8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif

8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif

21 menit lalu

Bandara Kertajati disiapkan jadi alternatif penanganan penerbangan imbas penutupan 8 bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Swipe untuk menutup

8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif

07/09/2026, 16:31 WIB
8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif

KOMPAS.com – Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, disiapkan menjadi bandara alternatif menyusul penutupan delapan bandara akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Bandara Kertajati siap melayani pendaratan dan penerbangan pesawat yang terdampak penutupan sejumlah bandara.

Dedi juga meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turun langsung ke Bandara Kertajati untuk membantu pelayanan penumpang.

“Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (7/9/2026).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi itu, pelayanan di bandara tersebut perlu dipastikan berjalan baik, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar penumpang, terutama bagi bayi dan orang tua.

Ia berharap, operasional penerbangan di Bandara Kertajati dapat berlangsung aman dan nyaman.

Sebagai informasi, Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat abu vulkanik.

Penetapan tersebut dilakukan lantaran Bandara Kertajati tidak terdampak abu vulkanik setelah dilakukan paper test.

Adapun delapan bandara yang ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, dan Bandara Atung Bungsu.

Brandzview Lainnya

Beberapa Hari Setelah GPT-6 Astra Rilis, Ilmuwan OpenAI Minta AI Diperlambat

Beberapa Hari Setelah GPT-6 Astra Rilis, Ilmuwan OpenAI Minta AI Diperlambat

2 jam lalu

Kemampuan membobol sistem komputer disebut mulai melampaui manusia. Ia meminta pengembangan model diperlambat bila diperlukan.

Swipe untuk menutup

Beberapa Hari Setelah GPT-6 Astra Rilis, Ilmuwan OpenAI Minta AI Diperlambat

07/09/2026, 15:15 WIB
Beberapa Hari Setelah GPT-6 Astra Rilis, Ilmuwan OpenAI Minta AI Diperlambat
Penulis: Galuh Putri Riyanto
|
Editor: Yudha Pratomo

KOMPAS.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat mulai menimbulkan kekhawatiran. Bahkan kekhawatiran itu muncul dari orang yang berada di garis depan pengembangannya.

Kepala Ilmuwan atau Chief Scientist OpenAI Jakub Pachocki memperingatkan bahwa industri AI mungkin perlu memperlambat alias slowdown pengembangan model yang semakin canggih.

Menurut Pachocki, saat ini belum ada perusahaan atau laboratorium AI, termasuk OpenAI, yang benar-benar siap menghadapi konsekuensi apabila kecerdasan mesin terus meningkat dengan cepat.

Peringatan tersebut disampaikan Pachocki dalam tulisan panjang berjudul "An Alien Mind" yang dipublikasi di laman resmi OpenAI pada Minggu (6/9/2026).

"Saya khawatir tidak ada yang siap menghadapi konsekuensi dari peningkatan kecerdasan mesin yang terus berlangsung dengan cepat," tulis kepala ilmuwan di perusahaan pengembang ChatGPT itu.

Permintaan untuk "menahan" pengembangan AI ini datang selang hanya beberapa hari setelah OpenAI merilis GPT-6 Astra.

Model ini digadang-gadang sebagai model paling pintar yang unggul dalam penggunaan komputer, pemrograman, keamanan siber, dan sains.

Model AI ini juga diklaim paling selaras (aligned) dengan keinginan pengguna yang pernah dibuat perusahaan.

Menurut Jakub Pachocki, beberapa tahun ke depan berpotensi membawa lompatan kemampuan AI yang sama besar, bahkan lebih besar dibandingkan yang telah terjadi saat ini.

AI juga diperkirakan semakin berperan dalam proses pengembangan dirinya sendiri atau yang disebut recursive self-improvement (RSI).

Dengan kata lain, manusia bukan lagi satu-satunya pihak yang mengembangkan AI. Sistem AI yang semakin pintar dapat membantu penelitian dan pengembangan generasi AI berikutnya, sehingga laju kemajuannya berpotensi semakin cepat.

Pachocki menilai kondisi tersebut membutuhkan kehati-hatian ekstrem.

AI bisa punya "tujuan" sendiri

Salah satu kekhawatiran Pachocki adalah munculnya AI agent yang semakin otonom.

Selama ini, AI umumnya dipandang sebagai alat yang menjalankan instruksi manusia. Namun, menurut Pachocki, batas antara penyalahgunaan AI oleh manusia dan tindakan AI yang tidak sesuai dengan tujuan manusia bisa semakin kabur.

AI agent atau agen AI yang sangat canggih berpotensi mengejar tujuan tertentu di luar maksud operatornya.

Dalam kondisi ekstrem, Pachocki mengatakan agent dapat bekerja sama dengan manusia dengan cara bernegosiasi, menipu, bahkan memeras mereka untuk mencapai tujuannya.

Ancaman tersebut semakin serius karena kemampuan AI di bidang keamanan siber juga berkembang pesat.

Menurut Pachocki, model AI mulai memiliki kemampuan yang melampaui manusia untuk membobol sistem komputer. Agent semacam ini berpotensi mengakses berbagai infrastruktur di dunia tanpa membutuhkan tubuh fisik.

Salah satu kasusnya adalah model internal OpenAI yang "kabur" dari lingkungan pengujian (sandbox) dan meretas platform Hugging Face belum lama ini.

Karena itu, Pachocki menyebut, industri harus untuk menggunakan model AI terbaik guna memperkuat keamanan sistem dan infrastruktur penting sebelum kemampuan tersebut semakin berkembang.

AI makin pintar menyembunyikan cara berpikirnya

Masalah lain terletak pada bagaimana manusia mengawasi AI. Salah satu pendekatan OpenAI selama ini adalah memantau chain-of-thought, yaitu proses penalaran yang digunakan model ketika menyelesaikan suatu persoalan.

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengamati bukan hanya tindakan AI, tetapi juga proses internal yang mengarah pada tindakan tersebut.

Namun, kemampuan tersebut mulai menghadapi tantangan. Pachocki mengatakan AI modern semakin mampu memahami dan memanipulasi proses penalarannya sendiri.

Menurut Pachocki, model yang semakin mumpuni dapat menyelesaikan pekerjaan sulit menggunakan lebih sedikit token bahasa, bahkan dalam beberapa kasus tanpa token bahasa. Akibatnya, semakin sedikit pula proses yang bisa diamati melalui reasoning berbasis bahasa.

Menurut Pachocki, kemampuan manusia untuk memonitor AI pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor yang membatasi seberapa cepat teknologi tersebut boleh dikembangkan.

Pachocki juga menyoroti machine recursive self-improvement, yaitu kondisi ketika AI semakin terlibat dalam penelitian dan pengembangan AI itu sendiri.

Ia memperkirakan mekanisme ini dapat menjadi bagian penting dari penemuan ilmiah pada masa mendatang. Namun, Pachocki menegaskan bahwa mempercepat penelitian deep learning secara besar-besaran dalam waktu dekat bukanlah langkah kolektif yang tepat bagi komunitas AI.

Menurut dia, ada dua pilihan yang bisa dilakukan. Pertama, terus mengembangkan AI sambil memastikan sistem alignment dan pemantauan berkembang bersamaan serta manusia tetap berada dalam prosesnya.

Kedua, perusahaan-perusahaan AI dapat berkoordinasi untuk memperlambat pengembangan ketika diperlukan, sampai mereka cukup yakin sistem keselamatan yang tersedia mampu mengimbangi kemampuan AI.

Pachocki menilai kombinasi keduanya merupakan pilihan terbaik saat ini.

Minta ada "batas keselamatan" wajib

Selain seruan agar perusahaan AI secara sukarela lebih berhati-hati, Pachocki juga mengusulkan adanya safety bars. Batas keselamatan ini harus dipenuhi sebelum perusahaan boleh melanjutkan pengembangan AI ke tingkat berikutnya.

Menurut dia, kerangka seperti Preparedness Framework milik OpenAI atau Responsible Scaling Policy milik Anthropic (pengembang Claude AI) perlu berkembang menjadi standar keselamatan yang berlaku lebih luas.

Pengawasannya juga tidak semestinya hanya dilakukan oleh perusahaan pembuat AI sendiri. Pachocki mengusulkan standar tersebut dapat ditegakkan oleh auditor independen, lembaga pemerintah, atau badan internasional.

"Scaling sistem AI harus dibatasi oleh tingkat keyakinan kita terhadap keselamatannya," tulis Pachocki.

Menurut dia, tantangan utama sekarang adalah bagaimana manusia berhasil menciptakan AI yang semakin pintar, sekaligus bagaimana mencapainya sambil memastikan manusia tetap menjadi bagian dari proses peningkatan tersebut dan masa depan tetap berada di tangan manusia.

Pada bagian akhir tulisannya, Pachocki menyampaikan peringatan paling tegas.

Ia mengatakan saat ini belum ada laboratorium AI yang berhasil menyelesaikan persoalan alignment dan monitoring pada tingkat yang cukup untuk terus meningkatkan kemampuan AI dengan kecepatan maksimum dalam jangka panjang.

OpenAI, menurut dia, akan terus mencari solusi teknis untuk memastikan AI tetap selaras dengan kepentingan manusia, meningkatkan sistem pemantauan, membangun sistem pertahanan, bahkan menahan peningkatan skala model apabila diperlukan.

Namun, upaya satu perusahaan saja dinilai tidak cukup. Karena itu, Pachocki berharap perlambatan pengembangan AI secara sukarela hingga industri memiliki standar keselamatan bersama.

Ia juga menyerukan koordinasi internasional terkait pengembangan AI menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di berbagai negara, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider.

Terpopuler Lainnya

Liburan Selesai, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bertolak dari Thailand

Liburan Selesai, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bertolak dari Thailand

17 jam lalu

Keberangkatan ini menandai berakhirnya masa istirahat dan rekreasi selama lima hari bagi 5.000 awak kapal Lincoln.

Swipe untuk menutup

Liburan Selesai, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bertolak dari Thailand

07/09/2026, 00:12 WIB
Liburan Selesai, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bertolak dari Thailand

PATTAYA, KOMPAS.com - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, resmi bertolak dari Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat (11.00 WIB).

Keberangkatan ini menandai berakhirnya masa istirahat dan rekreasi selama lima hari bagi 5.000 awak kapal, setelah menjalani penugasan panjang selama sembilan bulan di kawasan Timur Tengah.

Kunjungan pelabuhan pertama ini dilakukan di tengah laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan di dalam kapal.

Bulan lalu, anggota parlemen AS dari Partai Demokrat menyerukan penyelidikan terkait laporan kekurangan makanan, kerusakan sistem saluran air, hingga krisis kesehatan mental di atas kapal Lincoln.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran perang berkepanjangan dengan Iran tersebut, posisi kapal Lincoln di Timur Tengah pada akhirnya digantikan oleh USS George Washington.

Dampak ekonomi bagi Pattaya

Berlabuhnya kapal Lincoln di sebelah utara kota resor Pattaya sejak Rabu (2/9/2026) membangkitkan harapan para pelaku usaha lokal di tengah masa sepi kunjungan wisata.

Pattaya sendiri dikenal dengan pantai dan kehidupan malamnya, meski kerap diterpa reputasi negatif sebagai pusat wisata seks.

Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, mengungkapkan bahwa para pelaut AS diperkirakan membelanjakan dana hingga 100 juta baht (Rp 53,5 miliar) selama masa kunjungan mereka.

Selain itu, kota tersebut juga mendapat keuntungan dari pasokan logistik kapal.

"Penjualan berbagai kebutuhan lain, seperti pasta gigi, kepada pihak kapal (mencapai) nilai jutaan baht," ujar Poramase kepada AFP, Minggu (6/9/2026).

Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa para pelaut di kapal Lincoln sempat kehabisan perlengkapan mandi dasar—termasuk pasta gigi, deodoran, dan sabun—pada beberapa waktu selama masa penugasan.

Poramase menambahkan, banyak pelaut dan anggota Marinir menghabiskan waktu di pesisir Thailand dengan berbelanja serta mengunjungi tempat-tempat wisata.

"Hal itu menunjukkan bahwa mereka merindukan keluarga dan ingin membeli oleh-oleh untuk mereka," kata Poramase.

Pengamanan ketat

Selama kunjungan berlangsung, pengamanan di Pattaya diperketat. Pihak berwenang sempat melakukan penertiban terhadap pekerja seks menjelang kedatangan para pelaut, meskipun wali kota membantah adanya keterkaitan antara kedua hal tersebut.

Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa secara umum kunjungan para pelaut AS tersebut berlangsung aman dan kondusif.

"Semuanya berjalan lancar," kata Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo.

"Tidak ada penangkapan ataupun pertengkaran, kecuali pada hari pertama saat terjadi perselisihan di antara sesama orang Amerika," lanjut Anek.

Anek menjelaskan bahwa insiden perkelahian kecil akibat pengaruh alkohol sempat terjadi di dekat Walking Street—kawasan hiburan malam utama di Pattaya—pada Kamis dini hari.

Pihak Angkatan Laut AS kemudian memulangkan dua pelaut yang terlibat kembali ke kapal Lincoln.

Insiden sepele tersebut berhasil diredam setelah warga setempat menghubungi polisi untuk mencegah perselisihan membesar.

Internasional Lainnya

Heboh Karhutla Terjadi di Paropo Sumut, Api Terekam Mendekati Jalan

Heboh Karhutla Terjadi di Paropo Sumut, Api Terekam Mendekati Jalan

8 menit lalu

Karhutla di Paropo, Dairi, Sumut terekam sudah mulai mendekati jalan.

Swipe untuk menutup

Heboh Karhutla Terjadi di Paropo Sumut, Api Terekam Mendekati Jalan

07/09/2026, 16:45 WIB
Heboh Karhutla Terjadi di Paropo Sumut, Api Terekam Mendekati Jalan
Penulis: Rahmat Utomo
|
Editor: Novita Rahmawati

MEDAN, KOMPAS.com - Viral video kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di lereng bukit Paropo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada Sabtu (5/9/2026).

Dilihat dari akun instagram @titik.lokasi_ tampak perekam video merekam moment dari dalam mobil, terlihat kobaran api cukup besar di tepi bukit yang mendekati jalan raya.

"Kebakaran api dilaporkan muncul di lereng bukit Paropo, Dairi Sabtu (5/9/2026), menyebabkan kepulan asap. Mengenai penyebab maupun luas area yang terbakar kami akan terus memantau perkembangannya," tulis narasi video.

Kepala Bidang Perlindungan, Penegakan Hukum, dan Peningkatan Kapasitas DLHK Sumut, Zainuddin Harahap membenarkan insiden kebakaran tersebut.

"Benar berdasarkan informasi dari rekan-rekan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) XV benar telah terjadi peristiwa kebakaran," ujar Zainuddin saat dihubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Senin (5/9/2026).

Sementara itu, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, mengatakan insiden terjadi pukul 20.00 WIB pada Sabtu, (5/9/2026).

"Lokasi kebakaran hutan di pinggir jalan penghubung Desa Tongging, Kabupaten Karo menuju Desa Paropo, Kabupaten Dairi, tepatnya di Desa Kodon Kodon, Kecamatan Merek," ujar Sri Wahyuni dihubungi terpisah.

Kata Sri Wahyuni luas lahan yang terbakar seluas 1, 5 hektar terdiri dari semak belukar dan rerumputan. Saat proses pemadaman BPBD Sumut sempat kewalahan memadamkan api.

"Pemicunya dikarenakan lokasi terdampak merupakan perbukitan yang cukup curam, jadi pemadaman api sedikit terkendala," ujar Sri Wahyuni.

Kendati demikian pihaknya bersama Pemkab dan BPBD Karo terus berupaya, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan.

Kini kata Sri Wahyuni pemicu kebakaran masih diselidiki. Dia juga mengatakan tidak ada luka atau pun tewas akibat kebakaran ini.

Viral Lainnya

Viral di Medsos, Doorprize Honda PCX Rp 31 Juta di Pekalongan Dituding Settingan

Viral di Medsos, Doorprize Honda PCX Rp 31 Juta di Pekalongan Dituding Settingan

11 menit lalu

Video tuding rekayasa undian Honda PCX di Capgawan Cup Kedungwuni viral. Panitia membantah keras, jelaskan mekanisme pengundian.

Swipe untuk menutup

Viral di Medsos, Doorprize Honda PCX Rp 31 Juta di Pekalongan Dituding Settingan

07/09/2026, 16:41 WIB
Viral di Medsos, Doorprize Honda PCX Rp 31 Juta di Pekalongan Dituding Settingan
Penulis: Yusuf Bastiar
|
Editor: Aloysius Gonsaga AE

PEKALONGAN, KOMPAS.com – Video yang menuduh adanya rekayasa doorprize Honda PCX senilai sekitar Rp 31 juta pada Turnamen Sepak Bola Capgawan Cup Kedungwuni 2026 Dukun Capgawan, Kelurahan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah viral di media sosial pada Minggu (6/9/2026).

Dalam narasi yang beredar, panitia disebut telah menyiapkan kupon tertentu untuk memenangkan hadiah utama.

Video tersebut juga menyoroti seorang panitia yang memegang kotak undian dan terlihat menunjuk-nunjuk isi kotak sebelum kupon diambil.

Selain itu, beredar tudingan bahwa pemenang doorprize merupakan keponakan lurah Kedungwuni Timur yang dipercaya mengambil kupon hadiah utama.

Namun, Ketua Panitia Turnamen Capgawan Cup Kedungwuni 2026, Siswoto (49), membantah adanya rekayasa dalam pengundian tersebut.

Menurut Siswoto, seluruh kupon yang diundi merupakan tiket pertandingan yang dikumpulkan sejak awal turnamen hingga pertandingan final.

“Undian dilaksanakan dengan benar tanpa adanya rekayasa dari pihak mana pun. Tiket yang diundi adalah semua tiket dari seluruh tiket pertandingan Turnamen Capgawan Cup dari awal sampai akhir selesai acara,” kata Siswoto saat ditemui Kompas.com di balai Kelurahan Kedungwuni Timur, Senin (7/9/2026) siang.

Turnamen Capgawan Cup Kedungwuni 2026 berlangsung 2 Agustus hingga 4 September 2026. Pengundian hadiah utama dilakukan setelah pertandingan final pada Jumat (4/9/2026).

Final mempertemukan Dua Bintang Karangdadap melawan Hamba Kedher Wonopringgo. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 dan dilanjutkan melalui adu penalti yang dimenangkan Hamba Kedher Wonopringgo.

Setelah pertandingan, panitia menggelar pengundian doorprize dengan hadiah utama satu unit Honda PCX 160 yang disebut bernilai sekitar Rp 31 juta.

Menurut Siswoto, lurah Kedungwuni Timur memang dipercaya panitia untuk mengambil kupon pemenang hadiah utama.

Dia menegaskan, mekanisme pengundian tersebut sama dengan pengundian hadiah yang dilakukan setiap jeda pertandingan selama turnamen.

“Setiap pertandingan sama. Setiap pertandingan itu kan ada pembagian doorprize saat istirahat ya. Setiap itu kan ada hadiah terus, setiap hari,” ujarnya.

Harga tiket pertandingan juga berbeda sesuai babak. Tiket babak penyisihan dijual Rp 10.000, babak 16 besar Rp 15.000, sedangkan tiket pertandingan final Rp 30.000.

Total tiket yang masuk dalam pengundian disebut mencapai sekitar 21.000 lembar dari seluruh rangkaian pertandingan.

Pengundian berlangsung kondusif

Panitia juga menyebut suasana saat pengundian berlangsung kondusif. Hingga acara berakhir sekitar pukul 21.00 WIB, tidak ada protes yang disampaikan secara langsung kepada panitia terkait hasil undian.

Meski demikian, panitia mengaku akan terus memberikan klarifikasi untuk menjawab tudingan yang berkembang di media sosial.

“Belum ada laporan atau pun belum ada dari pihak mana pun secara langsung untuk pengajuan ke pihak panitia,” kata Siswoto.

Panitia lainnya, Johan (50), juga membantah tudingan bahwa pemenang doorprize memiliki hubungan kerabat dengan panitia maupun pihak Kelurahan Kedungwuni Timur.

Menurut dia, pemenang merupakan warga Kabupaten Batang dan tidak memiliki hubungan keluarga dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.

“Kalau pemenangnya adalah warga Batang,” kata Johan.

Saat ditanya mengenai hubungan kerabat dengan panitia atau kelurahan, dia menjawab, “Tidak. Tidak ada kerabat.”

Johan juga mengaku tidak mengenal pemenang tersebut. Dia mengatakan pemenang terlihat gugup ketika namanya dipanggil sebagai penerima hadiah utama.

Menurut dia, pemenang bahkan melakukan sujud syukur setelah mengetahui dirinya mendapatkan Honda PCX.

“Dia itu pun melakukan sujud syukur. Entah ditanya juga apa namanya, kaget mungkin. Jadi, dengan itu untuk panitia tidak ada istilah setting-an atau apa pun,” ujarnya.

Bantah kupon ditempel di kotak

Tudingan lain yang muncul dalam video viral yakni adanya kupon yang disebut sengaja ditempelkan di bagian dinding kotak undian agar mudah diambil.

Johan membantah tudingan tersebut. Menurut dia, jika ada kupon yang menempel pada dinding kotak setelah seluruh kupon dituangkan, hal itu dapat terjadi secara alami.

“Kalau mungkin kalau itu ada di box dindingnya, kalau setelah panitia memang itu tahu kalau sudah ditumpahkan, pasti ada yang menempel. Tiket terkumpul di enam box, kemudian dijadikan satu,” kata Johan.

Namun, menurut dia, setelah kotak tersebut dikocok dan diperiksa, tidak ditemukan kupon yang sengaja ditempelkan.

“Di saat itu, setelah itu panitia memang sudah dijungkirbalikkan, enggak ada yang tertempel,” ujarnya.

Viral Lainnya

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Ini Takdir, Kita Harus Siap

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Ini Takdir, Kita Harus Siap

17 jam lalu

Prabowo menyatakan, bencana yang terjadi di Indonesia adalah takdir yang harus dihadapi karena Indonesia berada di tengah ring of fire.

Swipe untuk menutup

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Ini Takdir, Kita Harus Siap

07/09/2026, 00:00 WIB
Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Ini Takdir, Kita Harus Siap

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Saat mengawali rapat, Prabowo menyebutkan bahwa bencana alam yang terjadi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir merupakan takdir karena Indonesia berada di tengah ring of fire.

"Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ucap Prabowo, Senin siang.

Prabowo mengatakan, bencana-bencan yang terjadi belakangan ini antara lain gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sejumlah provinsi.

"Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas gunung anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," ucap Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo pun menekankan bahwa alokasi anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana harus ditambah secara signifikan.

"Berarti mungkin pelajar juga bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," ucap dia.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui