Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

19 jam lalu

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia kembali menggelar Ujian Kompetensi Wartawan di Hotel Amaris Ambon.

Swipe untuk menutup

Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

26/09/2026, 10:03 WIB
Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

KOMPAS.com – Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia bersama Google, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Amaris Ambon, mulai Jumat (25/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026). UKW ini diikuti oleh 15 wartawan dari platform media cetak, siber, dan televisi.

“Ini adalah UKW kelima bersama LUKW Kompas, KG, dan Google. Ini bagian dari tanggung jawab dan komitmen kita bersama untuk mendukung jurnalisme berkualitas,” kata Neli Triana, salah satu penguji sekaligus perwakilan dari LUKW Kompas saat membuka UKW, Jumat (25/9/2026).

Untuk menjaga objektivitas dan standar pengujian, lembaga uji Kompas juga menggandeng para penguji dari lembaga uji lain. UKW di Ambon juga menggandeng penguji dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Seluruhnya ada tiga penguji yang terlibat dalam UKW kali ini, yakni Neli Triana dari Kompas, Thamzil Thahir dari AJI, dan Budi Utami dari IJTI.

Sebanyak 15 peserta UKW kali ini berasal dari berbagai media. Mereka mengikuti UKW untuk tingkatan muda dan madya. 

Sebelumnya, Google News Partner Manager Yos Kusuma dalam beberapa UKW sebelumnya menegaskan, pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem jurnalisme modern. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat diintegrasikan secara positif oleh para jurnalis.

"Di sesi Pra UKW sudah saya sampaikan, AI bisa membantu kerja teman-teman semua," kata Yos.

Yos berharap, standardisasi melalui UKW dapat memperkuat integritas dan rasa bangga para jurnalis terhadap profesi yang mereka jalani.

"UKW ini satu tujuannya, agar teman-teman semua semakin respek dengan profesi ini. Selamat UKW, semoga bermanfaat dan membuat pers menjadi lebih baik," tuturnya.

UKW yang berlangsung dua hari tersebut menguji kompetensi peserta pada aspek keterampilan, pengetahuan, maupun kesadaran. 

Kompetensi itu diuji melalui sejumlah pemahaman, seperti tentang kode etik jurnalistik, hukum pers, tata cara produksi berita atau konten, hingga manajemen redaksi. Mereka yang dinyatakan kompeten, akan terdaftar dan mendapat sertifikat dari Dewan Pers.

Brandzview Lainnya

Klasemen Medali Asian Games 2026 Usai Rahmat Erwin Raih Emas Angkat Besi

Klasemen Medali Asian Games 2026 Usai Rahmat Erwin Raih Emas Angkat Besi

11 jam lalu

Rahmat Erwin Abdullah raih emas di cabor angkat besi. Indonesia kini di peringkat 14 klasemen medali Asian Games 2026.

Swipe untuk menutup

Klasemen Medali Asian Games 2026 Usai Rahmat Erwin Raih Emas Angkat Besi

26/09/2026, 17:19 WIB
Klasemen Medali Asian Games 2026 Usai Rahmat Erwin Raih Emas Angkat Besi
Penulis: Sem Bagaskara
|
Editor: Sem Bagaskara

KOMPAS.com - Rahmat Erwin Abdullah menyumbang emas untuk Indonesia dari cabor angkat besi. Indonesia kini di peringkat 14 klasemen medali Asian Games 2026.

Atlet angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah, berhasil memberikan emas kedua bagi Indonesia.

Ia jadi yang terbaik di cabarng olahraga angkat besi nomor 75 kg putra dalam final di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu (26/9/2026).

Rahmat Erwin Abdullah muncul sebagai yang terbaik setelah mencatat total angkatan 366 kg.

Rinciannya, Rahmat Erwin Abdullah mencatat angkatan 160 kg di snatch dan 206 di clean and jerk.

Berkat total angkatan 366 kg di snatch dan clean and jerk, Rahmat Erwin Abdullah melesat ke urutan pertama dan berhak atas emas.

Podium kedua diisi oleh atlet angkat besi Thailand, Weeraphon Wichuma, yang mencatat total angkatan 365 kg. Ia berhak atas medali perak Asian Games 2026.

Rahmat Erwin Pastikan Emas Kedua untuk Indonesia

Di sisi lain, perunggu diraih oleh wakil Chong Song-ri dengan total angkatan 357 kg.

Sampai Sabtu (26/9/2026) sore pukul 17.15 WIB, kontingen Indonesia telah meraih total 23 medali dan menghuni peringkat 14.

Rinciannya, skuad Merah Putih membawa pulang dua medali emas, empat perak, dan 17 perunggu.

Dua emas itu bersumber dari tim beregu putra bulu tangkis dan Rahmat Erwin Abdullah yang turun di angkat besi 75 kg putra.

Terdapat dua negara ASEAN lain yang berada di atas Indonesia, yakni Thailand (peringkat 6) yang telah meraih 23 medali, 7 di antaranya emas.

Di sisi lain, Malaysia menghuni peringkat 11 dengan raihan 4 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.

Klasemen Medali Asian Games 2026

Posisi Negara Emas Perak Perunggu Total
1. China 105 39 27 171
2. Jepang 31 46 47 124
3. Korea Selatan 14 21 36 71
4. Uzbekistan 8 17 9 34
5 Kazakhstan 8 8 18 34
6. Thailand 7 7 9 23
7. Iran 6 12 7 25
8. Korea Utara 5 5 4 14
9 Bahrain 5 2 2 9
10. Hong Kong 4 11 13 28
... ... ... ... ... ...
14. Indonesia 2 4 17 23

Ket.: Update klasemen medali Asian Games 2026 sampai Sabtu (26/9/2026) pukul 17.15 WIB.

Terpopuler Lainnya

Eks Terpidana Mati RI Mary Jane Bebas di Filipina, Wajah Berseri-seri

Eks Terpidana Mati RI Mary Jane Bebas di Filipina, Wajah Berseri-seri

13 jam lalu

Mary Jane Veloso menghabiskan hampir 15 tahun masa tahanan di ambang eksekusi mati oleh Indonesia atas kasus narkoba. Dia kini bebas di Filipina.

Swipe untuk menutup

Eks Terpidana Mati RI Mary Jane Bebas di Filipina, Wajah Berseri-seri

26/09/2026, 15:48 WIB
Eks Terpidana Mati RI Mary Jane Bebas di Filipina, Wajah Berseri-seri

MANILA, KOMPAS.com - Mary Jane Veloso, warga negara Filipina yang sempat menghabiskan waktu hampir 15 tahun di ambang eksekusi mati di Indonesia atas kasus penyelundupan narkoba, resmi bebas pada Jumat (25/9/2026) malam di Manila.

Kebebasan tersebut didapatkannya setelah menerima pengampunan mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Dengan wajah berseri-seri, perempuan berusia 41 tahun itu keluar dari sel penjaranya di ibu kota Filipina sambil memegang dokumen grasi presiden yang telah ditandatangani.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada presiden kita tercinta yang memulihkan nama baik saya, dan memungkinkan saya untuk berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Mary Jane dalam konferensi pers sesaat setelah bebas, dikutip dari AFP.

Ia mengaku sangat menantikan saat-saat bisa berkumpul kembali dengan kedua putranya yang telah lama ditinggalkannya.

"Saya tidak bisa mendampingi mereka saat mereka tumbuh besar, tetapi saya yakin belum terlambat," katanya.

Kabar mengenai bebasnya Mary Jane membawa kebahagiaan luar biasa bagi pihak keluarga.

Sang ibu, Celia Veloso, menceritakan bagaimana harunya reaksi kedua cucunya saat pertama kali mendengar berita pengampunan tersebut.

"Mereka sangat bahagia," ungkap Celia saat dihubungi AFP melalui sambungan telepon.

"'Akhirnya kami bisa bersama Mama', itulah yang mereka katakan kepada saya," lanjutnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Marcos mengonfirmasi secara langsung keputusan pengampunan tersebut di hadapan awak media.

"Saya beri kabar eksklusif: Saya menandatangani pengampunannya kemarin," ujar Marcos kepada para wartawan.

Kilas balik kasus Mary Jane Veloso 

Perjalanan kasus hukum Mary Jane bermula pada 2010. Kala itu, ia pergi ke Indonesia untuk mencari pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

Namun, ia ditangkap di bandara dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia setelah koper yang dibawanya kedapatan berisi 2,6 kilogram (5,7 pon) heroin yang disembunyikan di lapisan dalam.

Mary Jane dan para pendukungnya bersikeras, dirinya tidak tahu-menahu mengenai isi koper tersebut dan mengaku ditipu oleh sindikat narkoba internasional.

Pemerintah Indonesia kemudian menunda eksekusi matinya pada 2015, setelah pihak berwenang Filipina menangkap orang yang diduga merekrut Mary Jane.

Perekrut tersebut dituduh menipu Mary Jane agar membawa koper berisi narkoba ilegal dengan alasan palsu.

Setelah bertahun-tahun menjalani penahanan di Indonesia, Jakarta akhirnya menyerahkan Mary Jane kepada Manila pada 2024 melalui "kesepakatan praktis" pemulangan narapidana.

Kesepakatan ini memungkinkan Mary Jane menjalani sisa masa hukumannya di penjara Filipina sebelum akhirnya menerima pengampunan mutlak.

Kasus Mary Jane Veloso sempat memicu kehebohan besar dan menyita perhatian publik di Filipina.

Banyak warga menganggap sosoknya mewakili realitas diaspora ekonomi Filipina, yakni jutaan warga usia produktif yang terpaksa merantau dan mencari pekerjaan dengan bayaran lebih baik di luar negeri, demi menyelamatkan keluarga mereka dari jerat kemiskinan.

Internasional Lainnya

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

11 jam lalu

Polisi menangkap lima terduga pelaku video viral pemotor membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit di Underpass Simpang Joglo.

Swipe untuk menutup

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

26/09/2026, 18:08 WIB
Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

SOLO, KOMPAS.com - Polisi menangkap lima terduga pelaku dalam video viral pemotor yang membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit di Underpass Simpang Joglo, Kota Solo, Jawa Tengah.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani.

Namun ia enggan membeberkan secara detail penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terduga pelaku tersebut.

“Sudah kita tangkap terduga pelaku. Lima orang ketangkapnya. Nanti kita rilis ya,” ujar Lingga saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/9/2026).

Sebelumnya, sebuah video sejumlah orang yang diduga mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit sambil berkendara menaiki sepeda motor di Underpass Simpang Joglo, Kota Solo, Jawa Tengah viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen. Dalam unggahan yang diduga terjadi saat malam hari tersebut, tampak sejumlah orang berkendara berboncengan sepeda motor secara beriringan dengan masing-masing membawa celurit.

Salah satu penumpang tampak membawa celurit berukuran kecil yang kemudian disusul dengan penumpang lainnya di bagian depan mengacungkan celurit berukuran cukup panjang ke udara.

Celurit kecil yang tampak dalam video awal kemudian digesekkan ke permukaan jalan hingga menimbulkan percikan api.

Sementara penumpang lainnya tampak memvideokan aksi tersebut sembari mengepalkan tangan ke arah pembawa celurit.

Dalam unggahan video amatir berdurasi 25 detik itu tertulis narasi: “Teman saya kenal min. Rumahnya Gemolong sama daerah Mondokan. Saya sudah lapor ke Sparta Surakarta juga. Akunnya juga langsung diprivat di TikTok itu ngepostnya,” tulis akun tersebut dikutip Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Pengunggah video juga menuliskan caption atau keterangan: “Kiriman dari followers. Keterangan dari pengirim, diduga para pelaku ini berasal dari Sragen. Lokasi di Simpang Joglo,” tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut mendapat komentar akun Instagram resmi Polresta Solo @polrestasurakarta. Komentar tersebut berbunyi: “Ora kesuwen (enggak kelamaan) jonnn @resmobpolrestasurakarta gasssssen,” tulis akun Polresta Solo dengan menandai akun Instagram Reserse Mobile (Resmob) Polresta Solo pada Jumat (25/9/2026).

Saat dikonfirmasi, Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani membenarkan adanya aksi sejumlah orang membawa sajam celurit terjadi di Simpang Joglo Solo.

Aksi tersebut telah dilaporkan oleh masyarakat pada Kamis (24/9/2026).

“Betul kami menerima laporan kemarin atas kejadian tersebut,” ujar Lingga saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Terkait kapan waktu adanya aksi atau kronologi kejadian, pihaknya menyebut laporan tersebut telah sampai di Resmob Polresta Solo untuk dilakukan penyelidikan.

“(Kapan aksi itu) belum tahu. Masih penyelidikan. Tapi Resmob sudah monitor,” terangnya.

Saat ini Polresta Solo tengah melakukan tindak lanjut adanya aksi tersebut.

“Sedang dilidik oleh rekan-rekan dari Resmob. Mohon waktu ya,” katanya. 

Viral Lainnya

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

1 hari lalu

Video guru SD di Batang minta petugas SPPG cicipi makanan MBG viral usai insiden keracunan massal.

Swipe untuk menutup

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

25/09/2026, 20:19 WIB
Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas
Penulis: Yusuf Bastiar
|
Editor: Aloysius Gonsaga AE

BATANG, KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencicipi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa, viral di media sosial, Jumat (24/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah 498 siswa dan wali murid didugaan keracunan MBG.

Dalam video tersebut, terlihat dua petugas SPPG yang mengantarkan ratusan ompreng berisi menu MBG diminta mencicipi terlebih dahulu makanan yang mereka bawa.

Hal itu dilakukan karena selama ini pihak SPPG biasanya menugaskan guru mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Dalam video tersebut, kedua petugas SPPG bersedia mencicipi menu MBG yang dibawanya.

“Dicicipi dulu kalian berdua, kalau memang aman kami bagikan ke anak-anak, ya. Kalau kami kejang-kejang bawa pulang MBG-nya jangan dibagi di sini. Kok enak gurunya yang dijadikan eksperimen disuruh mencicipi dulu,” ujar guru tersebut dalam video yang beredar.

Tanggapan ketua satgas MBG Batang

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono mengatakan, sekolah memang perlu memastikan makanan yang diberikan kepada siswa dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.

Menurut dia, orang yang mencicipi makanan MBG tidak harus berasal dari kalangan guru.

"Siapa yang nyicipi? Ya silakan ahli gizinya atau ahli kesehatan (SPPG) yang di situ, tidak harus gurunya," kata Suyono saat ditemui di RSUD Batang, Jumat (25/9/2026).

Suyono mengakui, munculnya kekhawatiran di sejumlah sekolah setelah kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang meledak.

Ia menilai, diperlukan edukasi kepada pihak sekolah dan masyarakat agar mereka memahami mekanisme serta standar keamanan dalam penyediaan makanan MBG.

"Ya, harus ada edukasi baru. Didatangi sekolah, bahwa MBG itu tidak membunuh, MBG itu tidak meracuni. Hanya kesalahan yang tidak sesuai SOP saja yang menjadikan racun," ujarnya.

Suyono mengatakan, pihaknya juga telah meminta seluruh SPPG meningkatkan kehati-hatian dalam menyiapkan makanan MBG.

"Saya sudah telepon untuk dipanggil semua SPPG agar lebih berhati-hati. Saya sudah beberapa kali mengadakan rapat dengan SPPG penuh. Saya sampaikan apa adanya hasil ini seperti ini, ini seperti ini, kritik masyarakat seperti ini, itu semua harus dibenahi," kata dia.

Pengunggah video tak mau memberikan keterangan

Kompas.com telah menelusuri awal mula video tersebut beredar di media sosial.

Video tersebut pertama kali diketahui beredar melalui unggahan Facebook salah seorang guru SD di Kabupaten Batang.

Kompas.com mencoba menghubungi guru tersebut melalui fitur pesan Facebook atau  messenger.

Kepada Kompas.com ia mengaku yang merekam video tersebut yang kini sudah ia privasi dari laman akun Facebooknya. Komunikasi sempat terjalin.

Namun, guru yang bersangkutan menolak memberikan keterangan terkait video tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Semarang, Hadiriajaya mengatakan, pihaknya memahami adanya kekhawatiran masyarakat, termasuk orang tua dan siswa, setelah muncul kasus dugaan keracunan MBG.

Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada penerima manfaat melalui kuesioner atau mekanisme lain untuk mengetahui kesediaan mereka menerima MBG.

"Mungkin kita juga memberikan opsi ya ataupun semacam kuesioner gitu kepada penerima manfaat. Artinya dari BGN juga tidak boleh memaksakan," kata Hadiriajaya saat ditemui seusai melakukan inspeksi mendadak di SPPG Bawang, Kamis (24/9/2026).

Dia mengatakan, apabila terdapat sekolah atau kelompok penerima manfaat yang tidak bersedia menerima makanan MBG, pemberian makanan tersebut tidak boleh dipaksakan.

"Apabila ada sekolah ataupun Posyandu ya, yang tidak bersedia menerima, kita juga tidak boleh memberikan MBG tersebut," ujarnnya.

Viral Lainnya

Timnas Indonesia Dikritik Usai Lawan Singapura, Pengamat: Klub dan Tim Nasional itu Berbeda

Timnas Indonesia Dikritik Usai Lawan Singapura, Pengamat: Klub dan Tim Nasional itu Berbeda

1 hari lalu

Pengamat sepak bola Titis Widyatmoko tak sepakat jika performa Timnas Indonesia dianggap kurang saat menang atas Singapura.

Swipe untuk menutup

Timnas Indonesia Dikritik Usai Lawan Singapura, Pengamat: Klub dan Tim Nasional itu Berbeda

26/09/2026, 00:00 WIB
Timnas Indonesia Dikritik Usai Lawan Singapura, Pengamat: Klub dan Tim Nasional itu Berbeda
Penulis: Thomas Wardana
|
Editor: Thomas Wardana

KOMPAS.com - Timnas Indonesia banjir kritik meski berhasil memetik tiga poin usai mengalahkan Singapura pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Berlaga di hadapan publik Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026), Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura.

Meski tampil dominan, skuad Garuda hanya mampu mencetak dua gol pada laga ini melalui Ragnar Oratmangoen (13') dan Ole Romeny (73') dari titik putih.

Mengutip situs Flashscore, skuad Garuda mampu mencatat 57 persen penguasaan bola berbanding 43 persen dari Singapura.

Ole Romeny dkk juga berhasil melepas 11 tembakan meski hanya dua yang mengarah ke gawang dan menjadi gol.

Timnas Indonesia juga unggul jumlah pemain usai Safuwan Baharudin mendapat kartu merah usai melanggar Mitchell Baker.

Performa tersebut dianggap kurang memuaskan bagi publik sepak bola nasional karena komposisi pemain yang ditampilkan John Herdman pada laga ini terbilang mewah.

Sejumlah komentar pedas langsung membanjiri kolom komentar unggahan Timnas Indonesia tak lama setelah laga berakhir.

Main di Klub dan Negara itu Berbeda

Namun, hal berbeda disampaikan oleh pengamat sepak bola nasional Titis Widyatmoko.

Titis memahami posisi pemain yang baru bergabung di Timnas Indonesia. Baginya, bermain di level klub dan negara sangat berbeda.

"Permainan tim nasional itu berbeda dengan permainan di klub, karakternya berbeda. Karena kalau di klub itu kan para pemain dikumpulkan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kemistri antar pemain itu bisa terbentuk."

"Kalau di tim nasional, mereka dikumpulkan dari beragam klub, dari beragam latar belakang liga dalam tempo yang singkat. Nah sehingga kemampuan beradaptasi itu menjadi kunci bagi kemistri permainan," kata Titis Widyatmoko saat dihubungi oleh KOMPAS.com melalui rekaman suara WhatsApp, Sabtu (26/9/2026).

Titis menambahkan bahwa para pemain perlu waktu untuk menyatukan permainan. Apalagi, mereka hanya dalam hitungan hari berada dalam lingkungan yang sama.

"Jadi kalau dalam beberapa hari saja mereka baru berkumpul dan kemudian diharapkan mereka bisa tampil bagus...tentu tidak sesederhana itu ya," sambungnya.

Adaptasi Cuaca Cukup Penting

Selain kemistri, masalah lain yang menjadi tantangan para pemain adalah faktor cuaca. 

Banyak pemain yang merumput di kompetisi Eropa dan sedikit banyak terpengaruh dengan iklim di Jakarta yang panas dan kelembaban yang tinggi.

"Belum lagi faktor kondisi cuaca, misalnya cuaca Jakarta yang kita tahu sendiri ya cukup panas dan juga kelembabanya tinggi. Apalagi beberapa pemain juga datang dari Eropa," kata Titis menambahkan.

Baginya, faktor tersebut yang membuat para pemain belum bisa menunjukkan permainan dengan mengandalkan pressing tinggi yang menuntut fisik yang prima.

"Itu juga faktor pengaruh sehingga mereka tidak bisa atau belum menunjukkan permainan yang pressing tinggi bahasanya kalau sekarang itu."

"Pressing tinggi dan juga all out artinya kemampuan jelajah lapangannya tinggi. Itu yang membuat ritme permainan seperti tampak lambat," jelasnya.

Tak hanya itu, baginya Singapura juga bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan. Sama seperti Indonesia, The Lions juga sama-sama lolos ke Piala Asia 2027.

"Singapura itu juga bukan tim yang ibarat kata seperti negara-negara Asia Tenggara lain yang lemah. Mereka kan juga lolos ke putaran final Piala Asia," tandasnya.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui