BRI Raih Delapan Penghargaan PRIMA Awards 2026 Bukti Keunggulan Layanan Pembayaran Digital

BRI Raih Delapan Penghargaan PRIMA Awards 2026 Bukti Keunggulan Layanan Pembayaran Digital

31 menit lalu

Penghargaan diberikan sebagai apresiasi kinerja BRI dalam penyelenggaraan layanan transaksi elektronik dan sistem pembayaran.

Swipe untuk menutup

BRI Raih Delapan Penghargaan PRIMA Awards 2026 Bukti Keunggulan Layanan Pembayaran Digital

27/08/2026, 11:18 WIB
BRI Raih Delapan Penghargaan PRIMA Awards 2026 Bukti Keunggulan Layanan Pembayaran Digital

 

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih delapan penghargaan pada ajang PRIMA Awards 2026 yang diselenggarakan Jaringan PRIMA bekerja sama dengan Majalah Infobank di Mulia Resort Nusa Dua, Bali (6/8/2026).

Penghargaan diberikan sebagai apresiasi kinerja BRI dalam penyelenggaraan layanan transaksi elektronik dan sistem pembayaran.

BRI menerima penghargaan mencakup berbagai kategori dalam ekosistem sistem pembayaran, yakni

  • Diamond Awards : Best Acquiring Bank All Features
  • Diamond Awards: Best Acquiring Bank ATM
  • Diamond Awards: Best Acquiring Digital Payment Channels
  • Diamond Awards: Best Issuing Bank All Features
  • Diamond Awards: Best Issuing Bank ATM
  • Diamond Awards: The Highest Transaction in Digital Channels
  • Diamond Awards: Best Issuing Digital Payment Channels
  • Best Claim Rate QRIS.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pencapaian tersebut menjadi pengakuan konsistensi BRI dalam menjaga kualitas layanan transaksi digital di tengah pesatnya perkembangan sistem pembayaran.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen BRI dalam menghadirkan layanan pembayaran digital yang aman, andal, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ungkap Saladin.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat infrastruktur teknologi, mengembangkan inovasi layanan, serta memperluas ekosistem pembayaran digital guna memberikan pengalaman transaksi terbaik bagi nasabah," ujarnya.

?Hingga akhir Juli 2026, BRI memiliki jaringan lebih dari 621 ribu e-channel mencakup lebih dari 9 ribu ATM , lebih dari 330 ribu EDC Merchant, lebih dari 273 ribu EDC BRILink, lebih dari 9 ribu Cash Recycling Machine (CRM), serta 54 e-Buzz.

Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan transaksi BRI di berbagai wilayah Indonesia.

"Pada akhirnya, yang paling penting bagi BRI bukan hanya menghadirkan inovasi, tetapi memastikan setiap layanan yang kami sediakan benar-benar memberikan kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi nasabah,” tegas Saladin.

Kepercayaan yang terus diberikan oleh masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan tersebut," pungkasnya.

Brandzview Lainnya

Gaji Rp 2,5 Miliar Ditinggal, Engineer Huawei Ini Pilih Bertani Jagung

Gaji Rp 2,5 Miliar Ditinggal, Engineer Huawei Ini Pilih Bertani Jagung

3 jam lalu

Periset meninggalkan pekerjaan bergaji Rp 2,5 miliar di Huawei dan pulang kampung membantu keluarganya bertani jagung.

Swipe untuk menutup

Gaji Rp 2,5 Miliar Ditinggal, Engineer Huawei Ini Pilih Bertani Jagung

27/08/2026, 08:57 WIB
Gaji Rp 2,5 Miliar Ditinggal, Engineer Huawei Ini Pilih Bertani Jagung
Penulis: Galuh Putri Riyanto
|
Editor: Reza Wahyudi

KOMPAS.com - Ning Boyu (30) memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan di Huawei dengan gaji sekitar 140.000 dollar AS (Rp 2,5 miliar) per tahun. Ia memilih untuk kembali membantu keluarganya bertani jagung di kampung halaman.

Ning mengundurkan diri dari Huawei pada 5 Agustus 2026, lalu pulang ke Shaodong, Provinsi Hunan.

Pada hari pertamanya membantu panen jagung, ia hanya membawa pulang upah 10 yuan (sekitar Rp 26.480), tapi mengaku puas dengan hasil tersebut.

Keputusan ini sempat memicu perbincangan di media sosial China. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah Ning menyia-nyiakan kemampuan teknisnya dengan pilihan tersebut.

Ning menempuh pendidikan sarjana dan doktoral di University of Electronic Science and Technology of China.

Semasa kuliah, ia sudah menerbitkan 21 makalah ilmiah soal teknologi wireless, memecahkan rekor lompat tinggi di kampusnya, menjuarai kompetisi renang, sekaligus sebagai kreator konten di platform Bilibili.

Pada 2023, Ning direkrut Huawei lewat program elite bertajuk "Top Minds", yang di China lebih dikenal dengan nama "Genius Youth" (Jenius Muda).

Di Huawei, ia menjabat sebagai principal research engineer, dengan gaji yang menempatkannya di kelompok penerima bayaran tertinggi program tersebut. Tugasnya di Huawei berfokus pada riset teknologi wireless, dengan siklus penelitian yang cenderung lama sebelum menghasilkan hasil nyata.

Program "Genius Youth" sendiri merupakan inisiatif rekrutmen Huawei untuk menjaring talenta muda terbaik lulusan universitas, dengan iming-iming gaji jauh di atas standar industri.

Ning bukan rekrutan "Top Minds" pertama yang memilih hengkang dari Huawei. Peng Zhihui, yang bergabung dengan program serupa pada 2020 dengan gaji tahunan 2 juta yuan (setara 287.000 dollar AS saat itu, atau Rp 5,17 miliar).

Zhihui lebih dulu membangun nama di media sosial lewat sejumlah temuannya, seperti lengan robotik dan sepeda otomatis.

Pada Desember 2022, Peng meninggalkan Huawei untuk merintis usaha sendiri. Ia kemudian ikut mendirikan AgiBot, perusahaan robotika yang belakangan tumbuh jadi produsen robot humanoid terbesar di dunia.

Alasan resign

Ning mengaku tertekan oleh sistem evaluasi kinerja di Huawei, yang menurutnya menyerupai "sebuah video game, di mana nyaris semua aktivitas diukur berdasarkan target kinerja".

Sifat pekerjaannya yang berorientasi riset jangka panjang membuatnya kerap merasa terisolasi, karena tidak memiliki hasil kerja yang bisa langsung ditunjukkan dalam periode evaluasi tersebut.

Ning juga khawatir nilai komersial dari risetnya bagi Huawei, ditambah kekhawatiran soal masa depan keahliannya di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

"Kalau suatu saat AI bisa melakukan hal-hal itu, lantas apa nilai dari kemampuan yang sedang saya kembangkan sekarang?" kata Ning, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari VnExpress.

Ia turut merasakan adanya kesenjangan antara riset akademis dan kebutuhan praktis industri. Setelah berdiskusi dengan sejumlah dosen dan mahasiswa di kampusnya dulu, Ning menyadari dirinya justru lebih menikmati keterlibatan dalam komunitas akademik.

Ning menegaskan, masa bertani ini hanya bersifat sementara. Ia sudah menerima beasiswa pascadoktoral Marie Curie, dan tengah bersiap melakukan riset di KTH Royal Institute of Technology, Swedia. 

Namun, ia berencana kembali ke China setelah menyelesaikan program tersebut. 

"Saya suka menganggap diri saya sebagai aktor dalam hidup saya sendiri. Naskah bulan ini mungkin saya jadi petani, sementara bulan depan saya mungkin jadi sopir," kata Ning.

Ia menambahkan, pengalaman bertani memberinya pemahaman baru soal tantangan yang dihadapi orang-orang di profesi berbeda dari dunia risetnya selama ini.

"Esensi hidup adalah pengalaman. Kamu tidak perlu membuktikan diri ke siapa pun," kata Ning.

Terpopuler Lainnya

Diteken AS, Indonesia hingga Israel Masuk Daftar Negara Tujuan Penjualan F-15

Diteken AS, Indonesia hingga Israel Masuk Daftar Negara Tujuan Penjualan F-15

22 jam lalu

AS memberikan Boeing kontrak F-15 hingga Rp 2 kuadriliun, dengan Indonesia dan Israel menjadi negara tujuan penjualan melalui skema FMS.

Swipe untuk menutup

Diteken AS, Indonesia hingga Israel Masuk Daftar Negara Tujuan Penjualan F-15

26/08/2026, 13:39 WIB
Diteken AS, Indonesia hingga Israel Masuk Daftar Negara Tujuan Penjualan F-15

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan kontrak kepada Boeing dengan nilai maksimal 131,23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2 kuadriliun untuk mendukung program jet tempur F-15 Eagle Crest.

Kontrak yang diumumkan oleh Kementerian Perang AS melalui situs resminya pada Senin (24/8/2026) itu mencakup penjualan F-15 melalui skema Foreign Military Sales (FMS) kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Israel.

Selain dua negara tersebut, negara yang tercantum dalam skema FMS adalah Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia.

Pemerintah AS menyebut nilai 131,23 miliar dollar AS sebagai batas maksimal kontrak dengan sistem pemesanan yang dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Pada saat kontrak diberikan, pemerintah AS menyatakan dana sebesar 343.740 dollar AS atau sekitar Rp 6 miliar dialokasikan untuk kegiatan penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi.

Mencakup produksi hingga modernisasi F-15

Kontrak tersebut mencakup berbagai kebutuhan terkait sistem persenjataan F-15, termasuk produksi pesawat, integrasi sistem, modernisasi, peningkatan kemampuan, retrofit, serta pemeliharaan dan dukungan keberlanjutan.

Boeing juga akan membantu membangun kemampuan pemeliharaan depot secara internal untuk mendukung pengoperasian sistem persenjataan F-15.

Seluruh pekerjaan dalam kontrak tersebut akan dilakukan di St Louis, Missouri, dan diperkirakan selesai pada Agustus 2037.

Periode pemesanan dalam kontrak diperkirakan berakhir pada 24 Agustus 2031. Namun, pemerintah AS memiliki opsi untuk memperpanjang periode pemesanan hingga 24 Agustus 2036.

Kontrak tersebut diberikan melalui mekanisme sole-source acquisition, yang berarti pengadaan dilakukan dari satu sumber tanpa proses kompetisi terbuka dengan beberapa perusahaan.

Indonesia masuk daftar

Nama Indonesia tercantum bersama enam negara lainnya dalam bagian kontrak yang menyebut FMS.

FMS merupakan mekanisme pemerintah AS untuk melakukan penjualan peralatan dan layanan pertahanan kepada pemerintah negara lain. 

Namun, pengumuman kontrak itu tidak menyebut nilai pembelian untuk masing-masing negara, termasuk Indonesia.

Dalam ajang Singapore Airshow yang diselenggarakan pada Februari 2026, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Space and Security, Bernd Peters, sebenarnya sempat mengatakan bahwa program penjualan F-15EX ke Indonesia telah dihentikan, menurut laporan The War Zone.

Kesepakatan penjualan F-15EX dengan Indonesia disebut sudah berada dalam status tidak bergerak selama dua tahun terakhir setelah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan RI pada Agustus 2023, dengan komitmen pembelian hingga 24 unit.

Boeing tidak menjelaskan penyebab pembatalan tersebut dan mengarahkan pertanyaan lebih lanjut kepada pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat.

Namun, mengacu pada rilis Kementerian Perang AS, kontrak terbaru dengan Boeing ditujukan untuk mendukung kemampuan F-15 milik Angkatan Udara AS, Air National Guard, serta pelanggan Departemen Perang AS lainnya, sekaligus mencakup kebutuhan penjualan militer ke negara-negara asing yang disebutkan.

Selain kontrak Boeing, daftar kontrak pemerintah AS pada 24 Agustus 2026 juga mencatat sejumlah pengadaan lain untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Defense Logistics Agency.

Namun, kontrak Boeing untuk program F-15 menjadi kontrak dengan nilai plafon terbesar dalam daftar tersebut.

Internasional Lainnya

Viral Siswa SD Teriaki Pejabat “Ayo Maju-Maju” dari Seberang Sungai, Ini Kejadiannya

Viral Siswa SD Teriaki Pejabat “Ayo Maju-Maju” dari Seberang Sungai, Ini Kejadiannya

19 menit lalu

Video siswa SD di NTT meneriakkan yel-yel "Ayo Maju-Maju" kepada pejabat yang menyeberangi sungai vira. Warganet soroti sulitnya akses sekolah.

Swipe untuk menutup

Viral Siswa SD Teriaki Pejabat “Ayo Maju-Maju” dari Seberang Sungai, Ini Kejadiannya

27/08/2026, 11:29 WIB
Viral Siswa SD Teriaki Pejabat “Ayo Maju-Maju” dari Seberang Sungai, Ini Kejadiannya

KEFAMENANU, KOMPAS.com – Video belasan siswa sekolah dasar (SD) meneriakkan yel-yel “Ayo Maju-Maju” kepada seorang pria berseragam khaki viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram flores_awesome. Dalam keterangannya, video itu disebut memperlihatkan siswa SDN Oelbaf di Desa Tasinifu/Aplal, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Momenn Anak-anak SDN Oelbaf di Desa Tasinifu/Aplal, Kec. Mutis, Kab. TTU meneriakkan yel-yel ‘Ayo Maju-Maju’,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Dalam video, sejumlah siswa tampak berdiri di tepi sungai sambil meneriakkan yel-yel kepada seorang pria yang terlihat hendak menyeberangi sungai.

Sungai tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan anak-anak untuk pergi dan pulang sekolah.

Unggahan itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian warganet mengira pria dalam video tersebut merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU.

Salah satu akun Instagram, @4viiandlaka, menulis, “Ini anak-anak punya dendam apa kira-kira? Sederas itu disuruh maju jangan ragu-ragu.”

Komentar lainnya datang dari akun @rambutansalakbali.

“Penghinaan terbesar dalam hidup adalah diejek-ejek sama anak-anak SD dengan yel-yel,” tulis akun tersebut.

Sementara akun @maume.hits menulis, “Maju Pak Kadis jangan malu-malu.”

Bukan Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Beato Yosep Frent Omenu, membenarkan adanya video tersebut.

Namun, Frent meluruskan bahwa pria yang terlihat dalam video bukan dirinya. Pria tersebut adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu, yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah staf.

“Waktu itu ada kunjungan kerja untuk mendistribusikan perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis dan tas,” kata Frent kepada Kompas.com, Kamis (27/8/2026).

Menurut Frent, peristiwa tersebut terjadi pada Maret 2026 ketika wilayah tersebut masih memasuki musim hujan.

“Waktu itu bukan saya yang pergi, tetapi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu,” ujar Frent.

Frent menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mendistribusikan perlengkapan sekolah kepada siswa, termasuk seragam nasional, tas, buku, dan alat tulis.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari distribusi perlengkapan sekolah ke sejumlah sekolah di wilayah TTU.

Berusaha menyeberangi sungai

Frent mengatakan, Jefry bersama sejumlah staf berusaha menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi sekolah dan menyerahkan bantuan kepada para siswa.

“Distribusi dilakukan pada Maret. Saat itu masih musim hujan,” kata Frent.

Menurut dia, para siswa yang terlihat dalam video berdomisili di sekitar kampung dan menggunakan akses tersebut untuk pergi dan pulang sekolah.

Jefry dan stafnya, kata Frent, tetap berupaya menyeberangi sungai hingga mencapai lokasi sekolah untuk memastikan bantuan perlengkapan pendidikan diterima para siswa.

“Pak Sek (Jefry Banu) tembus sampai atas,” ujarnya.

Terkait kondisi sungai yang menjadi akses warga dan siswa, Frent mengatakan pembangunan jembatan bukan merupakan kewenangan Dinas Pendidikan.

“Artinya, bukan kewenangan kami untuk bikin jembatan,” kata Frent.

Ia menegaskan, kehadiran Jefry bersama stafnya saat itu merupakan bagian dari tugas untuk mendistribusikan perlengkapan sekolah, bukan dalam rangka pembangunan infrastruktur.

Video tersebut kembali viral di media sosial dan memunculkan beragam persepsi warganet mengenai kondisi akses menuju sekolah di wilayah tersebut.

 

Viral Lainnya

Viral Tawuran di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Polisi Tangkap 3 Pelaku dan Sita 7 Cerulit

Viral Tawuran di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Polisi Tangkap 3 Pelaku dan Sita 7 Cerulit

30 menit lalu

Aksi tawuran dua kelompok di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Cibinong, viral di media sosial. Polisi menangkap tiga pelaku dan menyita tujuh cerulit.

Swipe untuk menutup

Viral Tawuran di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Polisi Tangkap 3 Pelaku dan Sita 7 Cerulit

27/08/2026, 11:18 WIB
Viral Tawuran di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Polisi Tangkap 3 Pelaku dan Sita 7 Cerulit

BOGOR, KOMPAS.com - Aksi tawuran dua kelompok yang terjadi di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial.

Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Petugas juga menyita tujuh senjata tajam jenis cerulit.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @cibinong24update, terlihat dua kelompok menutup Jalan Raya Bogor-Jakarta dan bersiap untuk saling serang.

Sejumlah orang tampak membawa berbagai jenis senjata tajam dan petasan.

"Bentrok dua kelompok 2 kelompok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Nanggewer Mekar, kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan dan warga setempat diketahui masyarakat sudah memulai aktivitas," tulis keterangan video dikutip, Kamis (27/8/2026).

Pelaku Kabur dengan Ratusan Motor

Kasat Samapta Polres Bogor AKP Yogi Nugraha mengatakan, aksi tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis pagi.

Polisi sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan para pelaku yang menggunakan ratusan sepeda motor.

"Pelaku sempat kejar kejaran di Jalan Jakarta-Bogor dan yang kabur sebanyak 200 sepeda motor," kata Yogi.

Dalam kejadian tersebut, Dalmas bersama Pamapta Polres Bogor berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat tawuran.

Polisi juga menyita tujuh senjata tajam jenis cerulit.

"Dalmas bersama Pamapta Polres Bogor berhasil mengamankan tiga orang pelaku tawuran di Jalan Raya Jakarta-Bogor. Beserta senjata tajam berjumlah 7 buah berjenis cerulit," pungkasnya.

Viral Lainnya

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus di DPR, Cek Situasi Terkini di Lokasi

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus di DPR, Cek Situasi Terkini di Lokasi

12 jam lalu

Demo 27 Agustus berlangsung di depan DPR. Simak link CCTV untuk memantau kondisi massa dan lalu lintas di sekitar lokasi.

Swipe untuk menutup

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus di DPR, Cek Situasi Terkini di Lokasi

27/08/2026, 00:00 WIB
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus di DPR, Cek Situasi Terkini di Lokasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 mulai berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi terkini di sekitar lokasi aksi tanpa datang langsung ke lapangan, situasi dapat dipantau melalui sejumlah kamera CCTV yang tersedia secara daring.

Pantauan CCTV dapat menjadi salah satu cara untuk melihat kondisi kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI, termasuk situasi arus lalu lintas dan aktivitas massa di sekitar lokasi.

Berikut sejumlah link CCTV yang dapat digunakan untuk memantau situasi Demo 27 Agustus di DPR:

1. CCTV Depan Gedung DPR/MPR RI

Masyarakat dapat memantau kondisi secara langsung melalui CCTV yang mengarah ke kawasan depan Gedung DPR/MPR RI.

Link CCTV 1

Kamera ini dapat digunakan untuk melihat perkembangan situasi di sekitar lokasi utama aksi, termasuk kondisi massa yang berkumpul di depan gedung parlemen.

Pantauan langsung juga dapat membantu masyarakat mengetahui perubahan situasi di kawasan tersebut dari waktu ke waktu.

2. CCTV Jakarta Smart City

Selain CCTV yang mengarah langsung ke Gedung DPR/MPR RI, masyarakat juga dapat menggunakan layanan pemantauan lalu lintas yang disediakan Jakarta Smart City.

Link CCTV 2

Melalui kamera yang tersedia, masyarakat dapat melihat kondisi sejumlah ruas jalan di Jakarta secara langsung.

Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang hendak melintas di sekitar kawasan Senayan dan Jakarta Pusat pada saat aksi berlangsung.

Massa Demo 27 Agustus telah berkumpul di depan Gedung DPR/MPR RI sejak dini hari.

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 05.40 WIB menunjukkan massa didominasi warga Pati, Jawa Tengah, dan pengemudi ojek online (ojol).

Peserta aksi terlihat duduk di trotoar dan badan jalan, sementara sejumlah spanduk tuntutan dipasang di sekitar gerbang utama DPR RI. Salah satunya bertuliskan "Rampas Aset Koruptor, Hukum Mati Koruptor".

18.504 Personel Disiagakan

Sebanyak 18.504 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi di sejumlah titik Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dibagi menjadi enam zona, dengan Ring 1 Gedung DPR/MPR RI sebagai salah satu titik utama.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi kepadatan di sekitar lokasi. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif.

Sedikitnya empat kelompok dijadwalkan mengikuti Demo 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI, yakni AMPB, AMDB, GERAM, dan RMP4.

AMPB dan AMDB membawa tuntutan terkait RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi. GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu demokrasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.

Sementara RMP4 datang untuk mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), sembari meminta perbaikan tata kelola.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui