5 Tahun Holding Ultra Mikro, 2,3 Juta Debitur Tercatat Naik Kelas

5 Tahun Holding Ultra Mikro, 2,3 Juta Debitur Tercatat Naik Kelas

22 jam lalu

Lima tahun dibentuk, Holding Ultra Mikro yang integrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM catat 2,3 juta debitur naik kelas hingga pertengahan 2026.

Swipe untuk menutup

5 Tahun Holding Ultra Mikro, 2,3 Juta Debitur Tercatat Naik Kelas

18/09/2026, 17:53 WIB
5 Tahun Holding Ultra Mikro, 2,3 Juta Debitur Tercatat Naik Kelas

KOMPAS.com – Lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat, sebanyak 2,3 juta debitur telah naik kelas hingga akhir triwulan II 2026.

Pada periode yang sama, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Holding UMi dibentuk untuk memperluas layanan keuangan kepada segmen usaha ultramikro yang sebelumnya belum memperoleh akses secara optimal. Integrasi ketiga entitas dikembangkan tidak hanya untuk pembiayaan, tetapi juga mencakup simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha, hingga pembentukan aset melalui ekosistem emas.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, masing-masing entitas membawa kapabilitas berbeda ke dalam ekosistem tersebut.

“BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Melalui integrasi tersebut, layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan usaha nasabah. Pelaku usaha yang baru memulai, misalnya, dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultramikro sebelum beralih ke pembiayaan berkapasitas lebih besar ketika usahanya berkembang.

Dalam ekosistem sama, nasabah juga dapat mengakses layanan transaksi, simpanan, investasi, dan layanan keuangan lainnya.

Didukung lebih dari 15.100 kantor

Untuk memperluas jangkauan layanan, Holding UMi ditopang lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM hingga triwulan II 2026.

Selain jaringan fisik, terdapat lebih dari 74.000 tenaga pemasar yang menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.

Mereka terdiri dari Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM. Perannya mencakup penyediaan akses pembiayaan dan layanan keuangan, edukasi, pemetaan kebutuhan nasabah, hingga pendampingan pengembangan usaha.

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi ekonomi nasabah.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Atas dasar itu, peningkatan kapasitas usaha atau naik kelas menjadi salah satu agenda yang terus didorong dalam Holding UMi.

Ekosistem emas capai 153 ton

Setelah memperluas akses pembiayaan, Holding UMi juga mengembangkan layanan yang diarahkan pada peningkatan inklusi dan literasi keuangan.

Salah satunya dilakukan melalui penguatan ekosistem emas yang dikelola Pegadaian.

Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi mencapai sekitar 153 ton. Layanannya meliputi gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, dan bullion services.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang.

Melalui tahapan tersebut, masyarakat yang awalnya memanfaatkan akses pembiayaan diarahkan untuk mulai membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, hingga memiliki aset.

Hery mengatakan, lima tahun pertama menjadi fondasi bagi pengembangan Holding UMi pada fase berikutnya. Fokus selanjutnya diarahkan agar manfaat integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM dapat dirasakan lebih luas dan mendalam oleh masyarakat.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro tidak sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan,” ucap Hery.

Brandzview Lainnya

Mengapa Bengkel Umum Hindari Mobil China, Ford, dan Chevrolet?

Mengapa Bengkel Umum Hindari Mobil China, Ford, dan Chevrolet?

7 jam lalu

Bengkel umum kesulitan tangani mobil China dan Amerika karena suku cadang langka, problem ECU, dan kompleksitas perbaikan.

Swipe untuk menutup

Mengapa Bengkel Umum Hindari Mobil China, Ford, dan Chevrolet?

19/09/2026, 08:22 WIB
Mengapa Bengkel Umum Hindari Mobil China, Ford, dan Chevrolet?

JAKARTA, KOMPAS.com - Bengkel mobil umum biasanya menjadi pilihan praktis pemilik kendaraan karena dinilai fleksibel menangani berbagai merek.

Jam terbang mekanik yang tinggi membuat cakupan pengerjaannya tergolong luas dibanding bengkel spesialis.

Meski begitu, banyaknya populasi kendaraan di Indonesia tidak lantas membuat semua merek diterima dengan tangan terbuka.

Berdasarkan penelusuran ke tiga bengkel umum, terdapat beberapa merek mobil dari pabrikan Cina seperti Wuling dan DFSK, serta merek Amerika Serikat seperti Ford dan Chevrolet yang kerap dihindari mekanik.

Mobil China: Wuling dan DFSK

Kamal, pemilik bengkel umum bernama Bengkel Kafka, di daerah CIFOR Bogor, Jawa Barat, biasa menangani mobil yang banyak dijalanan. Sebut saja dari merek-merek Jepang seperti Suzuki, Toyota, sampai Honda.

Tapi dia sangat menghindari pengerjaan mobil buatan pabrikan China.

Menurutnya, kendala paling krusial terletak pada ketersediaan suku cadang asli yang terbilang langka dan harus diinden dalam waktu lama.

“Pabrikan China itu Wuling paling utama, paling menyulitkan. Layanan aftersales-nya seperti kurang diperhatikan. Aftermarket mungkin ada, tapi kalau yang original itu inden,” ujar Kamal kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026).

Kamal menceritakan pengalamannya saat mencari clutch set untuk kendaraan niaga DFSK Super Cab yang sangat sulit didapat.

Akhirnya, ia harus mencari persamaan komponen dari merek lain.

Kendala serupa juga ia temukan pada merek Chery model lama (Chery QQ). Selain suku cadang, masalah pemrograman Electronic Control Unit (ECU) dan tata letak sensor pada mobil China dinilai sangat berbeda dibanding basis mobil Jepang yang biasa ditangani mekanik umum.

Hal senada disampaikan Budi, pemilik Syafiq Auto Garage di daerah Cilendek, Bogor. Biasanya dia menerima berbagai jenis mobil, dari Honda, Nissan, Toyota, bahkan beberapa kali menggarap Chevrolet, merek Amerika.

Menurut Budi, selain masalah komponen sederhana seperti kampas rem, sensor noken as, hingga hidrolik bagasi yang sulit dicari, kendala teknis pada pemindaian sistem elektronik menjadi alasan utama perbaikan ditolak.

“Wuling itu scan-nya dikunci, scanner universal di bengkel saya enggak bisa tembus datanya. Suku cadangnya juga susah, bahkan di bengkel resmi saja sering inden. Jadi kalau ada yang mau servis, lebih baik suruh cari spare part-nya sendiri,” kata Budi kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Merek Amerika dan Eropa

Lain halnya dengan mobil pabrikan Amerika Serikat seperti Ford dan Chevrolet.

Febri, pemilik bengkel Aneka Motor di Jalan Baru, Bogor, biasa menangani servis berkala dan kaki-kaki berbagai merek mobil. Dia menyebutkan bahwa kendaraan dari negara tersebut tidak sepenuhnya ditolak, melainkan dibatasi jenis pengerjaannya.

Pemilik mobil Amerika biasanya sudah menyadari rumitnya perbaikan mesin dan sistem elektrikal kendaraan mereka, sehingga mayoritas langsung menuju bengkel spesialis.

“Kalau Ford atau Chevrolet, biasanya ke sini cuma sisanya saja, seperti servis berkala ganti oli, tune-up, atau spooring balancing. Rata-rata pemiliknya sudah tahu penyakit mobilnya dan bawa spare part-nya sendiri, kita tinggal terima jasa pasang,” terang Febri.

Pola serupa juga diterapkan pada kendaraan keluaran Eropa.

Bengkel umum biasanya membatasi pekerjaan hanya pada sektor kaki-kaki atau sekadar membantu troubleshooting awal sebelum mengarahkan pemilik kendaraan ke bengkel spesialis.

Terpopuler Lainnya

Indonesia Terima Kapal Induk Bekas Italia, Bisa Dipakai hingga 20 Tahun

Indonesia Terima Kapal Induk Bekas Italia, Bisa Dipakai hingga 20 Tahun

24 jam lalu

Indonesia menerima kedatangan kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, yang merupakan kapal bekas Angkatan Laut Italia.

Swipe untuk menutup

Indonesia Terima Kapal Induk Bekas Italia, Bisa Dipakai hingga 20 Tahun

18/09/2026, 15:50 WIB
Indonesia Terima Kapal Induk Bekas Italia, Bisa Dipakai hingga 20 Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menerima kedatangan kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, yang merupakan kapal bekas Angkatan Laut Italia dan telah berusia 41 tahun.

Kapal tersebut tiba dan bersandar di dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026), setelah berlayar dari Italia melalui Colombo dan Selat Malaka.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada pekan depan.

Menurut Ali, kapal tersebut nantinya akan difokuskan untuk operasi nonmiliter, termasuk membantu penanganan bencana.

"Di negara ini banyak bencana. Jadi kita benar-benar membutuhkan kapal atau platform yang dapat membawa banyak helikopter, karena helikopter dapat menjatuhkan logistik dengan cepat ke daerah-daerah terpencil," kata Ali, seperti dikutip AFP.

Bisa beroperasi hingga 20 tahun

Ali memastikan Giuseppe Garibaldi masih dapat digunakan TNI AL selama 15 hingga 20 tahun ke depan.

"Mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut oleh TNI Angkatan Laut mungkin 15 sampai 20 tahun lagi," ujar Ali.

Upaya memperpanjang masa penggunaan kapal akan dilakukan melalui modernisasi atau retrofit pada mesin dan berbagai teknologinya.

Ali mengatakan retrofit tidak hanya ditujukan untuk memperpanjang usia kapal, tetapi juga menyesuaikan teknologinya dengan kebutuhan doktrin operasi TNI AL.

"Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu," ucap Ali.

Proses retrofit tersebut akan diserahkan kepada industri dalam negeri, yakni PT PAL, bersama Fincantieri, Italia, selaku pihak pembuat Giuseppe Garibaldi.

Mampu bawa 18 helikopter

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180 meter dan dapat membawa hingga 18 helikopter. Kapal tersebut juga dapat menampung hingga 830 personel.

Kapal itu pertama kali mulai bertugas di Angkatan Laut Italia pada 1985.

Ali mengatakan kondisi kapal saat ini masih sangat baik sehingga diharapkan dapat digunakan TNI AL selama 15 hingga 20 tahun mendatang.

Kapal yang sudah tua

Dilansir Antara, co-founder Jakarta Defence Society (JDS) Ade P Marboen sebelumnya menilai rencana pengadaan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dapat memperkuat kekuatan maritim Indonesia.

Namun, ia mengingatkan TNI AL perlu memperhitungkan usia dan jangka pemakaian kapal tersebut. Giuseppe Garibaldi seharusnya sudah pensiun pada 1 Oktober 2024 setelah digunakan oleh Angkatan Laut Italia.

Menurut Marboen, meskipun Fincantieri akan memperbaiki kapal agar dapat beroperasi selama 15 hingga 20 tahun ke depan, TNI tetap perlu mempertimbangkan kualitas kapal tersebut.

"Dengan masa pakai 15-20 tahun, berarti 3-4 periode kepresidenan sehingga siapapun yang menjadi presiden harus memegang komitmen keras menyediakan anggaran operasional, pemeliharaan dan perawatan yang cukup," kata Marboen.

Ia menambahkan, pengadaan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dapat meningkatkan kapabilitas TNI AL dalam hal proyeksi kekuatan sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas trimatra terpadu.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi bagian dari upaya Indonesia memodernisasi aset militernya yang menua.

Presiden Prabowo Subianto, yang terpilih pada 2024, sebelumnya mendorong modernisasi aset militer Indonesia sekaligus mempererat kerja sama pertahanan dengan negara lain.

Pada 2022, ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Indonesia menandatangani kesepakatan senilai 8,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 143 triliun) untuk membeli 42 jet tempur Rafale buatan Perancis. Hingga Mei, enam jet telah dikirimkan.

India pada Juli juga mengonfirmasi akan memasok Indonesia dengan rudal jarak jauh. Konfirmasi tersebut disampaikan ketika Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada April mengumumkan bahwa Washington dan Jakarta meningkatkan kerja sama pertahanan menjadi "Major Defence Cooperation Partnership".

Indonesia juga menandatangani perjanjian keamanan dengan Australia pada Februari, yang membuka jalan bagi kerja sama militer yang lebih erat, termasuk dukungan Canberra untuk pengembangan fasilitas pelatihan yang ditujukan bagi latihan bersama.

Internasional Lainnya

Pengelola Parkir Buka Suara Soal Viral Dugaan Pungli

Pengelola Parkir Buka Suara Soal Viral Dugaan Pungli "Food Truck" di Alun-alun Kidul Jogja

17 jam lalu

Pengusaha mengeluh adanya dugaan pungli saat dirinya membuka food truck di Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Pengelola parkir buka suara.

Swipe untuk menutup

Pengelola Parkir Buka Suara Soal Viral Dugaan Pungli "Food Truck" di Alun-alun Kidul Jogja

18/09/2026, 22:35 WIB
Pengelola Parkir Buka Suara Soal Viral Dugaan Pungli

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pengusaha di Yogyakarta mengeluhkan adanya dugaan pungli saat dirinya membuka food truck di kawasan Alun-alun Kidul.

Berdasarkan unggahan video yang viral di media sosial, pengusaha tersebut dimintai sejumlah uang untuk parkir dan makan selama 5 hari, mulai tanggal 16-20 September 2026.

Uang parkir yang diminta sebesar Rp 1 juta per hari.

Sehari beroperasi, pemilik food truck lalu memutuskan untuk tidak lagi berjualan di Alun-alun Kidul dan memilih pindah tempat.

Menanggapi unggahan video yang viral itu, Supriyo Dwi Hartanto, salah satu pengelola parkir di Alun-alun Kidul menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika pihaknya didatangi oleh 4 orang yang hendak menggunakan area parkir di kawasan Alkid.

Ia mengatakan, area tersebut tidak hanya dipakai untuk satu food truck. Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak pengusaha.

Ia mengatakan, luasan yang akan digunakan untuk food truck kurang lebih 25 meter dan sudah disepakati tarifnya sebesar Rp 1 juta per hari.

“Diblok bukan untuk satu food truck, kami juga punya bukti. Kami sterilkan takutnya kalau dipakai wisatawan nanti terganggu," katanya ditemui di Polsek Kraton, Jumat (18/9/2026).

Terkait dengan uang konsumsi, menurut Supriyo, pengelola parkir tidak pernah meminta hal tersebut.

Namun, uang konsumsi ditawarkan oleh pihak pemilik food truck yang akan menggunakan lokasi parkir.

“Kru itu yang menawarkan bukan kita yang minta saya punya chatnya. Dari itu kok kita meminta, nyuwun sewu kita tidak meminta kita hanya menindaklanjuti,” beber dia.

Ia mengatakan, jumlah tukang parkir ada sebanyak 15 orang, tetapi untuk konsumsi, dirinya hanya menuliskan sebanyak 10 orang dengan total nilai Rp 1 juta untuk lima hari.

“Untuk konsumsi kita tidak menentukan,” ujar Supriyono.

Kembalikan Sebagian Uang

Dalam video yang tersebar, juga dikeluhkan soal penambahan biaya penggunaan listrik oleh pihak pengelola parkir.

Terkait hal ini, pihaknya juga membantah. Ia mengatakan, tidak memungut masalah listrik.

Ia menyampaikan pengelola parkir sebenarnya tak tahu menahu, saat itu pengelola menanyakan ke pihak food truck berapa biasanya untuk retribusi listrik.

“Kami menanyakan biasanya berapa untuk biaya listrik, lalu mereka menjawab biasanya Rp 50 ribu satu hari,” ujar dia.

Soal pemilik food truck yang tak lagi berjualan di Alun-alun Kidul, pengelola parkir mengaku sudah mengembalikan sebagian uang.

“Kemarin kan Rp 6 juta perjanjian awal seperti itu. Karena tidak melanjutkan event itu meminta pengembalian separuh, dan sudah dikembalikan sebagian,” ujar dia.

Dishub Pastikan Pungli

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menegaskan tidak pernah menerbitkan izin parkir di kawasan tersebut. Sehingga jika ada keluhan soal pungutan parkir, maka hal tersebut dipastikan sebagai pungutan liar (pungli).

Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dishub Kota Yogyakarta, Aminudin Aziz mengatakan, berdasarkan Perda Kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2019, Dishub tidak menerbitkan izin parkir di kawasan Alun-alun Kidul.

“Kalau kita bicara Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang perparkiran dan aturan teknisnya, itu kita tidak ada juru parkir yang di sana yang kita terbitkan izinnya,” katanya saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).

Pihaknya hanya mengatur soal rambu parkir.

Dia menyampaikan, jika ada keluhan soal pungutan parkir Rp 1 juta, dipastikan itu adalah pungli karena pihaknya tidak pernah menerbitkan izin untuk parkir di kawasan Alun-alun Kidul.

“Ketika kemudian ada aduan dari pengelola food truck terkait dengan pungutan liar ataupun parkir, itu memang ya itu pungutan liar. Tidak ada yang resmi,” jelas dia.

Viral Lainnya

Tanggapi Video Viral Buang Sampah di Laut, Tokoh Masyarakat Buru: Tradisi Kami Menjaga Laut

Tanggapi Video Viral Buang Sampah di Laut, Tokoh Masyarakat Buru: Tradisi Kami Menjaga Laut

20 jam lalu

Tokoh masyarakat Kabupaten Buru, Maluku, membantah membuang sampah ke laut merupakan tradisi

Swipe untuk menutup

Tanggapi Video Viral Buang Sampah di Laut, Tokoh Masyarakat Buru: Tradisi Kami Menjaga Laut

18/09/2026, 19:44 WIB
Tanggapi Video Viral Buang Sampah di Laut, Tokoh Masyarakat Buru: Tradisi Kami Menjaga Laut
Penulis: Rahmat Rahman Patty
|
Editor: Andi Hartik

AMBON, KOMPAS.com - Tokoh masyarakat Kabupaten Buru, Maluku, Fandi Ashari Wael menyampaikan tanggapannya atas beredarnya video viral yang memuat dua warga membuang sampah di laut dengan alasan sebagai tradisi.

Menurut Fandi, tindakan dan pernyataan kedua pelaku dalam video tersebut sama sekali tidak benar karena tidak mencerminkan jati diri masyarakat Pulau Buru yang menghormati laut sebagai sumber penghidupan dan mata pencaharian masyarakat.

“Orang Maluku pada umumnya dan orang Pulau Buru itu sangat menghormati laut, sangat menjaga laut dan ada penghargaan terhadap laut,” kata Fandi yang juga Raja Adat Petunanan Kaiely kepada Kompas.com via telepon, Jumat (18/9/2026).

Fandi mengaku telah melihat penggalan video viral tersebut. Ia menilai bahwa mereka yang terlibat dalam video tersebut seperti sedang berkelakar. Meski begitu, Fandi mengaku sangat menyayangkan kejadian dalam video viral tersebut.

Menurutnya, masyarakat Pulau Buru sejak turun-temurun selalu menjadikan laut sebagai sumber kehidupan.

Masyarakat Buru juga punya tradisi yang kuat untuk menjaga dan melestarikan laut.

Sehingga, ia menyebut sangat keliru apabila muncul pernyataan bahwa membuang sampah di laut merupakan tradisi masyarakat setempat. 

“Buang sampah di laut itu bukan tradisi orang Buru, tradisi orang Buru itu menjaga laut sebagai sumber penghidupan. Kalau saya pribadi, walaupun itu sifatnya kelakar tapi jangan sampai membuang sampah di laut karena itu tidak bagus. Mari kita sama-sama jaga lingkungan laut kita, intinya buang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fandi menambahkan bahwa tidak hanya nelayan yang menggantungkan hidup di laut. Banyak warga Pulau Buru yang juga menggantungkan hidup di laut, seperti para pemilik kapal tradisional yang selama hilir mudik membawa penumpang antar-pulau di wilayah tersebut.

Menurutnya, mereka semua punya pandangan yang sama bahwa menjaga laut sama seperti halnya menjaga kehidupan.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan warga di Kabupaten Buru, Maluku, sedang membuang tumpukan sampah ke laut viral di media sosial pada Kamis (17/9/2026).

Dalam video berdursi 23 detik tersebut, dua pria yang diduga sebagai pelaku tampak membuang tumpukan sampah plastik menggunakan troli dari atas talud pantai.

Pelaku juga merekam lokasi sekitar dengan latar belakang sejumlah kapal dan perahu nelayan yang sedang berlabuh di laut yang tampak tenang.

Dalam video itu, pria tersebut juga menyebut bahwa membuang sampah ke laut telah menjadi tradisi masyarakat di desa itu.

“Sebenarnya ini tidak boleh dilakukan ya tapi ini memang tradisi di kampung ya buang sampah di lautan padahal lautannya itu bening banget,” kata salah satu pelaku yang diduga perekam video tersebut.

Viral Lainnya

Detik-detik Pria Penendang Wanita di Sency Diamankan Polisi di Penjaringan Jakut

Detik-detik Pria Penendang Wanita di Sency Diamankan Polisi di Penjaringan Jakut

16 jam lalu

R (44), pria yang diduga menendang wanita di Mal Senayan City, ditangkap polisi di Penjaringan, Jakarta Utara. Momen penangkapannya terekam video.

Swipe untuk menutup

Detik-detik Pria Penendang Wanita di Sency Diamankan Polisi di Penjaringan Jakut

19/09/2026, 00:00 WIB
Detik-detik Pria Penendang Wanita di Sency Diamankan Polisi di Penjaringan Jakut

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menangkap R (44), pria yang diduga menendang seorang wanita di Mal Senayan City (Sency), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Detik-detik R diamankan polisi terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @jatanraspoldametrojaya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, sejumlah polisi mendatangi R yang sedang berdiri di depan sebuah rumah.

R terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek. Ia juga membawa sebuah tas tentengan.

Beberapa polisi berpakaian preman tampak mengawasi R yang berdiri di balik pagar berjeruji.

Seorang polisi kemudian terlihat mendekati R dan merangkulnya sembari berbicara.

Di sekitar lokasi, sejumlah petugas lain terlihat berjaga. Seorang polisi berseragam juga tampak membawa sejumlah lembar kertas.

Setelah berbicara dengan petugas, R kemudian dibawa menuju mobil polisi.

R diamankan Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB.

Kasubdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan penangkapan tersebut.

“Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian,” kata Abdul Rahim dalam keterangannya, Jumat.

Penyidik juga telah meminta keterangan dari empat saksi terkait dugaan penendangan terhadap wanita tersebut.

Saat ini, pemeriksaan terhadap R masih berlangsung untuk mendalami perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif kejadian sebelum proses pemeriksaan selesai.

“Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan penanganan perkara kepada penyidik dan sampaikan kepada kepolisian apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” tutur Budi.

Wanita Ditendang di Sency

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang wanita ditendang seorang pria di area tempat makan Mal Senayan City viral di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) sore.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, wanita berbaju putih terlihat sedang mengantre di sebuah gerai makanan.

Tiba-tiba, seorang pria berbaju hitam yang duduk di belakangnya menendang punggung wanita tersebut hingga tersungkur dan menabrak orang di depannya.

Pria itu kemudian terlihat berteriak ke arah wanita tersebut.

Wanita tersebut sempat berdiri dan terlihat kebingungan sebelum meninggalkan lokasi.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dan melakukan pengecekan.

“Ya kami dari Polsek sudah memonitor kejadian tersebut dan sudah melakukan sejumlah upaya pengecekan,” kata Dhimas saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Dhimas mengatakan, polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui