G+ telah menjangkau lebih dari 50 kota dan kabupaten. XLSMART menargetkan cakupan layanan ini mencapai 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026.

Secara keseluruhan, jaringan XLSMART ditopang oleh lebih dari 253.000 base transceiver station (BTS). Jaringan ini melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia.

Melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan, XLSMART berencana melanjutkan peningkatan kualitas jaringan serta pengalaman pelanggan.

Perusahaan juga akan mengembangkan inovasi layanan untuk mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.

Brandzview Lainnya

Satpol PP: Penebangan 10 Pohon di Cihapit Inisiatif Subkontraktor Taman Lapangan Padel, Siap Bayar Denda

Satpol PP: Penebangan 10 Pohon di Cihapit Inisiatif Subkontraktor Taman Lapangan Padel, Siap Bayar Denda

11 jam lalu

Satpol PP Bandung menyebut penebangan 10 pohon di Cihapit dilakukan atas inisiatif subkontraktor yang mengerjakan pembangunan taman.

Swipe untuk menutup

Satpol PP: Penebangan 10 Pohon di Cihapit Inisiatif Subkontraktor Taman Lapangan Padel, Siap Bayar Denda

05/08/2026, 17:15 WIB
Satpol PP: Penebangan 10 Pohon di Cihapit Inisiatif Subkontraktor Taman Lapangan Padel, Siap Bayar Denda
Penulis: Putra Prima Perdana
|
Editor: Eris Eka Jaya

BANDUNG, KOMPAS.com - Berdasarkan penyidikan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dalam kasus penebangan 10 pohon di perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Cihapit Kota Bandung, eksekutor yang membabat 10 pohon tersebut diketahui adalah subkontraktor yang kebetulan mendapatkan pekerjaan membuat taman dari perusahaan selaku pengelola lapangan padel dan videotron di sekitar lokasi pohon.

Namun, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan penebangan 10 pohon tersebut merupakan inisiatif dari subkontraktor.

"Subkontraktor mendapatkan pekerjaan dari PT Farel. Tapi, PT Farel tidak menyuruh menebang pohon," ungkap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/8/2026).

Bambang memastikan yang bertanggung jawab dalam penebangan 10 pohon tersebut adalah subkontraktor yang menerima pekerjaan pembangunan taman di sekitar lapangan padel.

"Subkontraktor sudah membuat surat permintaan maaf ke Pemkot Bandung dan masyarakat Kota Bandung atas inisiatif dia menebang pohon tersebut," tuturnya.

Selain itu, sesuai hukuman yang berlaku, Bambang memastikan pihak dari subkontraktor tersebut akan bertanggung jawab untuk menunaikan kewajiban berupa penanaman kembali 1.000 pohon serta membayar denda Rp 10 juta per pohon.

Bambang menjelaskan, salah satu petinggi di subkontraktor yang menerima pekerjaan pembuatan taman di sekitar lapangan padel melakukan inisiatif menebang pohon karena berencana untuk menyewa videotron tersebut.

Namun, karena terganggu visibilitasnya, petinggi sub kontraktor tersebut menyuruh kembali orang-orang yang saat ini tengah dilakukan pengembangan penyidikan untuk menebang 10 pohon tersebut pada awal Juli 2026 lalu.

Segel Videotron

Untuk saat ini, Satpol PP Kota Bandung resmi menyegel videotron yang ada di atas bangunan padel di Perempatan Jalan Cihapit dan Jalan Re Martadinata, Kota Bandung.

Dari pantauan di Jalan RE Martadinata, videotron tersebut ditempeli stiker segel serta ditutupi oleh garis kuning segel.

Terpopuler Lainnya

Malaysia Temukan Sumber Narkoba yang Dibawa Pilot ke Indonesia

Malaysia Temukan Sumber Narkoba yang Dibawa Pilot ke Indonesia

19 jam lalu

Dari hasil penyelidikan terbaru, barang haram tersebut diketahui diambil dari sebuah apartemen di Ampang, Malaysia, sebelum sang pilot ke Jakarta.

Swipe untuk menutup

Malaysia Temukan Sumber Narkoba yang Dibawa Pilot ke Indonesia

05/08/2026, 08:51 WIB
Malaysia Temukan Sumber Narkoba yang Dibawa Pilot ke Indonesia

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kepolisian Malaysia terus mendalami kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines, Mohd Saudi bin Othman. 

Dari hasil penyelidikan terbaru, barang haram tersebut diketahui diambil dari sebuah apartemen di Ampang, Malaysia, sebelum sang pilot melakukan penerbangan menuju Jakarta.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah melacak lokasi pengambilan narkoba tersebut.

Kepolisian, lanjutnya, mengidentifikasi nomor telepon yang digunakan dalam transaksi, sebagaimana dilansir New Straits Times, Selasa (4/8/2026).

"Kami sedang melihat seluruh spektrum kegiatan distribusi ini," ujar Hussein dalam sebuah konferensi pers.

Hussein membeberkan bahwa pihak kepolisian membagi penanganan kasus ini ke dalam tiga fokus utama.

Selain melacak tempat pengambilan barang di Ampang, polisi juga mendalami bagaimana pilot beserta bagasinya dapat lolos dari pemeriksaan sistem keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Aspek ketiga yang menjadi perhatian penyidik adalah mengungkap sejauh mana keterkaitan tersangka dengan jaringan perdagangan narkoba internasional yang beroperasi di Indonesia.

Sempat terbang ke Kota Kinabalu

Berdasarkan hasil penelusuran rekam jejak, terungkap alur perjalanan tersangka sebelum akhirnya ditangkap di Indonesia. Pilot tersebut tercatat tiba di KLIA pada pagi hari tanggal 28 Juli.

Dia kemudian melakukan check-in bagasi yang telah diisi narkoba, lalu meninggalkannya di bandara. 

Setelah itu, sang pilot sempat melakukan penerbangan ke Kota Kinabalu dan kembali lagi ke Kuala Lumpur. 

Dari Kuala Lumpur, dia baru bertolak menuju Jakarta dengan membawa kembali bagasi berisikan narkoba tersebut.

Pilot tersebut kemudian ditahan oleh petugas Bea Cukai Indonesia saat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Saat ini, proses penyelidikan di Indonesia ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Kerja sama dengan Polri dan BNN

Untuk mengusut tuntas jangkauan operasional sindikat ini, Kepolisian Malaysia menjalin kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Tim penyidik dari Malaysia saat ini tengah menunggu izin resmi dari otoritas Indonesia untuk berangkat ke Jakarta guna mewawancarai tersangka secara langsung.

"Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dari otoritas Indonesia dan membantu penyelidikan kami yang sedang berlangsung," jelas Hussein saat dihubungi.

Penangkapan ini menambah panjang daftar keterlibatan awak penerbangan dalam jaringan peredaran gelap narkoba. 

Berdasarkan catatan kepolisian, penangkapan ini merupakan kasus keempat sejak 2012 yang melibatkan pilot sebagai kurir narkoba.

Hussein mencatat, pada 2012 silam terdapat satu kasus pilot yang tertangkap saat menyelundupkan narkoba ke Australia. 

Sementara itu, dua kasus lainnya tercatat terjadi pada 2017, yang mana juga melibatkan personel dari maskapai penerbangan lain.

Internasional Lainnya

Hendak Kabur ke Pekanbaru, Jambret Bersajam yang Viral di Padang Ditangkap Polisi di Solok

Hendak Kabur ke Pekanbaru, Jambret Bersajam yang Viral di Padang Ditangkap Polisi di Solok

5 jam lalu

Pelaku penjambretan bersenjata tajam terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Ia sempat lari dari kawasan Padang Barat hingga ke Solok.

Swipe untuk menutup

Hendak Kabur ke Pekanbaru, Jambret Bersajam yang Viral di Padang Ditangkap Polisi di Solok

05/08/2026, 22:53 WIB
Hendak Kabur ke Pekanbaru, Jambret Bersajam yang Viral di Padang Ditangkap Polisi di Solok
Penulis: Rahmat Panji
|
Editor: Novita Rahmawati

PADANG, KOMPAS.com – Pelaku penjambretan bersenjata tajam yang sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang.

Pelaku berinisial FDP diciduk di Kota Solok pada Selasa (4/8/2026) saat hendak melarikan diri ke Pekanbaru, Riau.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengungkapkan bahwa FDP melancarkan aksi nekatnya terhadap seorang wanita pemotor berinisial NGK (66) di sebuah gang kawasan Padang Barat, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

"Berdasarkan laporan yang masuk, kami langsung melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV, pengumpulan sejumlah barang bukti, serta pemeriksaan saksi dari warga sekitar," ujar Yasin saat memberikan keterangan, Rabu (5/8/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga FDP merupakan seorang residivis yang pernah melakukan tindak pidana serupa.

Saksi mata di lokasi kejadian, Ronal Stiflitia (24), menceritakan bahwa peristiwa berdarah tersebut terjadi di gang sempit yang berjarak sekitar 40 hingga 50 meter dari jalan utama.

Saat itu, kondisi ruas jalan terbilang lumayan lengang.

Menurut Ronal, korban diduga sudah diintai oleh pelaku karena menggunakan perhiasan kalung dan membawa tas saat berkendara.

"Sepertinya sudah diintai juga, karena korban ini menggunakan kalung dan tas. Saat sedang berkendara, korban langsung disalip pelaku yang mencoba menarik tas dan kalungnya secara paksa," kata Ronal kepada Kompas.com.

Aksi tarik-menarik antara pelaku dan korban tidak terelakkan hingga membuat wanita lansia tersebut terjatuh keras ke aspal.

Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.

Lolos dari Kejaran Warga Karena Mengancam Pakai Sajam

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah dan meneriaki pelaku.

Teriakan warga membuat FDP panik dan membatalkan niatnya mengambil barang-barang milik korban. Pelaku lantas melarikan diri dan meninggalkan lokasi.

Meskipun warga berhasil menghadang dan mengamankan sepeda motor yang digunakannya, pelaku tetap berhasil meloloskan diri karena diduga mengancam warga menggunakan senjata tajam.

"Kendaraannya berhasil kita tahan, tetapi pelakunya meloloskan diri. Informasinya dia membawa senjata tajam, makanya warga tidak berani mendekat," tambah Ronal.

Ronal menyebutkan bahwa aksi kejahatan serupa sudah beberapa kali terjadi di lokasi tersebut.

Hal inilah yang mendorong masyarakat sepakat memasang kamera CCTV, sehingga seluruh aksi nekat pelaku terekam jelas dan menjadi petunjuk vital bagi kepolisian.

Akibat maraknya insiden penjambretan ini, warga mengaku resah dan trauma untuk mengenakan perhiasan atau membawa tas saat beraktivitas di luar rumah.

Dikejar Hingga ke Solok

Setelah memburu keberadaan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat, Tim Satreskrim Polresta Padang mendeteksi keberadaan FDP yang melarikan diri ke arah Solok.

Polisi akhirnya berhasil menemukan dan mencegat FDP di Kota Solok, tepat sesaat sebelum ia menaiki transportasi menuju Pekanbaru untuk menemui keluarganya.

Saat diinterogasi di tempat, FDP tak dapat mengelak dan mengakui semua perbuatannya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih (ditinggalkan di lokasi), 1 buah helm berwarna putih, jaket warna hitam, baju warna merah bata serta celana jeans.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang untuk menjalani proses penyidikan hukum lebih lanjut.

Atas tindakan nekatnya, FDP dipersangkakan melanggar Pasal 479 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai percobaan pencurian dengan kekerasan.

Kompol M Yasin menegaskan bahwa Polresta Padang tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan dan akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada serta segera melaporkan setiap indikasi maupun tindakan pidana ke pihak kepolisian agar dapat dengan cepat ditindaklanjuti," kata Yasin.

Viral Lainnya

Viral soal Pasien Ditolak IGD RSUD Abdul Moeloek hingga Meninggal, Rumah Sakit Beri Klarifikasi

Viral soal Pasien Ditolak IGD RSUD Abdul Moeloek hingga Meninggal, Rumah Sakit Beri Klarifikasi

8 jam lalu

Viral di Threads soal penolakan pasien di IGD RSUDAM Bandar Lampung berujung kematian. Pihak RSUD beri klarifikasi.

Swipe untuk menutup

Viral soal Pasien Ditolak IGD RSUD Abdul Moeloek hingga Meninggal, Rumah Sakit Beri Klarifikasi

05/08/2026, 20:13 WIB
Viral soal Pasien Ditolak IGD RSUD Abdul Moeloek hingga Meninggal, Rumah Sakit Beri Klarifikasi
Penulis: Veri Novianto
|
Editor: Icha Rastika

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Unggahan seorang warga Bandar Lampung di media sosial Threads yang mengaku ibunya ditolak saat berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) hingga akhirnya meninggal dunia viral dan menuai perhatian publik.

Unggahan tersebut dibagikan akun @orghaveeeee yang mengaku membawa ibunya, Juleha (52), ke IGD RSUDAM pada 29 Juli 2026.

Namun, menurut keluarga, pasien tidak mendapatkan penanganan darurat karena dinilai tidak dalam kondisi emergency.

"Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya gak darurat itu sekarang sudah meninggal," tulis pemilik akun dalam unggahan yang telah dibagikan ribuan kali.

Pemilik akun menyebut, setelah meninggalkan RSUDAM, keluarganya membawa pasien ke rumah sakit lain.

Di sana, kata dia, dokter menyatakan kondisi sang ibu kritis karena mengalami kekurangan darah hingga empat kantong serta menderita stroke di kedua sisi kepala.

"Saya bukan orang medis saja melihat kondisi mama saya benar-benar sudah gawat, tapi kenapa Anda sebagai dokter bilang tidak darurat. Semoga dokter tidak merasakan apa yang saya rasakan, karena jujur rasanya sakit banget sampai harus kehilangan mama saya," tulisnya.

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun juga mengaku kecewa terhadap sikap seorang tenaga medis yang bertugas saat itu.

Menurutnya, cara penyampaian petugas dinilai kurang berempati ketika menjelaskan kondisi pasien.

RSUD Abdul Moeloek Bantah Tolak Pasien

Menanggapi unggahan yang viral tersebut, Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Dr H Abdul Moeloek, dr Yusmaidi membantah adanya penolakan pasien di IGD sebagaimana yang disampaikan keluarga.

Ia mengatakan, hasil investigasi internal menunjukkan pasien tetap diterima dan menjalani pemeriksaan saat tiba di IGD.

"Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan pasien. Semua pasien yang datang ke RSUD Abdul Moeloek selalu kami terima dan dilakukan pemeriksaan," kata Yusmaidi kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, hasil pemeriksaan dokter saat itu menunjukkan kondisi pasien masih stabil meski dalam keadaan lemah.

"Pasien sudah diperiksa sesuai prosedur. Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisi pasien masih baik dan tanda-tanda vitalnya dalam batas normal," ujarnya.

Yusmaidi menyampaikan, berdasarkan hasil anamnesis, pasien sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit lain sehingga dokter menyarankan agar kembali berkonsultasi dengan dokter yang telah menangani pasien sebelumnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar riwayat penyakit dan terapi pasien dapat diketahui secara utuh sehingga menghindari kemungkinan kesalahan diagnosis.

"Dokter menyarankan pasien kembali kontrol ke rumah sakit tempat sebelumnya dirawat agar data medis dan riwayat pengobatan bisa menjadi dasar penanganan lanjutan. Keluarga saat itu menyatakan setuju dengan saran tersebut," katanya.

Ia juga mengatakan, pasien datang ke RSUDAM tanpa membawa surat rujukan maupun dokumen medis dari rumah sakit sebelumnya.

"Pasien datang langsung tanpa surat rujukan. Karena itu dokter memberikan edukasi kepada keluarga agar melanjutkan kontrol ke rumah sakit yang sebelumnya menangani pasien sehingga kesinambungan pengobatan tetap terjaga," ujarnya.

Terkait klaim keluarga bahwa pasien mengalami kekurangan darah hingga empat kantong dan menderita stroke setelah diperiksa di rumah sakit lain, Yusmaidi mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan penilaian karena kondisi tersebut tidak ditemukan saat pasien berada di IGD RSUDAM.

"Kami tidak mengetahui hasil pemeriksaan di rumah sakit lain. Saat datang ke IGD, pasien memang tampak lemah dan mengalami kekuningan, namun hasil pemeriksaan dokter kami saat itu menjadi dasar pemberian rekomendasi untuk melanjutkan kontrol ke rumah sakit sebelumnya," katanya.

RSUD Abdul Moeloek menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien dan meminta maaf apabila pelayanan yang diterima keluarga dirasakan kurang memuaskan.

"Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Juleha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami juga memohon maaf apabila dalam proses pelayanan terdapat komunikasi atau pelayanan yang dirasakan kurang baik oleh keluarga maupun masyarakat," ucap Yusmaidi.

Viral Lainnya

Malaysia Tangkap Petugas Bandara, Buntut Pilot Bawa Narkoba ke Indonesia

Malaysia Tangkap Petugas Bandara, Buntut Pilot Bawa Narkoba ke Indonesia

1 hari lalu

Polisi Malaysia telah mengidentifikasi seseorang yang menjadi tersangka dalam kasus pilot bawa narkoba ke Indonesia.

Swipe untuk menutup

Malaysia Tangkap Petugas Bandara, Buntut Pilot Bawa Narkoba ke Indonesia

05/08/2026, 00:00 WIB
Malaysia Tangkap Petugas Bandara, Buntut Pilot Bawa Narkoba ke Indonesia

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Polisi Malaysia telah mengidentifikasi seseorang yang menjadi tersangka dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terkait seorang pilot yang ditangkap karena membawa narkoba di bandara Indonesia.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Komisioner Datuk Hussein Omar Khan mengatakan, individu tersebut merupakan seorang karyawan bandara yang terlibat dalam proses pemeriksaan keamanan.

Petugas bandara itu telah diidentifikasi dan akan diinterogasi atau ditangkap jika perlu.

“Penyelidikan telah mengidentifikasi satu orang, dan jika perlu, kami akan melakukan penangkapan. Dia adalah anggota staf bandara yang terlibat dalam proses penyaringan,” kata Komandan Hussein dalam konferensi pers di markas kontingen polisi Selangor, Selasa (4/8/2026), dikutip dari The Star.

Pilot punya prosedur keamanan sama

Komandan Hussein mencatat, semua awak penerbangan dan pilot menjalani pemeriksaan keamanan yang sama seperti penumpang biasa.

“Prosedur di KLIA (Kuala Lumpur International Airport) melibatkan beberapa tingkatan pemeriksaan. Jika suatu barang lolos sistem pemindaian otomatis tingkat pertama, barang tersebut tidak akan diteruskan ke tingkat kedua," ujarnya.

"Namun, jika pemindaian awal mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, barang tersebut akan dirujuk ke tingkat pemeriksaan kedua dan, jika perlu, tingkat ketiga,” sambungnya.

Menurutnya, tersangka telah melalui semua prosedur pemeriksaan yang diperlukan, termasuk Level Satu.

Karena pemindaian awal tidak mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, bagasinya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan, sesuai prosedur standar di KLIA.

Ia mengungkapkan, tersangka telah menitipkan bagasinya pada pagi hari sebelum terbang rute domestik ke Kota Kinabalu dan kembali, sebelum kemudian naik penerbangan dari Sepang ke Jakarta.

Sementara, Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Fahmi Fadzil menyerukan peningkatan keamanan bandara dan peninjauan kembali pemeriksaan latar belakang pilot Malaysia Airlines.

Menurutnya, pihak berwenang Malaysia juga membutuhkan waktu untuk meneliti laporan lengkap sebelum memutuskan tindakan lebih lanjut mengenai hal-hal lain dalam kasus ini.

"Kita juga harus mengidentifikasi apakah ada pihak lain yang terlibat dan kita perlu memastikan bahwa semua celah segera ditutup," jelas dia.

Pada 28 Juli, pilot Malaysia Airlines ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah pihak berwenang menemukan 15 paket berisi 70.114 pil ekstasi dan metamfetamin di dalam kopernya.

Malaysia Airlines menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia.

Mereka juga memastikan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal terhadap masalah tersebut.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui