Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

2 jam lalu

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia kembali menggelar Ujian Kompetensi Wartawan di Hotel Amaris Ambon.

Swipe untuk menutup

Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

26/09/2026, 10:03 WIB
Gelar UKW, Lembaga Uji Kompas bersama KG Media dan Google Dorong Jurnalisme Berkualitas

KOMPAS.com – Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia bersama Google, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Amaris Ambon, mulai Jumat (25/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026). UKW ini diikuti oleh 15 wartawan dari platform media cetak, siber, dan televisi.

“Ini adalah UKW kelima bersama LUKW Kompas, KG, dan Google. Ini bagian dari tanggung jawab dan komitmen kita bersama untuk mendukung jurnalisme berkualitas,” kata Neli Triana, salah satu penguji sekaligus perwakilan dari LUKW Kompas saat membuka UKW, Jumat (25/9/2026).

Untuk menjaga objektivitas dan standar pengujian, lembaga uji Kompas juga menggandeng para penguji dari lembaga uji lain. UKW di Ambon juga menggandeng penguji dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Seluruhnya ada tiga penguji yang terlibat dalam UKW kali ini, yakni Neli Triana dari Kompas, Thamzil Thahir dari AJI, dan Budi Utami dari IJTI.

Sebanyak 15 peserta UKW kali ini berasal dari berbagai media. Mereka mengikuti UKW untuk tingkatan muda dan madya. 

Sebelumnya, Google News Partner Manager Yos Kusuma dalam beberapa UKW sebelumnya menegaskan, pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem jurnalisme modern. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat diintegrasikan secara positif oleh para jurnalis.

"Di sesi Pra UKW sudah saya sampaikan, AI bisa membantu kerja teman-teman semua," kata Yos.

Yos berharap, standardisasi melalui UKW dapat memperkuat integritas dan rasa bangga para jurnalis terhadap profesi yang mereka jalani.

"UKW ini satu tujuannya, agar teman-teman semua semakin respek dengan profesi ini. Selamat UKW, semoga bermanfaat dan membuat pers menjadi lebih baik," tuturnya.

UKW yang berlangsung dua hari tersebut menguji kompetensi peserta pada aspek keterampilan, pengetahuan, maupun kesadaran. 

Kompetensi itu diuji melalui sejumlah pemahaman, seperti tentang kode etik jurnalistik, hukum pers, tata cara produksi berita atau konten, hingga manajemen redaksi. Mereka yang dinyatakan kompeten, akan terdaftar dan mendapat sertifikat dari Dewan Pers.

Brandzview Lainnya

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

5 jam lalu

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Seniman hingga politikus ini dikenang atas kontribusinya.

Swipe untuk menutup

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

26/09/2026, 06:58 WIB
BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Penulis: Ady Prawira Riandi
|
Editor: Dian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB.

Politikus sekaligus seniman berusia 73 tahun itu tutup usia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan tertulis.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun," tulis Hasto dikutip Kompas.com, Sabtu (26/9/2026).

Adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu sebelumnya dikabarkan kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Kondisinya menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir, hingga akhirnya kabar duka disampaikan pihak keluarga dan partai pada Sabtu pagi.

Hasto menyampaikan bahwa keluarga besar PDI Perjuangan kehilangan sosok yang selama ini dikenal dekat dengan dunia seni dan perjuangan partai.

"Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai," ujarnya.

Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas nama Almarhum.

"Atas nama keluarga, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari Almarhum Tercinta," demikian pernyataan Keluarga Besar Soekarno.

Rumah duka berada di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan.

Keluarga memohon doa agar Almarhum husnul khotimah dan diterima segala amal ibadahnya di sisi Allah SWT.

Sepanjang hidupnya, Guruh dikenal luas sebagai musisi, koreografer, dan seniman yang banyak mengangkat unsur budaya Nusantara ke dalam karya-karyanya.

Salah satu tonggak penting kariernya adalah proyek "Guruh Gipsy" pada 1977, kolaborasi bersama kelompok Gipsy yang turut melibatkan mendiang Chrisye.

Guruh juga mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardhika dan GSP Production, serta menggelar sejumlah pertunjukan kolosal bertajuk Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra sejak 1979.

Di luar dunia seni, Guruh Soekarnoputra turut aktif di kancah politik melalui PDI Perjuangan.

Terpopuler Lainnya

Kisruh, Pers China Ribut dengan Staf Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba

Kisruh, Pers China Ribut dengan Staf Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba

20 jam lalu

Lawatan Xi Jinping ke AS diwarnai kericuhan antara awak media China yang mendampingi Xi dan staf serta petugas keamanan Gedung Putih.

Swipe untuk menutup

Kisruh, Pers China Ribut dengan Staf Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba

25/09/2026, 15:31 WIB
Kisruh, Pers China Ribut dengan Staf Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kedatangan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada Kamis (24/9/2026) diwarnai kericuhan antara awak media China yang mendampingi Xi dan staf serta petugas keamanan Gedung Putih yang berusaha mengatur posisi mereka.

Dilansir Newsweek, sejumlah jurnalis yang berada di area pers Gedung Putih melaporkan adanya serangkaian konfrontasi ketika staf dan petugas keamanan meminta wartawan serta fotografer China menempati lokasi yang telah ditentukan.

Koresponden utama The Telegraph di Washington, Connor Stringer, menyebut situasi menjelang kedatangan Xi sangat kacau. Ia mengatakan sejumlah anggota rombongan media China saling dorong untuk mendapatkan posisi.

Koresponden Gedung Putih The Daily Wire, Mary Margaret Olohan, juga menulis di X bahwa dirinya saat itu terdesak ke dinding oleh awak media China.

Stringer kemudian melaporkan terdengar banyak teriakan dan suara keras ketika sejumlah wartawan disebut mengabaikan permintaan petugas Secret Service untuk berpindah posisi.

Ia juga mengingatkan insiden sebelumnya saat kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing. Menurutnya, ketika itu seorang staf Gedung Putih sempat terinjak oleh kerumunan.

Trump blokir 3 media dari Gedung Putih

Kericuhan dengan awak media China terjadi ketika Trump memblokir sejumlah media untuk meliput dari Gedung Putih.

Sejumlah wartawan CNN, MS NOW, dan Politico sebelumnya melaporkan tidak diizinkan masuk ke Gedung Putih pada Kamis, meski seorang hakim federal telah memerintahkan pembatalan perintah Trump tersebut.

Mereka akhirnya diperbolehkan kembali ke area pers tidak lama sebelum batas waktu yang ditetapkan pengadilan bagi pemerintahan Trump untuk mematuhi perintah tersebut.

Dalam kesempatan lain, Trump justru melontarkan candaan mengenai awak media China saat sesi foto bersama Xi.

Berdasarkan laporan reporter Gedung Putih, Trump menyebut rombongan pers China sebagai pers paling ramah.

Trump tunjukkan potret Biden

Trump juga mengajak Xi melewati deretan potret presiden AS yang baru dipasang di sepanjang kolonade Gedung Putih.

Trump kemudian menunjuk sebuah gambar autopen yang dikaitkan dengan mantan Presiden Joe Biden.

Menurut video yang dibagikan seorang staf Gedung Putih, Trump bercanda dengan mengatakan, "Trump, dan ini Trump, dan ini autopen," yang disambut tawa Xi dan rombongannya.

"Ini Biden," kata Trump sambil menyenggol Xi.

Xi dan Trump bahas Iran hingga Ukraina

Dalam pertemuan mereka, Xi dan Trump membahas sejumlah persoalan keamanan global, termasuk Iran, perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan di Semenanjung Korea.

Menurut media pemerintah China, kedua pemimpin juga menyatakan dukungan terhadap sejumlah pertemuan regional yang akan datang dan sepakat mendorong hubungan AS-China yang disebut Xi sebagai hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil.

Media pemerintah China CCTV melaporkan Xi secara khusus mendorong Washington dan Teheran kembali ke jalur diplomasi. Xi mendukung upaya menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni.

Xi mengatakan China mendukung dialog baru untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas dan berjangka panjang, termasuk mengenai program nuklir Iran.

Sementara itu, Beijing hanya memberikan sedikit informasi mengenai pembahasan perang Ukraina dan Korea Utara. China menyebut Xi dan Trump bertukar pandangan mengenai tantangan keamanan regional dan global.

Xi dan Trump tampilkan hubungan hangat

Pertemuan Xi dan Trump dibuka dengan sambutan hangat serta seruan untuk memperkuat kerja sama antara Amerika Serikat dan China.

Dalam sambutannya di South Lawn setelah penyambutan dengan karpet merah dan penghormatan militer, Xi mengatakan kedua negara perlu berfokus pada kepentingan bersama dan mengesampingkan perselisihan.

Xi mengatakan dirinya dan Trump telah membangun "personal rapport" selama bertahun-tahun bertemu.

"Kita harus memperkuat komunikasi," kata Xi. Ia menekankan pentingnya dialog yang terbuka, mendalam, dan berkelanjutan agar kedua negara dapat saling memahami, mencari titik temu, serta membangun kepercayaan.

Xi juga mengatakan persaingan antara AS dan China perlu dijaga dalam batas-batas tertentu. Ia menyebut militer kedua negara dapat mempertahankan komunikasi rutin meski masih terdapat ketegangan strategis.

Menurut Xi, kecerdasan buatan (AI) juga menjadi bidang yang membutuhkan kerja sama. Ia mengatakan kedua negara memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk memastikan AI tetap berada di bawah kendali manusia dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Internasional Lainnya

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

15 jam lalu

Video guru SD di Batang minta petugas SPPG cicipi makanan MBG viral usai insiden keracunan massal.

Swipe untuk menutup

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

25/09/2026, 20:19 WIB
Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas
Penulis: Yusuf Bastiar
|
Editor: Aloysius Gonsaga AE

BATANG, KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencicipi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa, viral di media sosial, Jumat (24/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah 498 siswa dan wali murid didugaan keracunan MBG.

Dalam video tersebut, terlihat dua petugas SPPG yang mengantarkan ratusan ompreng berisi menu MBG diminta mencicipi terlebih dahulu makanan yang mereka bawa.

Hal itu dilakukan karena selama ini pihak SPPG biasanya menugaskan guru mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Dalam video tersebut, kedua petugas SPPG bersedia mencicipi menu MBG yang dibawanya.

“Dicicipi dulu kalian berdua, kalau memang aman kami bagikan ke anak-anak, ya. Kalau kami kejang-kejang bawa pulang MBG-nya jangan dibagi di sini. Kok enak gurunya yang dijadikan eksperimen disuruh mencicipi dulu,” ujar guru tersebut dalam video yang beredar.

Tanggapan ketua satgas MBG Batang

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono mengatakan, sekolah memang perlu memastikan makanan yang diberikan kepada siswa dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.

Menurut dia, orang yang mencicipi makanan MBG tidak harus berasal dari kalangan guru.

"Siapa yang nyicipi? Ya silakan ahli gizinya atau ahli kesehatan (SPPG) yang di situ, tidak harus gurunya," kata Suyono saat ditemui di RSUD Batang, Jumat (25/9/2026).

Suyono mengakui, munculnya kekhawatiran di sejumlah sekolah setelah kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang meledak.

Ia menilai, diperlukan edukasi kepada pihak sekolah dan masyarakat agar mereka memahami mekanisme serta standar keamanan dalam penyediaan makanan MBG.

"Ya, harus ada edukasi baru. Didatangi sekolah, bahwa MBG itu tidak membunuh, MBG itu tidak meracuni. Hanya kesalahan yang tidak sesuai SOP saja yang menjadikan racun," ujarnya.

Suyono mengatakan, pihaknya juga telah meminta seluruh SPPG meningkatkan kehati-hatian dalam menyiapkan makanan MBG.

"Saya sudah telepon untuk dipanggil semua SPPG agar lebih berhati-hati. Saya sudah beberapa kali mengadakan rapat dengan SPPG penuh. Saya sampaikan apa adanya hasil ini seperti ini, ini seperti ini, kritik masyarakat seperti ini, itu semua harus dibenahi," kata dia.

Pengunggah video tak mau memberikan keterangan

Kompas.com telah menelusuri awal mula video tersebut beredar di media sosial.

Video tersebut pertama kali diketahui beredar melalui unggahan Facebook salah seorang guru SD di Kabupaten Batang.

Kompas.com mencoba menghubungi guru tersebut melalui fitur pesan Facebook atau  messenger.

Kepada Kompas.com ia mengaku yang merekam video tersebut yang kini sudah ia privasi dari laman akun Facebooknya. Komunikasi sempat terjalin.

Namun, guru yang bersangkutan menolak memberikan keterangan terkait video tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Semarang, Hadiriajaya mengatakan, pihaknya memahami adanya kekhawatiran masyarakat, termasuk orang tua dan siswa, setelah muncul kasus dugaan keracunan MBG.

Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada penerima manfaat melalui kuesioner atau mekanisme lain untuk mengetahui kesediaan mereka menerima MBG.

"Mungkin kita juga memberikan opsi ya ataupun semacam kuesioner gitu kepada penerima manfaat. Artinya dari BGN juga tidak boleh memaksakan," kata Hadiriajaya saat ditemui seusai melakukan inspeksi mendadak di SPPG Bawang, Kamis (24/9/2026).

Dia mengatakan, apabila terdapat sekolah atau kelompok penerima manfaat yang tidak bersedia menerima makanan MBG, pemberian makanan tersebut tidak boleh dipaksakan.

"Apabila ada sekolah ataupun Posyandu ya, yang tidak bersedia menerima, kita juga tidak boleh memberikan MBG tersebut," ujarnnya.

Viral Lainnya

Dugaan Pungutan Ngaku dari RT di Palmerah Viral, Pemkot Jakbar Turun Cek Lapangan

Dugaan Pungutan Ngaku dari RT di Palmerah Viral, Pemkot Jakbar Turun Cek Lapangan

17 jam lalu

Dua ibu-ibu diduga lakukan pungutan liar modus pengurus RT di Palmerah, Jakarta Barat, meresahkan warga. Pemkot Jakbar kini sedang menelusuri laporan ini.

Swipe untuk menutup

Dugaan Pungutan Ngaku dari RT di Palmerah Viral, Pemkot Jakbar Turun Cek Lapangan

25/09/2026, 19:05 WIB
Dugaan Pungutan Ngaku dari RT di Palmerah Viral, Pemkot Jakbar Turun Cek Lapangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menelusuri dugaan pungutan yang dilakukan dua perempuan dengan mengatasnamakan pengurus RT di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Camat Palmerah Febbiandri Suharto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan bersama tim dari kelurahan.

"Kami cek lapangan dengan tim Kelurahan," kata Febbiandri melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (25/9/2026).

Febbiandri mengatakan, pihaknya baru menerima laporan mengenai dugaan pungutan tersebut.

Karena itu, pengecekan awal perlu dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar, termasuk yang telah viral di media sosial.

"Terimakasih informasinya, kami cek," jelas dia.

Didatangi dua perempuan

Diberitakan sebelumnya, dua perempuan diduga melakukan pungutan dengan mengatasnamakan pengurus RT di Jalan Binus Syahdan, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Aksi tersebut sempat membuat pemilik warung sembako, Aisyah, terlibat cekcok dengan kedua perempuan tersebut saat mereka datang meminta uang dengan alasan untuk keperluan lingkungan.

Aisyah mengatakan, kedua perempuan itu datang pada Kamis (25/9/2026) sekitar pukul 13.22 WIB. Mereka mengaku mendapat tugas dari pengurus RT untuk melakukan pungutan.

"Katanya dari RT ngasih itu. Terus saya enggak mau bayar," kata Aisyah kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Jumat (25/9/2026).

Karena merasa ragu, Aisyah kemudian mencoba memastikan informasi tersebut kepada pengurus RT. Namun, pihak RT disebut tidak pernah memberikan instruksi terkait pungutan tersebut.

"Saya konfirmasi ke RT, enggak ada yang begituan," ujarnya.

Aisyah mengaku, kedatangan perempuan tersebut bukan yang pertama. Sekitar lima bulan lalu, ia juga pernah didatangi orang yang sama.

Saat itu, Aisyah sempat memberikan uang sebesar Rp 40.000. Sementara pada kedatangan terakhir, kedua perempuan tersebut meminta Rp 35.000.

"Dikasih sama saya pas itu. Kemarin (sekitar lima bulan lalu) Rp40.000 sekarang Rp35.000, tapi enggak saya kasih," ungkapnya.

Menurut Aisyah, jumlah perempuan yang datang kali ini juga berbeda. Pada kedatangan terakhir, mereka datang berdua, sedangkan sebelumnya datang bertiga.

Aisyah mulai curiga karena merasa pungutan tersebut tidak dilakukan secara merata kepada seluruh usaha di sekitar lokasi.

“Kalau otomatis dari RT kan semuanya dikasih ini ya, Bang. Ruko-ruko sebelah enggak ada, cuma saya di sini doang,” tuturnya.

Alasan pungutan untuk lingkungan

Kepada Aisyah, kedua perempuan tersebut disebut menyampaikan bahwa uang yang diminta merupakan pungutan untuk keperluan lingkungan, termasuk pemberantasan jentik nyamuk.

“Pokoknya dari RT katanya buat pungutan gitu. Buat lingkungan sama apa tuh, takut ada nyamuk katanya,” jelas Aisyah.

Namun, saat Aisyah mempertanyakan pungutan tersebut, situasi justru memanas. Aisyah menyebut salah satu perempuan sempat emosi hingga hendak merusak barang-barang di warung.

“Kemarin sempat cekcok. Saya mau dilempar galon. Ini dilempar, dirusak,” katanya.

Setelah terjadi cekcok, kedua perempuan tersebut kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Aisyah juga mengaku tidak mengenali kedua perempuan tersebut sebagai warga sekitar.

Ia bahkan sempat menanyakan keberadaan mereka kepada warga di sekitar warung, tetapi tidak ada yang mengaku mengenalnya.

“Bukan (orang sini), saya nanya juga sama yang depan juga nggak ada yang kenal,” ucapnya.

Aisyah berharap tidak ada lagi pihak yang datang melakukan pungutan dengan mengatasnamakan pengurus RT tanpa kejelasan.

Ia pun memilih menandai wajah kedua perempuan tersebut agar dapat mengenalinya apabila kembali mendatangi warung.

“Udah saya tandain emang itu ibu-ibu, dua-duanya saya tandaon," pungkas Aisyah.

Surat pungutan

Dalam surat pungutan yang dibawa kedua perempuan tersebut, hanya tercantum nominal sebesar Rp 35.000. Surat tersebut juga tidak mencantumkan keterangan mengenai pengurus RT maupun wilayah yang mengeluarkannya.

Ketiadaan identitas pengurus RT dalam surat tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan terkait dugaan pungutan yang dialami Aisyah.

Viral Lainnya

Pengamat Sorot Dampak Luke Vickery dan Peran No 10 Ole Romeny

Pengamat Sorot Dampak Luke Vickery dan Peran No 10 Ole Romeny

12 jam lalu

Pengamat sepak bola, Gita Suwondo, menyorot dampak Luke Vickery dan peran Ole Romeny sebagai nomor 10.

Swipe untuk menutup

Pengamat Sorot Dampak Luke Vickery dan Peran No 10 Ole Romeny

26/09/2026, 00:00 WIB
Pengamat Sorot Dampak Luke Vickery dan Peran No 10 Ole Romeny
Penulis: Suci Rahayu
|
Editor: Sem Bagaskara

KOMPAS.com - Timnas Indonesia mengawali perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan.

Skuad Garuda mengalahkan Timnas Singapura 2-0 pada laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam.

Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan silang Luke Vickery.

Ole Romeny kemudian menggandakan skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-74, tak lama setelah lawan kehilangan Safuwan Baharudin akibat kartu merah.

Meski demikian, kemenangan tersebut belum sepenuhnya menutup pekerjaan rumah Indonesia.

Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai permainan Garuda secara keseluruhan sudah berjalan sesuai rencana, tetapi penyelesaian akhir masih perlu diperbaiki.

"Secara keseluruhan permainan sih bagus ya artinya game plan jalan kita cepat mendapatkan keunggulan kemudian semua fluid (cair) flow (mengalir), jalan, peran Ole Romeny bagus sekali di posisi nomor 10 dan kita bisa pakai 4-3-3 serta saat bertahan jadi 4-4-2," ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada KOMPAS.com.

Timnas Indonesia memang tampil agresif sejak awal pertandingan. Ole Romeny dan Mitchell Baker ditempatkan bersamaan di lini depan, sementara Luke Vickery menjalani debut bersama timnas Indonesia.

Skuad Garuda mampu mendominasi penguasaan bola hingga 57 persen dan melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan.

Namun, jumlah peluang tersebut belum berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang. Hanya dua tembakan Indonesia yang mengarah tepat sasaran.

"Secara keseluruhan saat bermain bertahan dan menyerang secara permaianan oke. Mungkin yang harus diperbaiki adalah finishing jelas sekali kesannya terburu-buru," imbuhnya.

Luke Vickery Beri Warna Baru

Di sisi lain debut Luke Vickery menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Ia langsung dipercaya tampil sejak menit awal dan ikut berperan dalam proses terciptanya gol pembuka timnas Indonesia.

"Dari assist nya, berkali-kali dia lepas dari pertahanan sisi kanan Singapura," kata Gita Suwondo.

Kehadiran pemain berusia 20 tahun tersebut menambahkan dimensi dalam permainan di sisi sayap kanan tim asuhan John Herdman.

Pergerakannya juga menjadi salah satu cara tim membuka ruang di pertahanan Singapura.

Selain debut Luke Vickery, peran Ole Romeny juga menjadi perhatian. Pada laga kontra Singapura, Ole Romeny tidak dimainkan sebagai ujung tombak.

Ole Romeny tampak lebih difungsikan sebagai nomor 10.

"Luar biasa peran barunya, bahkan dia tidak lagi sebagai striker yang mundur ke belakang. Benar-benar nomor 10 bagaimana dia memberikan assist dan memberikan ruang rekan-rekannya serta satu gol datang dari penaltinya."

"Lalu cepat digantikannya untuk istirahat untuk laga selanjutnya melawan Malaysia," sambungnya.

Lini Belakang Tak Banyak Diuji

Apabila lini depan masih membutuhkan pembenahan dalam penyelesaian akhir, barisan pertahanan Timnas Indonesia relatif tidak mendapatkan tekanan besar saat bersua Singapura.

"Lini belakang juga tidak mendapatkan banyak ujian karena hanya ada satu shot on target yang bisa dibukukan Singapura sepanjang pertandingan," ujar mantan jurnalis olahraga senior itu.

Bagi Gita Suwondo, kemenangan perdana di babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 ini memberikan gambaran bahwa timnas Indonesia memiliki potensi untuk berkembang.

Namun, ia juga menyoroti komposisi pemain yang tampil sejak awal pertandingan.

"Secara keseluruhan tim ini bisa menjanjikan, mungkin agak miris semuanya pemain-pemain yang main Eropa menjadi starting eleven," kata Gita Suwondo menyinggung ketiadaan pemain kelahiran Indonesia di susunan starter.

"Tapi ya itulah sepak bola apa pun yang terbaik bisa diambil oleh seorang pelatih, John Herdman harus diakui menjalankannya dengan sangat baik."

"Semua yang bermain di awal adalah pemain terbaik, bahkan Thom Haye dibangkucadangkan dan perannya digantikan oleh Ole Romeny dengan sangat bagus," pungkasnya.

Kemenangan atas Singapura menjadi modal laga selanjutnya menghadapi Malaysia di Stadion GBK, Senin (28/9/2026) mendatang.

Laga penuh gengsi tersebut akan menjadi ujian Timnas Indonesia untuk menjaga momentum sekaligus memperbaiki efektivitas serangan.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui