TANGERANG, KOMPAS.com - Kepolisian akan berjaga di sejumlah titik akses jalan utama menuju Jakarta serta stasiun kereta api menjelang unjuk rasa dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabunging Raka yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026).
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Gunawan mengatakan, polisi yang berjaga di perbatasan dan stasiun ini berfokus pada pendekatan pelayanan, bukan penyekatan.
"Dari Polres Metro Tangerang Kota akan melaksanakan pelayanan jika ada massa aksi yang akan menyampaikan aspirasinya ke Jakarta," ujar Gunawan saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (19/10/2026).
Gunawan menegaskan, kehadiran polisi di lapangan bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas serta memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan tertib.
"Penempatan personel di beberapa lokasi. Bahasanya tidak menyekat, melainkan pelayanan aksi penyampaian pendapat di muka umum," kata Gunawan.
Titik siaga yang ditempatkan personel meliputi akses jalan arteri menuju Jakarta,seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Raya Merdeka, dan Jalan Daan Mogot, serta stasiun kereta api di wilayah Kota Tangerang.
Oleh karena itu, Gunawan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban selama berada di jalan raya maupun di lokasi penyampaian aspirasi.
"Mengimbau kepada pimpinan massa aksi agar tetap menjaga kondusivitas, tetap mentaati aturan dalam berlalu lintas, dan jangan melakukan perbuatan yang akan mengganggu ketertiban umum," tutur Gunawan.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi universitas lain dan koalisi masyarakat sipil berencana menggelar demonstrasi pada Selasa (20/10/2026).
Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Imawan, membenarkan kabar mengenai rencana aksi mahasiswa dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut.
"Benar, BEM UI akan turun aksi besok. Pasti akan bersama dengan universitas lain dan koalisi masyarakat sipil lainnya juga," kata Athof saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (19/10/2026).
Namun, belum diungkapkan secara resmi siapa saja yang akan tergabung dalam koalisi dan berapa banyak massa yang akan hadir.
Athof menyebutkan, aksi tersebut akan digelar di dua titik berbeda, yaitu di kawasan Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih, dan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Athof juga membenarkan bahwa tanggal 20 Oktober dipilih karena bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Selain BEM UI, beberapa koalisi masyarakat sipil juga mulai mengunggah konten di akun media sosial mereka yang mengindikasikan bahwa mereka akan turut menggelar aksi pada Selasa.
Misalnya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang mengunggah kritik terhadap pemerintahan selama dua tahun terakhir.
Selain itu, Serikat Tahanan Politik kembali mengunggah poster bergambar Garuda dengan latar belakang biru dan tulisan "Peringatan Darurat".
Lima tuntutan mahasiswa
Berikut tuntutan yang dibawa aliansi mahasiswa untuk demo 2 tahun pemerintahan Prabow-Gibran:
• Menetapkan Karhutla dan Bencana Banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini,
• Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar,
• Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat,
• Memberantas maraknya praktik KKN,
• Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik yang mahal serta memberikan akses yang merata.