TANGERANG, KOMPAS.com - Plt Kepala Samsat Ciledug Idam Kholid mengatakan, viralnya kasus mekanik bernama Yudariansyah ditagih tunggakan pajak mobil McLaren sebesar Rp 137,4 juta usai data pribadinya diduga dicatut sebagai pemilik kendaraan tersebut membuat sejumlah penunggak pajak mulai memenuhi kewajibannya.
Ia menyebutkan, pada Kamis (29/10/2026), seorang pemilik mobil melunasi tunggakan pajaknya yang mencapai puluhan juta rupiah.
"Hari ini ada yang masuk, ada yang bayar pajak mobil mewah ke samsat kami. Salah satunya mobil Jeep, tadi bayar pajak sebesar Rp 64 juta," kata Idam saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/10/2026).
Sebagai informasi, Samsat Ciledug mencatat setidaknya ada 39 unit mobil mewah, baik atas nama pribadi maupun perusahaan, yang masuk dalam daftar penunggak pajak.
Hal tersebut diketahui dari data yang dihimpun Bidang Pengendalian Sistem Informasi & Evaluasi (PSI) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten.
"Dari 39 ini sudah kita sisir. 7 unit sudah bayar, 8 unit sudah diblokir, 1 unit sudah mutasi keluar, dan 23 unit belum bayar," ujar Idam, Senin (26/10/2026).
Adapun mobil yang menunggak pajak tersebut bervariasi, mulai dari merek Ferrari, Lamborghini, Lexus, hingga McLaren.
Dalam penelusuran di lapangan, petugas juga menemukan alamat yang terdaftar dalam dokumen resmi ternyata tidak dihuni oleh pemilik kendaraan.
Salah satunya saat petugas mendatangi alamat di Kavling DPR, Pinang, Tangerang, Banten.
Di lokasi tersebut, tercatat sebuah perusahaan yang memiliki tunggakan pajak untuk lima unit mobil mewah.
"Ternyata pas kita datangi pemiliknya tidak ada. Tanah ada, bangunan ada, tapi pemilik tidak ada, lokasi disewakan ke pihak ekspedisi. Pihak ekspedisi sendiri bingung harus berhubungan dengan siapa, karena dari pihak Pajak Pratama juga sebelumnya kesulitan menemui pemiliknya," jelas Idam.
Tak hanya menemukan alamat yang sulit ditelusuri, petugas juga mendapati kendaraan yang terdaftar di Samsat Ciledug berada jauh dari wilayah Kota Tangerang.
Bahkan, mobil mewah jenis Lexus yang terdaftar di Ciledug, ternyata berada di wilayah Kalimantan.
"Petugas sudah turun ke lapangan, sudah menemukan pemilik kendaraan Lexus, dan ternyata kendaraannya ada di wilayah Kalimantan," kata Idam.
Sebelumnya, seorang mekanik di Pinang, Tangerang, bernama Yudariansyah dibuat panik usai pihak Samsat mendatangi rumahnya untuk menagih pajak mobil McLaren senilai Rp 137,4.
Mobil senilai Rp 4,5 miliar tersebut tercatat atas nama dirinya. Namun, diduga data pribadi Yudariansyah dicatut pihak leasing dan showroom agar pemilik kendaraan sebenarnya terhindar tagihan pajak.
Setelah itu, pihak Samsat akhirnya memblokir data administrasi mobil McLaren tersebut dan tengah menelusuri pemilik asli kendaraan.