Herdman Ungkap Penyebab Dean Zandbergen Sulit Bela Timnas Indonesia

Herdman Ungkap Penyebab Dean Zandbergen Sulit Bela Timnas Indonesia

12 jam lalu

Dalam wawancara terbaru, John Herdman mengungkap penyebab kesulitan Dean Zandbergen jalani proses naturalsiasi bagi Timnas Indonesia.

Swipe untuk menutup

Herdman Ungkap Penyebab Dean Zandbergen Sulit Bela Timnas Indonesia

17/10/2026, 16:37 WIB
Herdman Ungkap Penyebab Dean Zandbergen Sulit Bela Timnas Indonesia
Penulis: Ahmad Yasin
|
Editor: Ahmad Yasin

KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan alasan penyerang Dean Zandbergen sulit melanjutkan proses naturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda.

Kendala utama terletak pada persyaratan garis keturunan pemain VVV Venlo tersebut, sehingga peluangnya membela Indonesia sejauh ini belum dapat terwujud.

Herdman membicarakan persoalan itu saat menjawab pertanyaan mengenai kebutuhan Timnas Indonesia di posisi penyerang tengah dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com, Jumat (16/10/2026) pagi hari WIB.

Menurut dia, posisi tersebut masih menjadi perhatian karena pilihan pemain untuk mengisi lini depan belum sepenuhnya ideal.

Dean Zandbergen Terkendala Garis Keturunan

Herdman mengakui Timnas Indonesia sempat mendekati Zandbergen untuk membuka peluang naturalisasi.

Namun, hasil penelusuran dokumen menunjukkan garis keturunan sang pemain tidak memenuhi ketentuan karena hubungan keluarganya berasal dari buyut.

"Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat; itu dari buyutnya, jadi Anda memiliki peluang-peluang ini, lalu kami melakukan semua riset, dan hasilnya seperti, 'Ah, sudah sangat dekat, tetapi belum memenuhi syarat.'"

Persyaratan garis keturunan menjadi kendala bagi penyerang berusia muda itu untuk memperoleh kesempatan membela Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Zandbergen, penyerang VVV Venlo, pernah menunjukkan minat besar untuk memperkuat skuad Garuda. 

Herdman Soroti Kebutuhan Penyerang Tengah

Herdman juga menyinggung kebutuhan Timnas Indonesia terhadap penyerang tengah.

Menurut Herdman, posisi tersebut masih menjadi tantangan karena pemain berpotensi di lini depan juga memiliki peluang membela negara lain.

"Ya, tentu saja. Tentu saja, dan saya pikir tantangannya adalah siapa pun yang bermain di posisi tersebut sudah melirik peluang di negara lain, itu sudah pasti," ujar sang pelatih.

Meski menghadapi kendala, Herdman percaya Indonesia masih memiliki banyak penyerang berbakat.

Ia menyatakan upaya naturalisasi akan tetap dilakukan terhadap pemain yang ingin berkontribusi serta bersedia tinggal di Indonesia.

"Namun saya pikir kita memang membawa banyak penyerang berbakat ke negara ini, dan saya sungguh percaya kita akan terus bekerja untuk mencoba menaturalisasi beberapa pemain yang ingin berkontribusi untuk negara ini dan tinggal di negara ini."

Terpopuler Lainnya

Kabut Asap Makin Parah, Singapura Kirim Surat Peringatan ke 7 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia

Kabut Asap Makin Parah, Singapura Kirim Surat Peringatan ke 7 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia

16 jam lalu

Singapura mengidentifikasi tujuh perusahaan terkait karhutla di Indonesia yang diduga menyebabkan kabut asap.

Swipe untuk menutup

Kabut Asap Makin Parah, Singapura Kirim Surat Peringatan ke 7 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia

17/10/2026, 12:31 WIB
Kabut Asap Makin Parah, Singapura Kirim Surat Peringatan ke 7 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia
Penulis: Tri Indriawati
|
Editor: Tri Indriawati

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura mengidentifikasi tujuh perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap di negara tersebut.

Ketujuh perusahaan itu akan diminta mengambil langkah penanganan dan pencegahan kebakaran berdasarkan Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas atau Transboundary Haze Pollution Act (THPA).

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengumumkan langkah tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (16/10/2026).

Dilansir dari Bloomberg melalui South China Morning Post, kabut asap akibat karhutla di Indonesia telah menyelimuti Singapura dan Malaysia selama beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut diperburuk oleh musim kemarau yang sangat kering akibat fenomena El Nino.

Singapura identifikasi tujuh perusahaan terkait karhutla

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) telah mengidentifikasi tujuh perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Identifikasi tersebut dilakukan melalui pemantauan titik panas dan pergerakan asap menggunakan data meteorologi, peta, serta citra satelit.

Menurut NEA, hasil pemantauan menunjukkan indikasi bahwa asap dari kebakaran di lahan konsesi yang dikuasai perusahaan-perusahaan tersebut bergerak menuju Singapura.

Pemerintah Singapura kemudian mengirimkan surat pemberitahuan kepada ketujuh perusahaan berdasarkan THPA.

Melalui pemberitahuan tersebut, perusahaan diminta mengerahkan petugas untuk memadamkan kebakaran atau mencegah api meluas.

Mereka juga diminta menghentikan atau tidak melakukan pembakaran serta menyerahkan rencana penanganan dan pencegahan kebakaran.

Meski demikian, identifikasi tersebut belum berarti ketujuh perusahaan telah terbukti melakukan pelanggaran hukum.

NEA menyatakan dapat mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab menyebabkan kabut asap lintas negara.

Kabut asap dari Indonesia menyelimuti Singapura dan Malaysia

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah memengaruhi kualitas udara di Singapura dan Malaysia selama beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut diperburuk oleh musim kemarau yang sangat kering akibat fenomena El Nino.

Menurut laporan Bloomberg, kebakaran yang berkaitan dengan praktik pembukaan lahan menggunakan api telah lama menjadi persoalan saat musim kemarau di Indonesia.

Namun, kondisi cuaca yang sangat kering tahun ini memperbesar risiko terjadinya kebakaran dan penyebaran asap.

Kabut asap yang melintasi perbatasan negara tersebut kembali menjadi perhatian pemerintah Singapura.

Pemerintah juga mulai menelusuri perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan sumber kebakaran di Indonesia.

PM Singapura sebelumnya ancam tindakan hukum

Sehari sebelum pengumuman tujuh perusahaan tersebut, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan pemerintahannya akan menyelidiki perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran penyebab kabut asap.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (15/10/2026).

Wong memperingatkan bahwa perusahaan yang terbukti bertanggung jawab dapat menghadapi tindakan hukum.

Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti NEA dengan pengiriman pemberitahuan kepada tujuh perusahaan yang teridentifikasi melalui hasil pemantauan.

Pemerintah Singapura menggunakan THPA sebagai dasar untuk meminta perusahaan mengambil langkah pencegahan terhadap kebakaran yang dapat menyebabkan pencemaran udara lintas negara.

Sementara itu, NEA menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mengambil tindakan terhadap perusahaan yang terbukti menyebabkan kabut asap di Singapura.

Internasional Lainnya

Persita Vs Persija Dihentikan Sementara karena Kericuhan Suporter

Persita Vs Persija Dihentikan Sementara karena Kericuhan Suporter

1 hari lalu

Pertandingan antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta harus tertunda jelang babak kedua.

Swipe untuk menutup

Persita Vs Persija Dihentikan Sementara karena Kericuhan Suporter

17/10/2026, 00:00 WIB
Persita Vs Persija Dihentikan Sementara karena Kericuhan Suporter
Penulis: Pratama Yudha
|
Editor: Firzie A. Idris

KOMPAS.com - Pertandingan antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta harus tertunda jelang babak kedua dimulai kembali.

Pasalnya, terjadi ricuh antarsuporter yang melibatkan beberapa suporter The Jakmania dengan suporter Persita Tangerang.

Kericuhan terjadi di Tribune Utara dan Tribune Selatan Banten International Stadium (BIS) pada jeda antar babak antara Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Belum diketahui dengan pasti penyebab terjadinya rusuh antarsuporter ini.

Namun, akibat rusuh ini, suporter sampai turun hingga ke pinggir lapangan.

Terjadi juga aksi saling lempar flare di antara kedua suporter.

Keributan ini juga membuat pertandingan tertunda sudah sekitar 20 menit ketika artikel ini ditayangkan.

Hingga saat ini, Panitia Pelaksana masih berupaya untuk menenangkan para suporter.

Beberapa pemain Persija yang dipimpin oleh kapten Rizky Ridho juga sampai berupaya menenangkan suporter, terutama The Jakmania.

Komentar Terbanyak Lainnya

Bagikan berita ini melalui