Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

9 jam lalu

wondr by BNI kini tidak bisa diakses saat ponsel menerima panggilan, membantu mencegah modus penipuan yang meminta OTP, PIN, dan password.

Swipe untuk menutup

Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

03/04/2026, 21:22 WIB
Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat perlindungan nasabah dari risiko penipuan dengan menghadirkan fitur keamanan terbaru pada aplikasi wondr by BNI.

Melalui fitur itu, aplikasi tidak dapat diakses ketika ponsel pengguna sedang menerima panggilan masuk.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inovasi tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengantisipasi modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi melalui telepon.

“Fitur ini kami hadirkan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan yang memanfaatkan komunikasi telepon,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/4/2026).

Okki menjelaskan, ketika ponsel menerima panggilan masuk, aplikasi wondr by BNI secara otomatis akan terkunci dan menampilkan notifikasi “Selesaikan Panggilan Kamu Dulu”.

Dengan begitu, nasabah tidak dapat melakukan transaksi selama panggilan berlangsung.

Menurut Okki, fitur tersebut dirancang untuk mengurangi risiko penipuan yang kerap terjadi ketika pelaku meminta korban tetap berada dalam sambungan telepon sambil diarahkan melakukan transaksi atau membagikan data sensitif.

Dalam praktiknya, pelaku penipuan biasanya meminta informasi rahasia, seperti kode one-time password (OTP), PIN, password, hingga data pribadi lain yang dapat digunakan untuk mengakses rekening nasabah.

“Dengan fitur terbaru ini, wondr dapat membantu nasabah menjaga data pribadi. Kami juga mengimbau nasabah untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI,” tegas Okki.

Okki menambahkan, penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam transformasi digital perbankan. Terlebih, aktivitas transaksi digital masyarakat kian meningkat.

Melalui inovasi itu, BNI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, nyaman, dan mudah digunakan, serta meningkatkan kewaspadaan nasabah terhadap berbagai potensi kejahatan siber.

Brandzview Lainnya

Jadwal Timnas Putri Indonesia di FIFA Series 2026: Lawan Kongo hingga Thailand

Jadwal Timnas Putri Indonesia di FIFA Series 2026: Lawan Kongo hingga Thailand

10 jam lalu

Timnas Putri Indonesia dijadwalkan menghadapi tim-tim seperti Kongo pada ajang FIFA Series 2026 bulan April mendatang.

Swipe untuk menutup

Jadwal Timnas Putri Indonesia di FIFA Series 2026: Lawan Kongo hingga Thailand

03/04/2026, 20:00 WIB
Jadwal Timnas Putri Indonesia di FIFA Series 2026: Lawan Kongo hingga Thailand
Penulis: Ahmad Yasin
|
Editor: Ahmad Yasin

KOMPAS.com - Perjalanan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 berlanjut dengan keikutsertaan timnas putri. 

FIFA Series berikutnya akan berlangsung di Ratchaburi, Thailand, pada 9 hingga 18 April 2026.

Sebanyak empat negara ambil bagian dalam seri yang digelar di Thailand.

Selain Timnas Putri Indonesia, peserta lain adalah Republik Kongo, Kaledonia Baru, dan tuan rumah Thailand.

Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ratchaburi.

Ajang ini menjadi edisi perdana FIFA Series untuk kategori putri.

Format yang digunakan mempertemukan empat tim dalam satu seri, dengan pemenang laga awal melaju ke partai final.

Jadwal dan Lawan Indonesia

Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Republik Kongo pada laga pertama.

Jadwal Timnas Putri Indonesia vs Kongo berlangsung pada Senin, 12 April 2026, pukul 16.00 WIB.

Di hari yang sama, Thailand akan bertemu Kaledonia Baru pada pukul 20.30 WIB.

Pemenang dari masing-masing pertandingan akan melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.

Laga melawan Republik Kongo menarik perhatian karena negara tersebut sedang menjadi sorotan di level internasional.

Tim putra mereka berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, sementara Timnas Indonesia terhenti di putaran keempat kualifikasi.

Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi timnas putri Indonesia untuk menunjukkan perkembangan di level internasional.

FIFA Series Digelar di Beberapa Negara

Selain di Thailand, FIFA juga mengadakan FIFA Series 2026 di beberapa lokasi lain.

Turnamen serupa berlangsung di Brasil, Pantai Gading, dan Kenya.

Di Brasil, tuan rumah akan menghadapi Kanada, Korea Selatan, dan Zambia.

Sementara itu, seri di Pantai Gading diikuti oleh Mauritania, Pakistan, serta Kepulauan Turks dan Caicos.

Adapun di Kenya, peserta yang bertanding adalah Australia, India, dan Malawi.

Secara keseluruhan, terdapat 16 tim dari berbagai konfederasi yang ambil bagian dalam FIFA Series edisi tahun ini.

Turnamen ini menjadi bagian dari kalender resmi FIFA dan berlangsung dalam periode yang sama di berbagai negara tuan rumah.

Terpopuler Lainnya

"Durian Runtuh" Amerika

18 jam lalu

Efek domino dari perang ini secara otomatis mendorong Amerika Serikat menjadi pemimpin pasar LNG global.

Swipe untuk menutup

"Durian Runtuh" Amerika

03/04/2026, 12:02 WIB
Penulis: tedyardiansyah
|
Editor: Ferril Dennys

DUNIA internasional sedang menyaksikan sebuah panggung sandiwara geopolitik yang penuh dengan kontradiksi tajam.

Di satu sisi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan penuh sesumbar mengklaim kemenangan mutlak atas agresi militernya terhadap Iran, sebuah pernyataan yang segera memicu perdebatan sengit mengenai validitasnya di lapangan.

Namun, di balik kegaduhan retorika perang yang dianggap banyak pihak sebagai blunder diplomatik, terdapat realitas ekonomi yang sangat kontras.

Krisis ini justru menjadi katalisator bagi Amerika Serikat untuk mengukuhkan dominasinya di panggung energi dunia, membuat negara tersebut seolah "ketiban durian runtuh" sebagai pemimpin pasar LNG global saat ini.

Masalah di Balik Klaim Kemenangan "Operation Epic Fury"

Akar dari polemik ini bermula ketika Presiden Trump memberikan pidato nasional mengenai "Operation Epic Fury".

Ia mengklaim, misi militer Amerika Serikat hampir selesai dengan keberhasilan sistematis dalam melumpuhkan kekuatan Iran, mulai dari penghancuran total angkatan laut hingga pelemahan drastis program rudal mereka.

Trump mempromosikan narasi kemenangan yang bersih dan luar biasa, namun klaim ini langsung terbentur pada masalah data lapangan yang suram.

Laporan internal dan pengamatan publik justru menunjukkan adanya kerugian personel yang signifikan, di mana tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dan terluka.

Selain itu, terdapat fakta yang menunjukkan mundurnya militer AS dari pangkalan-pangkalan strategis seperti Pangkalan Victoria di Irak.

Kontradiksi antara pidato kemenangan yang megah dengan realitas penarikan pasukan ini menciptakan lubang besar dalam kredibilitas kebijakan luar negeri Gedung Putih, yang kemudian memicu gelombang cemoohan dari berbagai kalangan.

Reaksi terhadap klaim Trump tidak datang dalam bentuk apresiasi, melainkan kritik pedas yang menjurus pada penilaian inkoherensi kepemimpinan.

Para senator dan konsultan politik di Amerika Serikat, seperti Sarah Longwell dan Chris Van Hollen, secara terang-terangan menuduh Trump sedang berbohong dan melakukan blunder besar yang memalukan.

Namun, analisis yang lebih mendalam datang dari pengamat Hubungan Internasional (H.I.), Teku Reza Shah.

Teku Reza Shah menilai, pernyataan Trump yang kerap berubah-ubah merupakan bentuk ketidakyakinan batin atas agresi tersebut.

Merujuk pada prinsip The Art of War karya Sun Tzu, Reza Shah melihat, Amerika Serikat sebenarnya sedang melakukan upaya pengelabuan karena mereka sendiri kehilangan arah setelah ditinggalkan oleh sekutu-sekutu utamanya di NATO, seperti Inggris, Perancis, dan Jerman.

Menurutnya, ketidakpercayaan diri AS muncul karena agresi ini tidak memiliki legitimasi hukum, baik secara domestik maupun internasional melalui PBB, sehingga menempatkan posisi Washington dalam isolasi diplomatik yang berbahaya.

Intrik LNG: Analisis Stephen Stapczynski dan Ruth Liao

Di tengah cemoohan politik tersebut, intrik ekonomi yang lebih besar sedang dimainkan.

Melalui artikel bertajuk "War Gives US Gas an Advantage", Stephen Stapczynski dan Ruth Liao menjelaskan bagaimana perang ini secara mekanis memberikan keuntungan luar biasa bagi sektor energi Amerika Serikat.

Mereka menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah menjungkirbalikkan asumsi lama mengenai keandalan Qatar sebagai pemasok gas alam cair (LNG) dunia.

Stapczynski dan Liao menyoroti pengiriman LNG pertama Qatar pada tahun 1996 telah membangun reputasi negara tersebut sebagai pemasok yang tak tergoyahkan, hingga akhirnya serangan drone dan penutupan Selat Hormuz menghentikan operasional fasilitas Ras Laffan.

Gangguan ini memaksa para pengimpor gas di seluruh dunia untuk segera mencari pengganti dan menyusun rencana darurat.

Dalam kekacauan suplai ini, Stephen Stapczynski dan Ruth Liao mencatat bahwa para pembeli kini "berteriak" mencari pengganti, dan rencana darurat tersebut hampir selalu melibatkan peningkatan bisnis dengan Amerika Serikat.

Menjadi Pemimpin Pasar LNG Dunia

Efek domino dari perang ini secara otomatis mendorong Amerika Serikat menjadi pemimpin pasar LNG global.

Ketika pasokan dari Qatar terhambat oleh risiko geografis, gas dari Pantai Teluk AS menjadi pilihan paling logis dan aman.

Fenomena ini terlihat jelas saat tanker-tanker LNG Amerika yang sedang menuju Eropa segera beralih haluan menuju Asia demi mengejar harga premium dari pembeli yang panik akibat hilangnya volume gas yang biasanya dipasok oleh Qatar.

Pernyataan dari pakar hukum energi Amerika Serikat, Sakmar, dalam artikel tersebut mempertegas bahwa saat ini terdapat sumber energi alternatif dan pemasok LNG yang melimpah di luar Qatar, dan Amerika Serikat berada di garda terdepan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Meskipun secara politik Trump dicemooh karena agresi militernya, secara ekonomi, AS berhasil memanfaatkan situasi ini untuk mengukuhkan posisi sebagai eksportir terbesar yang menawarkan kepastian pasokan di tengah ketidakpastian perang.

Dominasi Amerika Serikat sebagai pemimpin pasar LNG saat ini mungkin memberikan stabilitas jangka pendek bagi pasar energi, namun ketergantungan pada satu negara tetap membawa risiko.

Solusi yang benar-benar menguntungkan dunia secara kolektif bukan hanya soal memperkaya produsen tertentu, melainkan tentang menciptakan ketahanan energi yang berkeadilan.

Langkah ke depan harus difokuskan pada diversifikasi global yang nyata. Dunia membutuhkan akses energi yang tidak terikat pada konflik geopolitik di satu wilayah tertentu.

Pemanfaatan teknologi seperti yang dijelaskan oleh Stapczynski dan Liao seharusnya mendorong investasi pada infrastruktur energi di berbagai belahan bumi, sehingga negara berkembang tidak menjadi korban harga premium saat krisis melanda.

Solusi sejatinya adalah transparansi pasar dan penguatan hukum internasional untuk menjamin jalur perdagangan tetap terbuka, memastikan bahwa energi tetap menjadi alat kesejahteraan global, bukan sekadar instrumen kekuasaan atau durian runtuh bagi satu negara pemenang perang.

Internasional Lainnya

Viral Lompat dari Tebing Pakai Motor Sewaan di Bali, WNA Asal Belgia Dideportasi

Viral Lompat dari Tebing Pakai Motor Sewaan di Bali, WNA Asal Belgia Dideportasi

8 jam lalu

Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi WNA Belgia yang viral terjun ke laut pakai motor rental di Bali. Pelaku sempat kabur sebelum ditangkap.

Swipe untuk menutup

Viral Lompat dari Tebing Pakai Motor Sewaan di Bali, WNA Asal Belgia Dideportasi

03/04/2026, 22:10 WIB
Viral Lompat dari Tebing Pakai Motor Sewaan di Bali, WNA Asal Belgia Dideportasi

DENPASAR, KOMPAS.com - Pihak Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi seorang laki-laki, Warga Negara Asing (WNA) asal Belgia berinisial SD (31), pada Kamis (2/4/2026).

SD dideportasi setelah nekat melakukan aksi melompat dari tebing ke laut menggunakan sepeda motor, di Pantai Balangan, Kabupaten Badung, Bali. Perbuatan SD pun viral.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden membahayakan tersebut dilakukan pada tanggal 23 atau 24 Maret 2026.

"Aksinya direkam menggunakan action camera oleh rekannya yang merupakan warga negara Austria, untuk kemudian diunggah ke akun Instagram pribadi milik SD," ungkap Bugie, Jumat (3/4/2026).

Aksi pamer tersebut akhirnya menimbulkan sengketa karena sepeda motor yang digunakan SD ternyata disewa dari salah satu tempat rental motor Bali.

Akibat perbuatannya, motor tersebut rusak parah.

"Saat dimintai ganti rugi oleh pemilik rental, SD menolak dengan dalih tidak sanggup membayar," tambah Bugie.

Kabur ke Sorong

Pihak Imigrasi Ngurah Rai telah memanggil SD untuk memberikan klarifikasi. Namun, pada 25 Maret 2026, dia melarikan diri ke Sorong, Papua Barat.

Lalu, pada 30 Maret 2026, dia mencoba keluar negeri menuju Kuala Lumpur, Malaysia, melalui jalur transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Petugas Imigrasi Makassar menggagalkan pelarian saat SD. Ia pun dibawa kembali ke Bali untuk diperiksa lebih lanjut.

Setibanya di Bali, SD diperiksa di Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Akhirnya dia menyelesaikan pembayaran ganti rugi motor tersebut kepada pihak rental.

SD kemudian dipulangkan ke negara asalnya menggunakan maskapai Qatar Airways (QR963) tujuan Doha.

Bugie menekankan bahwa SD terbukti melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena melakukan kegiatan berbahaya yang patut diduga mengancam keamanan dan ketertiban umum.

"Kami juga telah resmi mengajukan nama yang bersangkutan untuk dimasukkan ke dalam daftar penangkalan atau cekal. Kami pastikan tidak ada ruang kompromi bagi WNA yang melanggar aturan dan mencoba menghindari proses hukum di wilayah kami," tegas Bugie.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna mengungkapkan bahwa penindakan ini untuk menjaga pariwisata Bali yang aman dan kondusif.

"Tindakan ini adalah pesan yang sangat jelas bahwa kami menindak tegas setiap pelanggaran. Kami mengimbau kepada seluruh WNA yang berada di Bali untuk selalu mematuhi peraturan hukum yang berlaku, serta menjaga ketertiban umum," jelas Felucia Sengky.

Viral Lainnya

Viral Polisi Mengundurkan Diri di Facebook, Polda Sulut Bantah Terkait Kasus

Viral Polisi Mengundurkan Diri di Facebook, Polda Sulut Bantah Terkait Kasus

12 jam lalu

Anggota polisi Aipda VAK viral setelah unggah pengunduran diri dirinya di Facebook. Polda Sulut membantah mutasi terkait korupsi.

Swipe untuk menutup

Viral Polisi Mengundurkan Diri di Facebook, Polda Sulut Bantah Terkait Kasus

03/04/2026, 17:55 WIB
Viral Polisi Mengundurkan Diri di Facebook, Polda Sulut Bantah Terkait Kasus
Penulis: Subhan Sabu
|
Editor: Reni Susanti

MANADO, KOMPAS.com — Seorang anggota Polri, Aipda Vicky Aristo Katiandagho (VAK), viral di media sosial setelah mengunggah video pengunduran dirinya di Facebook.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menegaskan, mutasi terhadap VAK bukan terkait penanganan kasus korupsi.

"Benar, Pak, mutasinya bersifat rutin, Pak (tour of duty dan tour of area)," kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Alamsyah menjelaskan, VAK dimutasi dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud sebagai bagian dari rotasi rutin organisasi.

Ia menyebut mutasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan hal yang lumrah di institusi Polri.

Jika anggota yang dimutasi tengah menangani perkara, maka penanganannya akan dilanjutkan oleh penggantinya.

Pengunduran Diri atas Kemauan Sendiri

Menurut Alamsyah, VAK mengajukan pengunduran diri pada 2025 atas kemauan sendiri, bukan karena tekanan atau pemecatan.

Pengajuan tersebut kemudian disetujui pada Januari 2026 menjelang masa pensiun dini per 1 April 2026.

Terkait video yang beredar, Alamsyah menyebut narasi yang berkembang di media sosial merupakan distorsi fakta.

"Hasil klarifikasi menunjukkan subyek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi," ujarnya.

Ia menjelaskan, video asli yang dibuat VAK hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri sebagai kenang-kenangan masa dinas.

Namun, video tersebut kemudian diedit dan ditambahi narasi provokatif oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Alamsyah mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sudah diedit sedemikian rupa. Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri," katanya.

Viral Lainnya

Amsal Sitepu Bebas, Toni Dihukum Penjara, Keluarga: Padahal Kronologi Hingga Judul Sama

Amsal Sitepu Bebas, Toni Dihukum Penjara, Keluarga: Padahal Kronologi Hingga Judul Sama

1 hari lalu

Amsal Sitepu divonis bebas dalam kasus profil desa di Karo. Sementara, Toni Aji, terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara.

Swipe untuk menutup

Amsal Sitepu Bebas, Toni Dihukum Penjara, Keluarga: Padahal Kronologi Hingga Judul Sama

03/04/2026, 00:00 WIB
Amsal Sitepu Bebas, Toni Dihukum Penjara, Keluarga: Padahal Kronologi Hingga Judul Sama

KARO, KOMPAS. com - Amsal Christy Sitepu, videografer yang menjadi terdakwa korupsi video profil desa di Kabupaten Karo dinyatakan bebas oleh majelis hakim pada sidang putusan di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (1/4/2026).

Kasus ini juga menyeret sejumlah terdakwa lainnya. Salah satunya Toni Aji Anggoro. Keluarga Toni mengaku bingung dengan penetapan Toni menjadi tersangka hingga diputus majelis hakim dengan penjara 1 tahun subsider 2 bulan,

"Di tanggal 13 Agustus Toni dijemput paksa berdasarkan narasi kejaksaan. Padahal, 3-4 bulan terakhir Toni masih di Berastagi dalam keadaan bekerja. Kemudian, dalam penjemputan itu Toni diperiksa dan mengisi BAP. Sebagai catatan, Toni bilang BAP yang dia tulis adalah BAP yang sama ketika dia diperiksa menjadi saksi sebelumnya. Tapi dalam kurun waktu 3 jam saja status saksi langsung berubah jadi tersangka," Ujar Tina selaku kakak Toni dalam sambungan telepon, Jumat (3/04/2026)

Tina juga menyampaikan, dalam persidangan banyak keanehan muncul karena Toni diduga melakukan perbuatan yang menguntungkan pihak lain, yaitu Jesaya Perangin-angin dan Jesaya Ginting.

Padahal, Toni merupakan pekerja dan bukan pemilik CV. Arih Ersada yang masuk dalam radar korupsi profil desa dan website desa.

"Dalam dakwaan subsider, disebutkan bahwa Toni diduga melakukan perbuatan yang menguntungkan pihak lain, yaitu Jesaya Perangin-angin dan Jesaya Ginting, padahal dia adalah pekerja, pembuatan website yang dibayar senilai Rp 5.700.000 per website yang dia buat", Ujar Tina.

Ia mengatakan, keluarga juga sempat memposting kejanggalan yang muncul dalam kasus ini, namun tidak seviral kasus Amsal.

"Kita sudah coba viralkan abang kejadian ini, namun tidak seviral Amsal, hingga tidak ada pantauan seperti kasus Amsal, padahal, kronologi, hingga judul persangkaannya sama abang pembuatan profil dan website desa", ucap Tina

Pihak keluarga berharap suara kecil yang ada ini dapat didengar oleh Komisi III DPR RI, dan dapat membantu Toni Aji Anggoro mendapatkan hak keadilan.

Kasus Amsal Sitepu

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, kasus yang menjerat Amsal Cristy Sitepu berawal dari pekerjaannya sebagai videografer melalui CV Promiseland yang menggarap proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo pada 2020 hingga 2022.

Dalam proyek tersebut, Amsal diduga melakukan mark up anggaran.

Ia menawarkan biaya pembuatan video sebesar Rp 30 juta per desa kepada sekitar 20 desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karo.

Namun, berdasarkan hasil analisis ahli dan auditor Inspektorat, biaya wajar untuk satu video diperkirakan sekitar Rp 24,1 juta.

Selisih harga inilah yang kemudian menjadi dasar dugaan adanya penyimpangan anggaran.

Amsal didakwa melanggar ketentuan tindak pidana korupsi dan dituntut hukuman dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, serta kewajiban mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 202 juta.

Meski begitu, sejumlah pihak menilai perbedaan angka tersebut belum tentu mencerminkan adanya tindak pidana.

Pasalnya, pekerjaan videografi dianggap sebagai kerja kreatif yang tidak memiliki standar harga baku dan sangat bergantung pada konsep, kualitas produksi, hingga kebutuhan masing-masing klien.

Sorotan terhadap kasus ini bahkan sampai ke Komisi III DPR RI yang menggelar rapat dengar pendapat umum.

Mereka menilai penanganan perkara ini memunculkan pertanyaan, terutama terkait pendekatan hukum dalam menilai pekerjaan berbasis kreativitas.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Karo mengungkap adanya dugaan mark-up anggaran dalam proyek pembuatan video profil desa.

Kasi Intelijen Kejari Karo, DM Sebayang menyebutkan, bahwa dalam perkara ini terdapat sejumlah tersangka dari beberapa perusahaan yang saling berkaitan.

"Terkait kasus Amsal ini, total sudah ada lima tersangka kami tetapkan,” kataya.

Beberapa nama tersangka dalam perkara ini antara lain:

- Jesaya Perangin-angin (sedang menempuh upaya banding)

- Toni Aji Anggoro (putusan telah inkracht)

- Amry KS Pelawi (putusan telah inkracht)

- Jesaya Ginting (masuk daftar pencarian orang/DPO)

- Amsal Christy Sitepu (telah diputus bebas).

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui