KOMPAS.com – Merencanakan perjalanan mudik bersama keluarga bukan perkara mudah. Ada banyak kebutuhan yang harus diakomodasi sekaligus.
Akomodasi tersebut misalnya, kenyamanan anak-anak yang mudah bosan, lansia yang butuh kursi ergonomis, bagasi yang cukup untuk barang bawaan, hingga pengemudi yang harus tetap waspada selama berjam-jam di jalan.
Honda Step WGN e:HEV dirancang dengan mempertimbangkan semua kebutuhan itu. Pembuktiannya bukan sekadar klaim. Dalam penjelajahan Merapah Trans Jawa 2026 yang berlangsung mulai Sabtu (7/3/2026), Honda Step WGN e:HEV menempuh rute panjang melintasi berbagai medan di jalur selatan Pulau Jawa bersama tim redaksi Kompas.com.
Dari tol perkotaan berlubang, Jalan Daendels yang berkelok, hingga akses menuju pantai terpencil di Pacitan, multi purpose vehicle (MPV) hybrid premium tersebut menunjukkan kemampuannya secara langsung.
Kabin inklusif untuk semua usia
Salah satu keunggulan yang paling menonjol dari Honda Step WGN e:HEV adalah desain kabinnya yang benar-benar mempertimbangkan kebutuhan semua usia penumpang, dari anak-anak hingga lansia.
Dengan konsep high roof dan lantai kabin yang rendah, keluar-masuk kendaraan cukup dilakukan dengan satu langkah kecil, tanpa perlu memanjat atau membungkuk.
Kabin Step WGN e:HEV menghadirkan sekitar 100 fungsi serbaguna yang mendukung aktivitas keluarga. Kaca jendela yang besar di sisi depan dan belakang, dipadukan dengan pilar-A yang tipis, menghadirkan visibilitas luar biasa bagi penumpang di semua baris.
Hasilnya, suasana kabin terasa terang dan lapang, potensi rasa mual selama perjalanan jauh pun bisa diminimalisasi.
Fitur Ion Plasmacluster Air Purification System yang tersematkan menjaga kualitas udara di dalam kabin tetap bersih dan sehat, bekerja bersama filter udara PM2.5 yang menyaring partikel halus dari luar.
Fitur tersebut sangat relevan bagi keluarga yang membawa anak kecil atau anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu dalam perjalanan jarak jauh.
Kursi baris kedua sekelas bisnis
Kenyamanan terbaik Step WGN e:HEV ada di kursi baris keduanya. Menggunakan konfigurasi captain seat, kursi ini dilengkapi fitur Super Long Slide hingga 865 mm yang memungkinkan penumpang mengatur posisi duduk dan ruang kaki secara sangat fleksibel.
Kursi itu juga dapat digeser ke kanan dan kiri, memberi ruang gerak lebih luas di kabin sekaligus mempermudah akses ke baris ketiga.
Fitur paling dinikmati saat perjalanan panjang adalah Sofa Mode Ottoman. Sandaran kaki dapat dibuka sehingga penumpang bisa merebahkan tubuh hampir seperti berbaring. Posisi ini sangat membantu ketika anak-anak mulai tertidur di tengah perjalanan. Tirai (sunshade) pada kaca jendela juga tersedia untuk menjaga privasi dan melindungi penumpang dari terik matahari.
Detail pendukung kenyamanan juga tidak luput dari perhatian Honda. Di belakang sandaran kursi depan terdapat meja lipat lengkap dengan tempat botol minum dan kantong penyimpanan.
Porta pengisian daya USB-A dan USB-C juga tersedia hingga baris ketiga, sementara cup holder dan pengaturan suhu AC yang personal memastikan kenyamanan masing-masing penumpang terjaga.
Bagasi fleksibel, pintu geser elektrik
Fleksibilitas ruang adalah keunggulan lain yang tidak bisa diabaikan. Kursi baris ketiga Step WGN e:HEV dapat dilipat dengan mekanisme 50:50. Artinya, penumpang bisa melipat hanya satu sisi untuk menambah ruang bagasi tanpa harus mengorbankan kapasitas penumpang di sisi yang lain.
Menariknya, ketika dilipat, area bagasi menjadi rata lantai sehingga memudahkan proses bongkar-muat barang, koper, hingga peralatan perjalanan.
Power tailgate atau pintu bagasi elektrik dapat dioperasikan cukup dengan satu sentuhan tombol dari sisi pengemudi, fitur yang terbukti sangat praktis saat Tim Merapah harus sering keluar-masuk kendaraan untuk keperluan dokumentasi.
Sementara, power sliding door yang ada di kedua sisi kendaraan memberikan kemudahan akses bahkan di area parkir yang sempit.
Hybrid efisien, suspensi tangguh
Di balik dimensinya yang besar, panjang 4.829 mm dan lebar 1.752 mm, Honda Step WGN e:HEV ditenagai sistem strong hybrid e:HEV yang menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama roda.
Sistem tersebut berupa mesin 2.0L DOHC i-VTEC yang menghasilkan tenaga kombinasi 184 PS dengan torsi 315 Nm, dan disalurkan melalui transmisi E-CVT. Teknologi electric first ini menghadirkan karakter berkendara yang senyap dan halus di kecepatan konstan.
Efisiensi bahan bakarnya pun terbukti dari pengujian langsung Tim Merapah Trans Jawa 2026. Tercatat, konsumsi BBM rata-rata 16,5 km per liter dalam rute tol Trans Jawa sekitar 300 km, bahkan sempat menyentuh 18,6 km per liter di kondisi jalan datar yang lebih lancar.
Dari sisi kenyamanan berkendara, kombinasi suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang terbukti mampu meredam bantingan dengan baik saat melibas jalan rusak di Tol Tangerang-Merak maupun sambungan beton di Tol Layang MBZ. Hasilnya, kenyamanan kabin tetap terjaga bahkan di medan yang kurang ideal sekalipun.
Dari sisi keselamatan, Honda SENSING hadir sebagai sistem keselamatan aktif yang mencakup Collision Mitigation Brake System (CMBS), Lane Keeping Assist System (LKAS), Adaptive Cruise Control (ACC) dengan fitur Low-Speed Follow untuk kondisi macet, serta Road Departure Mitigation (RDM).
Sistem tersebut menjadi asisten keselamatan yang bekerja aktif, sangat relevan untuk perjalanan mudik jarak jauh saat pengemudi rentan mengalami kelelahan.
Dengan banderol harga Rp 637,8 juta per Maret 2026, Honda Step WGN e:HEV hadir sebagai paket lengkap, yakni kabin inklusif untuk semua usia, kursi baris kedua berkelas, bagasi adaptif, teknologi hybrid efisien, dan sistem keselamatan aktif yang komprehensif. Merapah Trans Jawa 2026 sudah membuktikannya di jalanan nyata.