Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

8 jam lalu

BSI menghadirkan Green Zakat untuk mengubah sampah anorganik menjadi saldo BSI Emas dan memberdayakan mustahik.

Swipe untuk menutup

Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

20/06/2026, 16:13 WIB
Implementasikan Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memperkuat peran keuangan syariah dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan melalui implementasi Green Zakat.

Dalam program ini, BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan BSI Waste Management.

Program tersebut dirancang untuk memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui tabungan BSI Emas.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, zakat memiliki peran strategis dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, zakat tidak hanya dapat dimaknai sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan.

“Zakat memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Bob dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

Bob mengatakan, pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan manfaat lebih luas. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan penerima zakat, tetapi juga masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan.

Sejak merger hingga 2025, BSI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan dana zakat Rp 1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sampah jadi produk bernilai

Dalam BSI Waste Management, dana zakat dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. 

Sampah yang dikumpulkan akan dipilah dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja hasil daur ulang yang memiliki nilai jual. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi mustahik.

Selain itu, program ini juga dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan dan mendorong kemandirian ekonomi.

Bob mengatakan, BSI ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Sampah tidak lagi dilihat hanya sebagai limbah, tetapi juga sumber daya yang dapat memberi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Green Zakat menjadi jembatan antara pemberdayaan mustahik, pelestarian lingkungan, dan peningkatan literasi investasi masyarakat,” tutur Bob.

Sampah bisa jadi saldo emas

Selain menyasar mustahik, program ini juga melibatkan masyarakat luas. Melalui kios daur ulang yang disediakan BSI, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik. Sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas.

Masyarakat akan menerima saldo dalam bentuk rekening emas setelah nilai sampah yang terkumpul mencapai minimal Rp 55.000.

Dengan mekanisme tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi instrumen investasi masa depan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Masyarakat diajak memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungan sekitar. Pada saat bersamaan, mereka juga diperkenalkan pada konsep menabung emas.

Respons terhadap persoalan sampah

BSI sendiri menghadirkan program Green Zakat sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan sampah nasional yang semakin kompleks.

Produksi sampah Indonesia mencapai sekitar 30 juta ton per tahun. Melihat kondisi tersebut, BSI menilai perlu ada solusi berbasis keuangan sosial syariah yang dapat memberikan dampak nyata.

Dampak tersebut mencakup pengurangan timbunan sampah, peningkatan literasi lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Pada tahap awal implementasi, program ini menyasar lebih dari 20 kepala keluarga atau 73 penerima manfaat di kawasan Bantar Gebang dan Tangerang Selatan.

Program ini menargetkan pengelolaan lebih dari 27 ton sampah daur ulang. Selain itu, BSI ingin memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Untuk mendukung pelaksanaan program, BSI mengalokasikan bantuan senilai Rp 1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan pengelolaan sampah, pengembangan keterampilan produksi barang daur ulang, serta pembangunan fasilitas kios Waste Management. Kios tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi para mustahik.

Lima kios dibuka bertahap

Untuk memperluas jangkauan manfaat, BSI akan mengoperasikan lima kios Waste Management secara bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026.

Lima titik tersebut berada di Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Center Bekasi, Perumahan Malibu Village Tangerang, Pasar Paramount Serpong, Perumahan Villa Dago Pamulang, dan Perumahan Kampung Utan Pertamina Ciputat.

Salah satu pilot project pertama program ini dilaksanakan di Hafidz Center Indonesia, Bekasi. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Iddy Muzayyad, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro, National Project Coordinator UNDP Indonesia Made Dwi Rani, serta Pimpinan Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Center Ustadz Bahrudin.

Melalui kehadiran kios tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses fasilitas daur ulang. Para mustahik dapat turut memperoleh ruang usaha dan keterampilan baru untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dukung pembangunan berkelanjutan

Program Green Zakat BSI juga selaras dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan aksi terhadap perubahan iklim.

Ke depan, BSI akan terus mengembangkan inovasi pendayagunaan Green Zakat sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan mengintegrasikan keuangan sosial syariah, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, zakat diharapkan dapat menjadi katalis perubahan.

Sampah dapat diubah menjadi berkah melalui program tersebut. Sementara itu, mustahik didorong semakin mandiri dan masyarakat diajak membangun masa depan yang lebih hijau serta inklusif.

Brandzview Lainnya

Prediksi Skor Belanda Vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026

Prediksi Skor Belanda Vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026

9 jam lalu

Laga Belanda vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026 bakal digelar pada hari Minggu (21/6/2026) pukul 00.00 WIB.

Swipe untuk menutup

Prediksi Skor Belanda Vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026

20/06/2026, 15:30 WIB
Prediksi Skor Belanda Vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026

KOMPAS.com - Belanda akan menghadapi salah satu partai krusial melawan Swedia pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026.

Laga Belanda vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026 bakal digelar pada hari Sabtu (20/6/2026) waktu setempat atau Minggu (21/6/2026) pukul 00.00 WIB di Stadion Houston, Amerika Serikat.

Belanda dihadapkan pada partai yang harus dimenangi untuk bisa membuka peluang menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Swedia Lawan Berbahaya untuk Belanda

Sebab, De Oranje meraih hasil imbang 1-1 ketika melawan Jepang yang membuat mereka hanya mendapatkan satu poin di partai pertama.

Namun, lawan Belanda di partai kedua Grup F Piala Dunia 2026 tidaklah mudah, mengingat Swedia justru tampil kesetanan di partai pertama.

Pasukan arahan Graham Potter secara perkasa mampu menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 pada hari Senin (15/6/2026).

Lima gol Swedia dicetak oleh Yasin Ayari (7' dan 90+6), Alexander Isak (30'), Viktor Gyokeres (59'), dan Mattias Svanberg (84'), sedangkan Tunisia sempat membalas melalui Omar Rekik (43').

Apalagi, gelandang andalan Belanda di Piala Dunia 2026, Frenkie de Jong berpotensi absen lantaran cedera, seperti dikonfirmasi oleh sang pelatih, Ronald Koeman.

“Frenkie (De Jong) merasakan ketidaknyamanan di bawah area perutnya," ungkap Ronald Koeman dilansir dari SPORT.

Laga Belanda Tanpa De Jong

Kondisi ini membuat Koeman diprediksi akan memilih antara Teun Koopmeiners atau Marten De Roon sebagai pengganti De Jong. Sementara dua slot gelandang Belanda lainnya diisi oleh Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders.

Selain itu, Belanda juga diprediksi akan kembali bertumpu pada Donyell Malen, Crysencio Summerville dan Cody Gakpo untuk meraih gol ke gawang Swedia.

Di sisi lain, Swedia yang dilatih oleh Graham Potter akan mengandalkan Victor Lindeloef sebagai pilar di lini belakang.

Sementara, duet Yasin Ayari dan Jesper Karlstrom akan jadi andalan Swedia untuk mengalirkan bola ke depan, mendukung Benjamin Nygren sebagai gelandang serang.

Swedia juga masih akan mengandalkan Anthony Elanga dan Viktor Gyokeres sebagai juru gedor dan berpotensi merepotkan pertahanan Belanda.

Prediksi Line Up Belanda vs Swedia

Netherlands (4-3-3): Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Micky van de Ven; Ryan Gravenberch, Marten De Roon, Tijjani Reijnders; Crysencio Summerville, Donyell Malen, Cody Gakpo.

Pelatih: Ronald Koeman

Sweden (3-4-1-2): Kristoffer Nordfeldt; Gustaf Lagerbielke, Isak Hien, Victor Nilsson Lindelöf; Alexander Bernhardsson, Jesper Karlström, Yasin Ayari, Gabriel Gudmundsson; Benjamin Nygren; Viktor Gyökeres, Anthony Elanga.

Prediksi Skor Belanda vs Swedia

Whoscored

Belanda vs Swedia 2-1

Flashscore

Belanda vs Swedia 2-1

Sports Illustrated

Belanda vs Swedia 3-2

Terpopuler Lainnya

Tatanan Dunia Baru Resmi Lahir, Berkah atau Petaka?

Tatanan Dunia Baru Resmi Lahir, Berkah atau Petaka?

10 jam lalu

Di Eropa, runtuhnya tatanan dunia liberal dipandang sebagai petaka. Namun di Asia, ia dipahami sebagai awal dari tatanan baru.

Swipe untuk menutup

Tatanan Dunia Baru Resmi Lahir, Berkah atau Petaka?

20/06/2026, 14:01 WIB
Tatanan Dunia Baru Resmi Lahir, Berkah atau Petaka?

Penulis: Rodion Ebbighausen/DW Indonesia

KOMPAS.com - Invasi Rusia di Ukraina, agresi Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump, serta tuduhan genosida oleh Israel di Palestina: Tatanan dunia yang terbentuk setelah Perang Dunia II kian terasa mendekati akhir usia.

Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam Konferensi Keamanan Muenchen pada Februari 2026 mengatakan, "Tatanan ini, meskipun tidak pernah sempurna bahkan pada masa terbaiknya, sudah tidak lagi ada dalam bentuk yang kita kenal."

Namun, keterkejutan Eropa terhadap perubahan dunia dipandang berbeda di Asia. Mantan diplomat Singapura Bilahari Kausikan, dalam percakapannya dengan DW di forum keamanan Asia Shangri-La Dialogue, menilai bahwa persaingan dan konflik merupakan sifat mendasar hubungan internasional.

"Selama sekitar dua dekade, dari runtuhnya Tembok Berlin hingga krisis keuangan global, kenyataan keras ini tertutupi. Padahal periode itu merupakan fase yang luar biasa dalam sejarah dunia," ujarnya.

Menurut Kausikan, Eropa terlalu percaya bahwa "rimba liar" politik internasional telah dijinakkan secara permanen. Derasnya perubahan politik global mengejutkan Eropa yang masih berpegang pada tatanan lama. 

Amerika tak akan kembali

Ilmuwan politik sekaligus Direktur Kantor Asia-Pasifik Friedrich-Ebert-Stiftung, Marc Saxer, menjelaskan bahwa perbedaan cara pandang antara Eropa dan Asia lahir dari pengalaman sejarah yang berbeda.

Selama puluhan tahun, Eropa mampu memupuk kemakmuran dalam tatanan dunia liberal di bawah payung keamanan Amerika Serikat. Bagi banyak negara Asia, pengalaman itu tidak pernah benar-benar ada. 

Saxer meyakini tatanan dunia liberal dan era dunia unipolar telah berakhir. Dia menilai Amerika Serikat tidak akan kembali memainkan peran global seperti sebelum dekade 2010-an.

Washington, menurutnya, mengalami kelelahan karena harus menghadapi berbagai medan konflik sekaligus, Eropa, Timur Tengah, dan Indo-Pasifik.

Ambisi besar negara kaya

Thomas Kleine-Brockhoff dari German Council on Foreign Relations sebaliknya melihat kebijakan luar negeri Washington kini didorong semangat imperial.

Menurut dia, Amerika Serikat tengah mencoba membentuk dunia yang didominasi negara-negara besar—semacam direktorat global bersama Rusia dan China, yang membagi dunia ke dalam wilayah pengaruh masing-masing. 

Akibatnya, peran hukum internasional dan lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa semakin tergerus oleh tindakan sepihak AS, China, dan Rusia, meski masing-masing punya motif dan tujuan yang berbeda.

Marc Saxer menyebut hasil perkembangan ini sebagai "dunia serigala" (Wolfswelt): Sebuah dunia ketika hukum pihak yang lebih kuat mengalahkan kekuatan hukum itu sendiri.

Perlawanan poros tengah

Sebagian besar negara di dunia tentu tidak berkepentingan menghidupkan kembali imperialisme. Lalu bagaimana bentuk perlawanan yang mungkin muncul? Kleine-Brockhoff melihat setidaknya tiga pola respons.

Jepang, yang berada di dekat kebangkitan kekuatan China dan memiliki sedikit mitra dengan pandangan serupa di kawasan Indo-Pasifik, tidak memiliki banyak pilihan selain mempererat kerja sama dengan Amerika Serikat.

Eropa memilih jalur lain: Memperkuat diri secara ekonomi dan militer. Dalam masa transisi ini, Eropa tetap berusaha mempertahankan hubungan dengan Amerika selama mungkin, sambil membangun kemandirian.

Model ketiga datang dari gagasan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia Davos 2026. Dia mengusulkan koalisi tandingan, semacam poros tengah.

"Tatanan lama tidak akan kembali. Kita tidak seharusnya meratapinya. Nostalgia bukanlah strategi. Dari keruntuhan ini, kita dapat membangun sesuatu yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih adil. Itulah tugas negara-negara menengah,” kata Carney. 

Menegosiasikan tatanan dunia multipolar

Saxer memiliki pandangan yang sejalan dengan Carney. Menurutnya, perubahan sejarah saat ini berbeda karena untuk kali pertama selama berabad-abad, negara-negara non-Barat akan ikut menentukan bentuk tatanan dunia berikutnya.

Di masa depan, tatanan dunia tidak lagi identik dengan proses westernisasi.

Konsep mengenai aturan global harus mempertimbangkan pandangan China yang lebih menekankan kepentingan kolektif daripada individu, serta ikut menyertakan dunia muslim yang berakar pada komunitas umat beriman.

Meski demikian, di dalam setiap model tetap terdapat perbedaan dan konflik internal, seperti perbedaan antara Islam Sunni dan Syiah.

Bertahan di kandang serigala

Untuk menghadapi dunia yang baru ini, Saxer menawarkan tiga prinsip utama.

Pertama, kerja sama tidak hanya melibatkan negara-negara besar atau menengah, tetapi juga negara kecil seperti Selandia Baru, Norwegia, atau Singapura. Setiap negara yang bersedia menangani persoalan global secara proaktif dan konstruktif harus dilibatkan.

Kedua, kerja sama sebaiknya tidak dibangun sebagai sebuah aliansi yang berpotensi menciptakan blok-blok baru, melainkan sebagai "kemitraan poros tengah”.

Ketiga, penyelesaian tantangan global tidak dapat hanya bergantung pada koalisi negara demokrasi yang memiliki kesamaan nilai. Kemitraan tersebut harus membuka ruang bagi semua negara yang berorientasi pada solusi, tanpa memandang sistem politik domestiknya.

Helsinki 2.0

Pendekatan pragmatis ini melampaui politik luar negeri yang semata-mata didasarkan pada kesamaan nilai.

Jika sebelumnya negara mencari "mitra yang sepemikiran", kini yang lebih penting adalah menemukan "mitra kepentingan".

Negara dapat bekerja sama dalam isu yang memiliki kepentingan bersama, seperti perubahan iklim atau kesehatan global, tetapi bersikap berbeda dalam isu lain. Meski demikian, prinsip-prinsip mendasar seperti hak asasi manusia tetap harus dijaga.

Untuk mencapai hal tersebut, Saxer membayangkan konsep "Helsinki 2.0”.

Dia merujuk pada Konferensi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (KSZE) pada awal 1970-an ketika Amerika Serikat, Uni Soviet, negara-negara NATO, dan negara-negara Pakta Warsawa menyepakati prinsip bersama yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Helsinki.

Kesepakatan itu bukan perjanjian hukum yang mengikat, tetapi menjadi kerangka pengelolaan keamanan dengan prinsip "universalisme tanpa campur tangan”.

Menurut Saxer, pendekatan serupa kembali relevan di era sekarang. 

Fragmentasi geopolitik

Namun, Kleine-Brockhoff meragukan stabilitas model seperti itu. Menurutnya, setiap tatanan membutuhkan kekuatan militer yang mampu menjaga aturan dan memastikan aturan tersebut ditaati.

Kemitraan yang hanya didasarkan pada kepentingan dinilai rapuh. Negara-negara mungkin bekerja sama dalam kebijakan iklim, tetapi saling berhadapan dalam persoalan keamanan.

Oleh karena itu, dia melihat kemungkinan munculnya dunia multi-tatanan: Berbagai model tatanan hidup berdampingan dengan kemampuan terbatas untuk memengaruhi pihak lain.

Contohnya adalah kelompok negara yang memiliki pandangan serupa seperti Uni Eropa, Jepang, dan Australia, tetapi pengaruhnya kemungkinan hanya terbatas pada lingkaran sendiri.

Masa sulit bagi kepentingan masyarakat dunia

Konsekuensi dari fragmentasi dunia ini adalah semakin sulitnya menjaga kepentingan publik global. Upaya membatasi perubahan iklim, mengelola ancaman kesehatan seperti pandemi, serta menjaga perdamaian internasional akan menjadi semakin rumit.

Kleine-Brockhoff memperingatkan munculnya era "penumpang gelap tanpa akhir", ketika aktor-aktor internasional lebih memilih menikmati keuntungan sendiri daripada ikut menanggung tanggung jawab bersama.

Untuk mencegah skenario itu, Saxer melihat tidak ada pilihan selain membangun kerja sama pragmatis antarnegara yang memiliki kepentingan yang bertemu.

Konsep realisme transformatif yang ia tawarkan dianggap sebagai jalan untuk mengintegrasikan berbagai pandangan mengenai tatanan dunia setelah berakhirnya era liberal, sambil menghindari kembalinya politik blok seperti pada masa Perang Dingin.

Artikel ini pernah tayang di DW Indonesia dengan judul: Lahirnya Tatanan Dunia Baru, Berkah atau Petaka?

Internasional Lainnya

Awalnya Beri Rp 100.000, Pemilik Uang Rp 3,6 Miliar Bantah Ajak Kusmiah Umrah karena Viral

Awalnya Beri Rp 100.000, Pemilik Uang Rp 3,6 Miliar Bantah Ajak Kusmiah Umrah karena Viral

2 jam lalu

Pemilik uang Rp 3,6 miliar membantah ajakan umrah untuk Kusmiah diberikan karena viral setelah awalnya memberi Rp 100.000 sebagai tanda terima kasih.

Swipe untuk menutup

Awalnya Beri Rp 100.000, Pemilik Uang Rp 3,6 Miliar Bantah Ajak Kusmiah Umrah karena Viral

20/06/2026, 22:15 WIB
Awalnya Beri Rp 100.000, Pemilik Uang Rp 3,6 Miliar Bantah Ajak Kusmiah Umrah karena Viral
Editor: Tri Indriawati

BREBES, KOMPAS.com - H Kliwon Alwawan, pemilik uang Rp 3,6 miliar yang diselamatkan juru parkir perempuan bernama Kusmiah (61), membantah keputusannya memberangkatkan Kusmiah umrah dilakukan karena kasus tersebut viral.

Kliwon mengatakan, ajakan umrah itu diberikan sebagai bentuk terima kasih atas keberanian Kusmiah yang membantu menggagalkan percobaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Ahmad Yani, Brebes, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, kisah Kusmiah menjadi sorotan setelah ia disebut hanya menerima uang terima kasih Rp 100.000.

Uang itu bahkan dibagikan kepada tiga rekan lainnya yang turut berada di lokasi.

Awalnya Beri Rp 100.000

Kusmiah sempat menjadi perhatian publik setelah menyelamatkan uang Rp 3,6 miliar dari percobaan pencurian.

Namun, imbalan awal yang diberikan kepada Kusmiah disebut hanya Rp 100.000.

Uang tersebut kemudian dibagi kepada tiga rekan Kusmiah lainnya.

Kabar itu ramai dibicarakan karena banyak warganet menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan risiko yang diambil Kusmiah saat membantu menggagalkan aksi pencurian.

Beberapa hari setelah kejadian, Kliwon bersama istrinya mendatangi rumah Kusmiah di Kecamatan Jatibarang, Brebes, Kamis (18/6/2026).

Kedatangan itu dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan niat memberangkatkan Kusmiah umrah.

Kliwon Bantah Hadiahi Umrah karena Viral

Kliwon mengatakan, ajakan umrah kepada Kusmiah bukan keputusan yang muncul setelah kabar imbalan Rp 100.000 menjadi viral.

Ia mengaku masih terpukul setelah mengalami percobaan pencurian yang hampir membuat uang miliaran rupiah miliknya raib.

Menurut Kliwon, saat kejadian berlangsung, ia berada dalam kondisi panik dan gemetar.

"Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp100 ribu," kata Kliwon.

"Saya datang ke rumah Bu Kusmiah bukan karena setelah viral, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak Bu Kusmiah umroh, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka'bah," pungkasnya.

Kliwon mengatakan, sehari setelah kejadian, ia langsung meminta adiknya mencari alamat Kusmiah.

Ia merasa keluarganya telah ditolong secara tulus oleh Kusmiah, meski perempuan itu tidak mengenalnya.

"Bukan karena uangnya. Saya dan keluarga merasa ditolong dengan sangat ikhlas. Bu Kusmiah tidak mengenal kami, tapi beliau berani mengambil risiko demi membantu orang lain," ungkapnya.

Kusmiah Tak Menyangka Diajak Umrah

Kusmiah mengaku tidak menyangka kedatangan Kliwon dan istrinya ke rumah akan membawa kabar besar.

Awalnya, ia hanya mengetahui bahwa Kliwon datang untuk bersilaturahmi dan menyampaikan terima kasih.

"Awalnya ya saya enggak ngomong apa-apa sama Pak Haji Kliwon-nya, dibilangnya bu saya ke sini dari Kluwut mau silaturahmi tapi sebagai tanda terimakasih, saya mau ngajak umrah mau enggak," ujarnya menirukan Kliwon saat ditemui media di kediamannya pada Jumat (19/6/2026) sore.

Mendengar ajakan umrah tersebut, Kusmiah langsung menangis haru.

Ia mengaku tidak memiliki biaya untuk menunaikan umrah secara mandiri.

"Ya kalo Pak Haji sama Bu Haji mau ngajak umrah saya, ya silahkan. Saya maturnuwun sanget," kata Kusmiah.

"Umrah sendiri saya enggak punya duit, njenengan mau ngebrangkatin ya Alhamdulillah Pak Haji, saya bilang seperti itu," ungkapnya sambil menangis haru.

Paspor Kusmiah Mulai Diurus

Setelah pertemuan dengan Kliwon, Kusmiah disebut mulai menjalani proses pengurusan paspor.

Sejumlah koper baru juga mulai disiapkan untuk membawa perlengkapan selama berada di Tanah Suci.

Kusmiah mengatakan, ada orang yang datang ke rumahnya untuk meminta dokumen kependudukan sebagai syarat pembuatan paspor.

"Pagi tadi ada orang ke sini, minta KTP sama KK untuk bikin Parpor, katanya mau berangkat tanggal 7 Agustus mendatang," katanya.

Kusmiah mengaku bersyukur karena keinginannya melihat Ka'bah akan segera terwujud.

Keberanian Kusmiah Selamatkan Uang Rp 3,6 Miliar

Peristiwa itu bermula saat Kusmiah membantu menggagalkan percobaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil Pajero di Jalan Ahmad Yani, Brebes.

Uang senilai Rp 3,6 miliar milik Kliwon berhasil diselamatkan dari percobaan pencurian tersebut.

Aksi Kusmiah mendapat perhatian karena ia berani mengambil risiko untuk membantu orang lain yang tidak dikenalnya.

Kisah tersebut kemudian viral, terutama setelah publik mengetahui imbalan awal yang diterima Kusmiah hanya Rp 100.000 dan dibagi bersama tiga rekannya.

Meski demikian, Kliwon menegaskan keputusan mengajak Kusmiah umrah lahir dari rasa terima kasih dan keikhlasan keluarga.

Kini, Kusmiah bersiap berangkat ke Tanah Suci sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya menyelamatkan uang Rp 3,6 miliar dari aksi percobaan pencurian.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Tangis Haru Kusmiah Jukir di Brebes yang Gagalkan Perampokan Rp 3,6 Miliar, Bakal Berangkat Umroh"

Viral Lainnya

Sudinhub Jaktim Minta Maaf dan Datangi Rumah Ojol yang Viral Usai Motornya Diangkut

Sudinhub Jaktim Minta Maaf dan Datangi Rumah Ojol yang Viral Usai Motornya Diangkut

2 jam lalu

Dishub Jaktim mendatangi rumah ojol yang viral menangis saat motornya diangkut dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan.

Swipe untuk menutup

Sudinhub Jaktim Minta Maaf dan Datangi Rumah Ojol yang Viral Usai Motornya Diangkut

20/06/2026, 22:00 WIB
Sudinhub Jaktim Minta Maaf dan Datangi Rumah Ojol yang Viral Usai Motornya Diangkut

JAKARTA, KOMPAS.com – Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mendatangi kediaman pengemudi ojek online (ojol) Sulis Agung Wibowo yang videonya viral usai sepeda motornya diangkut saat penertiban parkir liar.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu (20/6/2026).

Kepala Sudinhub Jakarta Timur Harlem Simanjuntak mengatakan, pertemuan itu dilakukan untuk meluruskan kronologi penertiban sekaligus menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bagi jajarannya.

"Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi," ujar Harlem dalam keterangan resminya, Sabtu.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat setelah video tersebut tersebar luas di media sosial.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat," kata Harlem.

Dishub Jelaskan Kronologi Penertiban

Menurut Harlem, penertiban dilakukan pada Rabu (17/6/2026) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu, petugas menindak kendaraan yang kedapatan parkir di atas trotoar dan bukan di lokasi parkir resmi.

Ia menjelaskan, Sulis baru mendatangi petugas ketika sepeda motornya sudah berada di atas mobil angkut Dishub.

"Pada saat penertiban, yang bersangkutan datang ketika kendaraan sudah berada di atas mobil angkut," ujar Harlem.

Karena proses pengangkutan sedang berlangsung dan demi menjaga keselamatan petugas serta pengguna jalan lainnya, Sulis kemudian diarahkan untuk mengikuti petugas ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur.

Di kantor tersebut, Sulis diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir.

"Setelah proses administrasi selesai, sepeda motornya langsung dikembalikan tanpa dikenakan biaya," ungkapnya.

Sulis Akui Salah Parkir

Sementara itu, Sulis mengakui dirinya memang melakukan kesalahan karena memarkirkan kendaraan tidak pada tempat yang semestinya.

"Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi," ujar Sulis.

Sebelumnya, video Sulis yang menangis dan memohon kepada petugas agar sepeda motornya tidak diangkut saat operasi penertiban parkir liar menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Sulis mengaku membutuhkan sepeda motor untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online dan mencari nafkah bagi keluarganya.

"Saya pengen nyari duit, Pak. Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6 saya keluar, baru ini, Pak!" ujar Sulis dalam video yang beredar.

Ia juga meminta keringanan kepada petugas karena khawatir tidak dapat bekerja apabila sepeda motornya dibawa.

"Tolong... tolong Pak, tolong! Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan, tolong, Pak!" katanya.

Sulis mengaku tidak memiliki uang untuk menyewa kendaraan pengganti apabila sepeda motornya ditahan. Meski Sulis terus memohon, petugas tetap melanjutkan proses penertiban karena kendaraan telah lebih dahulu dimuat ke mobil angkut.

Video tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warganet menyampaikan simpati terhadap kondisi Sulis, sementara sebagian lainnya menilai penertiban tetap perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban serta fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki.

Viral Lainnya

Kapolri Buka Suara soal Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi

Kapolri Buka Suara soal Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi

1 hari lalu

Kapolri menyebut penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa merupakan bagian prosedur penyidikan sebelum pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

Swipe untuk menutup

Kapolri Buka Suara soal Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi

20/06/2026, 00:00 WIB
Kapolri Buka Suara soal Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi
Penulis: Asip Agus Hasani
|
Editor: Ihsanuddin

BLITAR, KOMPAS.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara terkait penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa dalam perkara dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.

Menurut Listyo, langkah yang dilakukan penyidik merupakan bagian dari prosedur hukum yang harus ditempuh sebelum berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kemarin sudah dijelaskan ya oleh Pak Kapolda bahwa itu merupakan rangkaian dari kegiatan yang harus dilakukan oleh penyidik sebelum diserahkan tahap II ke kejaksaan,” ujar Listyo kepada awak media di kompleks Makam Presiden Soekarno (Bung Karno), Kota Blitar, Sabtu (20/6/2026).

Listyo menjelaskan, setelah suatu perkara dinyatakan lengkap atau P21, penyidik memiliki kewajiban menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada pihak kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

Karena itu, menurut dia, sejumlah tahapan administratif dan pemeriksaan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum proses pelimpahan dilaksanakan.

“Setelah dinyatakan P21, maka penyidik harus menyerahkan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan,” katanya.

Kapolri juga mengulang penjelasan yang sebelumnya disampaikan Polda Metro Jaya mengenai prosedur yang dijalani Roy Suryo dan dr Tifa setelah diamankan.

“Kegiatannya kemarin sudah dijelaskan ada kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan administrasi untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik sebelum diserahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

Meski demikian, Listyo tidak bersedia memberikan penjelasan lebih rinci terkait substansi perkara maupun proses penangkapan kedua tersangka.

Ia hanya menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dilakukan penyidik merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum yang berlaku.

Kuasa Hukum Protes Penangkapan

Sebelumnya, Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap penyidik Polda Metro Jaya di kediaman masing-masing.

Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menyebut penangkapan terhadap kliennya sebagai tindakan represif dan tidak beradab.

Ia mengungkapkan sejumlah penyidik bahkan masuk ke kamar pribadi Roy saat proses penangkapan berlangsung.

Sementara itu, dr Tifa dijemput penyidik di apartemennya pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 06.47 WIB.

Penasihat hukum dr Tifa, Ramdansyah, menyatakan kliennya saat itu seharusnya mengikuti ujian program doktoral di Universitas Indonesia.

Kasus yang menjerat Roy Suryo dan dr Tifa berkaitan dengan perkara dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui