SEMARANG, KOMPAS.com - Dua atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026 meninggal dunia.
Mereka adalah Syabila Putri Raharja dari cabang selam dan Ayudiah Rivana Tridiandinata dari pencak silat.
Syabila, atlet kontingen Jepara, meninggal setelah tenggelam saat lomba. Sementara itu, Ayudiah (19), atlet kontingen Kota Semarang, meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Syabila Sempat Dievakuasi, tapi Tak Tertolong
Kasus pertama atlet meninggal saat gelaran Porprov Jateng terjadi pada Minggu (25/10/2026) pagi. Saat itu, Syabila memulai perlombaan selam sekitar pukul 09.00 WIB.
Pada pukul 09.20 WIB, Syabila dilaporkan tenggelam. Anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertugas di lokasi menolongnya.
Ia dibawa ke darat dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dari mulut dan hidungnya dilaporkan keluar busa.
Tim medis dari Semarang dan Jepara sempat memberikan resusitasi. Syabila kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Semarang.
Di rumah sakit, tim medis kembali menolongnya. Dokter di instalasi gawat darurat (IGD) menyatakan Syabila meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara Miftah mengatakan jenazah Syabila dimakamkan di Jepara pada Minggu sekitar pukul 16.00 WIB.
Miftah menyampaikan duka mendalam. Menurut dia, Syabila berjuang gigih dan menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Jepara.
"Dedikasi, semangat juang, dan prestasinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah olahraga Jepara. Terima kasih, Syabila. Terima kasih, patriot olahraga Jepara. Perjuanganmu akan selalu kami kenang," kata Miftah dikutip dari Antara, Minggu.
Miftah belum berani berspekulasi soal penyebab meninggalnya atlet andalan Jepara itu.
KONI Jepara akan mengirim surat permintaan klarifikasi kepada Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jateng setelah pembukaan Porprov.
"Kami nanti akan meminta penjelasan mengenai kronologi kejadian hingga meninggalnya atlet," ujarnya.
Ayudiah Meninggal Usai Dioperasi
Setelah Syabilla meninggal, giliran Ayudiah yang bertanding di cabang olahraga pencak silat kelas A 45-50 kg mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (28/10/2026) pagi.
Ayudiah sempat mengalami patah jari tengah saat bertanding pada Senin (26/10/2026).
Ia kemudian dirujuk ke RS Primaya Semarang yang berlokasi tidak jauh dari arena pertandingan.
Di rumah sakit tersebut, Ayudiah menjalani operasi pada Selasa (27/10/2026).
"Almarhumah dirawat di rumah sakit setelah mengalami patah jari tengah saat bertanding pada Senin," jelas Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto dikutip dari Antara, Rabu.
Direktur RS Primaya Semarang Aditya Nugraha mengatakan, petugas rumah sakit mengetahui Ayudiah meninggal sekitar pukul 05.30 WIB, saat hendak membangunkannya.
"Saat akan dibangunkan, pasien dalam kondisi tidak sadar, tidak bernafas, tidak ada denyut jantung," ungkapnya.
Aditya menuturkan seluruh protokol dan alur operasi telah dijalankan sesuai prosedur.
Pasien juga mengaku tidak memiliki alergi obat maupun riwayat penyakit bawaan.
Kendati demikian, tim dokter belum bisa memastikan penyebab kematian Ayudiah.
"Operasi yang dilakukan bukan operasi mayor," jelas Aditya.
"Selain itu, pasien juga langsung sadar setelah operasi untuk selanjutnya menjalani perawatan di kamar," pungkasnya.