Automechanika Jakarta 2026 Hubungkan Industri Komponen Indonesia dengan Dunia

Automechanika Jakarta 2026 Hubungkan Industri Komponen Indonesia dengan Dunia

14 jam lalu

Automechanika Jakarta 2026 menjadi platform untuk mempertemukan industri komponen otomotif Indonesia dengan mitra global dan membuka peluang kemitraan

Swipe untuk menutup

Automechanika Jakarta 2026 Hubungkan Industri Komponen Indonesia dengan Dunia

27/09/2026, 14:41 WIB
Automechanika Jakarta 2026 Hubungkan Industri Komponen Indonesia dengan Dunia

KABUPATEN TANGERANG, KOMPAS.com – Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok otomotif global, tidak hanya sebagai pasar kendaraan, tetapi juga sebagai basis produksi dan pemasok komponen.

Peluang tersebut menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 yang dihelat di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, dari Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Pameran komponen dan aftermarket otomotif yang diinisiasi oleh Messe Frankfurt itu hadir pertama kali di Indonesia. Adapun Jakarta menjadi tuan rumah kedua setelah penyelenggaraan di Frankfurt, Jerman, pada awal September 2026.

Pameran tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku industri komponen nasional dengan mitra internasional, membuka peluang kemitraan bisnis, serta memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan industri otomotif global.

Senior Consumer Goods, Automotive and Textile Shows and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan Kurzawski mengatakan, penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan industri otomotif melalui platform yang telah berkembang di berbagai negara.

Sejak pertama kali digelar pada 1971, Automechanika berkembang menjadi salah satu merek pameran dagang otomotif internasional. Setelah memasuki Asia Tenggara pada 1998, jaringan tersebut terus berkembang di sejumlah pasar, termasuk Malaysia dan Vietnam.

Menurut Stephan, Indonesia menjadi salah satu pasar yang memiliki potensi untuk mempertemukan pelaku industri lokal dengan peluang bisnis internasional.

“Automechanika Jakarta menjadi platform internasional bagi industri untuk melangkah lebih jauh, memperkenalkan inovasi, membangun kemitraan strategis, dan memperoleh wawasan penting mengenai perkembangan industri otomotif,” ujar Stephan.

Pameran Automechanika Jakarta 2026 mencakup area seluas 20.000 meter persegi dengan melibatkan 339 peserta dari 16 negara. Penyelenggara juga memperkirakan kehadiran pengunjung dari 50 negara.

Selain pameran produk, acara itu turut menghadirkan konferensi dan forum bisnis yang membahas perkembangan industri otomotif, penyelarasan dengan tren global, serta prospek investasi di Indonesia.

Stephan mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai industri otomotif, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan keterampilan bagi para profesional.

“Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan teknologi, teknik, dan solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar otomotif Indonesia,” tegas dia.

Indonesia perkuat posisi dalam rantai pasok global

Peluang memperluas kemitraan internasional tersebut sejalan dengan perkembangan industri otomotif nasional yang terus menunjukkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan, penyelenggaraan Automechanika di Jakarta menunjukkan bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam industri otomotif global.

Menurut dia, posisi Indonesia tidak lagi terbatas sebagai pasar penjualan kendaraan, tetapi juga sebagai basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat investasi regional.

“Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat regional untuk investasi,” ujar Faisol.

Dia menjelaskan, industri manufaktur nonmigas Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,32 persen. Sektor tersebut juga menyumbang 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Di sektor otomotif, produksi kendaraan dalam negeri tercatat mencapai 860.000 unit, tumbuh 13,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kinerja ekspor juga menunjukkan perkembangan positif. Faisol menyebut, ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU), kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD), serta komponen otomotif turut memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan perakitan.

Ekspor komponen otomotif, misalnya, meningkat 41 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri nasional memiliki peluang untuk memperluas peran dalam rantai pasok otomotif internasional.

Meski demikian, Faisol menilai pengembangan industri otomotif nasional masih memiliki ruang untuk tumbuh, terutama dengan mempertimbangkan potensi pasar domestik.

Dia menyebut, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Pemerintah menargetkan rasio tersebut meningkat menjadi 150 unit per 1.000 penduduk yang menurut Faisol setara dengan potensi penjualan sekitar 1,5 juta unit kendaraan per tahun.

“Pasar Indonesia terus berkembang. Kami meyakini, industri otomotif domestik memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut,” ucap Faisol.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan industri komponen lokal melalui kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan listrik dan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.

Faisol menuturkan, pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan kesiapan berbagai komponen, mulai dari sel baterai, motor listrik, elektronik daya, hingga sistem manajemen baterai.

Menurut dia, kebutuhan tersebut membuka peluang bagi industri komponen nasional untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan memperluas keterlibatan dalam rantai pasok kendaraan masa depan.

Industri komponen lokal perlu tingkatkan daya saing

Di tengah peluang tersebut, industri komponen otomotif nasional juga menghadapi perubahan kebutuhan pasar, terutama seiring transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi.

Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian Solaeman mengatakan, industri komponen Indonesia telah berkembang seiring pertumbuhan sektor otomotif domestik. Sejumlah produk komponen buatan Indonesia bahkan telah menembus pasar ekspor dan memperoleh kepercayaan dari pembeli internasional.

Namun, perubahan teknologi dan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas serta kinerja produk membuat industri komponen perlu terus beradaptasi.

“Industri komponen otomotif Indonesia sedang memasuki perubahan besar, mulai dari transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi hingga tuntutan kualitas dan kinerja yang semakin tinggi. Kondisi ini menuntut kami untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat kemampuan,” ujar Yusak.

Menurut dia, penguatan industri komponen tidak hanya bergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga pada kapasitas untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.

Untuk itu, Yusak menilai, Automechanika Jakarta dapat menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Dia berharap, pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong terbentuknya kemitraan baru yang dapat mendukung pengembangan industri komponen nasional.

“Kami berharap, semakin banyak pelaku industri Indonesia yang dapat membangun kemitraan baru dan memperoleh wawasan berharga untuk mengembangkan produk yang semakin kompetitif,” katanya.

Yusak menambahkan, Indonesia memiliki pasar otomotif yang terus berkembang dan tenaga kerja dengan kemampuan yang semakin meningkat. Potensi tersebut perlu didukung kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

GIAMM, lanjut dia, akan terus berperan sebagai penghubung antara industri serta pemerintah untuk mendukung pengembangan ekosistem industri komponen yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Stephan mengatakan, kehadiran Automechanika Jakarta diharapkan dapat membantu pelaku industri memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar otomotif modern.

“Melalui pameran, konferensi, dan forum bisnis, para pelaku industri dapat menjajaki peluang investasi, memperluas jaringan, serta mengidentifikasi potensi kerja sama dengan mitra dari berbagai negara,” ucap dia.

Dengan mempertemukan pelaku industri lokal dan internasional, Automechanika Jakarta 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri komponen Indonesia untuk memperkuat daya saing dan memperluas perannya dalam rantai pasok otomotif regional maupun global.

Brandzview Lainnya

Tukang Gorengan Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia Bekasi, Sempat Dicibir karena Tak Punya Modal

Tukang Gorengan Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia Bekasi, Sempat Dicibir karena Tak Punya Modal

11 jam lalu

Ayatulloh, pedagang gorengan dan kopi, terpilih menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia, Kabupaten Bekasi, usai didorong warga yang menyampaikan keluhan.

Swipe untuk menutup

Tukang Gorengan Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia Bekasi, Sempat Dicibir karena Tak Punya Modal

27/09/2026, 18:21 WIB
Tukang Gorengan Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia Bekasi, Sempat Dicibir karena Tak Punya Modal

BEKASI, KOMPAS.com – Ayatulloh (41) tak pernah menyangka dirinya akan menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum terpilih sebagai kepala desa, Ayatulloh sehari-hari bekerja sebagai pedagang gorengan dan kopi. Selama hampir 10 tahun, ia berjualan dari pukul 15.00 WIB hingga subuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Warung sederhana tempatnya berjualan ternyata bukan sekadar sumber penghasilan. Di tempat itu, Ayatulloh kerap berbincang dengan warga yang datang membeli gorengan atau kopi.

Dari obrolan tersebut, ia mendengar berbagai keluhan dan persoalan yang dihadapi warga. Lambat laun, sejumlah warga mulai mendorong Ayatulloh untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Ia mengaku, dorongan tersebut datang setelah warga melihatnya sering berinteraksi dan mendengarkan berbagai persoalan masyarakat.

“Selama hampir 10 tahun dagang di warung, banyak saudara yang berbicara. Katanya, udah nyalon (mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia) aja lu besok. Jadi istilahnya saya diusung sama warga,” ujar Ayatulloh saat ditemui Kompas.com di kediamannya wilayah Desa Pahlawan Setia, Jumat (25/9/2026).

Dari berjualan gorengan dan kopi, Ayatulloh memperoleh keuntungan sekitar Rp 200.000-Rp 300.000 per hari. Sebelum berjualan gorengan dan kopi, ia sempat bekerja sebagai buruh pabrik.

Namun, ketika hendak dimutasi ke Kalimantan, ia memilih tidak mengambil keputusan tersebut. Pilihan itu membuatnya harus berhenti bekerja tanpa mendapatkan pesangon.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Ayatulloh kemudian bekerja sebagai pembantu tukang bangunan atau kenek. Setelah itu, ia memutuskan berjualan gorengan dan kopi hingga usaha tersebut bertahan hampir 10 tahun.

Pada 2018, Ayatulloh mendapat kesempatan bekerja di Pemerintah Desa Pahlawan Setia. Ia dipercaya menjadi staf perencanaan pembangunan desa.

Meski sudah bekerja di pemerintahan desa, Ayatulloh tetap menjalankan usaha gorengan dan kopinya untuk menambah penghasilan keluarga.

Rutinitas tersebut membuatnya tetap dekat dengan warga. Selain bekerja di kantor desa, ia berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap kali berjualan.

Dari warung sederhana itu pula, keinginan Ayatulloh untuk ikut membangun Desa Pahlawan Setia semakin kuat.

Menurut dia, dorongan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia tidak hanya datang dari warga.

Ayatulloh juga mendapat dukungan dari orangtua dan keluarga. Dukungan tersebut membuatnya berani mengikuti Pilkades Pahlawan Setia.

Namun, keputusan Ayatulloh untuk maju sebagai calon kepala desa tidak selalu mendapat respons positif.

Ia mengaku sempat diragukan karena tidak memiliki modal besar. Pekerjaannya sebagai penjual gorengan juga menjadi bahan cibiran.

“Saya dikata-katain enggak punya uang, kok tukang gorengan nyalon lurah, nanti kalau jadi lurah bisa apa benahin desa,” katanya.

Tak hanya dianggap tidak memiliki modal, Ayatulloh juga mengaku pernah diminta menjual rumah untuk membiayai pencalonannya.

“Ada juga yang bilang, jual rumah, nanti kalau kalah nyalon lu mau tidur di mana, di kolong jembatan,” ujar Ayatulloh.

Namun, perkataan tersebut tidak membuatnya mundur. Ayatulloh justru menjadikan cibiran itu sebagai dorongan untuk tetap maju dalam Pilkades.

“Malah itu menjadi motivasi saya buat makin semangat mencalonkan diri sebagai kepala desa,” katanya.

Setelah mengikuti sejumlah saksi dan proses pemilihan kepala desa yang ketat, Ayatulloh kemudian terpilih menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia untuk periode 2026-2034.

Selama sekitar enam bulan melakukan sosialisasi dan menemui warga, Ayatulloh mengaku semakin banyak mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satunya terkait penyaluran bantuan. Ia mengatakan, ada warga yang berharap bantuan lebih diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain bantuan, persoalan tempat pemakaman umum (TPU) juga menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan warga, terutama mereka yang tinggal di area perumahan.

Menurut Ayatulloh, sebagian warga perumahan kesulitan mencari lahan pemakaman ketika ada anggota keluarga yang meninggal.

Aspirasi tersebut kemudian masuk dalam rencana yang ingin ia perjuangkan setelah memimpin Desa Pahlawan Setia.

"Ke depan saya akan prioritaskan pengadaam makam umum dan saluran drainase," ungkapnya.

Di balik keputusannya maju sebagai kepala desa, ada pesan dari sang ayah yang terus diingat Ayatulloh. Sebelum pemilihan, ayahnya berpesan agar ia tidak menyalahgunakan anggaran desa apabila terpilih.

“Nanti kalau udah jadi kepala desa, uang yang masuk ke mulut lu dan anak bini lu jangan coba-coba makan dari uang anggaran,” kata Ayatulloh menirukan pesan ayahnya.

Ayatulloh mengatakan, pesan tersebut kemudian disepakati bersama. Ia menilai anggaran desa harus digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat karena bersumber dari uang yang dibayarkan warga melalui berbagai kewajiban.

Setelah terpilih menjadi kepala desa, Ayatulloh menyadari ada pekerjaan yang harus ia tinggalkan. Ia tidak lagi bisa menghabiskan waktu setiap sore hingga dini hari untuk berjualan seperti sebelumnya.

Ayatulloh mengatakan, dirinya rela kehilangan penghasilan tersebut agar dapat fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa.

“Itu rela saya tinggalin, demi buat pemerintahan lebih baik lagi dari yang kemarin,” katanya.

Meski demikian, Ayatulloh tidak ingin usaha yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan keluarganya berhenti begitu saja.

Ia berencana mengembangkan usaha gorengan sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat melalui program UMKM desa.

“Nanti anggarannya ada dari pusat. Nanti kita alokasikan yang namanya BUMDes, ketahanan pangan,” ujarnya.

Setelah terpilih, Ayatulloh mengatakan dirinya ingin memprioritaskan sejumlah persoalan dasar di Desa Pahlawan Setia.

Infrastruktur, jalan, drainase, penerangan jalan, dan persoalan sampah menjadi beberapa hal yang ingin dibenahinya. Menurut Ayatulloh, kondisi drainase yang tersumbat menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga.

“Masyarakat Desa Pahlawan Setia ini kadang-kadang merasa jijik ketika lewat di jalan umum depan. Jijiknya karena got-got drainase pada tersumbat, air ke jalanan, terus sampah-sampah berserakan,” katanya.

Untuk menentukan prioritas, Ayatulloh berencana turun langsung ke setiap wilayah dan melihat persoalan yang dihadapi warga.

“Makanya saya turun dulu nanti ke wilayah masing-masing, apa yang harus pertama kita benahin,” ujarnya.

Kini, Ayatulloh mengatakan ingin fokus menjalankan tugas dan membangun Desa Pahlawan Setia bersama masyarakat.

“Yang penting buat saya, saya akan bangun Desa Pahlawan Setia dan saya akan berbuat amanah. Itu yang saya lakukan,” katanya.

Terpopuler Lainnya

Tak Hadiri Sidang PBB, Kenapa Xi Jinping Langsung Pulang Usai Bertemu Trump?

Tak Hadiri Sidang PBB, Kenapa Xi Jinping Langsung Pulang Usai Bertemu Trump?

14 jam lalu

Alasan Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Umum PBB setelah melakukan kunjungan kenegaraan di Gedung Putih bersama Donald Trump.

Swipe untuk menutup

Tak Hadiri Sidang PBB, Kenapa Xi Jinping Langsung Pulang Usai Bertemu Trump?

27/09/2026, 14:32 WIB
Tak Hadiri Sidang PBB, Kenapa Xi Jinping Langsung Pulang Usai Bertemu Trump?

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di New York City setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington.

Ketidakhadiran Xi menjadi sorotan karena jarak Washington dan New York relatif dekat. Selain itu, China selama ini menekankan pentingnya peran PBB dan multilateralisme serta aktif mendorong berbagai inisiatif globalnya melalui organisasi tersebut.

“Beberapa bulan lalu, pejabat China mengatakan bahwa Xi tidak akan pergi ke PBB kecuali untuk memperingati hari jadi besar,” kata Bonnie Glaser, direktur pelaksana German Marshall Fund of the United States.

Lebih mementingkan hubungan dengan AS

Sejak berkuasa pada 2012, Xi baru sekali menghadiri Sidang Umum PBB secara langsung, yakni pada 2015 untuk memperingati ulang tahun ke-70 PBB.

Xi kemudian tampil melalui video pada 2020 dan 2021 selama pandemi Covid-19. Tahun lalu, ketika PBB memperingati ulang tahun ke-80, Xi juga tidak hadir dan China diwakili Perdana Menteri Li Qiang.

Pada tahun-tahun lainnya, China umumnya mengirim pejabat senior untuk mewakili negara tersebut, termasuk Han Zheng dan Menteri Luar Negeri Wang Yi.

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Minggu (27/9/2026), sejumlah analis menilai China dalam beberapa waktu terakhir lebih mengutamakan hubungan dengan Washington dibandingkan agenda multilateral.

Pertemuan Xi dan Trump di Washington pekan ini juga disebut merupakan pertemuan lanjutan yang sebelumnya digelar China untuk Trump pada Mei lalu. Kedua pertemuan tersebut dibatasi selama sekitar 48 jam tanpa kunjungan tambahan atau agenda multilateral.

Menurut analis, pola tersebut menunjukkan keinginan Beijing untuk menegaskan posisi geopolitiknya yang setara dengan Washington.

“Dia tidak memberikan Amerika kehormatan lebih besar daripada yang diberikan Trump kepada China,” kata Jeffrey Moon, pimpinan China Moon Strategies sekaligus mantan konsul jenderal AS di Chengdu.

Menurut Moon, dalam perspektif China, menjaga kesetaraan dengan AS lebih penting daripada menghadiri UNGA. Pidato di PBB, kata dia, dapat disampaikan oleh pejabat lain.

“Secara protokol, kehadiran Xi mungkin memberikan sedikit keuntungan. Namun, tidak terlihat berada pada posisi yang lebih rendah dari AS mungkin lebih penting,” ujarnya.

China tetap bawa agenda di PBB

Meski Xi tidak hadir, China tetap menyampaikan agenda dan pandangannya melalui Han Zheng.

Dalam pidatonya di UNGA pada Sabtu (26/9/2026), Han menyerukan agar negara-negara besar menghormati kedaulatan dan keamanan negara-negara di Timur Tengah serta mendorong solusi dua negara untuk persoalan Palestina.

Han juga menyerukan masyarakat internasional menolak pola pikir Perang Dingin dan konfrontasi blok.

“Kita harus menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog dan konsultasi, serta menentang tindakan militer sepihak yang melanggar Piagam PBB dan menghindari otorisasi Dewan Keamanan,” kata Han.

Dia juga menyerukan upaya menjaga perdamaian, membangun kembali kepercayaan, serta menolak unilateralisme yang mengorbankan multilateralisme. Pernyataan tersebut menggemakan tema yang sebelumnya disampaikan Wang Yi.

Internasional Lainnya

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

1 hari lalu

Polisi menangkap lima terduga pelaku video viral pemotor membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit di Underpass Simpang Joglo.

Swipe untuk menutup

Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

26/09/2026, 18:08 WIB
Polisi Tangkap Lima Terduga Pelaku Video Viral Pemotor Acungkan Celurit di Underpass Simpang Joglo Solo

SOLO, KOMPAS.com - Polisi menangkap lima terduga pelaku dalam video viral pemotor yang membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit di Underpass Simpang Joglo, Kota Solo, Jawa Tengah.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani.

Namun ia enggan membeberkan secara detail penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terduga pelaku tersebut.

“Sudah kita tangkap terduga pelaku. Lima orang ketangkapnya. Nanti kita rilis ya,” ujar Lingga saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/9/2026).

Sebelumnya, sebuah video sejumlah orang yang diduga mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit sambil berkendara menaiki sepeda motor di Underpass Simpang Joglo, Kota Solo, Jawa Tengah viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen. Dalam unggahan yang diduga terjadi saat malam hari tersebut, tampak sejumlah orang berkendara berboncengan sepeda motor secara beriringan dengan masing-masing membawa celurit.

Salah satu penumpang tampak membawa celurit berukuran kecil yang kemudian disusul dengan penumpang lainnya di bagian depan mengacungkan celurit berukuran cukup panjang ke udara.

Celurit kecil yang tampak dalam video awal kemudian digesekkan ke permukaan jalan hingga menimbulkan percikan api.

Sementara penumpang lainnya tampak memvideokan aksi tersebut sembari mengepalkan tangan ke arah pembawa celurit.

Dalam unggahan video amatir berdurasi 25 detik itu tertulis narasi: “Teman saya kenal min. Rumahnya Gemolong sama daerah Mondokan. Saya sudah lapor ke Sparta Surakarta juga. Akunnya juga langsung diprivat di TikTok itu ngepostnya,” tulis akun tersebut dikutip Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Pengunggah video juga menuliskan caption atau keterangan: “Kiriman dari followers. Keterangan dari pengirim, diduga para pelaku ini berasal dari Sragen. Lokasi di Simpang Joglo,” tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut mendapat komentar akun Instagram resmi Polresta Solo @polrestasurakarta. Komentar tersebut berbunyi: “Ora kesuwen (enggak kelamaan) jonnn @resmobpolrestasurakarta gasssssen,” tulis akun Polresta Solo dengan menandai akun Instagram Reserse Mobile (Resmob) Polresta Solo pada Jumat (25/9/2026).

Saat dikonfirmasi, Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani membenarkan adanya aksi sejumlah orang membawa sajam celurit terjadi di Simpang Joglo Solo.

Aksi tersebut telah dilaporkan oleh masyarakat pada Kamis (24/9/2026).

“Betul kami menerima laporan kemarin atas kejadian tersebut,” ujar Lingga saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Terkait kapan waktu adanya aksi atau kronologi kejadian, pihaknya menyebut laporan tersebut telah sampai di Resmob Polresta Solo untuk dilakukan penyelidikan.

“(Kapan aksi itu) belum tahu. Masih penyelidikan. Tapi Resmob sudah monitor,” terangnya.

Saat ini Polresta Solo tengah melakukan tindak lanjut adanya aksi tersebut.

“Sedang dilidik oleh rekan-rekan dari Resmob. Mohon waktu ya,” katanya. 

Viral Lainnya

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

2 hari lalu

Video guru SD di Batang minta petugas SPPG cicipi makanan MBG viral usai insiden keracunan massal.

Swipe untuk menutup

Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas

25/09/2026, 20:19 WIB
Viral Guru SD di Batang Minta Petugas SPPG Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Ini Kata Satgas
Penulis: Yusuf Bastiar
|
Editor: Aloysius Gonsaga AE

BATANG, KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencicipi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa, viral di media sosial, Jumat (24/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah 498 siswa dan wali murid didugaan keracunan MBG.

Dalam video tersebut, terlihat dua petugas SPPG yang mengantarkan ratusan ompreng berisi menu MBG diminta mencicipi terlebih dahulu makanan yang mereka bawa.

Hal itu dilakukan karena selama ini pihak SPPG biasanya menugaskan guru mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Dalam video tersebut, kedua petugas SPPG bersedia mencicipi menu MBG yang dibawanya.

“Dicicipi dulu kalian berdua, kalau memang aman kami bagikan ke anak-anak, ya. Kalau kami kejang-kejang bawa pulang MBG-nya jangan dibagi di sini. Kok enak gurunya yang dijadikan eksperimen disuruh mencicipi dulu,” ujar guru tersebut dalam video yang beredar.

Tanggapan ketua satgas MBG Batang

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono mengatakan, sekolah memang perlu memastikan makanan yang diberikan kepada siswa dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.

Menurut dia, orang yang mencicipi makanan MBG tidak harus berasal dari kalangan guru.

"Siapa yang nyicipi? Ya silakan ahli gizinya atau ahli kesehatan (SPPG) yang di situ, tidak harus gurunya," kata Suyono saat ditemui di RSUD Batang, Jumat (25/9/2026).

Suyono mengakui, munculnya kekhawatiran di sejumlah sekolah setelah kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang meledak.

Ia menilai, diperlukan edukasi kepada pihak sekolah dan masyarakat agar mereka memahami mekanisme serta standar keamanan dalam penyediaan makanan MBG.

"Ya, harus ada edukasi baru. Didatangi sekolah, bahwa MBG itu tidak membunuh, MBG itu tidak meracuni. Hanya kesalahan yang tidak sesuai SOP saja yang menjadikan racun," ujarnya.

Suyono mengatakan, pihaknya juga telah meminta seluruh SPPG meningkatkan kehati-hatian dalam menyiapkan makanan MBG.

"Saya sudah telepon untuk dipanggil semua SPPG agar lebih berhati-hati. Saya sudah beberapa kali mengadakan rapat dengan SPPG penuh. Saya sampaikan apa adanya hasil ini seperti ini, ini seperti ini, kritik masyarakat seperti ini, itu semua harus dibenahi," kata dia.

Pengunggah video tak mau memberikan keterangan

Kompas.com telah menelusuri awal mula video tersebut beredar di media sosial.

Video tersebut pertama kali diketahui beredar melalui unggahan Facebook salah seorang guru SD di Kabupaten Batang.

Kompas.com mencoba menghubungi guru tersebut melalui fitur pesan Facebook atau  messenger.

Kepada Kompas.com ia mengaku yang merekam video tersebut yang kini sudah ia privasi dari laman akun Facebooknya. Komunikasi sempat terjalin.

Namun, guru yang bersangkutan menolak memberikan keterangan terkait video tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Semarang, Hadiriajaya mengatakan, pihaknya memahami adanya kekhawatiran masyarakat, termasuk orang tua dan siswa, setelah muncul kasus dugaan keracunan MBG.

Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada penerima manfaat melalui kuesioner atau mekanisme lain untuk mengetahui kesediaan mereka menerima MBG.

"Mungkin kita juga memberikan opsi ya ataupun semacam kuesioner gitu kepada penerima manfaat. Artinya dari BGN juga tidak boleh memaksakan," kata Hadiriajaya saat ditemui seusai melakukan inspeksi mendadak di SPPG Bawang, Kamis (24/9/2026).

Dia mengatakan, apabila terdapat sekolah atau kelompok penerima manfaat yang tidak bersedia menerima makanan MBG, pemberian makanan tersebut tidak boleh dipaksakan.

"Apabila ada sekolah ataupun Posyandu ya, yang tidak bersedia menerima, kita juga tidak boleh memberikan MBG tersebut," ujarnnya.

Viral Lainnya

Duo Baker-Romeny di Timnas Indonesia, Bisa Jadi Ancaman Serius Lawan

Duo Baker-Romeny di Timnas Indonesia, Bisa Jadi Ancaman Serius Lawan

1 hari lalu

Pengamat sepak bola, Rizal Pahlevi, melihat potensi dari kolaborasi Ole Romeny dan Mitchell Baker di lini serang Timnas Indonesia.

Swipe untuk menutup

Duo Baker-Romeny di Timnas Indonesia, Bisa Jadi Ancaman Serius Lawan

27/09/2026, 00:00 WIB
Duo Baker-Romeny di Timnas Indonesia, Bisa Jadi Ancaman Serius Lawan
Penulis: Suci Rahayu
|
Editor: Sem Bagaskara

KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, langsung mencoba kombinasi baru di lini depan timnas Indonesia pada laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Saat menghadapi Timnas Singapura hari Jumat (25/9/2026), Herdman memainkan Mitchell Baker dan Ole Romeny secara bersamaan di lini serang Timnas Indonesia. 

Kesempatan melihat Mitchell Baker dan Ole Romeny berkolaborasi sejak menit awal menjadi sesuatu yang menarik perhatian.

"Ya tapi saya rasa untuk laga pertama ini langsung di turunkan dua pemain tersebut di mana notabene dua pemain ini adalah dua sumber gol kita."

"Ole bisa diandalkan sedangkan Mitchell bisa melakukan start yang luar biasa di dua laga Piala AFF," ujar pengamat sepak bola, Rizal Pahlevi, kepada KOMPAS.com.

"Melihat mereka bermain bersamaan di laga kali ini memang butuh waktu untuk mendapatkan performa terbaik keduanya, tapi saya rasa ini bisa menjadi ancaman serius bagi lawan untuk bisa berhadapan dengan duet partnership mereka," imbuhnya.

Bakker Buka Ruang untuk Rekan, Ole Romeny Dapat Peran Lebih Dalam

Salah satu kontribusi Mitchell Baker terlihat dalam proses terciptanya gol pertama Indonesia. Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada menit ke-13 setelah menerima umpan silang Luke Vickery. 

Pergerakan Mitchell Baker menarik perhatian pemain belakang lawan, sehingga tercipta ruang terbuka untuk Ragnar.

"Karena mereka bisa saling melengkapi, Mitchell baker tipe karakteristik striker yang begitu aktif di dalam kotak penalti. Bagaimana gol pertama timnas Indonesia pun memang itu perannya krusial ya," kata Rizal Pahlevi.

"Dia melakukan pergerakan mengundang atau menyedot dua sekaligus pemain timnas Singapura dan memberikan ruang yang begitu lebar dan bisa di maksimalkan Ragnar."

"Di laga pertama ini Dia memang tidak mencetak gol dan memberi assist tapi saya rasa rada perannya sangat krusial dan itu yang diharapkan dari seorang striker," sambungnya.

Sementara itu, Ole Romeny mendapat peran yang berbeda di bawah arahan John Herdman. 

Pemain Fortuna Sittard tersebut beberapa kali turun lebih dalam untuk terlibat dalam proses membangun serangan. Ole Romeny seperti menjalankan peran sebagai pemain "nomor 10".

"Dia bermain begitu nyaman dan lebih dalam serta menjadi kreator dan itu potensi yang terus bisa ditingkatkan oleh Ole Romeny bersama John Herdman," ujar Rizal, pengamat dari Jakarta itu.

Di bawah arahan John Herdman, Ole Romeny tidak hanya berorientasi pada penyelesaian akhir, tetapi juga membantu tim menciptakan peluang.

Menunggu Perkembangan Duet Mitchell Baker-Ole Romeny

Meski Timnas Indonesia memang menang 2-0 atas Singapura, kombinasi Mitchell Bakker dan Ole Romeny dinilai harus terus dipoles.

Mereka masih perlu tampil bersama dalam lebih banyak pertandingan, untuk menemukan senyawa terbaik.

"Diharapkan melawan Malaysia kita mampu menyentuh level penampilan lebih baik lagi. Bila kita mendapatkan tiga poin besar kemungkinan kita bisa ke final turnamen perdana ini," pungkas Rizal Pahlevi.

Laga kedua babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Malaysia, Senin (28/9/2026) malam akan menjadi kesempatan selanjutnya bagi John Herdman untuk mengembangkan kombinasi di lini depan.

Timnas Malaysia patut diwaspadai setelah mengawali turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh.

Berkat kemenangan itu, Malaysia sementara berhak berada di puncak klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 karena unggul selisih gol atas Indonesia.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui