Bubble AI China Pecah, Akankah Demam Chip Memori Segera Mereda?

Bubble AI China Pecah, Akankah Demam Chip Memori Segera Mereda?

3 jam lalu

Bubble atau gelembung AI di China disebut telah pecah. Namun, apakah ini benar-benar akan memengaruhi industri chip memori dalam waktu dekat?

Swipe untuk menutup

Bubble AI China Pecah, Akankah Demam Chip Memori Segera Mereda?

30/10/2026, 10:03 WIB
Bubble AI China Pecah, Akankah Demam Chip Memori Segera Mereda?
Penulis: Galuh Putri Riyanto
|
Editor: Yudha Pratomo

KOMPAS.com - Gelembung (bubble) saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) di China disebut sudah "pecah". Namun, apakah kondisi ini akan mengubah kondisi pasar memori?

Maksud "pecah" di sini adalah kondisi harga saham dan nilai perusahaan AI serta semikonduktor di China mengalami kejatuhan drastis setelah sebelumnya melambung sangat tinggi.

Indeks saham teknologi China STAR50 anjlok sekitar 40 persen dalam kurang dari empat bulan.

Indeks ini menaungi perusahaan AI dan semikonduktor terkemuka negara itu. Penurunan tersebut menghapus nilai pasar sekitar 480 miliar dollar AS (sekitar Rp 8.640 triliun).

Menurut manajer investasi di Beijing, Dong Baozhen, gelembung saham AI kini mulai pecah, seperti dikutip Reuters. Pembuat chip memori DRAM asal China, CXMT, ikut terseret. Nilai sahamnya terpangkas lebih dari seperempat hanya dalam sebulan terakhir.

Lantas, apakah rontoknya saham AI itu akan membuat harga RAM dan SSD ikut turun?

Belum waktunya

Analis IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, menilai bahwa anjloknya indeks STAR50 belum menjadi tanda harga memori akan segera turun.

"Apa pun yang terjadi di indeks tersebut, sepertinya belum bisa menjadi salah satu tanda kalau harga memori akan turun sebentar lagi, karena update terakhir harganya masih meningkat," kata Vanessa kepada KompasTekno.

Menurut Vanessa, IDC melihat, permintaan memori sampai saat ini masih sangat tinggi, terutama dari hyperscaler. Pasokan belum bisa mengimbangi permintaan itu sehingga harga memori masih naik hingga kuartal IV-2026.

Hyperscaler adalah penyedia layanan cloud dan pusat data berskala raksasa, seperti Amazon Web Services, Microsoft, dan Google.

IDC memperkirakan, kenaikan harga memori berlanjut sampai 2027. Menurut Vanessa, kondisi itu akan mendorong harga smartphone lebih tinggi hingga 2027, bahkan 2028.

Lembaga riset TrendForce juga memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional naik 10-15 persen pada kuartal IV-2026 dibanding kuartal sebelumnya. DRAM adalah jenis chip yang dipakai untuk RAM.

Harga kontrak adalah harga jual pabrik chip kepada pembeli besar seperti produsen PC dan server.

Untuk chip penyimpanan NAND flash yang dipakai di SSD, harga kontraknya diproyeksikan naik 15-20 persen pada kuartal IV-2026 dibanding kuartal III dirangkum KompasTekno dari TrendForce.

Data center masih terus belanja

Di AS, kondisinya berbeda. Indeks saham teknologi Nasdaq hanya turun sekitar 6 persen dari rekor tertinggi yang dicetak tiga pekan sebelumnya.

Sementara permintaan memori dari data center AI masih kuat. Menurut TrendForce, penyedia layanan cloud dan produsen server menambah pembelian RAM server untuk menjalankan agentic AI. Agentic AI adalah AI yang bisa mengerjakan tugas secara mandiri.

Produsen DRAM juga mendahulukan kapasitas produksinya untuk server berperforma tinggi. Permintaan SSD untuk server ikut naik. Sebagian besar tambahan pasokannya bahkan sudah terikat pesanan.

Sebaliknya, kenaikan harga komponen menekan penjualan laptop dan smartphone. TrendForce mencatat merek PC memangkas kapasitas SSD di perangkatnya untuk menekan biaya produksi.

Kapan harga turun?

Dalam riset terbarunya, TrendForce mencatat kenaikan harga kontrak SSD untuk PC menyempit tajam pada kuartal IV.

Pada kuartal I-2027, kenaikan itu diperkirakan berhenti dan harga bertahan di level tinggi. Penyebabnya, kuartal I merupakan masa sepi permintaan dan kapasitas produksi baru mulai masuk.

Menurut CEO Acer Jason Chen, tambahan produksi dari China dapat menahan kenaikan harga memori. Ia menyebut produsen China terus menambah kapasitas dan mulai memasok merek di luar China.

Chen pada September lalu memperkirakan harga komponen mencapai puncak sekitar pertengahan 2027. Menurut dia, harga kemudian berpeluang stabil dan mulai turun pada paruh kedua 2027, meski titik baliknya belum bisa dipastikan.

Proyeksi produsen memori SK Hynix lebih pesimistis. Perusahaan asal Korea Selatan itu memperkirakan kelangkaan memori baru mereda pada 2030.

SK Hynix menilai bahwa permintaan chip memori akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), pembangunan data center, dan investasi perusahaan teknologi dalam infrastruktur AI.

Di jalur distribusi China, harga SSD sebenarnya sudah mulai turun. Situs pemantau harga memori China Flash Market (CFM) mencatat harga acuan SSD turun untuk semua kapasitas pada Selasa (27/10/2026) dibanding sepekan sebelumnya.

Harga SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB turun 7,69 persen dari 130 dollar AS (sekitar Rp 2,34 juta) menjadi 120 dollar AS (sekitar Rp 2,16 juta).

Penurunan terdalam terjadi pada SSD PCIe 3.0 berkapasitas 256 GB, yakni 13,16 persen dari 38 dollar AS (sekitar Rp 684.000) menjadi 33 dollar AS (sekitar Rp 594.000).

Angka tersebut merupakan harga acuan pasar China, bukan harga jual di toko Indonesia. CFM juga tidak mengaitkan penurunan itu dengan anjloknya saham AI.

Menurut CFM, sejumlah produsen SSD memangkas harga secara agresif untuk mengejar target penjualan. Permintaan juga lesu. Harga SSD yang masih tinggi membuat konsumen menahan belanja, bahkan menjelang festival belanja Double 11 pada November.

Kondisi serupa terlihat di pusat elektronik Huaqiangbei, Shenzhen. Dalam pantauan stasiun televisi CCTV, banyak pedagang menyebut penjualan memori sejak memasuki Oktober turun 20-30 persen dibanding sebelumnya.

Sebagian pedagang menjual RAM dan SSD di bawah harga beli karena butuh uang tunai. Namun, potongannya hanya sekitar satu digit persen dari harga puncak.

Seorang pelaku industri menyebut penurunan kecil itu tidak berarti memori sudah murah. Menurut dia, semua pedagang membeli stok saat harga tinggi. Karena itu, tidak ada yang berani memangkas harga terlalu banyak.

Terpopuler Lainnya

Partai Arab Raih Banyak Kursi, Menteri Israel Desak Para Pemimpinnya Ditangkap

Partai Arab Raih Banyak Kursi, Menteri Israel Desak Para Pemimpinnya Ditangkap

21 jam lalu

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mendesak penangkapan pemimpin partai Arab setelah pemilu, dengan tuduhan pendanaan Qatar.

Swipe untuk menutup

Partai Arab Raih Banyak Kursi, Menteri Israel Desak Para Pemimpinnya Ditangkap

29/10/2026, 15:53 WIB
Partai Arab Raih Banyak Kursi, Menteri Israel Desak Para Pemimpinnya Ditangkap
Penulis: Tri Indriawati
|
Editor: Tri Indriawati

YERUSALEM, KOMPAS.com - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyerukan penangkapan para pemimpin partai Arab Israel setelah partai-partai tersebut mencatat peningkatan perolehan suara dalam pemilihan umum (pemilu) pada Selasa (27/10/2026).

Politikus sayap kanan tersebut meminta badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, menangkap para pemimpin partai Arab yang diduga menerima pendanaan dari Qatar.

Desakan itu disampaikan pada Kamis (29/10/2026), ketika Israel masih menghadapi ketidakpastian mengenai pembentukan pemerintahan baru setelah pemilu.

Dilansir dari AFP, Kamis, Ben Gvir menyampaikan seruan penangkapan tersebut melalui akun media sosial X.

"Shin Bet harus memerintahkan, sejak pagi ini juga, penangkapan para pemimpin partai Arab yang diduga terlibat dengan uang Qatar," tulis Ben Gvir.

Namun, tuduhan bahwa partai-partai Arab menerima pendanaan dari Qatar belum terbukti.

Hingga laporan AFP diterbitkan, belum ada bukti yang dipaparkan untuk memastikan keterlibatan para pemimpin partai tersebut dalam dugaan pendanaan asing.

Ben Gvir tuduh partai Arab menerima dana Qatar

Pernyataan Ben Gvir muncul setelah sejumlah menteri Israel melontarkan tuduhan bahwa partai-partai Arab menerima dana dari Qatar.

Qatar merupakan negara Teluk yang memiliki hubungan komunikasi dengan Hamas dan berperan dalam berbagai upaya diplomatik terkait konflik Gaza.

Namun, keberadaan hubungan Qatar dengan Hamas tidak membuktikan bahwa negara tersebut mendanai partai-partai Arab Israel.

Ben Gvir menggunakan tuduhan yang belum terbukti tersebut sebagai dasar untuk menyerukan tindakan oleh Shin Bet.

Pernyataannya juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik antara koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partai-partai Arab.

Sebelumnya, Netanyahu dan Partai Likud telah menuding partai-partai Arab melakukan pelanggaran dalam pemilu.

Likud bahkan meminta aparat kepolisian dan Shin Bet menyelidiki dugaan kecurangan pemungutan suara.

Namun, tuduhan mengenai kecurangan pemilu tersebut belum terbukti secara independen.

Komite Pemilihan Umum Pusat Israel menyatakan akan meninjau pengaduan yang diterima sesuai prosedur. 

Partai Arab berpotensi menentukan pemerintahan baru

Desakan Ben Gvir muncul ketika partai-partai Arab Israel memperoleh peningkatan dukungan yang signifikan dalam pemilu parlemen.

Berdasarkan penghitungan suara yang masih berlangsung hingga Rabu (28/10/2026), dua kelompok partai Arab, yakni Joint List dan Ra'am, diproyeksikan memperoleh total 19 kursi.

Jumlah tersebut berpotensi menjadi pencapaian terbesar bagi partai-partai Arab dalam pemilu Israel.

Sementara itu, blok Netanyahu diproyeksikan memperoleh sekitar 53 kursi, sedangkan kelompok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot sekitar 48 kursi.

Dengan total 120 kursi di parlemen Israel atau Knesset, sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen untuk memperoleh mayoritas.

Artinya, baik Netanyahu maupun Eisenkot belum memiliki dukungan yang cukup untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Dalam situasi tersebut, partai-partai Arab berpeluang memainkan peran penting dalam proses pembentukan pemerintahan.

Dukungan mereka dapat memengaruhi apakah Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaan atau kelompok oposisi berhasil membentuk pemerintahan alternatif.

Netanyahu sebelumnya tuduh partai Arab curangi pemilu

Ketegangan antara koalisi Netanyahu dan partai-partai Arab telah meningkat sejak masa pemungutan suara.

Pada Selasa, Netanyahu menuding sejumlah pihak yang terkait dengan partai Arab berusaha melakukan kecurangan dalam pemilu.

Ia menyoroti laporan penangkapan beberapa orang yang diduga terlibat upaya pembelian suara.

Netanyahu kemudian menggunakan isu tersebut untuk mendorong para pendukung Partai Likud datang ke tempat pemungutan suara.

Namun, tuduhan terhadap individu tertentu tidak serta-merta membuktikan keterlibatan partai politik dalam kecurangan yang terorganisasi.

Sebelumnya, Partai Ra'am membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Partai tersebut menilai tuduhan menjelang pemungutan suara sebagai upaya politik untuk menekan partisipasi pemilih Arab. 

Pemilu Israel kali ini memang mencatat peningkatan besar dalam partisipasi warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel.

Peningkatan tersebut turut berkontribusi terhadap bertambahnya proyeksi kursi partai-partai Arab.

Pembentukan pemerintahan Israel masih belum pasti

Hingga Kamis (29/10/2026), belum ada kepastian mengenai siapa yang akan memimpin pemerintahan Israel berikutnya.

Hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa koalisi Netanyahu tidak memperoleh mayoritas parlemen.

Namun, kelompok oposisi juga menghadapi kesulitan untuk membentuk pemerintahan karena perbedaan pandangan mengenai kerja sama dengan partai-partai Arab.

Eisenkot sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap pembentukan koalisi bersama partai Arab.

Di sisi lain, sejumlah pemimpin partai Arab telah membuka kemungkinan memberikan dukungan kepada kelompok politik yang ingin menggantikan Netanyahu.

Jika tidak ada kelompok yang berhasil memperoleh dukungan mayoritas, perundingan pembentukan pemerintahan dapat berlangsung selama beberapa pekan.

Netanyahu juga dapat tetap memimpin pemerintahan sementara selama proses tersebut berlangsung.

Dalam situasi politik yang belum pasti ini, seruan Ben Gvir untuk menangkap para pemimpin partai Arab menambah ketegangan pascapemilu.

Meski demikian, belum ada informasi dalam laporan AFP yang menunjukkan bahwa Shin Bet telah melaksanakan desakan penangkapan tersebut.

Tuduhan pendanaan Qatar juga masih membutuhkan pembuktian melalui penyelidikan yang sah.

Internasional Lainnya

Bagikan berita ini melalui