Ingin Didengar Prabowo, Parlemen Malaysia Kirim Pesan soal Karhutla dalam Bahasa Jawa

Ingin Didengar Prabowo, Parlemen Malaysia Kirim Pesan soal Karhutla dalam Bahasa Jawa

3 jam lalu

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan menyampaikan pesan kepada Prabowo Subianto dalam bahasa Jawa soal karhutla.

Swipe untuk menutup

Ingin Didengar Prabowo, Parlemen Malaysia Kirim Pesan soal Karhutla dalam Bahasa Jawa

22/10/2026, 08:05 WIB
Ingin Didengar Prabowo, Parlemen Malaysia Kirim Pesan soal Karhutla dalam Bahasa Jawa

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam bahasa Jawa agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap hingga ke Malaysia segera diatasi.

Dilansir New Straits Times, Kalam menyampaikan seruan tersebut saat berpidato di Dewan Rakyat Malaysia, dengan harapan bahwa pesannya dapat sampai kepada para pemimpin Indonesia.

“Pak Prabowo, mohon segera mengambil tindakan, padamkan api, hentikan pembakaran, dan pastikan masalah ini tidak berulang setiap tahun,” kata Kalam, seperti dikutip Bernama.

Ia juga menginginkan langit cerah dan udara bersih agar masyarakat kedua negara dapat hidup sehat dan damai.

Kalam kemudian meneruskan pesannya menggunakan bahasa Jawa. Menurut dia, para pemimpin Indonesia mungkin tidak memahami bahasa Melayu.

“Dengan izin Dewan yang terhormat ini, izinkan saya berbicara dalam bahasa Jawa,” ujarnya, sebelum menyampaikan seruan tersebut dalam bahasa Jawa.

Kabut asap ganggu Malaysia

Dalam pembahasannya, Kalam mengatakan masyarakat Malaysia terus menanggung dampak kabut asap yang berasal dari Indonesia, meskipun pemerintah Malaysia telah menjalankan sebagian langkah yang sebelumnya ia usulkan.

Menurut Kalam, kabut asap menyebabkan masyarakat kesulitan bernapas, mengalami tenggorokan gatal dan batuk, serta menghadapi memburuknya asma dan masalah kesehatan lainnya.

Dampaknya juga meluas ke sektor pendidikan, pariwisata, dan pekerjaan di perkebunan. Ia mengatakan sekolah terpaksa ditutup, kegiatan pariwisata terganggu, dan pekerjaan di perkebunan tidak dapat dilakukan.

Kalam menambahkan, dampak kabut asap turut dirasakan warga Indonesia yang bekerja di perkebunan Malaysia. Ketika tidak dapat bekerja, mereka kehilangan penghasilan dan kesulitan mengirim uang kepada keluarga di Indonesia.

Ia juga menyindir anggapan bahwa hutan Indonesia selama ini memasok oksigen bagi Malaysia.

“Apakah pohon-pohon di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon itu tidak bisa menghasilkan oksigen?” katanya.

Usul langkah regional atasi kabut asap

Sebelum menyampaikan pesan dalam bahasa Jawa, Kalam mendesak pemerintah Malaysia menggunakan jalur diplomatik untuk meminta Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, mendorong tindakan regional yang lebih kuat dan efektif dalam menangani kabut asap lintas batas.

Dikutip dari Bernama, usulan Kalam mencakup penguatan penegakan hukum bersama, pembentukan sistem peringatan dini berbasis pemantauan satelit, serta pembentukan tim tanggap darurat regional.

Ia juga mengusulkan penguatan penerapan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Udara Lintas Batas melalui mekanisme pertanggungjawaban yang lebih efektif.

Selain itu, ia mengusulkan pembentukan dana regional untuk pencegahan kebakaran, pemulihan lahan gambut, dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam pembahasan yang sama, anggota parlemen Mohamad Shafizan Kepli dari Batang Lupar meminta Malaysia konsisten memberikan tekanan diplomatik melalui mekanisme regional dan menuntut pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan penyebab kabut asap lintas batas.

Ia mencontohkan Singapura yang telah mengeluarkan pemberitahuan tindakan pencegahan berdasarkan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas kepada 10 perusahaan di Indonesia yang dicurigai terlibat dalam aktivitas pembakaran penyebab kabut asap.

Shafizan mempertanyakan apakah Malaysia memiliki ketentuan hukum serupa dan apakah pemerintah akan mengambil langkah hukum seperti yang dilakukan Singapura.

Terpopuler Lainnya

Kapal-kapal Temukan Cara Akali Blokade Selat Hormuz, Ekspor Minyak Makin Lancar

Kapal-kapal Temukan Cara Akali Blokade Selat Hormuz, Ekspor Minyak Makin Lancar

23 jam lalu

Ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia kembali melampaui level sebelum perang meski serangan terhadap kapal di Selat Hormuz masih terjadi.

Swipe untuk menutup

Kapal-kapal Temukan Cara Akali Blokade Selat Hormuz, Ekspor Minyak Makin Lancar

21/10/2026, 11:36 WIB
Kapal-kapal Temukan Cara Akali Blokade Selat Hormuz, Ekspor Minyak Makin Lancar

TEHERAN, KOMPAS.com - Ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia kembali melampaui level sebelum perang meski serangan terhadap kapal di Selat Hormuz masih terjadi.

Sistem pelayaran yang memanfaatkan perlindungan Amerika Serikat (AS) membantu kapal tanker tetap mengangkut minyak melalui jalur strategis tersebut.

Menurut data pelacak kapal Kpler, yang dikutip The Wall Street Journal, Selasa (20/10/2026), aliran minyak dari Timur Tengah, termasuk pengiriman melalui Selat Hormuz dan jalur alternatif di kawasan, rata-rata mencapai lebih dari 24 juta barrel per hari dalam sepekan hingga 18 Oktober. Angka itu melampaui rata-rata sebelum perang yang mencapai 23,3 juta barrel per hari.

Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz, termasuk pemindahan minyak antarkapal di lepas pantai Teluk Oman, mencapai sekitar 14 juta barrel per hari. Angka tersebut setara dengan 82 persen dari level sebelum perang.

Kapal tanker pakai sistem baru

Meningkatnya jumlah ekspor minyak yang melewati jalur tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Teheran untuk mencegah kapal melintas telah berkurang.

“Gambaran besarnya adalah bahwa sistem pelayaran melalui Selat Hormuz yang berbahaya kini telah mapan, dan toleransi risiko pihak-pihak yang terlibat dalam ekspor minyak pun telah meningkat," kata ekonom komoditas senior Capital Economics, Hamad Hussain.

Sistem tersebut antara lain melibatkan perjalanan singkat kapal tanker melewati zona berbahaya. Kapal memuat minyak di dalam kawasan Teluk Persia, kemudian melewati Selat Hormuz dengan perlindungan udara Amerika Serikat di sepanjang koridor dekat pesisir Oman.

Kapal tanker juga kerap mematikan sinyal pelacakan selama perjalanan. Setelah keluar dari Selat Hormuz, kapal berhenti di sekitar Oman dan memindahkan muatannya ke kapal lain yang akan membawa minyak menuju pasar yang lebih jauh.

Setelah itu, kapal tanker kembali memasuki kawasan Teluk Persia untuk mengambil muatan berikutnya, meski wilayah tersebut merupakan area dengan risiko serangan paling tinggi.

Jalur alternatif ikut digunakan

Pengiriman minyak juga dialihkan melalui jalur pipa di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kpler memperkirakan sekitar 40 persen minyak mentah non-Iran yang dikirim keluar dari kawasan Teluk pada September melewati jalur di luar Selat Hormuz. Sebelum perang, porsinya hanya sekitar 17 persen.

Keberhasilan sistem tersebut berbanding terbalik dengan kondisi ekspor minyak Iran. Ekspor minyak Teheran justru terhambat oleh blokade maritim Amerika Serikat.

Namun, risiko terhadap kapal tetap tinggi. Sekitar 30 serangan terhadap kapal dilaporkan terjadi sepanjang Oktober, berdasarkan penghitungan The Wall Street Journal yang mengacu pada laporan UK Maritime Trade Operations Centre dan perusahaan keamanan maritim.

Michelle Wiese Bockmann, analis senior perusahaan intelijen maritim Windward, mengatakan serangan pada Oktober mencakup sekitar 20 persen dari seluruh kapal yang diserang selama perang.

"Iran sedang berupaya menegaskan kembali blokadenya terhadap selat tersebut," kata Christopher Long, mantan perwira Angkatan Laut Inggris yang kini bekerja di Neptune P2P Group.

Keuntungan besar jadi faktor keberhasilan

Meski risikonya tinggi, keuntungan yang diperoleh dari pengiriman minyak membuat banyak pedagang dan pemilik kapal tetap bersedia melewati Selat Hormuz.

Homayoun Falakshahi, kepala analisis minyak mentah Kpler, memperkirakan pedagang dapat memperoleh keuntungan tambahan sekitar 20 dollar AS (Rp 359.530) per barrel dari penjualan kembali minyak Irak dibandingkan sebelum perang.

Untuk satu kapal supertanker, keuntungan tersebut dapat mencapai sekitar 40 juta dollar AS (Rp 719 miliar). Tiga perjalanan bahkan diperkirakan cukup untuk menutup biaya pembelian kapal tanker bekas senilai sekitar 100 juta dollar AS (Rp 1,7 triliun).

Awak kapal juga ditawari bayaran tambahan untuk menjalani perjalanan berisiko. Beberapa pelaut ditawarkan kompensasi dua hingga tiga kali gaji bulanan mereka. Salah satu perusahaan penyedia awak kapal berbasis China bahkan menawarkan hingga 25.000 dollar AS (Rp 449 juta) untuk perjalanan pulang-pergi yang biasanya berlangsung satu hingga dua pekan.

"Volume tetap tinggi meski serangan meningkat karena keuntungan membuat risiko tersebut sepadan," kata Falakshahi.

Sejumlah pemilik kapal bahkan mengerahkan kapal-kapal tua yang sebelumnya digunakan mengangkut minyak Venezuela dan Rusia ke kawasan Teluk Persia karena tarif tanker di kawasan tersebut melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meski demikian, sistem baru tersebut tidak membuat pelayaran melalui Selat Hormuz menjadi aman.

Salah satu contohnya adalah kapal supertanker berbendera Tanzania, Loyalty, yang sebelumnya selama bertahun-tahun mengangkut minyak mentah Venezuela ke China.

Sejak September, kapal tersebut dua kali memasuki Teluk Persia untuk menuju Irak dan memuat minyak mentah. Seorang awak kapal mengatakan Loyalty memberitahu Angkatan Laut AS dalam setiap perjalanan dan membawa personel keamanan.

Pada awal Oktober, Loyalty memindahkan 2 juta barrel minyak mentah Irak di Teluk Oman ke kapal tanker yang identitasnya tidak diketahui. Kapal tersebut kemudian kembali ke kawasan Teluk Persia untuk mengambil muatan baru.

Manajemen kapal juga mengirimkan rompi antipeluru dan helm kepada awak sebelum perjalanan keduanya.

Pada 16 Oktober, Loyalty diserang menggunakan granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari sebuah kapal kecil, menurut perusahaan keamanan maritim Vanguard. Serangan itu membuat lubang pada tangki air tawar kapal.

Saat diserang, Loyalty membawa sekitar 2 juta barrel minyak mentah Irak, menurut keterangan awak kapal.

Biaya pengiriman dan asuransi melonjak

Meningkatnya serangan turut membuat biaya membawa minyak dari kawasan Teluk ke pasar dunia semakin mahal.

Tarif angkutan kapal supertanker yang membawa minyak mentah Teluk menuju China mendekati rekor, yakni sekitar 37,37 dollar AS (Rp 671.782) per barrel pada pekan ini, menurut Kpler.

Sementara itu, premi asuransi risiko perang melonjak hingga sekitar 10 persen dari nilai kapal, dibandingkan kurang dari 3 persen sebelumnya, menurut Wiese Bockmann dari Windward.

"Dulu pada April, masalahnya adalah kekurangan minyak mentah. Pada Oktober, masalahnya adalah biaya untuk memindahkannya," kata Natasha Kaneva, kepala tim strategi komoditas global JPMorgan.

Harga minyak pun masih tinggi. Harga acuan Brent naik dalam beberapa hari terakhir hingga sekitar 108 dollar AS (Rp 1,9 juta) per barrel pada Selasa.

Internasional Lainnya

Duduk Perkara Siswa SMPN 56 Jaksel Dipulangkan Cepat karena Halaman Jadi Parkiran

Duduk Perkara Siswa SMPN 56 Jaksel Dipulangkan Cepat karena Halaman Jadi Parkiran

11 jam lalu

Siswa SMPN 56 Jaksel dipulangkan lebih cepat saat halaman sekolah dipakai parkir tamu acara. Informasi ke orangtua terlambat disampaikan.

Swipe untuk menutup

Duduk Perkara Siswa SMPN 56 Jaksel Dipulangkan Cepat karena Halaman Jadi Parkiran

22/10/2026, 00:00 WIB
Duduk Perkara Siswa SMPN 56 Jaksel Dipulangkan Cepat karena Halaman Jadi Parkiran

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemulangan siswa SMP Negeri 56 Jakarta, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/10/2026), menjadi sorotan setelah halaman sekolah digunakan sebagai area parkir kendaraan tamu acara keagamaan di dekat lokasi.

Keputusan memulangkan siswa lebih awal itu diambil pihak sekolah untuk menghindari kepadatan kendaraan saat orangtua menjemput anak dan tamu acara berdatangan.

Namun, informasi perubahan jam pulang baru disampaikan kepada orangtua pada hari pelaksanaan.

Kepala SMPN 56 Jakarta, Karjo, menjelaskan bahwa penggunaan halaman sekolah bermula dari permintaan untuk menyediakan tempat parkir bagi tamu kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pihak sekolah mengizinkan penggunaan lahan tersebut selama tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Jadi, intinya kan ada kegiatan yang akan menggunakan lahan parkir sekolah. Nah ini kegiatan dari Pemprov DKI. Dan kami izinkan sepanjang itu tidak mengganggu kegiatan belajar,” tutur Karjo saat ditemui di sekolah, Rabu (21/10/2026).

Karjo mengatakan, siswa yang semula dijadwalkan pulang pukul 13.40 WIB dan 14.00 WIB diminta pulang pukul 13.00 WIB.

Kebijakan itu diambil karena sekitar 900 siswa akan berbarengan dengan kedatangan juri dan tim kegiatan.

“Karena kalau kalau tidak dipulangkan, ya takutnya kami crowded kan. Anak 900 orang, nanti berbarengan dengan juri dan tim dari kegiatan, datang bentrok. Ya saya ngambil kebijakan itu,” jelas dia.

Selain digunakan untuk parkir kendaraan guru, halaman sekolah memang menjadi tempat orangtua mengantar dan menjemput siswa.

Ketika ada orangtua datang, petugas keamanan biasanya meminta mereka membawa kendaraan masuk ke pekarangan sekolah.

Karjo mengakui, ada miskomunikasi dalam penyampaian informasi kepada orangtua.

Izin penggunaan halaman sekolah dari Kelurahan Cilandak Timur telah terbit tiga hari sebelum acara.

Namun, informasi mengenai pemulangan lebih awal baru diteruskan kepada orangtua pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB.

“Karena memang tadinya kan biasanya sehari sebelumnya juga diinfokan, tapi kemarin kan baru jam 12.00 infonya yang saya dengar, karena saya kebetulan lagi dinas tuh. Ya mungkin orangtua itu ya agak kaget juga gitu kan,” tutur Karjo.

Keterlambatan pemberitahuan itu memicu keluhan orangtua di media sosial.

Salah satu unggahan menyebut orangtua baru menerima informasi bahwa anak-anak harus dijemput pukul 12.30 WIB, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Sudin pendidikan tak tahu pemulangan siswa

Persoalan ini juga menjadi perhatian Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.

Kepala Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, menyatakan bahwa keputusan memulangkan siswa lebih awal diambil tanpa sepengetahuan Sudin maupun Dinas Pendidikan.

“Iya betul bukan kegiatan sekolah. Memulangkan siswa juga tanpa sepengetahuan sudin atau dinas,” kata Sarwoko saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/10/2026).

Sarwoko menjelaskan, pihak sekolah khawatir kegiatan keagamaan di masjid yang berada di luar sekolah berbenturan dengan aktivitas siswa.

Karena itu, sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih cepat sekitar 40 menit dari jadwal yang semestinya, yakni pukul 13.30 WIB.

“Jadi ada kegiatan yang dipakai untuk kegiatan keagamaan, takut bentrok ada kegiatan di masjid (di luar sekolah). Jadi pihak sekolah memutuskan memulangkan (siswa),” kata Sarwoko.

Sebagai tindak lanjut, Sudin Pendidikan akan memanggil kepala SMPN 56 Jakarta untuk meminta penjelasan mengenai keputusan tersebut.

Tak punya parkiran memadai

Lurah Cilandak Timur, Mila Herawati, menjelaskan bahwa penggunaan halaman sekolah diajukan karena lokasi acara tidak memiliki area parkir yang memadai.

Jalan di depan lokasi juga relatif sempit sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk menampung kendaraan tamu.

“Jalan di depan itu kan kecil, enggak mungkin di pinggir jalan. Antisipasi aja sih sebetulnya,” kata Mila saat dihubungi melalui telepon.

Mila menyebut, persetujuan penggunaan halaman sekolah diberikan dengan mempertimbangkan kegiatan belajar mengajar.

Ia mendapat informasi bahwa siswa akan pulang pukul 13.45 WIB, sementara acara lomba dimulai pukul 13.00 WIB.

Dengan informasi tersebut, penggunaan halaman sekolah dinilai tidak akan mengganggu kegiatan belajar.

Acara kemudian selesai sekitar pukul 15.00 WIB dan area parkir sekolah kembali dikosongkan.

Perbedaan informasi mengenai jam pulang siswa menjadi salah satu hal yang mencuat dalam kejadian ini.

Karjo menyebut siswa diminta pulang pukul 13.00 WIB, sementara Mila mengaku mendapat informasi bahwa siswa pulang pukul 13.45 WIB.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui