Kronologi Tagihan Makan Rp 530.200 di Solo, Warga Sragen Lapor Polisi, Restoran Buka Suara

Kronologi Tagihan Makan Rp 530.200 di Solo, Warga Sragen Lapor Polisi, Restoran Buka Suara

11 jam lalu

Jumlah bill atau tagihan makan resto tersebut mencapai Rp 530.200 dan kini telah dibayar oleh ibu HN.

Swipe untuk menutup

Kronologi Tagihan Makan Rp 530.200 di Solo, Warga Sragen Lapor Polisi, Restoran Buka Suara

14/10/2026, 17:49 WIB
Kronologi Tagihan Makan Rp 530.200 di Solo, Warga Sragen Lapor Polisi, Restoran Buka Suara

SOLO, KOMPAS.com - Seorang ibu asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berinisial WN (53) melapor ke Polresta Solo terkait kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pencemaran nama baik yang menimpa putrinya, HN (20).

Kuasa hukum pelapor, Asri Purwanti mengatakan, laporan dugaan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik tersebut dilayangkan kepada salah satu restoran yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo.

Kejadian bermula saat restoran tersebut mengunggah video yang menampakkan wajah HN dan pelat nomor mobil yang dikendarai HN di akun Instagram @g******.

HN diduga kabur dan tidak melakukan pembayaran makanan yang telah dipesan pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam unggahan tersebut tertulis narasi: “Kepada customer berinisial H*** berjumlah 2 orang (datang terpisah), masih kami tunggu itikad baiknya untuk menyelesaikan transaksi PEMBAYARAN. Dengan menghubungi no Whatsapp kami: 0xxxxxxxxxxx.”

“Kronologi akhir, sudah ditagih oleh team kasir ketika customer menuju parkiran, namun cust tersebut mengatakan masih menunggu temannya, dan akhirnya pergi begitu saja tanpa MEMBAYAR !!. Kronologi kejadian 3 Oktober 2026 no plat AD 1**** E (telah ditelusuri no plat PALSU),” tulis akun restoran tersebut.

Lantas, bagaimana versi dari pelapor?

Penjelasan kuasa hukum pelapor

Pihak keluarga membantah bahwa HN tidak melakukan pembayaran seperti yang tertulis dalam narasi.

“Saya mendapatkan curhatan dari klien saya terkait perbuatan yang tidak menyenangkan, pencemaran nama baik keluarga besar maupun khususnya anaknya, ini kan sangat enggak pantes, di-viralkan melalui IG resto tersebut,” ujar Asri kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Asti menjelaskan, saat kejadian, HN menghubungi ibunya untuk makan bersama di restoran tersebut. Selesai makan, ibu HN pulang lebih dulu lantaran terdapat urusan.

Terjadi miskomunikasi antara keduanya, HN mengira pesanannya telah dibayar oleh sang ibu, sementara WN juga mengira makanan tersebut nantinya akan dibayar oleh HN.

“Pada saat selesai makan, (HN) lewat depan kasir juga enggak ditagih. Terus ini juga si adik ini juga parkir mobil di resto tersebut. Di situ pun juga hampir kurang lebih 30 menit lah nunggu temannya itu, enggak datang-datang,” ujarnya.

HN yang telah keluar dari restoran bermaksud menunggu rekannya di dalam mobil.

Saat itu ia melihat seorang satpam datang menghampiri dan memotret mobilnya namun tidak menagih pembayaran makanan.

“(Satpam) kok ya enggak ngetok-ngetok gitu loh, malah justru foto mobilnya. Foto mobil si adik ini. Lah, setelah itu kan adik ini keluar dan enggak sadar, ya enggak nyangka ya, dikira sudah dibayar oleh mamanya, wong sama mamanya ya,” terangnya.

Jumlah bill atau tagihan makan resto tersebut mencapai Rp 530.200 dan kini telah dibayar oleh ibu HN.

Lupa membayar

Ia menegaskan, kliennya hanya lupa membayar namun tidak memiliki niatan untuk tidak melakukan pembayaran.

“Tolonglah dihargai, jagalah customer yang baik yang jangan asal-asal memviralkan, karena orang yang diviralkan itu tidak ada unsur kesengajaan enggak bayar, cuman Rp 530.000 lupa, benar-benar lupa,” katanya.

Ia pun menyayangkan pihak restoran yang tidak menghubungi kliennya sebelum mengunggah video di media sosial.

“Putrinya itu kan pelanggan di resto tersebut. Ulang tahun pun juga di situ. Menyayangkan kenapa enggak tabayyun dulu, mengapa tidak menghubungi keluarganya dulu. Otomatis dari data maupun nomor telepon, kan sebenarnya restoran itu kan punya,” kata dia.

Ia sekaligus menepis bahwa mobil kliennya menggunakan pelat nomor palsu. Mobil tersebut merupakan mobil baru milik keluarga HN yang belum keluar pelatnya.

“Kami akan membuktikan bahwa pelat mobil ini tidak palsu dan ini mobil baru dibeli benar-benar milik dari orang tua dari adik ini, bukan mobilnya orang, maka juga kami juga tersinggung,” ujarnya.

Usai ramai di media sosial, HN disebut enggan keluar rumah lantaran merasa malu.

“Dampak negatif sudah 7 hari setelah itu di-upload di IG posting, anak ini malu keluar. Ibunya juga sampai sedih makanya ingin membuktikan bahwa perbuatan resto ini sangat tidak baik dan sangat tidak terpuji,” kata dia.

Pihak keluarga didampingi kuasa hukum lalu melapor ke polisi atas dugaan pelanggaran UU ITE Pasal 45 dan Pasal 27 kepada restoran tersebut pada Jumat (9/10/2026).

Sejumlah barang bukti seperti bukti pembelian mobil dan billing restoran telah diserahkan ke kepolisian. Pihaknya kini menunggu tindaklanjut laporan tersebut

“Kami bermaksud agar jangan sithik-sithik (sedikit-sedikit) di medsos, sithik-sithik di medsos, kenapa tidak tabayyun dulu. Ini terkait nama orang tua loh, keluarga loh. Keluarga ini juga orang terpandang, bukan orang sak-sake (sembarangan),” ungkap dia.

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani akan melakukan pengecekan terkait aduan warga Sragen tersebut.

“Lagi dicek ya,” ujar Lingga kepada Kompas.com, Senin (12/10/2026).

Penjelasan dari pihak restoran

Sementara itu, Supervisor resto yang bersangkutan, Andreas Adiwijaya mengatakan pihaknya telah memiliki sejumlah bukti dan saksi terkait kejadian tersebut.

Ia menerangkan, saat kejadian, HN datang langsung (on the spot tanpa reservasi) bersama ibunya.

Keduanya makan secara terpisah. Ibu HN keluar lebih dulu kemudian disusul HN. Saat HN keluar dari restoran, kasir telah meminta pembayaran.

“Memang yang bersangkutan itu kalau alasannya kemarin lupa. Dari tim kasir sendiri, kita sudah sampaikan bahwa bill-itu belum terbayar. Si Ibu HN ini, customer ini, mengatakan, ‘Sebentar’, dia masuk mobil,” ujar Andreas kepada awak media, Jumat (9/10/2026).

Saat di parkiran, kasir resto kembali menghampiri HN untuk meminta pembayaran. Namun HN mengatakan dirinya ingin menunggu rekannya dulu. Kasir lalu masuk ke resto menunggu bill tersebut dibayar HN.

“Ternyata (HN) kabur atau meninggalkan area resto setelah temannya datang. Itu, dan tidak kembali sampai besoknya. Jadi, untuk rekaman dari beliau masuk, keluar, dan tim kasir mendatangi mobil, kita semuanya ada. Untuk pelat nomernya juga kita telusuri juga palsu,” ungkap dia.

Pihak resto yang mengaku tidak mengetahui nomor HN lalu mengunggah video HN yang dibuat blur melalui story Instagram terkait penagihan pembayaran.

Usai tidak ada respons selama 1 kali 24 jam, pihak resto kemudian mengunggah video wajah HN dan mobilnya ke media sosial tanpa diblur. Satu jam setelah diunggah, keluarga HN lalu menghubungi resto.

“Setelah kita upload story itu tanpa sensor, tidak lama kemudian si customer membayar, menghubungi kami. Beliau menyampaikan bahwa katanya lupa membayar, tidak berniat untuk tidak membayar,” katanya.

Keluarga HN lalu membayar tagihan tersebut. Resto kemudian me-take down unggahannya dan memberikan klarifikasi bahwa bill tersebut telah dibayar pada Rabu (7/10/2026).

Ia membantah bahwa pihak resto memiliki nomor HN namun tidak menghubungi HN.

“Untuk nomor HP kita sama sekali tidak punya ya. Jadi prosedur kita hanya hanya menanyakan nama saja ya untuk pemesanan di sini, karena menurut kami nomor HP itu juga privasi. Nah, beliau makan di sini atas nama HN, gitu,” jelasnya.

Informasi HN juga sulit didapatkan dari mobil yang ia kendarai.

“Kita ngecek di pelat nomor kan di aplikasi, itu kan nggak bisa tahu namanya siapa pemiliknya, hanya tahu jenis mobil, warna, merek, gitu. Dan ternyata ketika kita cek itu berbeda dari mobil yang dipakai. Jadi kita nggak bisa menghubungi sama sekali,” ungkap dia.

Pihak resto mengaku siap menunjukkan bukti yang telah mereka kantongi apabila harus berhadapan dengan hukum.

“Kami mencoba sejujur-jujurnya dan kami punya bukti saksi. Kalau dari kita, bukti, saksi semuanya ada,” pungkasnya.

Terpopuler Lainnya

Arab Saudi Kembali Diserang Houthi, Kali Ini Gedung Perusahaan Minyak Aramco Jadi Sasaran

Arab Saudi Kembali Diserang Houthi, Kali Ini Gedung Perusahaan Minyak Aramco Jadi Sasaran

23 jam lalu

Gedung Saudi Aramco di Dhahran diserang hingga mengalami kebakaran. Arab Saudi memastikan tak ada korban di lokasi, sementara 4 warga terluka.

Swipe untuk menutup

Arab Saudi Kembali Diserang Houthi, Kali Ini Gedung Perusahaan Minyak Aramco Jadi Sasaran

14/10/2026, 06:00 WIB
Arab Saudi Kembali Diserang Houthi, Kali Ini Gedung Perusahaan Minyak Aramco Jadi Sasaran
Penulis: Tri Indriawati
|
Editor: Tri Indriawati

RIYADH, KOMPAS.com - Gedung administrasi perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di Kota Dhahran menjadi sasaran serangan pada Selasa (13/10/2026) malam waktu setempat.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran terbatas di salah satu bangunan perusahaan.

Insiden itu terjadi ketika kelompok Houthi dari Yaman semakin meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi.

Dilansir dari Reuters, Rabu (14/10/2026), otoritas Arab Saudi langsung menangani kejadian tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Kementerian Energi memastikan tidak ada korban tewas maupun terluka dalam serangan terhadap gedung Aramco di Dhahran.

Namun, seorang sumber perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Saudi Aramco.

Menurut sumber tersebut, sebuah menara perkantoran terkena serangan hingga tiga lantai teratas bangunan mengalami kerusakan.

Sumber itu bersama dua orang lainnya yang mengetahui kejadian tersebut juga menyebut adanya kebakaran di gedung itu.

Rudal dilaporkan menghantam kompleks Saudi Aramco

Kompleks Saudi Aramco di Dhahran merupakan salah satu pusat kegiatan penting industri minyak Arab Saudi.

Fasilitas tersebut menampung pusat operasi utama perusahaan yang mengawasi jaringan produksi dan distribusi minyak dalam skala besar.

Kegiatan yang dipantau meliputi pengeboran minyak di darat dan laut, jaringan pipa, kilang, serta terminal ekspor.

Sebelum Pemerintah Saudi mengonfirmasi serangan tersebut, enam sumber Reuters melaporkan mendengar ledakan keras di sekitar kompleks Aramco.

Seorang sumber perusahaan kemudian menyebut rudal balistik telah mengenai salah satu menara perkantoran.

Sementara itu, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal di Dhahran.

Menurut koalisi, pecahan rudal yang berhasil dicegat jatuh di kawasan permukiman.

Koalisi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kerusakan di kawasan tersebut.

Pernyataan mengenai pencegatan rudal itu disampaikan secara terpisah dari keterangan Kementerian Energi yang mengonfirmasi serangan terhadap gedung administrasi Saudi Aramco.

Empat orang terluka akibat serpihan rudal di Riyadh

Serangan rudal dan drone juga terjadi di wilayah lain Arab Saudi, termasuk ibu kota Riyadh.

Pihak berwenang menyatakan sejumlah rudal dan drone berhasil dicegat serta dihancurkan di Riyadh dan wilayah selatan kerajaan.

Namun, pecahan dua rudal Houthi yang berhasil dicegat jatuh di kawasan permukiman Riyadh.

Pertahanan Sipil Arab Saudi pada Rabu melaporkan bahwa empat orang terluka akibat insiden tersebut.

Para korban terdiri dari dua perempuan, seorang laki-laki, dan seorang anak.

Juru bicara Pertahanan Sipil Saudi mengatakan, serpihan rudal juga menyebabkan kerusakan ringan pada 15 rumah di ibu kota.

Serangan terbaru terjadi setelah Houthi berulang kali menargetkan sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi selama sepekan terakhir.

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah mengalami empat serangan dalam periode tersebut.

Salah satu serangan pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan 13 orang dan menjadi serangan rudal paling mematikan di Arab Saudi dalam satu dekade.

Serangan berikutnya juga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah kerajaan.

Houthi sebelumnya ancam serang kantor pusat Aramco

Kelompok Houthi sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi.

Ancaman itu disampaikan sebagai respons terhadap operasi militer koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Yaman, Sana'a.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya akan memberikan balasan yang keras dan menyakitkan terhadap serangan Saudi.

Menurut Saree, sasaran serangan dapat mencakup kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran dan sebuah kilang minyak di Riyadh.

Houthi juga telah memperingatkan para pekerja industri minyak di Arab Saudi agar menjauhi fasilitas yang berpotensi menjadi sasaran.

Pada Selasa, kelompok tersebut menyatakan bahwa Arab Saudi kembali melancarkan serangan terhadap Sanaa.

Stasiun televisi Al Masirah yang dikelola Houthi melaporkan, koalisi Saudi menyerang stasiun pusat Sabah milik Yemen Petroleum Company.

Fasilitas tersebut merupakan depot bahan bakar yang terletak di pinggiran ibu kota Yaman.

Sebelum operasi dilaksanakan, koalisi pimpinan Saudi memperingatkan warga sipil agar menjauhi lokasi tersebut.

Dalam pernyataan pada Selasa malam, koalisi mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang fasilitas itu bersama sejumlah sasaran lainnya.

Koalisi menyebut operasi tersebut bertujuan melumpuhkan kemampuan Houthi dalam mengancam Arab Saudi, Yaman, dan jalur pelayaran internasional.

Sebelumnya pada Selasa, kabinet Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga memperingatkan Houthi mengenai konsekuensi serangan berulang terhadap wilayah kerajaan.

Pernyataan kabinet tersebut disampaikan sebelum serangan terhadap kompleks Saudi Aramco terjadi.

Perang Arab Saudi dan Houthi kembali memanas

Meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi terjadi setelah perang saudara di Yaman kembali memanas.

Arab Saudi melanjutkan operasi militernya untuk mendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Langkah itu diambil setelah Houthi merebut sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah pada September 2026.

Pergerakan kelompok tersebut mencapai kawasan Selat Bab El Mandeb, jalur perairan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Selat itu semakin penting bagi pengiriman energi Arab Saudi dan negara-negara lainnya sejak perang Iran dimulai pada Februari 2026.

Perang tersebut menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.

Operasi pasukan Pemerintah Yaman yang dimulai sekitar sepekan lalu berhasil memukul mundur Houthi dari wilayah yang paling dekat dengan Bab El Mandeb.

Namun, kelompok itu masih mempertahankan posisi di sejumlah kawasan sekitarnya.

Houthi juga dilaporkan memperoleh kemajuan wilayah di sekitar Kota Taiz sepanjang Oktober.

Di tengah pertempuran tersebut, Arab Saudi berupaya memperoleh dukungan lebih luas dari negara-negara sekutunya.

Riyadh juga mencari bantuan untuk menghadapi serangan rudal dan drone yang terus dilancarkan Houthi.

Amerika Serikat, sekutu keamanan utama Arab Saudi, sejauh ini belum memenuhi upaya Riyadh untuk melibatkannya secara langsung dalam perang melawan Houthi.

Konflik di Yaman kembali meningkat di tengah perang yang lebih luas antara AS dan Iran.

Perang tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Iran yang memiliki hubungan dekat dengan Houthi telah menawarkan diri menjadi penengah antara kelompok tersebut dan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan tawaran mediasi itu pada Minggu (11/10/2026).

Kementerian Luar Negeri Iran kemudian kembali menegaskan tawaran tersebut pada Senin (12/10/2026).

Internasional Lainnya

BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

1 hari lalu

KPK menetapkan 5 tersangka korupsi dana kebencanaan BNPB, salah satunya adalah adik Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setyawan.

Swipe untuk menutup

BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

14/10/2026, 00:00 WIB
BREAKING NEWS: KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 5 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (14/10/2026).

Salah satu tersangka adalah adik sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setyawan.

“Ya, terinformasi seperti itu,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Yogyakarta, Rabu.

“Kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subyek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum," ujar dia melanjutkan.

Selain Bima, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu Kasubdit pengelolaan bantuan dan kedaruratan BNPB sekaligus PPK Gabriel Purwaka Sigit (GPS); Tenaga ahli Kepala BNPB Suharyanto Richard Erlangga; dan dua pihak swasta yaitu Gery P dan Syifa NG.

Sebelumnya, lima tersangka kasus korupsi di lingkungan BNPB keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, empat laki-laki dan satu perempuan terlihat mengenakan rompi tahanan KPK dan berjalan menuju mobil tahanan.

Tidak ada pernyataan yang disampaikan oleh kelima tersangka saat ditanya oleh awak media yang menunggu di depan mobil tahanan.

Mereka hanya tertunduk ketika berjalan menuju mobil tahanan KPK.

Respons BNPB

Kompas.com telah menghubungi Suharyanto untuk dimintai tanggapan mengenai penetapan tersangka ini, tetapi yang bersangkutan belum menjawab.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P Panjaitan menyatakan bahwa BNPB menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

"Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara ini kepada KPK sesuai kewenangannya," ujar Berton saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

BNPB juga tidak ingin berspekulasi ataupun mendahului proses hukum terkait pihak-pihak yang disebut masuk dalam perkara kasus korupsi tersebut.

"Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan sesuai ketentuan hukum dan asas praduga tak bersalah, sementara fakta-fakta perkara harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku," ucap Berton.

Dari sisi kelembagaan, BNPB berkomitmen untuk menghormati proses hukum dan mendukung penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Berton menyebut, hal ini bertujuan untuk menjaga agar pelaksanaan tugas penanggulangan bencana dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Kami meyakini bahwa proses hukum harus berjalan secara obyektif, transparan, dan berdasarkan bukti," kata dia.

OTT KPK di BNPB

Sebelumnya, KPK menangkap 14 orang dalam OTT di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026), salah satu pihak yang ditangkap adalah Sekretaris Utama BNPB Rustian.

"Dalam peristiwa ini, tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Selasa malam.

Sementara itu, 13 orang lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB dan pihak swasta.

"Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini," kata dia.

Dalam OTT tersebut, KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar dan sejumlah logam mulia emas.

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp 1,4 miliar,” kata Budi.

“Beberapa dalam bentuk emas batangan, dan beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” lanjut dia.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui