Traktor Nusantara Perkuat Solusi Daya Industri lewat Electric & Power Indonesia 2026

Traktor Nusantara Perkuat Solusi Daya Industri lewat Electric & Power Indonesia 2026

34 menit lalu

TRAKNUS menghadirkan beragam solusi daya untuk kebutuhan industri dalam ajang Electric & Power Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran.

Swipe untuk menutup

Traktor Nusantara Perkuat Solusi Daya Industri lewat Electric & Power Indonesia 2026

03/09/2026, 10:50 WIB
Traktor Nusantara Perkuat Solusi Daya Industri lewat Electric & Power Indonesia 2026

KOMPAS.comPT Traktor Nusantara (TRAKNUS), selaku distributor tunggal merek mesin Perkins di Indonesia, turut berpartisipasi dalam Electric & Power Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).

Pameran itu sendiri merupakan bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Di Hall D1, Booth 8302, TRAKNUS mengenalkan berbagai solusi daya untuk kebutuhan industri lewat tema “Reliable Power for Every Industry”.

“TRAKNUS menghadirkan rangkaian solusi untuk menjawab kebutuhan daya di berbagai sektor industri, mulai dari sumber daya utama hingga backup power untuk menjaga kontinuitas dan produktivitas operasional,” ujar Division Head of Marketing TRAKNUS Andrey Buana Rusli dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (2/9/2026).

Seiring peningkatan kebutuhan energi, lanjutnya, keandalan sistem tenaga menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional industri.

Untuk itu, TRAKNUS memperkenalkan sejumlah produk dan layanan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pelanggan.

Hadirkan genset dan Perkins Engine 5000 Series

Salah satu produk yang diperkenalkan TRAKNUS adalah Traknus Genset powered by Perkins yang tersedia dalam konfigurasi open type dan silent type.

Dengan pilihan kapasitas dan konfigurasi yang beragam, Traknus Genset dapat digunakan untuk sektor industri dan komersial, infrastruktur, hingga aplikasi critical power.

Perkins Engine 5000 Series juga menjadi salah satu produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut.

Sebagai generasi terbaru mesin Perkins, seri tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik dengan performa, keandalan, dan efisiensi tinggi.

Dari sisi layanan, TRAKNUS juga menyediakan product support yang mencakup dukungan teknis serta ketersediaan genuine Perkins parts.

Layanan tersebut membantu menjaga kondisi unit serta mendukung kelancaran operasional pelanggan.

Perluas solusi melalui Traknus Power Station

Sebagai pelengkap portofolio, TRAKNUS Power Station dengan model Battery Energy Storage System (BESS) juga dipamerkan sebagai solusi penyimpanan energi.

Teknologi itu dapat membantu menyediakan daya sesuai kebutuhan operasional dan menjadi pilihan bagi berbagai sektor.

Dukungan terhadap pelanggan juga diperkuat melalui anak perusahaan TRAKNUS, PT Swadaya Harapan Nusantara (SHN).

SHN menghadirkan layanan Genset Center yang mencakup instalasi genset dan panel listrik, pengujian genset, serta dukungan teknis untuk memastikan kesiapan sistem sebelum digunakan.

Melalui keikutsertaannya dalam Electric & Power Indonesia 2026, TRAKNUS membuka kesempatan bagi pelanggan dan pelaku industri untuk berdiskusi mengenai kebutuhan daya, perkembangan teknologi, serta solusi yang sesuai dengan operasional masing-masing perusahaan.

Brandzview Lainnya

Degradasi Baterai Hybrid: Kenapa Parkir di Bawah Matahari Berbahaya?

Degradasi Baterai Hybrid: Kenapa Parkir di Bawah Matahari Berbahaya?

3 jam lalu

Jangan biarkan mobil hybrid Anda terpapar terik matahari terlalu lama! Parkir di tempat panas bisa memperpendek usia baterai

Swipe untuk menutup

Degradasi Baterai Hybrid: Kenapa Parkir di Bawah Matahari Berbahaya?

03/09/2026, 08:02 WIB
Degradasi Baterai Hybrid: Kenapa Parkir di Bawah Matahari Berbahaya?
Penulis: Aprida Mega Nanda
|
Editor: Agung Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil hybrid kini semakin banyak dipilih karena menawarkan efisiensi bahan bakar dengan bantuan motor listrik dan baterai.

Namun, di balik keunggulan tersebut, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan cara perawatan, termasuk kebiasaan saat parkir.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul, apakah parkir mobil hybrid di ruang terbuka dalam kondisi panas terik bisa berdampak terhadap kesehatan baterai?

Menurut Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, kebiasaan tersebut memang dapat memberikan pengaruh terhadap usia pakai baterai hybrid.

"Betul, bisa (mempengaruhi usia baterai), karena parkir di bawah terik matahari akan bikin baterai cepat panas sehingga baterai mengalami degradasi, performa baterai menurun, dan baterai cepat rusak," ujar Yogig kepada Kompas.com, Rabu (2/8/2026).

Degradasi Baterai Hybrid

Baterai pada mobil hybrid bekerja dengan menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk membantu kerja mesin.

Agar dapat bekerja optimal, baterai membutuhkan kondisi suhu yang ideal.

Ketika kendaraan terlalu lama terpapar panas matahari langsung, suhu di sekitar kendaraan ikut meningkat.

Kondisi tersebut dapat membuat temperatur baterai naik lebih cepat, terutama jika kendaraan berada di area terbuka tanpa perlindungan.

"Kalau mobil parkir kan (mesin mati) tidak ada yang mendinginkan baterai. Maksimal suhu baterai kalau panas harusnya di 45 derajat celsius," kata Yogig.

Yogig menjelaskan, dampak panas berlebih mungkin tidak langsung terasa setelah kendaraan selesai diparkir.

Artinya, baterai tidak serta-merta mengalami kerusakan hanya karena satu atau dua kali parkir di bawah matahari.

Namun, jika menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, panas berlebih dapat mempercepat penurunan kemampuan baterai.

"Mungkin tidak sekarang baterai akan rusak, tapi usia baterai yang seharusnya bisa tahan kurang lebih 8 tahun, kurang dari 8 tahun sudah rusak," kata Yogig.

Terlalu Lama Terjemur

Untuk menjaga usia pakai baterai hybrid, pemilik kendaraan disarankan memperhatikan lokasi parkir, terutama ketika mobil akan ditinggalkan dalam waktu lama.

Jika memungkinkan, parkir kendaraan di area teduh seperti garasi, basement, atau tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung.

Selain itu, pemilik mobil juga perlu memastikan sistem pendinginan baterai tetap bekerja dengan baik.

Pada mobil hybrid, baterai biasanya dilengkapi sistem pendinginan untuk menjaga temperatur agar tetap berada dalam batas aman.

Menjaga kondisi baterai sejak awal lebih baik dibandingkan menunggu munculnya masalah.

Sebab, ketika performa baterai mulai menurun, dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap sistem hybrid, tetapi juga bisa membuat efisiensi kendaraan ikut berkurang.

Panas Jadi Salah Satu Faktor

Selain kebiasaan parkir, usia baterai hybrid juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pola penggunaan kendaraan, kondisi lingkungan, hingga perawatan rutin.

Dengan semakin banyaknya mobil hybrid yang digunakan di Indonesia dengan kondisi cuaca tropis, pemilik kendaraan perlu memahami bahwa baterai juga membutuhkan perlakuan yang tepat.

Meski baterai hybrid dirancang untuk penggunaan jangka panjang, menjaga kendaraan agar tidak terlalu sering terpapar panas ekstrem bisa membantu mempertahankan performa dan memperpanjang usia pakainya.

Terpopuler Lainnya

Iran Ejek Militer AS “Tentara Hollywood”, Klaim Bongkar Kelemahannya

Iran Ejek Militer AS “Tentara Hollywood”, Klaim Bongkar Kelemahannya

1 hari lalu

Iran mengejek militer AS sebagai tentara Hollywood seraya mengeklaim telah membongkar citra kekuatan militer AS dan Israel di medan perang.

Swipe untuk menutup

Iran Ejek Militer AS “Tentara Hollywood”, Klaim Bongkar Kelemahannya

02/09/2026, 11:16 WIB
Iran Ejek Militer AS “Tentara Hollywood”, Klaim Bongkar Kelemahannya

TEHERAN, KOMPAS.com - Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, mengejek militer Amerika Serikat (AS) sebagai tentara Hollywood, seraya mengeklaim telah membongkar citra kekuatan militer AS dan Israel di medan perang.

Shekarchi menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan DEFA Press.

Dilansir Tasnim News Agency, ia mengatakan bahwa pencapaian terbesar Iran dalam perang melawan AS dan Israel adalah memperlihatkan apa yang ia sebut sebagai “kedok Hollywood” militer Amerika.

Kedok Hollywood yang disebutnya merujuk pada citra kekuatan militer kedua negara tersebut yang menurut Shekarchi selama ini dibangun melalui propaganda.

Namun, kata Shekarchi, tentara AS sebenarnya sangat lemah dan tidak sesuai dengan citra yang selama ini ditampilkan ke dunia. Ia menambahkan, perang di Iran justru memperlihatkan kelemahan militer AS dan Israel.

Shekarchi juga mengeklaim dampak perang tidak hanya terlihat di medan pertempuran.

Menurut dia, sejumlah negara di dunia, termasuk negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, telah kehilangan kepercayaan terhadap Washington.

Ia mengatakan, negara-negara tersebut menyimpulkan bahwa AS yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri juga tidak akan mampu melindungi sekutunya.

Iran klaim ratusan tentara AS tewas

Shekarchi juga menyampaikan klaim mengenai jumlah korban dari pihak AS dan Israel.

Ia mengatakan, berdasarkan bukti dan indikasi yang dimiliki Iran, ratusan personel militer AS tewas dan ribuan lainnya terluka dalam perang.

Sementara itu, Shekarchi mengeklaim lebih dari 1.000 personel militer Israel tewas dan ribuan lainnya terluka selama agresi militer Israel terhadap Iran yang dilakukan dengan kerja sama militer AS.

Shekarchi tidak merinci bukti yang menjadi dasar angka korban tersebut dalam pernyataan yang dikutip Tasnim.

Namun, ia menuduh Washington dan Tel Aviv berbohong mengenai jumlah korban militer mereka serta menyensor angka sebenarnya.

Shekarchi kemudian menyinggung perang AS di Afghanistan dan Irak sebagai contoh. Menurut dia, AS baru mengungkap kematian tentaranya bertahun-tahun setelah perang dan baru kemudian menyerahkan jenazah mereka kepada keluarga.

Iran tolak AS klaim Selat Hormuz

Shekarchi kemudian menyinggung Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu titik penting dalam ketegangan Iran dan AS.

Ia mengatakan bahwa Presiden AS, para pendukungnya, dan sekutunya telah dipandang sebagai simbol “kejahatan dan keburukan”.

“Tanggapan kami terhadap presiden dan para pemimpin AS adalah bahwa mereka hanya bisa bermimpi jika Selat Hormuz dianggap sebagai bagian dari wilayah mereka,” kata Shekarchi.

Dalam pernyataan lainnya, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengizinkan keberadaan pasukan AS di kawasan tersebut.

“Kami tidak akan membiarkan kehadiran orang Amerika di wilayah ini,” ujarnya.

Shekarchi menegaskan bahwa Iran bertekad mengusir pasukan AS dari Asia Barat.

Ia juga mengatakan kemampuan tempur Iran masih belum sepenuhnya digunakan dalam perang melawan AS.

Menurut dia, Iran tidak boleh mundur dalam berbagai bidang karena hal itu akan memberi kesempatan kepada musuh untuk bergerak lebih jauh.

“Kalau kita mundur di berbagai daerah, musuh akan maju 10 langkah,” kata Shekarchi, sebagaimana dikutip Mehr News.

Iran janji balas kematian Khamenei

Shekarchi juga menyampaikan ancaman pembalasan atas kematian pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Selain Khamenei, Shekarchi juga menyebut para siswa yang tewas di Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab, korban tewas di Lar, serta warga Iran lainnya yang disebutnya sebagai korban tak bersalah dalam konflik.

Ia mengatakan bahwa pembalasan tersebut mungkin terjadi cepat atau lambat, tetapi menurutnya pasti akan dilakukan.

Internasional Lainnya

Tarif Vlog Rp 600.000 di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Tentukan Harga Sendiri

Tarif Vlog Rp 600.000 di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Tentukan Harga Sendiri

14 jam lalu

Disparbud Kabupaten Bandung menegaskan tarif wisata swasta tidak dibatasi pemerintah. Namun, pengelola Rumah Pengabdi Setan diminta transparan.

Swipe untuk menutup

Tarif Vlog Rp 600.000 di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Tentukan Harga Sendiri

02/09/2026, 20:59 WIB
Tarif Vlog Rp 600.000 di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Tentukan Harga Sendiri
Editor: Tri Indriawati

KOMPAS.com, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, buka suara terkait polemik tarif Rp 600.000 untuk aktivitas pembuatan konten komersial di objek wisata Rumah Pengabdi Setan, Pangalengan.

Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kabupaten Bandung M. Sofiyurahman mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan besaran tarif di destinasi wisata yang dikelola pihak swasta.

Pemkab Bandung hanya dapat menetapkan harga tiket untuk tempat wisata yang dimiliki dan dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

"Tidak ada dan tidak boleh. Kami hanya boleh membuat aturan mengenai harga tiket untuk daya tarik wisata yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah. Untuk yang dimiliki swasta, kami tidak bisa," ujar Sofiyurahman kepada Tribun Jabar, Rabu (2/9/2026).

Tarif Tak Dibatasi Pemerintah

Menurut Sofiyurahman, pengelola destinasi wisata swasta pada prinsipnya dapat menentukan tarif berdasarkan kebijakan masing-masing.

Ia menyebut tidak ada ketentuan di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional yang secara khusus menetapkan batas nominal tarif objek wisata swasta.

Namun, pengelola tetap harus menyampaikan informasi mengenai harga secara transparan kepada calon pengunjung.

"Tidak ada aturan yang membatasinya, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Sepengetahuan saya, tidak ada aturan yang membatasi nominal harga, tetapi ada aturan yang menjelaskan tentang transparansi harga," katanya.

Pernyataan itu disampaikan setelah tarif pembuatan konten sebesar Rp 600.000 di Rumah Pengabdi Setan menjadi perbincangan di media sosial.

Polemik bermula dari pengalaman seorang wisatawan yang mempertanyakan biaya tambahan ketika hendak membuat vlog di lokasi tersebut.

Disparbud Minta Klarifikasi Pengelola

Setelah persoalan tersebut viral, Disparbud Kabupaten Bandung melakukan penelusuran terhadap kebijakan tarif yang diterapkan pengelola Rumah Pengabdi Setan.

Dari hasil penelusuran, tarif untuk kunjungan biasa maupun kegiatan komersial disebut telah diberlakukan sejak 2019.

Disparbud kemudian meminta klarifikasi langsung kepada pengelola.

"Dalam situasi ini, yang kami sampaikan tentunya adalah permohonan klarifikasi kepada pengelola. Alhamdulillah respons pengelola di sana sangat baik. Pengelola sudah diskusi dan ngobrol langsung menyampaikan kronologinya," ucapnya.

Sofiyurahman menegaskan, Disparbud tidak berada dalam posisi membela pengelola ataupun wisatawan.

Pemerintah daerah lebih menekankan pentingnya kejelasan informasi agar persoalan serupa tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pengelola Diminta Transparan

Disparbud meminta seluruh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Bandung mencantumkan tarif secara jelas dan mudah dilihat.

Menurut Sofiyurahman, transparansi membuat calon wisatawan dapat mempertimbangkan sejak awal apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

"Dengan begitu, pengunjung bisa langsung melihat harganya. Jika secara finansial dinilai kurang sesuai, pengunjung bisa memutuskan tidak masuk. Namun, jika sesuai, mereka bisa masuk. Ini bukan hanya untuk Rumah Pengabdi Setan, melainkan seluruhnya," ujarnya.

Selain transparansi harga, Disparbud juga mengingatkan pengelola mengenai pentingnya pelayanan kepada wisatawan.

Keramahtamahan dinilai tetap harus dijaga terlepas dari tinggi atau rendahnya tarif yang diberlakukan.

"Peningkatan hospitality dari pengelola wisata. Harga bisa saja murah, sedang, atau tinggi, tetapi pelayanan, bahasa, dan senyuman harus tetap dijaga. Itu yang menjadi penekanan kami agar penyampaian ke depannya bisa lebih baik," katanya.

Pengelola Jelaskan Tarif Rp 600.000

Pengelola Rumah Pengabdi Setan, Asep Suparman, sebelumnya menjelaskan bahwa tarif Rp 600.000 yang viral bukan merupakan tiket masuk reguler.

Biaya tersebut berlaku untuk kegiatan yang dinilai bersifat komersial.

"Kemudian untuk komersial itu berbeda dengan pengunjung biasa. Tarif komersial itu seperti kegiatan fun game, pre-wedding, family gathering, photoshoot produk lokal, pembuatan film, hingga membuat konten (vlog) atau live untuk komersial," ucap Asep.

Untuk wisatawan domestik, tiket masuk reguler ditetapkan Rp 15.000 pada siang hari dan Rp 25.000 pada malam hari.

Sementara wisatawan mancanegara dikenakan Rp 25.000 pada siang hari dan Rp 35.000 pada malam hari.

Adapun tarif kegiatan komersial berbeda berdasarkan jenis kegiatannya.

Kegiatan fun game, family gathering, pembuatan konten, maupun live komersial dikenakan biaya mulai Rp 600.000 hingga Rp 5 juta.

Tarif pre-wedding sebesar Rp 600.000, pemotretan produk sebesar Rp 7 juta, sedangkan pembuatan film berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.

Jumlah Followers Jadi Pertimbangan

Pengelola juga membenarkan adanya petugas yang menanyakan jumlah followers atau subscriber kreator konten.

Menurut Asep, jumlah pengikut menjadi salah satu pertimbangan pengelola dalam menentukan biaya untuk kegiatan komersial.

Besaran tarif disebut masih dapat dikomunikasikan antara pengelola dan pengguna lokasi.

"Kami juga enggak kaku, bisa nego atau gimana terkait tarif," ucap Asep.

Rumah Pengabdi Setan merupakan salah satu lokasi syuting film "Pengabdi Setan" garapan sutradara Joko Anwar yang dirilis pada 2017.

Setelah film tersebut populer, rumah di kawasan Pangalengan itu berkembang menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat.

Disparbud Kabupaten Bandung menegaskan, polemik tarif tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pengelola wisata swasta untuk mencantumkan harga secara terbuka serta meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kepada pengunjung.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Tarif Konten Rp600 Ribu Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud Jawab Aturan Tiket Wisata Swasta"

Viral Lainnya

Aksi Sepasang Pendaki Viral, Diduga Mesum di Kawasan Gunung Prau Wonosobo

Aksi Sepasang Pendaki Viral, Diduga Mesum di Kawasan Gunung Prau Wonosobo

15 jam lalu

Aksi sepasang pendaki viral di media sosial. Mereka diduga melakukan tindakan mesum di kawasan Gunung Prau, Wonosobo.

Swipe untuk menutup

Aksi Sepasang Pendaki Viral, Diduga Mesum di Kawasan Gunung Prau Wonosobo

02/09/2026, 20:01 WIB
Aksi Sepasang Pendaki Viral, Diduga Mesum di Kawasan Gunung Prau Wonosobo

WONOSOBO, KOMPAS.com – Video yang memperlihatkan sepasang pendaki diduga melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria dan perempuan berada di area perbukitan. Keduanya tampak berdekatan dan berpelukan dalam posisi berbaring.

Salah seorang porter Gunung Prau, Fajar Fata mengatakan, video itu direkam pada Sabtu (29/8/2026), kemudian beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

"Itu di jalur Dieng. Jadi di lokasinya itu di bawah puncak Dieng.Jadi puncak Dieng turun, ada bukit. Nah, di sebelah situ di perbukitan," kata Fajar pada Rabu (2/9/2026)

Fajar menyayangkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kawasan gunung semestinya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam sekaligus menjaga kenyamanan dan etika bersama.

"Untuk saya sendiri sebagai porter, saya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena membuat gaduh dan viral. Alam yang seharusnya bisa dinikmati keindahannya menjadi tercemar oleh kejadian tersebut," ujar Fajar.

Harus Bijak Sebagai Pendaki

Fajar mengingatkan para pendaki agar kembali pada tujuan utama mendaki gunung, yakni menikmati alam dan menjaga kelestariannya.

Dia juga meminta pendaki tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

"Bijaklah sebagai pendaki. Kalau bisa ingat tujuan untuk naik gunung. Kita hanya untuk menikmati keindahan alam yang ada di gunung, khususnya di Prau," katanya.

Dia juga mengingatkan pendaki agar tidak meninggalkan sampah maupun melakukan tindakan yang melanggar norma kesopanan.

"Foto boleh, tetapi jangan sampai meninggalkan sampah. Jangan melakukan hal-hal mesum seperti video yang viral kemarin," ujarnya.

Fajar menegaskan bahwa setiap pendaki yang hendak melakukan perjalanan telah diberikan pemahaman mengenai aturan selama berada di kawasan Gunung Prau.

Aturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pendakian, tetapi juga mencakup kewajiban menjaga kebersihan, menghormati sesama pendaki, serta menjaga etika dan norma.

Fajar berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Gunung bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang bersama. Jadi, kita harus saling menghormati," kata dia.

Viral Lainnya

3 Demo Mahasiswa dan Pekerja di Jakarta Hari Ini, Potensi Macet di Titik Berikut

3 Demo Mahasiswa dan Pekerja di Jakarta Hari Ini, Potensi Macet di Titik Berikut

11 jam lalu

Tiga aksi demonstrasi dari elemen mahasiswa dan pekerja dijadwalkan digelar di wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (3/9/2026).

Swipe untuk menutup

3 Demo Mahasiswa dan Pekerja di Jakarta Hari Ini, Potensi Macet di Titik Berikut

03/09/2026, 00:00 WIB
3 Demo Mahasiswa dan Pekerja di Jakarta Hari Ini, Potensi Macet di Titik Berikut

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga aksi demonstrasi dari elemen mahasiswa dan pekerja dijadwalkan digelar di wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (3/9/2026).

Kasubsi Penmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri menyebutkan, aksi unjuk rasa pertama akan digelar oleh aliansi mahasiswa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Unjuk rasa pertama dari BEM STMIK Jayakarta, Foma Anti Korupsi, Himit Jayakarta, BEM STIE Jayakarta dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir," kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Sementara itu, titik aksi kedua dijadwalkan menyasar kawasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/MPR) RI, Jakarta Pusat.

Aksi di depan Gedung DPR RI ini juga akan digelar oleh kelompok aliansi mahasiswa yang sama.

"Aksi unjuk rasa titik kedua oleh BEM STMIK Jayakarta, Foma Anti Korupsi, Himit Jayakarta, dan BEM STIE Jayakarta bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI," jelas Erlyn.

Untuk titik aksi ketiga, unjuk rasa akan digelar oleh elemen serikat pekerja yang menyasar kawasan perkantoran Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Unjuk rasa ketiga dari Federasi Serikat Pekerja Mandiri Regional Jabodetabek di Kantor PT Angkasa Pura Suport, Sainath Tower," ujarnya.

Untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat di tiga lokasi tersebut, total 987 aparat kepolisian disiagakan

Apel gelar pasukan pun dilakukan secara bertahap, yakni sejak pukul 08.00 WIB di tiga titik tersebut.

"Sebanyak 987 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk pengamanan aksi unjuk rasa bersama tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya," tutur Erlyn.

Polisi pun menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas di sekitar titik-titik aksi secara situasional, menyesuaikan dengan dinamika dan eskalasi jumlah massa di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi adanya kepadatan lalu lintas.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," tutup Erlyn.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui