Apa yang Bisa Dipelajari Investor Pemula dari Seorang Scalper?

Apa yang Bisa Dipelajari Investor Pemula dari Seorang Scalper?

3 jam lalu

Simak perjalanan nasabah BNI Sekuritas menemukan strategi yang mengedepankan pentingnya riset, evaluasi, dan disiplin mengelola risiko.

Swipe untuk menutup

Apa yang Bisa Dipelajari Investor Pemula dari Seorang Scalper?

06/10/2026, 07:00 WIB
Apa yang Bisa Dipelajari Investor Pemula dari Seorang Scalper?

KOMPAS.com – Bagi sebagian investor, mengenal pasar modal dimulai dari mencari instrumen yang dirasa sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risikonya.

Bagi Firmantriilahi atau Firman, perjalanan itu bermula dari obligasi dan deposito sebelum akhirnya membawanya pada strategi trading jangka pendek atau scalping.

Sebagai informasi, scalping merupakan strategi trading jangka pendek yang memanfaatkan peluang dari pergerakan harga dalam waktu singkat melalui transaksi cepat dan berulang. Strategi ini membutuhkan keputusan yang cepat sekaligus disiplin dalam mengelola risiko.

Namun, scalping bukanlah titik awal perjalanan Firman di pasar modal. Ketertarikannya pada saham tumbuh setelah sebelumnya mengenal instrumen yang relatif konservatif.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (5/10/2026), Firman mulai mempelajari investasi saham dengan pendekatan fundamental selama 2020–2021..

Seiring waktu, ia mencoba berbagai pendekatan dan mengevaluasi pengalaman yang didapat. Dari proses tersebut, ia akhirnya menemukan bahwa trading jangka pendek lebih sesuai dengan karakter dan gaya investasinya.

Sebagai scalper, Firman tidak berfokus mengejar keuntungan besar dalam satu transaksi. Ia memilih memanfaatkan peluang dari pergerakan harga jangka pendek sesuai strategi yang telah ditetapkan, sembari tetap disiplin dalam mengelola risiko.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa menemukan gaya yang sesuai di pasar modal membutuhkan proses.

Firman tidak langsung mengetahui pendekatan yang paling cocok baginya. Ia mengenal instrumen yang relatif konservatif, mempelajari saham secara fundamental, lalu menemukan pendekatan yang dirasa sesuai setelah melalui berbagai pengalaman.

Bagi investor pemula, proses tersebut dapat menjadi gambaran bahwa tidak ada keharusan untuk langsung menemukan gaya investasi sejak awal. Pengalaman, evaluasi, dan pemahaman terhadap karakter serta toleransi risiko dapat menjadi bagian dari proses menentukan pilihan.

Ketika mulai mengenal pasar modal, investor dihadapkan pada berbagai pilihan. Ada yang memilih saham untuk jangka panjang, ada yang aktif melakukan trading, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan instrumen seperti obligasi sesuai dengan kebutuhan dan profil investasinya.

Setiap pendekatan memiliki karakter dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, pilihan instrumen dan strategi perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, waktu yang tersedia, pemahaman terhadap instrumen, serta toleransi risiko masing-masing.

Keputusan cepat tetap membutuhkan riset

Karakter trading jangka pendek membuat informasi menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan Firman. Meski harus mengambil keputusan dalam waktu relatif singkat, ia tetap melakukan persiapan sebelum mengambil posisi.

Untuk membantu proses tersebut, Firman memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia di aplikasi BIONS milik BNI Sekuritas, termasuk Trading Idea. Ia juga menggunakan Broker Summary atau yang biasa disebut “Broksum” untuk mengamati aktivitas broker di pasar.

Bagi Firman, berbagai informasi tersebut menjadi bagian dari proses analisis sebelum mengambil keputusan. Ia tidak menjadikan satu informasi sebagai jaminan bahwa sebuah transaksi akan memberikan hasil sesuai harapan.

Kebiasaan memahami informasi sebelum mengambil keputusan juga menjadi bagian penting bagi investor. Riset memang tidak dapat menghilangkan risiko, tetapi dapat membantu keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan yang lebih jelas. Bukan semata-mata mengikuti rumor, tren, atau fear of missing out (FOMO).

Pengalaman dari sebuah kesalahan

Proses belajar Firman juga datang dari pengalaman yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Salah satunya ketika ia menghadapi aksi right issue korporasi saat belum memahami mekanismenya secara menyeluruh.

Pengalaman tersebut membuat Firman menyadari bahwa mengenal saham tidak cukup hanya dengan memperhatikan pergerakan harga dan grafik. Investor juga perlu memahami berbagai aksi korporasi yang dapat memengaruhi kepemilikan maupun strategi investasi.

Beberapa di antaranya adalah right issue, stock split, dan pembagian dividen. Masing-masing memiliki mekanisme yang perlu dipahami sebelum investor mengambil keputusan.

Bagi investor pemula, pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk memahami terlebih dahulu instrumen yang akan dibeli beserta mekanismenya.

Kesalahan mungkin tidak selalu dapat dihindari ketika seseorang sedang belajar. Namun, ketika dievaluasi dan dipahami, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Firman kemudian memegang satu prinsip dalam melakukan trading, yakni “kecil-kecil, tidak serakah”.

Prinsip tersebut bukan berarti setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan. Trading jangka pendek tetap memiliki risiko kerugian dan membutuhkan pengelolaan risiko yang disiplin.

Bagi Firman, prinsip tersebut menjadi pengingat untuk tidak terbawa keinginan mengejar keuntungan terlalu besar dalam satu transaksi.

Proses belajar pun terus ia jalani. Firman mengikuti sejumlah kegiatan edukasi dan komunitas trading yang diselenggarakan BNI Sekuritas, termasuk Market Update, Live Trading, dan Cuanpionship.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk terus mengasah pengetahuan dan mengevaluasi keputusan yang diambil di pasar modal.

Pada akhirnya, menemukan strategi yang sesuai hanyalah salah satu tahap dalam perjalanan di pasar modal. Setelahnya, masih ada proses belajar, mengevaluasi keputusan, dan memahami risiko yang menyertai setiap pilihan.

Pengalaman Firman menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya yang harus diikuti semua orang. Mengenali instrumen, memahami risikonya, dan menemukan pendekatan yang sesuai dengan karakter masing-masing menjadi bagian dari proses yang perlu dijalani.

Prinsip “kecil-kecil, tidak serakah” menjadi pengingat bahwa perjalanan di pasar modal tidak selalu tentang mengejar hasil terbesar dalam waktu tercepat. Ada proses memahami pilihan, mengukur risiko, dan menjalani strategi dengan disiplin.

Brandzview Lainnya

Kata Media Malaysia soal Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand

Kata Media Malaysia soal Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand

3 jam lalu

Sejumlah media Malaysia menyoroti keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand dalam partai final penuh drama.

Swipe untuk menutup

Kata Media Malaysia soal Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand

06/10/2026, 06:58 WIB
Kata Media Malaysia soal Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand

KOMPAS.com – Sejumlah media Malaysia menyoroti keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dalam partai final yang berlangsung dramatis di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Indonesia memastikan gelar juara setelah menang 4-2 melalui adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit pertandingan.

Media Malaysia menyoroti perjuangan kedua tim dalam laga final, kartu merah yang membuat Thailand bermain dengan 10 pemain, hingga drama adu penalti yang akhirnya mengantarkan Indonesia menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Sinar Harian: Indonesia Juara Perdana Piala ASEAN FIFA 2026

Media Malaysia Sinar Harian memberitakan keberhasilan Indonesia dengan judul “Indonesia Juara Perdana Piala ASEAN FIFA 2026.”

Laporan tersebut terbit pada Selasa (6/10/2026) dini hari dan menyebut Indonesia merebut gelar perdana setelah mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti.

Sinar Harian menggambarkan Stadion GBK berubah menjadi “lautan merah” ketika tim tuan rumah yang dilatih John Herdman menghadapi Thailand besutan Anthony Hudson.

Pertandingan juga disaksikan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Sinar Harian menyebut, kedua tim saling menyerang pada babak pertama, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia mulai meningkatkan tekanan. Salah satu peluang datang pada menit ke-69 ketika Mitchell Baker memperoleh ruang tembak, tetapi sepakannya melebar dari tiang gawang Thailand.

Situasi Thailand kemudian semakin sulit pada menit ke-81. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny sehingga Thailand harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Indonesia langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut.

Tiga menit kemudian, Dean James mengeksekusi tendangan bebas yang kemudian membentur Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang Thailand. Indonesia pun unggul 1-0.

Namun, Iklas mampu menebus kesalahan tersebut. Pada menit ke-87, dia mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan umpan Seksan Ratree.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Sinar Harian kemudian menyoroti bagaimana Thailand sempat kembali berada di atas angin. Pada menit ke-111, pemain pengganti Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul 2-1 melalui serangan balik.

Akan tetapi, Indonesia tidak menyerah. Empat menit sebelum babak tambahan berakhir, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan setelah menyelesaikan umpan silang Rizky Ridho.

Skor 2-2 bertahan hingga 120 menit dan pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama dari titik putih tersebut, Sinar Harian menyoroti kegagalan dua penendang Thailand. Eksekusi ketiga Sarach Yooyen membentur tiang, sedangkan tendangan keempat Nattapong Sayriya berhasil diselamatkan kiper Indonesia, Emil Audero.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti dan memastikan gelar juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Sinar Harian juga mencatat keberhasilan Malaysia merebut posisi ketiga setelah mengalahkan Vietnam 1-0 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar pada hari yang sama. Laporan tersebut mengutip kantor berita Bernama.

Harian Metro soroti hal sama

Harian Metro juga menyoroti kemenangan Indonesia atas Thailand dengan judul “Indonesia Juara Perdana Piala ASEAN FIFA.”

Harian Metro menggambarkan final sebagai pertandingan yang diwarnai drama luar biasa.

Timnas Indonesia disebut bangkit untuk mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.

Media tersebut menyoroti keberhasilan Indonesia mengangkat trofi untuk pertama kalinya di Stadion GBK.

Harian Metro juga menyebut pertandingan final disaksikan langsung oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Indonesia disebut tampil agresif sejak awal pertandingan. Luke Vickery bahkan memperoleh peluang pada menit keempat, tetapi upayanya masih mampu ditepis penjaga gawang Thailand.

Meski kedua tim tampil menyerang, babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya menerima kartu kuning kedua menjelang menit ke-80.

Situasi tersebut dimanfaatkan Indonesia. Pada menit ke-84, Dean James berhasil mengeksekusi tendangan bebas dan membawa Indonesia unggul.

Namun, Thailand segera merespons. Tiga menit kemudian, Iklas mencetak gol penyama kedudukan sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Harian Metro kemudian menyoroti drama babak tambahan. Thailand kembali unggul setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol, tetapi Indonesia kembali menyamakan kedudukan melalui Elkan Baggott.

Skor 2-2 membuat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Pada fase ini, Indonesia tampil lebih efektif. Sarach Yooyen gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang ketiga Thailand setelah bola membentur tiang.

Kesempatan Thailand semakin berat setelah tendangan keempat, yang dilakukan Nattapong Sayriya, berhasil digagalkan Emil Audero.

Indonesia pun memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup untuk pertama kalinya.

Terpopuler Lainnya

Kapten Korea Selatan Langsung Menyesal Setelah Juara Asian Games

Kapten Korea Selatan Langsung Menyesal Setelah Juara Asian Games

24 jam lalu

Lee Gi-hyuk, bek berusia 26 tahun, mengaku terbawa suasana usai timnya mengalahkan Jepang di final Asian Games. Ia pun menyesali perkataannya.

Swipe untuk menutup

Kapten Korea Selatan Langsung Menyesal Setelah Juara Asian Games

05/10/2026, 09:37 WIB
Kapten Korea Selatan Langsung Menyesal Setelah Juara Asian Games

TOYOTA, KOMPAS.com - Kapten tim nasional sepak bola Korea Selatan, Lee Gi-hyuk, meminta maaf pada Minggu (4/10/2026) setelah pernyataannya mengenai bebas wajib militer (wamil) berkat medali emas Asian Games menuai sorotan.

Bek berusia 26 tahun yang bermain di liga domestik K League itu mengaku terbawa suasana, setelah timnya mengalahkan tuan rumah Jepang pada final sepak bola putra.

Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya, Lee menyesali ucapan dan perilakunya seusai pertandingan.

"Ucapan (saya) tidak bijaksana dan perilaku saya setelah pertandingan—hal-hal yang seharusnya tidak saya katakan atau lakukan, baik sebagai kapten maupun sebagai pemain."

"Saya terbawa oleh kebahagiaan, adrenalin, dan kegembiraan pada saat itu," tulisnya, dikutip dari AFP.

Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung, termasuk mereka yang tengah menjalani wajib militer.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para suporter yang saat ini sedang menjalani wajib militer, serta kepada semua pihak yang telah mendukung kami dengan tulus," ujar Lee.

Ia juga menambahkan, "Sebagai orang dewasa, seharusnya saya berpikir matang sebelum berbicara. Saya sangat menyesali ucapan saya yang sembrono itu, dan saya akan terus merenungkan tindakan saya."

"Saya dengan tulus meminta maaf kepada seluruh suporter yang telah mendukung kami sepenuh hati dan mereka yang sedang berjuang menjalankan wajib militer," imbuhnya.

Adapun akun Instagram Lee Gi-hyuk saat ini telah diprivat.

Pamer medali dan bebas wamil

Pernyataan yang menjadi sorotan itu bermula setelah The Taeguk Warriors menang dramatis 1-0 atas Jepang di Toyota, dekat Nagoya, Sabtu (3/10/2026).

Kemenangan tersebut memastikan skuad “Negeri Ginseng” meraih gelar juara Asian Games untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Seusai wasit meniup peluit panjang, Lee tersenyum sambil memamerkan medali emasnya kepada wartawan.

"Saya tidak akan masuk militer," ucapnya saat itu, dikutip dari AFP.

Pengecualian wajib militer merupakan topik yang sangat sensitif di Korea Selatan sehingga para atlet biasanya enggan membicarakannya.

Aturan di negara tersebut mewajibkan pria yang sehat secara fisik menjalani wajib militer selama 18-24 bulan sebelum mencapai usia 28 tahun.

Namun, pemerintah memberikan dispensasi khusus kepada atlet peraih medali emas Asian Games maupun medali Olimpiade dari cabang olahraga apa pun.

Para peraih medali tersebut hanya perlu mengikuti pelatihan dasar ringan selama beberapa minggu.

Adapun sepak bola Asian Games mempertandingkan kategori usia U-23, dengan setiap tim diperbolehkan menyertakan tiga pemain senior.

Sebelum mengikuti ajang ini, Lee sempat memperkuat Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Namun, kiprah timnya berakhir mengecewakan karena tersingkir lebih awal di fase grup.

Selain para pemain sepak bola, atlet Korsel dari cabang olahraga lain juga meraih keberhasilan serupa di Asian Games.

Pegolf Tom Kim turut memperoleh pengecualian wajib militer setelah merebut emas pada hari yang sama, Sabtu (3/10/2026).

Internasional Lainnya

Viral, Video Pengeroyokan Siswa MTsN 1 Cilacap, Ini Penjelasan Polisi

Viral, Video Pengeroyokan Siswa MTsN 1 Cilacap, Ini Penjelasan Polisi

15 jam lalu

Korban menerima kekerasan fisik berupa sabetan sapu hingga tendangan dan pukulan. Akibatnya, korban mengalami pendarahan pada bagian telinganya.

Swipe untuk menutup

Viral, Video Pengeroyokan Siswa MTsN 1 Cilacap, Ini Penjelasan Polisi

05/10/2026, 18:51 WIB
Viral, Video Pengeroyokan Siswa MTsN 1 Cilacap, Ini Penjelasan Polisi

CILACAP, KOMPAS.com - Kasus dugaan perundungan sesama siswa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali mencuat ke publik.

Dalam sebuah rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @mood***, tampak sejumlah anak menganiaya temannya.

Unggahan itu diberi judul "Dituduh Mencuri, Santri MTsN 1 Cilacap Diduga Dikeroyok 8 Temannya hingga Kuping Berdarah".

Narasi dalam unggahan itu disebutkan bahwa pengeroyokan karena korban dituduh mencuri uang milik tiga temannya dengan jumlah sebesar Rp 60.000.

Korban menerima kekerasan fisik berupa sabetan sapu hingga tendangan dan pukulan. Akibatnya, korban mengalami pendarahan pada bagian telinganya.

Video yang diunggah Jumat (2/10/2026) itu kini mendapat respons beragam dari warganet.

Masih dalam proses penyelidikan

Atas peristiwa itu, keluarga korban disebut telah melaporkan tindakan tersebut ke Mapolresta Cilacap.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasat PPA/PPO) Polresta Cilacap AKP Wulan Puji Anjarsari mengatakan, telah menerima laporan kejadian tersebut.

"Kami sudah menerima laporannya, saat ini sedang proses penyelidikan," kata Wulan kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Tiga orang diperiksa

Wulan menjelaskan, sampai saat ini telah memeriksa tiga orang, termasuk korban.

Rencananya, polisi akan memeriksa sejumlah orang yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut.

"Beberapa yang sudah diperiksa itu terkait saksi-saksi. Hari ini juga mau pemeriksaan terduga pelaku, yang akan diperiksa sekitar delapan orang, yang sudah dilakukan tiga orang, termasuk (korban), " jelas Wulan.

Namun Wulan belum membeberkan kronologi dan waktu peristiwa tersebut.

"Untuk saat ini masih proses penyelidikan. Jadi nanti kalau memang sudah clear, nanti mungkin kita laksanakan press release," pungkasnya.

Viral Lainnya

Viral Penumpang Histeris Terjepit Pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, Petugas Minta Maaf

Viral Penumpang Histeris Terjepit Pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, Petugas Minta Maaf

15 jam lalu

Seorang penumpang wanita terjepit pintu KRL saat berdesakan di Stasiun Jurang Mangu. Petugas langsung membantu membebaskannya.

Swipe untuk menutup

Viral Penumpang Histeris Terjepit Pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, Petugas Minta Maaf

05/10/2026, 18:19 WIB
Viral Penumpang Histeris Terjepit Pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, Petugas Minta Maaf

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Unggahan video yang memperlihatkan kepanikan seorang penumpang yang terjepit KRL di Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan, viral di media sosial pada Senin (5/10/2026) pagi.

Petugas keamanan Stasiun Jurang Mangu, Suherman, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di Peron 1 arah Tanah Abang sekitar pukul 07.30 WIB akibat tingginya kepadatan penumpang pada jam sibuk pagi hari.

"Kami anggota Stasiun Jurang Mangu ingin menyampaikan kejadian pada 5 Oktober 2026 sekitaran jam 07.30, telah terjadi kejadian di Peron 1 arah Tanah Abang, terjepitnya tangan penumpang akibat penumpukan penumpang," kata Suherman dalam keterangan video yang diterima Kompas.com, Senin (5/10/2026).

Ia menegaskan bahwa personel keamanan yang berjaga di lokasi langsung bergerak cepat membantu membebaskan tangan penumpang yang terjepit.

"Dengan sigap anggota kami langsung membantu penumpang yang terjepit tersebut," lanjut Suherman.

Atas insiden dan ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa KRL, pihak Stasiun Jurang Mangu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan serta penataan arus penumpang di peron agar kejadian serupa tidak terulang.

"Atas kejadian ini kami mohon maaf, semoga ke depannya tidak terulang kembali. Terima kasih," tuturnya.

Hingga berita ini ditayangkan, kondisi penumpang yang mengalami insiden tersebut dilaporkan telah ditangani oleh petugas stasiun di lapangan.

Berdasarkan narasi unggahan akun Instagram @tangsel.info, penumpang wanita tersebut berteriak histeris akibat terjepit pintu gerbong saat hendak keluar dari gerbong di tengah desakan penumpang lain yang ingin masuk.

"Seorang pengguna KRL berteriak histeris di Stasiun Jurangmangu, diduga terjepit pintu saat hendak keluar gerbong dan berdesakan dengan penumpang yang ingin mencoba masuk, pada Senin (5/10/2026) pagi ini," ujar akun tersebut yang dikutip Kompas.com, Senin.

Viral Lainnya

Motivasi Berlipat Elkan Baggott Kalahkan Thailand Usai Tumbang di Final Piala AFF 2020

Motivasi Berlipat Elkan Baggott Kalahkan Thailand Usai Tumbang di Final Piala AFF 2020

10 jam lalu

Elkan Baggott menjadi salah satu pemain yang merasakan atmosfer final Piala AFF 2020 dan FIFA ASEAN Cup 2026.

Swipe untuk menutup

Motivasi Berlipat Elkan Baggott Kalahkan Thailand Usai Tumbang di Final Piala AFF 2020

06/10/2026, 00:00 WIB
Motivasi Berlipat Elkan Baggott Kalahkan Thailand Usai Tumbang di Final Piala AFF 2020
Penulis: Pratama Yudha
|
Editor: Firzie A. Idris

KOMPAS.com - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, membawa pengalaman kekalahan dari Thailand pada final Piala AFF 2020 untuk menjadi motivasinya menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia akhirnya mampu menyudahi puasa gelarnya setelah menjuarai turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda menumbangkan Thailand pasca bermain imbang 2-2 selama 120 menit kemudian unggul 4-2 pada babak adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dean James membuka skor melalui tendangan bebas di menit ke-84 sebelum disamakan oleh Iklas Sanron tiga menit berselang.

Thailand sempat berbalik unggul setelah Peeradol Chamrasamee menggetarkan gawang Indonesia di menit ke-111.

Kontribusi Elkan Baggott

Elkan Baggott berhasil memaksakan duel berlanjut ke adu penalti berkat golnya di menit ke-116.

Elkan yang menjadi penendang ketiga pada babak adu penalti juga sukses mengantarkan Indonesia berdiri di podium tertinggi.

Ini menjadi gelar pertama Timnas Indonesia senior setelah 35 tahun usai terakhir kali merasakan juara pada SEA Games 1991.

Sementara, partai final ini menjadi yang kedua bagi bek 23 tahun tersebut setelah terakhir kali menjejakkan kaki di laga puncak bersama Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020 lalu.

Kebetulan, pada momen itu, tim Merah Putih juga menghadapi Thailand. Namun, hasilnya kala itu, Indonesia harus puas menjadi runner up setelah tumbang 6-2 dalam partai final yang berlangsung dua leg.

Elkan tak menampik bahwa kekalahan itu masih terasa menyakitkan. Namun, dia menjadikan itu sebagai bahan bakar motivasi untuk mengalahkan tim Gajah Perang di SUGBK.

Benar saja, timnas Indonesia pun menang dengan mengalahkan Thailand melalui babak adu penalti.

"Pengalaman kalah dari Thailand di Singapura tentu sangat menyakitkan," ujar pemain Milwall FC dalam sesi konferensi pers usai pertandingan

"Jadi, saya yakin hal itu menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk memenangkan pertandingan hari ini."

"Seperti yang dikatakan Coach, ini adalah final dan sebenarnya saya tidak ingin memenangkan pertandingan dengan cara lain," jelasnya.

Perjalanan Panjang Menuju Juara

Menurut Elkan, Timnas Indonesia telah melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya bisa mengunci gelar juara.

Termasuk di partai final di mana para pilar Garuda harus susah payah mengalahkan 10 pemain Thailand.

"Kami menghadapi begitu banyak kesulitan hari ini. Mereka kehilangan satu pemain, kemudian kami mencetak gol, lalu kebobolan," ucap Elkan.

"Kami kemudian kebobolan lagi di masa perpanjangan waktu. Jadi, pertandingan ini penuh dengan kesulitan," jelasnya.

Namun, Elkan merasa sederet kesulitan tersebutlah yang membuat raihan juara FIFA ASEAN Cup terasa lebih manis.

Apalagi, kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan yang dirasakan pada Piala AFF 2020 silam.

"Karena itu, rasanya jauh lebih luar biasa bisa memenangkan pertandingan dengan cara seperti ini, apalagi setelah Emil melakukan penyelamatan penalti terakhir," tutur Elkan.

"Namun, tentu saja ada motivasi tambahan menghadapi Thailand setelah pengalaman di AFF 2020," ungkap pemain berpostur 197 cm itu.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui