UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan Hidup

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan Hidup

51 menit lalu

UPH Festival 2026 mengajak hampir 7.000 mahasiswa baru menemukan jati diri dan panggilan hidup lewat tema Imago Dei.

Swipe untuk menutup

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan Hidup

15/08/2026, 13:59 WIB
UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan Hidup

KOMPAS.com – Memasuki dunia perkuliahan merupakan salah satu titik balik penting bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kompleksitas persoalan sosial, serta kebutuhan akan pemimpin yang berintegritas, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kompetensi akademik.

Mereka perlu memahami jati diri, menemukan panggilan hidup, serta mengenali bagaimana pengetahuan dan talenta yang dimiliki dapat digunakan untuk melayani dan membawa dampak bagi sesama.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Kegiatan itu diselenggarakan Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, pada 13–15 Agustus 2026, serta di UPH Kampus Medan 10–12 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian awal perjalanan mahasiswa sebelum memasuki kehidupan perkuliahan di UPH.

Sebagai universitas yang berlandaskan Wawasan Dunia Kristen Reformed, UPH menjadikan True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character sebagai fondasi dalam seluruh proses pendidikan holistis.

Ketiga nilai tersebut tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk mencapai keunggulan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang takut akan Tuhan serta mempersiapkan mereka untuk melayani, memberikan dampak bagi masyarakat, dan memuliakan Tuhan.

Melalui UPH Festival 2026, fondasi tersebut diperkenalkan sejak awal agar mahasiswa tidak hanya mengenal UPH sebagai tempat untuk bertumbuh dalam ilmu dan wawasan, tetapi juga memahami apa yang diyakini, nilai yang dihidupi, tujuan yang hendak dicapai, dan panggilan yang dijalani sebagai bagian dari perjalanan mereka bersama komunitas UPH.

Mengusung tema "Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform", UPH Festival 2026 mengajak mahasiswa untuk melihat perjalanan pendidikan mereka dalam perspektif yang lebih luas seperti memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, memiliki nilai dan tujuan yang melekat dalam dirinya, serta dipanggil untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

Dari pemahaman akan identitas tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengenali diri dan panggilan hidupnya, memahami dunia di sekitarnya, membangun relasi, bertumbuh dalam karakter dan kompetensi, serta menemukan bagaimana pengetahuan, talenta, dan kehidupan mereka dapat membawa transformasi dan memberikan dampak bagi sesama.

UPH Festival tegaskan martabat dan panggilan hidup mahasiswa

Founder and Trustee Chair UPH, Dr (HC) James T Riady, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk membina dan memperlengkapi generasi muda dalam lingkungan yang menghargai martabat mereka.

Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk berpikir kritis, bertumbuh, mengembangkan talenta, dan menemukan tujuan hidup, bukan dibentuk melalui rasa takut maupun penyalahgunaan kekuasaan.

“Di UPH, kami percaya bahwa generasi muda hadir bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun. Bukan untuk dibungkam, melainkan untuk diperlengkapi. Bukan untuk didikte tentang apa yang harus dipikirkan, melainkan untuk belajar bagaimana cara berpikir,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Pandangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan UPH yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan memandang mahasiswa sebagai pribadi yang dibentuk secara utuh, mencakup intelektual, karakter, spiritual, dan panggilan hidup.

Semangat inilah yang mendasari UPH Festival sebagai ruang untuk merayakan iman, pembelajaran, komunitas, serta keunikan mahasiswa, sekaligus mengajak mereka memahami bagaimana talenta dapat digunakan untuk membawa dampak.

“Ketika UPH Festival ini usai, saya berharap mahasiswa melangkah keluar dengan pemahaman diri yang lebih mendalam, kejelasan akan tujuan hidup, serta komitmen menggunakan hidup mereka untuk berdampak bagi sesama dan memuliakan Tuhan,” ujar Dr James.

Sejalan dengan hal tersebut, President of UPH, Dr Stephanie Riady, BA, MEd, mengajak mahasiswa memahami bahwa keberadaan mereka di UPH bukanlah sebuah kebetulan. Melalui tema Imago Dei, mahasiswa diajak menyadari bahwa setiap pribadi diciptakan menurut gambar Allah.

“UPH percaya bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah tentang menjadi diri kita sebagaimana kita diciptakan, serta menggunakan apa yang telah kita pelajari untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan mentransformasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UPH, Dr (Hon) Jonathan L Parapak, MEngSc, menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di UPH tidak hanya diarahkan untuk meraih gelar, tetapi juga untuk bertumbuh sebagai pribadi yang utuh dan menemukan panggilan hidupnya sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan-Nya.

“Kami berkomitmen untuk membina perkembangan diri secara utuh, baik secara intelektual, spiritual, emosional, maupun sosial. Setiap mahasiswa akan diperlengkapi bukan hanya untuk sebuah karier, melainkan untuk sebuah panggilan. Di UPH, iman dan pembelajaran menyatu, keunggulan dikejar dengan kerendahan hati, dan pengetahuan digunakan untuk melayani sesama. Inilah yang membuat UPH menjadi rumah bagi setiap mahasiswa,” ujarnya.

Memahami identitas, dunia, dan panggilan hidup

Landasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam perjalanan UPH Festival 2026 melalui lima pertanyaan mendasar yang menjadi benang merah kegiatan selama tiga hari: Siapa saya? (Who am I?); Apa yang salah dengan dunia ini? (What is wrong with the world?); Apa jawabannya? (What is the answer?); Mengapa saya ada di sini? (Why am I here?); dan Apa yang akan saya lakukan dengan hidup saya? (What will I do with my life?).

Kelima pertanyaan tersebut mengajak mahasiswa melihat masa perkuliahan bukan sekadar perjalanan meraih gelar, melainkan sebagai kesempatan untuk memahami identitas, mengenali tantangan dunia, menemukan panggilan, serta mengarahkan pengetahuan dan talenta yang dimiliki akan digunakan dalam kehidupan.

Pertanyaan “Who Am I?” menjadi fokus pada hari pertama. Mahasiswa diajak memahami identitas diri sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah yang diberikan martabat dan tujuan. Kemudian, ditutup melalui Imago Dei Night, sebuah drama musikal persembahan Fakultas Musik UPH yang menggambarkan kisah mengenai martabat dan identitas manusia.

Hari kedua mengangkat pertanyaan “What Is Wrong with the World?”. Melalui sesi ibadah, diskusi, dan temu wicara lintas disiplin ilmu, mahasiswa diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi dunia melalui perspektif iman Kristen, termasuk isu kesehatan, teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sains, hukum, bisnis, serta pentingnya komunitas.

Memasuki hari ketiga, pertanyaan “Why Am I Here?” mengajak mahasiswa baru untuk merefleksikan tujuan, perjalanan, dan panggilan hidup mereka. Hari diawali dengan tradisi Founder's 5K Run sebagai simbol dimulainya perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.

Mengusung slogan Finish What You Start, 5K Run menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menjalani dan menyelesaikan perjalanan pendidikan yang telah mereka mulai di UPH dengan komitmen dan ketekunan.

Semangat kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui berbagai aktivitas olahraga sekaligus pengenalan fasilitas olahraga UPH, seperti gym, kolam renang berstandar Olimpiade, dan lapangan basket, serta Mentor-Mentee Fellowship dan sesi refleksi yang mengajak mahasiswa untuk semakin memahami perjalanan, tujuan, dan panggilan hidup mereka.

Menjelang sore di hari ketiga, Parents Gathering menjadi ruang bagi orangtua untuk lebih memahami visi dan nilai pendidikan UPH sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga dan universitas, dengan turut menghadirkan Dr James Riady dan Chairwoman Pelita Harapan Group, Aileen H Riady.

Rangkaian hari terakhir ini juga dimeriahkan melalui kegiatan Alumni Homecoming, yang mengundang seluruh alumni UPH untuk kembali terhubung dengan almamater, mempererat tali silaturahmi, dan merayakan perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.

Seluruh rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks, sebuah perayaan yang menandai dimulainya perjalanan baru bagi para mahasiswa baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan panggilan, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang bermakna serta berdampak bagi sesama.

UPH Festival jadi langkah awal dalam pendidikan holistis

UPH Festival menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem pendidikan holistis UPH, sebagai universitas terakreditasi Unggul yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan dirancang untuk mendampingi mahasiswa bertumbuh secara utuh, baik dalam kompetensi, karakter maupun kesiapan menghadapi dunia profesional.

Keunggulan tersebut diwujudkan melalui 78 program studi dalam berbagai disiplin ilmu, serta jejak lebih dari 60.000 alumni yang kini berkarya di beragam sektor, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Proses pembelajaran didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten serta pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran, industri, dan riset. Dengan begitu, mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus tuntutan dunia profesional.

Pengalaman tersebut semakin diperkaya melalui jejaring lebih dari 600 mitra strategis, yang mencakup institusi pendidikan tinggi dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah pengalaman praktis, dan membangun jejaring profesional sejak berada di bangku kuliah.

Pada 2026, melalui Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings, UPH berhasil masuk dalam Top 3 universitas swasta di Indonesia, Top 40 di ASEAN, serta menempati peringkat 401–600 dunia.

Capaian tersebut diperkuat dengan performa UPH pada sejumlah pilar Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 1 (No Poverty), UPH menempati Top 12 Indonesia sekaligus Top 3 perguruan tinggi swasta.

Selanjutnya, pada SDG 3 (Good Health and Well-being), UPH berada di Top 5 Indonesia, sementara pada pilar SDG 4 (Quality Education) UPH menempati Top 13 Indonesia. Untuk SDG 5 (Gender Equality), UPH berhasil masuk Top 9 Indonesia sekaligus Top 2 perguruan tinggi swasta, dan pada SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), UPH menempati Top 7 Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi UPH tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga mencakup berbagai upaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan holistis di UPH tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu dan kesiapan karier yang bersifat akademik, tetapi juga mencakup pengembangan intelektual, pembentukan karakter, kepemimpinan, kehidupan spiritual, kesehatan dan kesejahteraan (health and wellness), serta kepedulian terhadap sesama.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai pengalaman dan program pengembangan mahasiswa yang berlangsung sepanjang perjalanan mereka di UPH. Program Mentoring, misalnya, menjadi salah satu langkah awal untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus, membangun relasi, dan bertumbuh bersama pendamping dari mahasiswa senior selama minimal satu tahun.

Sejalan dengan visi UPH untuk mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang unggul dan takut akan Tuhan, perjalanan mahasiswa baru dilanjutkan melalui Leadership Journey, sebuah rangkaian pembinaan yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus membentuk mahasiswa menjadi transformational servant leaders.

Proses pembinaan itu berlangsung secara bertahap melalui Keystone, Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), hingga Advanced Leadership Training (ALT), yang secara berkesinambungan membantu mahasiswa mengenali potensi dan tujuan hidup mereka, mengembangkan karakter dan kapasitas kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, melayani, dan membawa perubahan.

Komitmen pendidikan holistis juga diwujudkan melalui kesempatan untuk belajar sekaligus melayani masyarakat. Melalui Service Learning Community (SLC), mahasiswa menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Berbagai inisiatif seperti Mari Membaca, Mari Sehat, Ocean Sustainability Movement (OSMO), Heart to Serve, dan Organization Visit (Orvis) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi di berbagai bidang yang ada di tengah masyarakat.

Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri melalui program lainnya yang ada dalam Organisasi Kemahasiswaan (OK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun Unit Layanan Mahasiswa (ULM).

Pertumbuhan mereka turut didukung melalui ekosistem kesehatan dan kesejahteraan yang mencakup fasilitas olahraga, gym, klinik, layanan HOPE Counselling, serta komunitas olahraga untuk mendukung keseimbangan fisik, emosional, dan sosial.

Pengalaman mahasiswa juga diperluas melalui proyek nyata, praktik profesional, kompetisi, dan program internasional yang membantu mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta membangun perspektif global.

Setelah menyelesaikan studi, pengalaman tersebut terus berlanjut melalui berbagai program Alumni Engagement, seperti networking, career expo, gathering, dan sesi berbagi pengalaman.

Dengan demikian, UPH Festival bukan sekadar gerbang menuju kehidupan perkuliahan, melainkan awal dari perjalanan pembentukan diri yang berkelanjutan. Nilai dan refleksi yang diperkenalkan melalui Festival akan terus dikembangkan melalui berbagai pengalaman pendidikan dan pengembangan diri di UPH.

Melalui ekosistem tersebut, UPH mempersiapkan mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten dan profesional, tetapi juga pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, berkarakter, serta berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Brandzview Lainnya

Membaca Fenomena Jaecoo J5 EV di Tengah Gempuran SUV Listrik Indonesia

Membaca Fenomena Jaecoo J5 EV di Tengah Gempuran SUV Listrik Indonesia

3 jam lalu

Jaecoo J5 EV hadir sebagai SUV listrik dengan jarak tempuh 461 km, fitur lengkap, dan harga mulai Rp279,9 juta.

Swipe untuk menutup

Membaca Fenomena Jaecoo J5 EV di Tengah Gempuran SUV Listrik Indonesia

15/08/2026, 11:42 WIB
Membaca Fenomena Jaecoo J5 EV di Tengah Gempuran SUV Listrik Indonesia
Editor: Aditya Maulana

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada masa ketika mobil listrik identik dengan satu pertanyaan, seberapa jauh mobil tersebut bisa berjalan sebelum kembali diisi daya?

Pertanyaan itu masih relevan. Namun, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan bahwa konsumen mulai mencari sesuatu yang lebih kompleks.

Mereka tidak hanya membutuhkan jarak tempuh panjang, tetapi juga menginginkan mobil yang nyaman digunakan sehari-hari, punya ruang cukup untuk keluarga, memiliki fitur keselamatan lengkap, dan tetap mampu menghadapi karakter jalan Indonesia.

Di tengah perubahan tersebut, Jaecoo J5 EV hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda. Mobil ini tidak ingin sekadar dikenal sebagai kendaraan listrik, tetapi mempertahankan identitasnya sebagai SUV.

Karakter tersebut terlihat dari desain dan proporsinya. Pabrikan asal Tiongkok ini menyebut J5 EV sebagai "The Real SUV EV", dengan ground clearance mencapai 200 mm. Angka tersebut membuat J5 EV tidak hanya ditujukan untuk penggunaan di jalan perkotaan, tetapi juga memberikan fleksibilitas ketika harus melewati jalan dengan kondisi yang kurang ideal.

Karakter SUV itu menjadi semakin menarik ketika J5 EV dibawa Jaecoo ke Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi produsen otomotif untuk menunjukkan arah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Persaingan SUV Listrik

Tahun ini persaingan kendaraan listrik semakin padat. Berdasarkan data yang dikutip dari Gaikindo, penjualan mobil listrik nasional pada semester pertama 2026 meningkat 80,8 persen menjadi 69.739 unit, dari 38.576 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pangsa pasar mobil listrik juga telah mencapai sekitar 16 persen dari total penjualan mobil nasional.

Artinya, mobil listrik bukan lagi sekadar produk alternatif. Pasarnya mulai terbentuk dan persaingannya semakin serius.

Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 20.000 unit J5 EV terjual. Model ini menjadi solusi berkendara dari kebutuhan konsumen, yaitu EV SUV, running cost, safety, desain dan masih banyak hal lainnya.

“Kepercayaan konsumen terhadap Jaecoo dan J4 EV, mereka melihat model ini bukan sekadar EV untuk menunjang mobilitas, tapi menyukai dan banyak manfaat dari memiliki juga mengendarai,” ujar Ilham kepada KOMPAS.com, Jumat (14/8/2026).

Pencapaian tersebut menjadi penting ketika melihat kehadiran J5 EV di GIIAS 2026. Model ini bukan sekadar mobil yang sedang mencari perhatian pengunjung pameran, tapi sudah memiliki rekam jejak di pasar Indonesia.

Spesifikasi

Di balik bodinya terdapat motor listrik bertenaga 155 kW atau sekitar 210 PS dengan torsi maksimum 288 Nm. Tenaga tersebut disalurkan langsung melalui motor listrik dan membuat J5 EV mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu 7,3 detik.

Angka tersebut cukup besar untuk ukuran SUV listrik di kelasnya. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tenaga tersebut diterjemahkan dalam penggunaan sehari-hari.

Motor listrik memberikan karakter respons yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin bensin. Torsi maksimum tersedia secara instan sehingga respons ketika pedal akselerator diinjak terasa lebih spontan.

Karakter ini membuat J5 EV tidak hanya cocok untuk perjalanan santai, tetapi juga memberikan cadangan performa ketika pengemudi membutuhkan akselerasi lebih cepat.

Sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas 60,9 kWh. Dengan baterai tersebut, J5 EV diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 kilometer berdasarkan metode pengujian NEDC.

Jarak tempuh tersebut menjadi salah satu modal utama J5 EV untuk menjawab kekhawatiran konsumen mengenai penggunaan mobil listrik dalam perjalanan sehari-hari maupun perjalanan luar kota.

Namun, jarak tempuh bukan satu-satunya persoalan. Waktu pengisian daya juga menjadi pertimbangan penting.

J5 EV mendukung DC fast charging hingga 130 kW. Dengan kemampuan tersebut, pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 28 menit dalam kondisi yang sesuai.

Secara sederhana, waktu tersebut membuat pengisian daya dapat dilakukan ketika pengguna beristirahat atau berhenti makan dalam perjalanan. Artinya, pola penggunaan kendaraan listrik perlahan mulai mendekati kebiasaan pengguna mobil konvensional, meski tetap membutuhkan perencanaan berbeda.

Jaecoo juga tidak hanya mengandalkan performa. Salah satu daya tarik J5 EV adalah dimensinya yang dibuat untuk memberikan fleksibilitas sebagai kendaraan keluarga.

Kapasitas penyimpanan menjadi salah satu contohnya. J5 EV menawarkan ruang bagasi hingga 1.180 liter, sementara tersedia pula frunk berkapasitas 35 liter. Dengan konfigurasi tersebut, pengguna mempunyai ruang tambahan untuk membawa barang, baik ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan.

Kabin juga menjadi bagian dari pendekatan Jaecoo terhadap konsep SUV modern. Pada varian Premium tersedia panoramic roof dengan luas 1,45 meter persegi. Atap kaca berukuran besar tersebut membuat suasana kabin terasa lebih terbuka sekaligus menjadi salah satu elemen yang membedakan J5 EV dari SUV listrik konvensional di kelasnya.


Di bagian depan kabin, terdapat layar tengah berukuran 13,2 inci pada varian Premium. Sistem tersebut menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan dan memberikan kesan interior yang lebih modern.

J5 EV juga tidak mengabaikan aspek keselamatan. Jaecoo membekalinya dengan 17 fitur advanced driver assistance system atau ADAS, enam airbag, serta kamera dengan pandangan hingga 540 derajat. Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan bantuan kepada pengemudi sekaligus meningkatkan visibilitas di sekitar kendaraan.

Kamera 540 derajat menjadi salah satu fitur yang menarik untuk kendaraan yang digunakan di perkotaan. Pengemudi tidak hanya membutuhkan visibilitas ketika melaju, tetapi juga ketika parkir dan bermanuver di ruang sempit.

Di sisi lain, ground clearance 200 mm menunjukkan bahwa J5 EV tidak hanya mengejar tampilan SUV. Angka tersebut memberikan ruang yang cukup ketika kendaraan harus melewati permukaan jalan yang tidak rata atau menghadapi genangan.

Bahkan, Jaecoo mencantumkan kemampuan melintasi genangan dengan kedalaman hingga 450 mm pada materi produknya. Karakter tersebut memperkuat positioning J5 EV sebagai SUV listrik yang ingin tetap relevan dengan kondisi jalan dan aktivitas konsumen Indonesia.

Personalisasi

Menariknya, pendekatan Jaecoo tidak berhenti pada teknologi. J5 EV juga menjadi kendaraan yang cukup mudah dipersonalisasi.

Hal tersebut terlihat dari kolaborasi Jaecoo bersama 347 Homebreaks di mana J5 EV dimodifikasi dengan pendekatan yang menggabungkan otomotif, fashion, dan gaya hidup. Modifikasi tersebut mempertahankan karakter SUV sekaligus memperkuat sisi sporty dan personal kendaraan.

Kolaborasi seperti ini menunjukkan perubahan cara sebuah mobil diposisikan. Mobil tidak lagi semata-mata menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas penggunanya.

Hal tersebut terasa relevan dengan karakter konsumen muda yang semakin melihat kendaraan sebagai bagian dari gaya hidup. Sebuah mobil bisa menjadi sarana pergi bekerja, berlibur, bertemu komunitas, sekaligus menjadi medium untuk menunjukkan karakter pemiliknya.

Pada titik inilah J5 EV mencoba mencari ruang di antara dua dunia: teknologi kendaraan listrik dan karakter SUV.

Dari sisi harga, J5 EV juga bermain di area yang cukup agresif. Berdasarkan laman resmi Jaecoo Indonesia, J5 EV Standard dipasarkan Rp279,9 juta, sementara J5 EV Premium dibanderol Rp319,9 juta. Harga tersebut merupakan harga yang tercantum pada laman resmi dan dapat berubah sesuai kebijakan perusahaan.

Dengan rentang harga tersebut, J5 EV berhadapan dengan semakin banyak pemain kendaraan listrik yang masuk ke kelas Rp200 juta hingga Rp300 jutaan. Namun, kompetisi di segmen ini tidak hanya ditentukan oleh harga.

Konsumen kini semakin kritis terhadap beberapa hal sekaligus: seberapa jauh mobil dapat berjalan, seberapa cepat mengisi daya, bagaimana jaringan purnajualnya, seberapa lengkap fitur keselamatan, berapa lama garansi baterainya, hingga bagaimana nilai kendaraan setelah beberapa tahun digunakan.

Terpopuler Lainnya

Pangkalan AS di Indo-Pasifik Rusak Parah, Pentagon Khawatir Hadapi China

Pangkalan AS di Indo-Pasifik Rusak Parah, Pentagon Khawatir Hadapi China

17 jam lalu

Fasilitas militer AS di kawasan Indo-Pasifik mengalami kerusakan serius sehingga mengurangi kesiapan menghadapi ancaman dari China.

Swipe untuk menutup

Pangkalan AS di Indo-Pasifik Rusak Parah, Pentagon Khawatir Hadapi China

14/08/2026, 21:35 WIB
Pangkalan AS di Indo-Pasifik Rusak Parah, Pentagon Khawatir Hadapi China

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Inspektur Jenderal Pentagon pada Kamis (6/8/2026) memperingatkan bahwa sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Indo-Pasifik mengalami kerusakan serius yang berpotensi memengaruhi kesiapan militer Washington.

Temuan itu muncul setelah inspeksi terhadap 11 fasilitas militer AS di kawasan tersebut. Berbagai masalah ditemukan, mulai dari korosi dan lubang pada bangunan hingga plafon runtuh, jamur, dan keberadaan asbes.

Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap fasilitas-fasilitas yang dinilai penting dalam strategi AS untuk menghadapi China di kawasan.

Namun, masalah yang ditemukan tidak hanya memengaruhi infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kesiapan tempur, tetapi juga fasilitas yang digunakan personel militer dan keluarga mereka.

Laporan itu turut mempertimbangkan masukan dari berbagai pejabat Pentagon, termasuk pejabat modernisasi infrastruktur, Komando Pasifik AS, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Mark Sinder, Deputi Asisten untuk Modernisasi Infrastruktur, mengatakan bahwa departemen militer bersama para pemangku kepentingan terkait akan memimpin upaya penanganan berbagai kekurangan infrastruktur yang telah diidentifikasi.

Ia menambahkan bahwa jadwal rinci untuk memperbaiki seluruh masalah tersebut akan disusun.

Infrastruktur penunjang juga bermasalah

Selain fasilitas yang berkaitan langsung dengan operasi militer, inspektur jenderal juga menyoroti infrastruktur air dan perumahan di wilayah Komando Indo-Pasifik AS.

Meski tidak termasuk kategori kemampuan tempur yang bersifat kritis, fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung personel militer yang bertugas di kawasan.

Sejumlah pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya menjelaskan bahwa degradasi parah itu disebabkan oleh usia bangunan yang sebagian besar berasal dari era 1970-an.

Faktor lingkungan seperti gempa bumi dan tsunami, serta keterbatasan personel dan pendanaan, juga disebut berkontribusi terhadap kerusakan yang terjadi.

Kondisi memprihatinkan di Jepang

Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, Jepang, menjadi salah satu yang paling disorot. Fasilitas ini merupakan pusat penting kekuatan udara AS di Pasifik dan menyimpan amunisi senilai sekitar 836 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 triliun.

Foto yang dilampirkan dalam laporan menunjukkan dinding hanggar yang berlubang sehingga barang-barang yang disimpan di dalamnya terekspos ke lingkungan luar. Foto lainnya memperlihatkan bangunan hanggar pesawat yang telah mengalami kerusakan akibat karat dan korosi.

Di Kadena, yang menampung sekitar 20.000 warga Amerika, sedikitnya 243 rumah terpaksa dikosongkan karena kerusakan struktur permukaan bangunan atau spalling. Selain itu, 139 rumah lainnya terdampak runtuhnya plafon.

Masalah serupa juga ditemukan di Pangkalan Udara Yokota dan Marine Corps Base Camp Courtney di Jepang.

Untuk ketiga fasilitas tersebut, laporan menyebut adanya persoalan pada infrastruktur operasi dan komunikasi, termasuk jamur, kerusakan akibat kebakaran, retakan bangunan, kebocoran air, serta keberadaan timbal dan asbes pada material konstruksi.

Inspeksi juga menemukan masalah pada fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan di kedua pangkalan udara tersebut, hingga menyebabkan beberapa fasilitas tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Internasional Lainnya

Viral Video Polisi dan ASN Adu Jotos di Laga Sepak Bola POR Kabupaten Tangerang

Viral Video Polisi dan ASN Adu Jotos di Laga Sepak Bola POR Kabupaten Tangerang

2 jam lalu

Polresta Tangerang menyebut keributan antara polisi dan ASN dalam laga semifinal sepak bola POR Kabupaten Tangerang bagian dari tensi pertandingan.

Swipe untuk menutup

Viral Video Polisi dan ASN Adu Jotos di Laga Sepak Bola POR Kabupaten Tangerang

15/08/2026, 12:49 WIB
Viral Video Polisi dan ASN Adu Jotos di Laga Sepak Bola POR Kabupaten Tangerang

TANGERANG, KOMPAS.com – Sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Tangerang terlibat adu jotos dengan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang dalam laga semifinal sepak bola Pekan Olahraga Antarpegawai (POR Pegawai) Kabupaten Tangerang 2026 di Stadion Mini Kecamatan Solear, Jumat (14/8/2026).

Peristiwa itu ramai diperbincangkan usai video yang menampilkan keributan antara kedua pihak beredar dan viral di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono menyampaikan bahwa gesekan yang terjadi di lapangan merupakan dinamika wajar dalam pertandingan dengan intensitas tinggi dan tidak sampai berujung pada kericuhan.

"Memang terdapat dinamika di lapangan ketika intensitas pertandingan meningkat, terutama menjelang akhir pertandingan," ujar Tri dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Tri menjelaskan, pertandingan yang berlangsung ketat membuat kontak fisik saat perebutan bola maupun respons emosional sesaat tidak terelakkan.

Namun, situasi tersebut dapat segera diredam oleh para pemain dan petugas pengamanan di lapangan.

"Situasi tersebut dapat segera diredam dan tidak berkembang menjadi kericuhan ataupun perkelahian antarpemain," kata dia.

Menurut Tri, kedua tim juga menunjukkan sikap sportif setelah pertandingan berakhir.

Begitu wasit meniup peluit panjang, para pemain Polresta Tangerang dan DLHK Kabupaten Tangerang langsung saling bersalaman dan berpelukan.

Ia memastikan tidak ada persoalan atau perselisihan yang berlanjut di luar lapangan.

"Yang terpenting, pertandingan tetap dilanjutkan sampai peluit akhir dan berjalan dengan aman serta kondusif. Setelah pertandingan selesai, para pemain dari kedua tim juga saling bersalaman," tutur Tri.

Karena itu, Tri meminta masyarakat dan pihak luar menyikapi informasi yang beredar secara proporsional serta tidak membesar-besarkan ketegangan sesaat yang terjadi selama pertandingan.

"Tidak perlu membesar-besarkan ketegangan sesaat yang terjadi di lapangan, terlebih sampai mengesankan adanya perselisihan antarkedua tim," imbaunya.

Menjaga Sportivitas dan Silaturahmi

Tri mengatakan, semangat utama penyelenggaraan POR Kabupaten Tangerang adalah menjalin silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta memupuk sportivitas antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Namanya pertandingan, tentu ada tensi dan semangat untuk memenangkan pertandingan. Yang penting adalah bagaimana setiap pemain mampu mengendalikan diri, menjaga sportivitas, dan menyelesaikan pertandingan dengan baik. Dalam pertandingan tersebut, hal itu telah ditunjukkan oleh kedua tim," ujar Tri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga suasana kompetisi tetap kondusif hingga pertandingan berakhir.

"Pertandingan boleh panas, tetapi setelah peluit akhir, semuanya kembali menjadi saudara dan rekan dalam semangat olahraga. Pada akhirnya, yang harus kita jaga bukan hanya kompetisinya, tetapi juga persaudaraan dan kebersamaan," tuturnya.

Kompas.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat terkait keributan yang terjadi dalam laga semifinal tersebut.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Ujat belum memberikan tanggapan.

Adapun laga semifinal yang mempertemukan tim Polresta Tangerang dengan DLHK Kabupaten Tangerang di Stadion Mini Kecamatan Solear menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan gesekan di lapangan beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @officialtangerangupdatecom, terlihat adanya ketegangan dalam pertandingan tersebut.

Viral Lainnya

Foto Singa

Foto Singa "Untung" di Batu Secret Zoo Viral karena Dinilai Kurus, Ini Tanggapan Pengelola

4 jam lalu

Singa bernama Untung di Jatim Park 2 viral karena kondisinya dinilai kurus. Publik soroti kesejahteraan satwa, pengelola berikan tanggapan. Apa kata mereka?

Swipe untuk menutup

Foto Singa "Untung" di Batu Secret Zoo Viral karena Dinilai Kurus, Ini Tanggapan Pengelola

15/08/2026, 11:05 WIB
Foto Singa

BATU, KOMPAS.com – Foto seekor singa jantan di area Lion Feeding, Batu Secret Zoo, Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Jawa Timur, viral di media sosial setelah kondisi tubuh satwa tersebut dinilai tampak kurus.

Foto tersebut diunggah akun Instagram @doniherdaru dan disebut diambil oleh seorang pengunjung pada 31 Juli 2026 di area Lion Feeding Jatim Park 2.

Dalam unggahan itu, terlihat seekor singa jantan yang disebut bernama Untung. Foto diambil dari sudut atas sehingga kondisi tubuh singa terlihat cukup jelas.

Pemilik akun menyoroti kondisi fisik singa yang dinilai tampak kurus. Berdasarkan pengamatan visual, pengunggah memperkirakan Body Condition Score (BCS) singa tersebut berada pada kisaran 2 hingga 2,5 dari skala 5.

Namun, pengunggah menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan diagnosis medis.

"Ini bukan diagnosis medis—tetapi cukup untuk melahirkan pertanyaan serius," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu kemudian mempertanyakan kondisi kesehatan dan perawatan singa tersebut selama berada di bawah pengelolaan Batu Secret Zoo.

Sejumlah hal dipertanyakan, mulai dari kecukupan asupan pakan, pemantauan berat badan dan kondisi tubuh secara rutin, hingga pemeriksaan oleh dokter hewan.

"Apakah berat badan dan kondisi tubuhnya rutin dipantau? Apakah sudah diperiksa dokter hewan? Kalau memang ada masalah kesehatan, apa penanganannya?" lanjutnya.

Pengunggah juga meminta pihak pengelola menunjukkan data apabila kondisi singa tersebut dinyatakan normal.

"Dan kalau semuanya disebut 'normal', tunjukkan datanya," tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun juga menekankan pentingnya kesejahteraan satwa yang berada dalam perawatan manusia, termasuk di lembaga konservasi atau kebun binatang.

"Satu bukan properti. Bukan dekorasi. Bukan mesin penghasil tiket," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Jawa Timur Park Group beri tanggapan

Menanggapi viralnya unggahan mengenai kondisi singa tersebut, Jawa Timur Park Group menyatakan memahami perhatian masyarakat terhadap kondisi satwa di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2.

Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, mengatakan kesejahteraan satwa merupakan hal penting bagi pihaknya.

Ia menyebut masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap satwa. Pihaknya juga akan menindaklanjuti perhatian yang disampaikan terkait kondisi singa tersebut.

"Jawa Timur Park Group memahami perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi satwa yang berada di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2. Perhatian terhadap kesejahteraan satwa merupakan hal yang penting bagi kami dan setiap masukan dari masyarakat kami pandang sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap satwa," kata Titik dalam keterangannya.

 

Viral Lainnya

Bagikan berita ini melalui