Siapa Sangka, Ampas Kopi dari Warung Desa Ini Bisa Diolah Jadi Obat Kumur

Siapa Sangka, Ampas Kopi dari Warung Desa Ini Bisa Diolah Jadi Obat Kumur

16 jam lalu

Universitas Jember dan Universitas dr Soebandi bersama KWT Marlena olah ampas kopi menjadi obat kumur berbasis kombucha di Desa Klungkung.

Swipe untuk menutup

Siapa Sangka, Ampas Kopi dari Warung Desa Ini Bisa Diolah Jadi Obat Kumur

11/10/2026, 12:48 WIB
Siapa Sangka, Ampas Kopi dari Warung Desa Ini Bisa Diolah Jadi Obat Kumur

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, ampas kopi mungkin hanya dianggap sebagai limbah. Namun, limbah tersebut justru mulai dilirik sebagai bahan baku produk kesehatan sekaligus peluang usaha baru bagi perempuan di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim kolaborasi Universitas Jember (Unej) dan Universitas dr Soebandi mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Marlena dalam mengolah ampas kopi menjadi obat kumur berbasis kombukha.

Program tersebut mendapat dukungan hibah Program Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana Dr drg Agustin Wulan Suci Dharmayanti, MDSc, mengatakan, Desa Klungkung memiliki potensi kopi robusta yang cukup besar. Kebiasaan masyarakat mengonsumsi kopi juga membuat ampas kopi relatif mudah ditemukan.

“Ampas kopi yang tadinya limbah ternyata bisa diolah menjadi produk kesehatan sekaligus sumber penghasilan bagi ibu-ibu KWT Marlena,” ujar Agustin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (11/10/2026).

Ubah limbah jadi produk bernilai

Sebagian besar ampas kopi, baik dari rumah tangga maupun warung kopi, belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Klungkung. Setelah digunakan untuk menyeduh kopi, ampas biasanya langsung dibuang.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian mencoba membangun pendekatan yang menggabungkan potensi lokal, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Anggota Tim Pelaksana Rizki Fitrianingtyas dari Universitas dr Soebandi Jember dan Dwi Warna Aju Fatmawati dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember menemukan keluhan terkait masalah gigi dan mulut pada perempuan tani, mulai dari nyeri gigi, gigi berlubang, hingga masalah gusi.

Di sisi lain, pemanfaatan obat kumur sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut juga belum menjadi kebiasaan di kalangan anggota KWT.

Oleh karena itu, pengembangan kombukha dari ampas kopi diarahkan tidak hanya sebagai inovasi pemanfaatan limbah, tetapi juga sebagai pintu masuk edukasi kesehatan gigi dan mulut.

Agustin juga menyampaikan bahwa kombukha dari ampas kopi memiliki potensi sebagai antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan rongga mulut.

“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya terampil membuat produk, tetapi juga memahami bahwa kesehatan mulut berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan reproduksi perempuan,” tuturnya.

Agustin menekankan, pengembangan produk tetap membutuhkan proses lanjutan, termasuk pengujian dan pemenuhan persyaratan keamanan sebelum dapat dipasarkan sebagai produk kesehatan secara luas.

Memetakan warung kopi

Terdapat delapan kader pengabdian dilatih menggunakan aplikasi kamera berbasis global positioning system (GPS), baik untuk mendokumentasikan dan memetakan lokasi warung maupun sumber ampas kopi yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari konsep keberlanjutan program.

“Dengan peta ini, KWT tahu dari mana bahan baku bisa diperoleh secara rutin. Ini penting agar produksi bisa berkelanjutan,” kata Agustin.

Setelah sumber bahan baku terpetakan, sebanyak 23 anggota KWT Marlena mengikuti pelatihan pengolahan ampas kopi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah dipersiapkan oleh tim.

Para peserta tidak hanya belajar mengenai proses pembuatan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai kebersihan bahan, proses fermentasi kombukha, pengemasan, serta potensi pengembangan produk.

Hasilkan produk dengan rasa menyegarkan

Ketua KWT Marlena Feni mengatakan, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para anggota kelompok.

Ia telah mencoba menggunakan obat kumur yang terbuat dari kombukha ampas kopi. Menurutnya, rasanya tidak asam dan cenderung menyegarkan.

“Setelah kumur, rongga mulut terasa kesat. Waktu saya coba saat sakit gigi, lumayan mengurangi rasa nyeri,” ungkap Feni.

Namun, tidak semua peserta memiliki pengalaman yang sama. Menurut Feni, ada anggota KWT yang kurang menyukai produk karena aroma karakter asam dari proses fermentasi.

Hal tersebut justru menjadi masukan bagi tim untuk melakukan pengembangan lebih lanjut, terutama terkait aroma, rasa, formulasi, dan penerimaan konsumen.

Buka peluang ekonomi

Menariknya, inovasi tersebut tidak berhenti pada pembuatan obat kumur. KWT Marlena juga mulai melihat peluang ekonomi dari produk turunannya.

Ampas kopi yang telah dikeringkan dapat dikembangkan menjadi bahan yang memiliki nilai jual, sementara symbiotic culture of bacteria and yeast (Scoby) kit juga dapat menjadi produk tambahan yang dipasarkan kepada masyarakat yang ingin membuat kombukha sendiri.

Dengan demikian, satu sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi beberapa peluang ekonomi.

Model tersebut diharapkan dapat mendorong KWT tidak hanya sebagai penerima pelatihan, tetapi menjadi kelompok masyarakat yang mampu mengelola potensi lokal secara mandiri.

“Harapannya, ibu-ibu tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga mempunyai produk unggulan yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan,” ujar Agustin.

Mulai dari kesehatan gigi hingga kesehatan perempuan

Tim pengabdian juga melihat inovasi tersebut sebagai pintu masuk yang lebih luas untuk meningkatkan literasi kesehatan perempuan di tingkat desa.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, edukasi yang dilakukan tidak hanya berhenti pada cara menggunakan obat kumur, tetapi juga mencakup perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut, pola konsumsi, serta keterkaitannya dengan kesehatan perempuan.

Ke depan, tim akan melanjutkan pendampingan kepada KWT Marlena dalam sejumlah aspek, antara lain pengurusan perizinan yang sesuai untuk produk, strategi pemasaran, pengembangan kemasan, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut dan kesehatan reproduksi melalui kegiatan posyandu.

Perguruan tinggi dorong masyarakat semakin berdaya

Agustin dan timnya, yakni Rizki dan Dwi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan yang memungkinkan program tersebut berjalan.

“Terima kasih kepada Kemendiktisaintek yang telah memberikan dana hibah sehingga perguruan tinggi bisa hadir langsung di tengah masyarakat desa,” ujarnya.

Agustin mengatakan, hibah tersebut menjadi modal awal bagi KWT Marlena untuk memiliki dan mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan.

Ia juga mengutarakan terima kasih kepada Universitas Jember, Universitas dr Soebandi, Pemerintah Desa Klungkung, kader posyandu, karang taruna, serta para pemilik warung kopi yang telah mendukung program.

Bagi masyarakat Desa Klungkung, inovasi tersebut menunjukkan, sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat membuka peluang baru.

Dari secangkir kopi, muncul sebuah gagasan mulai dari mengubah ampas menjadi produk bernilai, memberdayakan perempuan, hingga membawa edukasi kesehatan lebih dekat ke masyarakat desa.

Brandzview Lainnya

Pebalap Moto2 Kecelakaan di Mandalika, Basarnas Evakuasi Medis Via Udara

Pebalap Moto2 Kecelakaan di Mandalika, Basarnas Evakuasi Medis Via Udara

12 jam lalu

Basarnas evakuasi pebalap Moto2 asal Spanyol yang kecelakaan di Sirkuit Mandalika via helikopter ke RSUD NTB.

Swipe untuk menutup

Pebalap Moto2 Kecelakaan di Mandalika, Basarnas Evakuasi Medis Via Udara

11/10/2026, 17:04 WIB
Pebalap Moto2 Kecelakaan di Mandalika, Basarnas Evakuasi Medis Via Udara
Penulis: Karnia Septia
|
Editor: Irfan Maullana

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap seorang pebalap Moto2 asal Spanyol yang mengalami kecelakaan saat sesi Qualifying 1 (Q1) di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10/2026).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa evakuasi awal dilakukan menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas.

Langkah cepat ini diambil setelah tim medis sirkuit merekomendasikan penanganan medis lanjutan di rumah sakit rujukan, yakni RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Helikopter HR-3601 lepas landas dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika pukul 11.09 Wita dan mendarat di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 11.24 Wita," kata Hariyadi dalam keterangan resmi, Minggu (11/10/2026).

Proses evakuasi darurat via udara tersebut hanya memakan waktu terbang selama 15 menit.

Setibanya di rumah sakit, pebalap langsung mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter RSUD Provinsi NTB dengan pendampingan personel Kantor SAR Mataram.

Siagakan Dua Helikopter Dauphin untuk Tanggap Darurat

Setelah selesai menerima perawatan medis di RSUD Provinsi NTB, pebalap tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Sirkuit Mandalika menggunakan helikopter Basarnas lainnya, yakni jenis Dauphin HR-3604.

Basarnas menyiagakan dua unit helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin (HR-3601 dan HR-3604) untuk mendukung kesiapsiagaan medis dan penanganan kedaruratan selama perhelatan MotoGP Mandalika berlangsung.

Keberhasilan penanganan yang cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan kesiapan penuh sistem tanggap darurat terpadu selama ajang balapan internasional tersebut.

Terpopuler Lainnya

Pemerintah Indonesia Digugat, Dinilai Lalai Tangani Karhutla Kalimantan

Pemerintah Indonesia Digugat, Dinilai Lalai Tangani Karhutla Kalimantan

12 jam lalu

Indonesia digugat oleh kelompok masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil terkait penanganan karhutla di Kalimantan.

Swipe untuk menutup

Pemerintah Indonesia Digugat, Dinilai Lalai Tangani Karhutla Kalimantan

11/10/2026, 17:19 WIB
Pemerintah Indonesia Digugat, Dinilai Lalai Tangani Karhutla Kalimantan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia digugat oleh kelompok masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap beracun menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara.

Menurut laporan The Guardian, gugatan tersebut diajukan di Kalimantan Barat bulan lalu dengan menuding pemerintah melakukan “gross negligence” atau kelalaian berat dalam menangani kebakaran yang terjadi setiap tahun.

Penggugat terdiri dari empat kelompok, termasuk perwakilan organisasi masyarakat adat AMAN dan organisasi Pemuda Katolik setempat. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Kalimantan Barat menjadi bagian dari 10 tergugat. 

Para penggugat meminta pemerintah melakukan pemulihan dan rehabilitasi secara menyeluruh, termasuk menanggung biaya kesehatan warga yang terdampak.

Sidang perdana ditunda

Sidang perdana digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu (7/10/2026). Namun, tidak satu pun pihak yang menjadi tergugat hadir dalam persidangan sehingga hakim menunda sidang hingga 21 Oktober.

Pengacara penggugat, Glorio Sanen, menyayangkan ketidakhadiran para tergugat.

“Kami merasa sedih atas ketidakhadiran mereka ... Namun di sisi lain, kami juga memahami bahwa mungkin kondisi kabut asap ini menyebabkan mereka tidak dapat mendarat di Pontianak,” kata Sanen kepada wartawan.

Yakobus Kumis, salah satu penggugat yang mewakili kelompok masyarakat adat Dayak di Pulau Kalimantan, juga mengaku kecewa karena tidak ada perwakilan pemerintah yang hadir dalam sidang.

Menurut dia, ketidakhadiran pemerintah merupakan cara pemerintah pusat mengajarkan kepada rakyat bahwa melanggar hukum adalah hal yang boleh dilakukan.

Yakobus juga menilai pemerintah mengabaikan tanda-tanda peringatan sebelum kebakaran terjadi. Dia meminta krisis kabut asap ditetapkan sebagai bencana nasional.

Karhutla picu kabut asap lintas negara

Kebakaran hutan di Indonesia kerap dilakukan dengan cara membakar lahan sebagai metode murah untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

Adapun Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Pemerintah Indonesia sebelumnya dituding tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara ditebang dan dibakar. Namun, pemerintah telah berjanji memperketat penanganan kebakaran dan mengerahkan militer untuk memadamkan api.

Kebakaran tahun ini mencapai kondisi krisis akibat fenomena El Nino yang sangat kuat sehingga menciptakan kondisi lebih kering dari biasanya. Kabut asap kemudian menyebar ke Malaysia, Brunei, Singapura, hingga Filipina.

Kabut asap lintas batas tersebut memicu kemarahan negara-negara tetangga Indonesia.

Otoritas setempat di negara bagian Johor, Malaysia, menyatakan bahwa sekolah-sekolah ditutup pada Kamis dan Jumat akibat kualitas udara yang memburuk.

Internasional Lainnya

Viral Dikira Maling, Pria yang Diseret Warga ke Balai Desa Indramayu Ternyata ODGJ

Viral Dikira Maling, Pria yang Diseret Warga ke Balai Desa Indramayu Ternyata ODGJ

7 jam lalu

Viral Dikira Maling, Pria yang Diseret Warga ke Balai Desa Indramayu Ternyata ODGJ

Swipe untuk menutup

Viral Dikira Maling, Pria yang Diseret Warga ke Balai Desa Indramayu Ternyata ODGJ

11/10/2026, 22:09 WIB
Viral Dikira Maling, Pria yang Diseret Warga ke Balai Desa Indramayu Ternyata ODGJ
Penulis: Handhika Rahman
|
Editor: Irfan Maullana

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Seorang pria diamankan warga lantaran tiba-tiba masuk ke dalam rumah salah satu penduduk di Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026).

Video detik-detik penangkapan pria tersebut sempat viral dan beredar luas di media sosial. Pria tersebut mulanya dibawa ke Balai Desa Cibereng sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Terisi untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh aparat kepolisian, belakangan terungkap bahwa pria tersebut mengalami gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Setelah kami dalami bersama dengan pemilik rumah dan perangkat desa, pria tersebut tidak bisa diajak komunikasi, pembicaraannya itu ngawur. Diduga kuat pria tersebut merupakan ODGJ,” terang Kapolsek Terisi, AKP H Ian Hernawan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Ian menerangkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Pria ODGJ yang belum diketahui identitas lengkapnya itu secara mendadak masuk ke dalam rumah warga.

Pemilik rumah yang terkejut lantas mengamankan pria tersebut sembari meminta bantuan dari para tetangga sekitar hingga akhirnya berhasil ditenangkan.

Tidak Ada Barang yang Hilang

Ian menegaskan, pria ODGJ tersebut hanya sebatas masuk ke dalam rumah tanpa mengambil barang-barang berharga maupun melakukan tindakan anarkistis.

"Pria tersebut hanya masuk ke rumah, tidak mengambil barang apapun," kata Ian.

Lebih lanjut, Ian menyampaikan bahwa pemilik rumah memahami kondisi mental pria tersebut setelah mendengarkan keterangan polisi dan pihak desa. Pemilik rumah pun memilih untuk tidak memperpanjang atau mempermasalahkan kejadian itu.

“Permasalahan ini akhirnya diselesaikan dengan dibuatkannya surat pernyataan yang ditandatangani oleh pemilik rumah, para saksi, serta aparat pemerintah Desa Cibereng,” pungkas Ian.

Viral Lainnya

"Bullying" di Asrama Kampus, Rektor Telkom University Minta Maaf

11 jam lalu

Rektor Telkom University minta maaf atas perundungan di asrama kampus. Pelaku perundungan api ke wajah korban resmi di-DO.

Swipe untuk menutup

"Bullying" di Asrama Kampus, Rektor Telkom University Minta Maaf

11/10/2026, 18:16 WIB
Penulis: M. Elgana Mubarokah
|
Editor: Irfan Maullana

BANDUNG, KOMPAS.com - Rektor Telkom University Suyanto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul kasus perundungan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri di lingkungan kampus.

Permintaan maaf tersebut terutama ditujukan kepada korban beserta keluarga, serta seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

"Atas nama Universitas Telkom, saya selaku rektor menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf, khususnya kepada korban dan keluarganya, dan juga kepada rekan-rekan para mahasiswa secara internal maupun pihak-pihak eksternal," kata Suyanto dalam konferensi pers secara daring, Minggu (11/10/2026).

Suyanto menegaskan, pihak universitas mengutuk keras segala bentuk kekerasan dan perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, tindakan tercela tersebut sangat berbahaya dan tidak diberikan toleransi sedikit pun di lingkungan Telkom University.

"Saya ingin juga menegaskan bahwa Universitas Telkom menegaskan bahwa kekerasan dan perundungan merupakan tindakan berbahaya yang tidak dapat dibenarkan," ucap dia.

Sanksi "Drop Out" bagi Pelaku

Sebagai bentuk komitmen pertanggungjawaban institusi, Suyanto memastikan jajaran pimpinan universitas bergerak cepat dalam menangani kasus ini.

Pihak rektorat berjanji menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku hingga memastikan aspek keamanan serta pemulihan bagi korban dapat terpenuhi sepenuhnya.

"Untuk itu, kita pimpinan di Telkom University akan secepatnya memberikan informasi terkait dengan para pelaku, dan juga perlindungan dan keselamatan kepada korban," tegasnya.

Aksi Intimidasi Pakai Api Semprotan Korek Gas

Sebelumnya, kasus ini bermula dari insiden perundungan yang terjadi di Asrama Telkom University pada Jumat (9/10/2026) malam.

Aksi tidak terpuji tersebut sempat terekam dalam video berdurasi singkat dan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pelaku pria tanpa busana tampak mengintimidasi korban yang tidak memberikan perlawanan.

Pelaku mengarahkan botol pengharum ruangan yang disemprotkan api dari korek gas ke arah wajah korban.

Akibat perbuatan tersebut, dua pelaku utama kini telah dijatuhi sanksi berat berupa pemecatan atau drop out (DO) serta sanksi sedang oleh pihak rektorat.

Viral Lainnya

Timnas Putri U17 Indonesia Babat Singapura 5-0, Lolos ke Piala Asia 2027!

Timnas Putri U17 Indonesia Babat Singapura 5-0, Lolos ke Piala Asia 2027!

1 hari lalu

Timnas putri U17 Indonesia memastikan kelolosan ke Piala Asia Putri U17 2027 berkat kemenangan atas Singapura.

Swipe untuk menutup

Timnas Putri U17 Indonesia Babat Singapura 5-0, Lolos ke Piala Asia 2027!

11/10/2026, 00:00 WIB
Timnas Putri U17 Indonesia Babat Singapura 5-0, Lolos ke Piala Asia 2027!
Penulis: Sem Bagaskara
|
Editor: Sem Bagaskara

KOMPAS.com - Timnas putri U17 Indonesia memastikan kelolosan ke Piala Asia Putri U17 2027 berkat kemenangan atas Singapura.

Pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Asia Putri U17 2027 Timnas putri U17 Indonesia vs Singapura digelar di Stadion Bishan, Singapura.

Timnas putri U17 Indonesia menang telak dengan skor 5-0.

Melansir laporan pertandingan AFC, Fadilla (10', 14') mengemas dua gol. Kemenangan timnas putri U17 Indonesia lantas dilengkapi oleh Febri Arum (5'), Kesya Arabela Manisya Nian (42'), dan Ayla Dva Khala Ahisma (83') yang turut masuk papan skor.

Hasil ini memastikan timnas putri U17 Indonesia berada di puncak Grup B Kualifikasi Piala Asia Putri U17 2027 dengan catatan sempurna sembilan angka.

Sebelum membabat Singapura, Garuda Pertiwi Muda sukses membekuk Bahrain (2-0) dan Arab Saudi (3-1).

Laga Penentuan Melawan Singapura

Karena itu, laga pamungkas melawan Singapura bermakna krusial untuk menentukan kelolosan.

Sebab, Singapura juga menuju laga ketiga dengan bekal sepasang kemenangan atas Arab Saudi dan Bahrain.

Pada akhirnya, Garuda Pertiwi Muda berhasil menuntaskan tantangan dengan menggebuk Singapura.

Piala Asia Putri U17 2027 Digelar di China

Timnas putri U17 Indonesia menjadi juara Grup B, sementara Singapura harus puas menduduki peringkat dua.

Posisi tiga ditempati Arab Saudi (3 poin) dan Bahrain (0) yang selalu kalah jadi juru kunci.

Indonesia pun dipastikan ambil bagian dalam putaran final Piala Asia Putri U17 2027 yang akan digulirkan di China pada 31 Maret-17 April 2027.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui