WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sedikitnya 10 politikus Muslim berhasil memenangkan kursi dalam pemilihan selaAmerika Serikat (AS) yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Mereka terdiri dari tujuh politikus yang terpilih ke Kongres AS dan tiga lainnya ke senat negara bagian.
Kemenangan tersebut mencatatkan sejumlah sejarah baru dalam perpolitikan AS. Salah satunya adalah Abdul El-Sayed yang menjadi Muslim pertama terpilih sebagai anggota Senat AS.
Adapun 10 politikus Muslim yang menang dalam pemilu sela AS 2026, menurut laporan Anadolu dan The New Arab, adalah sebagai berikut.
1. Abdul El-Sayed
Abdul El-Sayed, politikus Partai Demokrat berusia 42 tahun, mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilihan di Michigan.
Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS.
El-Sayed merupakan seorang dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Dia memenangkan kursi yang ditinggalkan Senator Gary Peters setelah memutuskan pensiun.
Selama kampanye, El-Sayed mengkritik pengiriman senjata AS kepada Israel tanpa syarat dan menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida. Ia juga membawa isu layanan kesehatan dalam setiap kampanyenya.
2. Adam Hamawy
Adam Hamawy, politikus Partai Demokrat berusia 56 tahun, mengalahkan kandidat Partai Republik Gregg Mele dalam pemilihan di Distrik Kongres ke-12 New Jersey.
Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang mewakili New Jersey di Kongres AS.
Hamawy merupakan dokter bedah plastik, mantan dokter tempur Angkatan Darat AS, sekaligus veteran Perang Irak.
Pada 2024, dia menjadi sukarelawan di Rumah Sakit Eropa di Gaza dan merawat warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel, termasuk anak-anak.
Dalam kampanyenya, Hamawy mengusung sejumlah agenda, antara lain layanan kesehatan universal Medicare, penghapusan utang medis dan pendidikan, penghapusan badan imigrasi ICE, serta penghentian bantuan militer AS kepada Israel.
3. Darializa Avila Chevalier
Darializa Avila Chevalier dari Partai Demokrat berhasil memenangkan kursi DPR AS dari New York.
Perempuan berusia 33 tahun keturunan Dominika tersebut dilaporkan menjadi perempuan Muslim Latina pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.
Sebelum pemilihan umum, Chevalier berhasil mengalahkan petahana Adriano Espaillat dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni 2026.
Chevalier merupakan penyelidik hak-hak sipil, mahasiswa doktoral, dan mualaf. Dia meraih lebih dari 85 persen suara dalam pemilihan pendahuluan tersebut.
Kampanyenya berfokus pada pengorganisasian masyarakat dan advokasi hak-hak rakyat Palestina.
4. Rashida Tlaib
Rashida Tlaib kembali memenangkan kursi DPR AS dari Distrik Kongres ke-12 Michigan.
Politikus Partai Demokrat keturunan Palestina-Amerika tersebut berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik James Hooper.
Kemenangan ini menjadi masa jabatan kelima Tlaib di DPR AS. Dia merupakan satu-satunya anggota Kongres AS keturunan Palestina-Amerika.
Tlaib dikenal sebagai salah satu politikus yang memperjuangkan perlindungan warga sipil, penegakan aturan perdagangan senjata nasional dan internasional, serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.
5. Ilhan Omar
Ilhan Omar dari Partai Demokrat kembali terpilih mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota.
Dia mengalahkan kandidat Partai Republik John Nagel dan kandidat independen DeVelle Jackson.
Kemenangan tersebut membuat Omar mempertahankan kursinya untuk masa jabatan kelima.
Perempuan keturunan Somalia-Amerika itu tiba di AS saat berusia 12 tahun. Ketika pertama kali menjabat pada 2019, Omar menjadi anggota parlemen federal pertama di AS keturunan Somalia.
Dia selama ini memperjuangkan bantuan kemanusiaan dan pengawasan terhadap pengiriman senjata AS, serta berulang kali mengkritik dukungan Washington kepada Israel.
6. Andre Carson
Andre Carson dari Partai Demokrat kembali memenangkan pemilihan di Distrik Kongres ke-7 Indiana yang berpusat di Indianapolis.
Dia mengalahkan kandidat Partai Republik Patrick McAuley dan kandidat Partai Libertarian James Sceniak.
Carson telah menjadi anggota DPR AS sejak 2008. Dia merupakan anggota parlemen Muslim dengan masa pengabdian terlama di DPR AS.
Dalam kiprahnya di Kongres, Carson menekankan pentingnya lembaga hukum internasional, kesetaraan martabat manusia, dan bantuan kemanusiaan.
7. Lateefah Simon
Lateefah Simon dari Partai Demokrat berhasil mempertahankan kursinya di DPR AS untuk mewakili Distrik Kongres ke-12 California.
Dia mengalahkan sesama politikus Partai Demokrat, Jamie Joyce.
Simon merupakan aktivis hak-hak sipil yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap pengiriman senjata ofensif AS.
8. Aber Kawas
Aber Kawas dilaporkan memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York dari Distrik ke-12.
Kawas merupakan aktivis keturunan Palestina-Amerika. Keluarganya terusir dari Palestina pada 1948 sebelum akhirnya menetap di AS.
Dalam kampanyenya, Kawas mengusung sejumlah isu, seperti keterjangkauan perumahan, layanan kesehatan, hak-hak imigran, serta penolakan terhadap pendanaan AS untuk perang Israel di Gaza.
9. Abbas Alawieh
Abbas Alawieh dari Partai Demokrat dilaporkan terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian Michigan dari Distrik ke-2.
Politikus keturunan Lebanon-Amerika tersebut mewakili wilayah yang mencakup Dearborn dan sejumlah komunitas di sekitarnya.
Alawieh dikenal sebagai salah satu pendiri gerakan Uncommitted yang muncul dalam pemilihan presiden AS 2024.
Gerakan tersebut menentang dukungan Presiden Joe Biden saat itu terhadap Israel.
10. Nabeela Syed
Nabeela Syed, politikus Muslim keturunan India-Amerika dari Partai Demokrat, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Darby Hills dalam pemilihan Senat Negara Bagian Illinois dari Distrik ke-26.
Syed sebelumnya merupakan anggota DPR Negara Bagian Illinois.
Kemenangannya sekaligus mengalihkan penguasaan kursi tersebut dari Partai Republik ke Partai Demokrat.